Mengejar Surga

Mengejar Surga
Sah Suami Istri


__ADS_3

Amora meraih handuk menutupi seluruh tubuhnya apalagi Indra tidak mau berbalik.


"Berbalik!" teriak Amora.


"Ia aku berbalik, hanya melihat sebentar aja tidak bisa," gerutu Indra.


Amora cepat-cepat memakai pakaiannya kembali karena tidak mau Indra macem-macem kepadanya walaupun sudah menjadi suami istri.


"Aduh pakaian ku di kamar sebelah lagi, bagaimana ini?" pekik ya.


"Sudah belum?" tanya Indra karena dia ingin ke kamar mandi mencuci wajahnya.


"Sebentar," tahan Amora.


Indra tidak sabaran berbalik kedua bola mata ya berulangkali berkedip memastikan Amora yang dia lihat.


"Indah sekali, apa aku bisa mencicipinya sayang?" tanya Indra tanpa sadar.


Amora berteriak kencang karena Indra memeluknya erat hingga mami kebetulan lewat dari depan kamar mereka berdua langsung buka.


Pintu tidak kena kunci hingga mami bisa masuk ke dalam memastikan menantunya itu baik-baik saja.


"Menantu, kau baik-baik saja kan?" tanya mami cemas.

__ADS_1


Namun hal yang tidak terduga justru membuat kedua bola mata suci itu seketika terbuka lebar.


Indra telah menyatukan dua buah ceri merah itu hingga Amora tadinya memberontak kini ikut larut dalam permainan pria itu.


"Astaga aku salah kaprah, bagus Indra kau bisa menaklukkan menantu," kekeh mami lalu pelan-pelan keluar dari kamar tersebut dan tidak lupa mengunci dari luar.


Sementara itu, Amora langsung mendorong Indra karena sulit bernapas.


"Apa yang kau lakukan?!" sentaknya.


"Menyentuh istriku, memangnya tidak boleh?" tanya Indra santai.


"Menyebalkan," dengus Amora.


"Dari seribu wanita menginginkan ku hanya satu yang aneh, istriku memang beda," gerutunya.


Amora kembali sudah mengenakan pakaian lengkap ia masih kesal terhadap Indra menyentuhnya tanpa izin.


Sepasang suami istri itu telah saling diam tidak ada yang spesial dari pernikahan keterpaksaan ini.


Berbeda dengan William dan Leonore saling hangatkan satu sama lain.


"Sayang, aku penasaran malam pertama Indra dan Amora?" ucap William.

__ADS_1


"Serahkan kepada Indra. Bukankah dia pria playboy?" William tersedak Indra memang kenyataannya adalah seorang playboy.


"Tapi dia mendapatkan wanita yang sepadan dengannya sayang. Aku tadinya merasa masih bermimpi kalau sahabat ku akhir ya menyusul," ucap ya sedih.


"Semua manusia pasti memiliki kesalahan, aku senang Indra menikah dengan Amora. Dia adalah wanita baik-baik berharap ia dan Indra bisa menjalani rumah tangga yang sudah dia bangun susah." William membawa Leonore masuk kedalam pelukannya, dia begitu beruntung memiliki istrinya saat ini.


Keesokan harinya hal yang ditunggu-tunggu Indra agar secepatnya meninggalkan desa ini bangun lebih awal.


Namun tiba-tiba kedua bola matanya terbuka lebar melihat tangan halus telah memeluknya erat.


"Hari ini biar kau yang melihatnya duluan," kekeh Indra.


Tubuh kecil Amora mulai menggeliat karena tidak nyaman posisinya tidur. Ia mulai bangun karena tidak nyaman posisinya tidur saat ini namun tapi kedua belah matanya terbuka lebar


"Astaga lupakan jangan memeluk hapus sama lain namun kenyataannya tidak."pura-pura tidur hanya bisa melihat Amora yang sudah rapi.


Wanita muda itu tampak berpikir caranya membangunkan Indra karena status mereka berdua saat ini suami istri yang begitu mendadak.


Indra pelan-pelan mulai membuka kedua bola mata


Ya. Dia tersenyum lebar melihat wajah Amora yang tidak membosankan


Amora terperanjat kedua bola mata mereka saling pandang Amora langsung menuju pintu karena sudah kepanasan karena Indra.

__ADS_1


__ADS_2