Mengejar Surga

Mengejar Surga
Meninggalkan Hutan


__ADS_3

Danar mengemudikan mobilnya meninggalkan hutan dengan wajah yang terlihat bingung. Leonore hanya bisa pasrah mengikutinya sambil menangis membayangkan hidupnya tidak akan lama lagi.


Mobil itu berhenti tepat di sebuah rumah yang tidak besar Leonore memperhatikan sekeliling hanya beberapa rumah.


"Sementara kau dan aku akan tinggal di sini!" ucap Danar lalu membuka pintu rumah.


"Rumah siapa ini?" tanya Leonore heran.


"Kedua orang tua ku hanya mereka sudah lama pergi dari dunia ini. Rumah ini adalah satu-satunya peninggalan mereka berdua." Danar masuk dan diikuti Leonore.


Semua barang-barang yang ada di dalam tampak rapi bahkan debu tidak ada di sana.


"Kau sering ke sini?" Langkah Danar langsung berhenti menatap tajam Leonore.


"Kalau ingin selamat jangan banyak bertanya! Itu kamar mu kau boleh beristirahat di sana!" ancam Danar.


Leonore menurut kali ini ia menurut menunggu waktu itu tiba untuknya. Kamar itu, Leonore sesenggukan bayangkan wajah William saat ini.


Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba merindukan pria bodoh itu padahal mereka berdua sama sekali tidak saling mencintai.


"Apa kau tidak bisa menemukan kami Tuan?" ucapnya sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


William baru aja tiba di rumah sambil membawa buah mangga untuk Leonore. Dia ingin minta maaf karena terlalu menekan ia selama ini.


"Leonore, kau di mana?" panggil William.


"Tuan, sudah kembali?" tanya pelayan itu gugup.


"Seperti yang kau lihat. Mana Leonore, aku membawa buah mangga untuknya!" tanya William.


"William, kau pulang?" Rachel langsung meraih plastik kresek tersebut kedua bola matanya berbinar melihat buah mangga tersebut.


"Aku mau ke atas," ujarnya lalu membiarkan Rachel habiskan buah mangga tersebut.


"Sayang, kamu yakin buah ini untukku semuanya?" tanya Rachel senang.


"Willian, kenapa kau berubah sekali padahal kedatangan aku di sini hanya untuk memperbaiki hubungan kita yang sudah lama retak," batin Rachel.


"Nona Rachel mau saya potong buah mangga ya?" tawar pelayan tersebut.


Rachel langsung membwwa bungkusan plastik tersebut disaksikan oleh William.


"Untung aku tidak jadi menikahimu kalau tidak hidupku tidak akan tahu bagaimana," batin William.

__ADS_1


Akhir ya William masuk kenangan kamar karena sudah tidak sabar lagi bertemu dengan Leonore. Walaupun pernikahan mereka berdua terdesak sampai terburu-buru William tetap tenang. Namun kedua bola matanya terbuka lebar karena tidak ada.


"Leonore, kau di mana?" panggilnya lagi.


William tergesa-gesa turun ke bawah karena tidak ada sabar lagi bertemu dengan istri dadakan ya itu.


"Hei, di mana Leonore?" tanya William dingin.


"Tadi saya melihat Nona keluar rumah sendirian, Tuan, balasnya.


"Keluar?!" pekik William


"Ya Tuan tapi waktu terus berputar tapi Nona tidak kembali dari rumah masa depan ya." William merasa ada yang tidak beres mengenai kepergian Leonore.


Gerak cepat William bergegas menuju ke kamar mandi membuka laptop untuk melihat kepergian Leonore.


Sama sekali tidak ada hal yang mencurigakan hingga tatapannya terbelalak karena pria muda memasukkannya ke dalam mobil.


"Pria ini membawa Leonore?" ucapnya tidak percaya.


Hingga akhirnya William turun tergesa-gesa ke bawah tidak memperdulikan Rachel memanggilnya.

__ADS_1


Pria itu keluar langsung membawa mobilnya dengan guratan wajahnya yang pucat. Tidak tahu dorongan apa membuatnya mencari Leonore padahal dia sangat membenci wanita itu.


__ADS_2