Menghancurkan Kehendak Langit

Menghancurkan Kehendak Langit
Episode 115 Elemen Roh Guntur dan Kisah Zaman Kuno


__ADS_3

Ketika Chu Feng melangkahkan kakinya ke gerbang hitam, dia telah tiba di sebuah hutan yang dipenuhi dengan pepohonan.


Hutan lebat menutupi sinar matahari yang jatuh dari langit, tampaknya tidak ada makhluk hidup apapun di sekitar tempat ini.


“Huh? Basis kultivasiku telah meningkat ke tingkat senior?” Chu Feng sedikit terkejut ketika melihat energi spiritual di dalam tubuhnya telah melimpah. Di dalam Dantian miliknya, ada tujuh tempat yang berbeda sedang mengitari ular ouroboros putih. Itu adalah tujuh akar elemen roh milik Chu Feng.


Setelah Chu Feng sedikit terkejut, dia mendengarkan sebuah gema suara yang berasal dari hutan tempatnya berada.


“Selamat untuk para penguji yang berhasil melalui lapisan pertama, hadiah telah dibagikan ke tubuh kalian masing-masing karena berhasil melewati lapisan pertama. Itu adalah meningkatnya basis kultivasi milik kalian ke tahap selanjutnya. Dimohon untuk mempersiapkan diri sebelum uji coba tahap kedua dimulai!” Sebuah suara yang mekanis yang sangat dingin terdengar di seluruh hutan.


“Oh? Hadiah lapisan pertama saja sudah sangat menakjubkan?” Chu Feng mengangkat alisnya sedikit karena terkejut. Kemudian Chu Feng duduk bersila di tanah untuk menstabilkan basis kultivasinya setelah naik tingkat.


Saat kesadaran Chu Feng memasuki lautan spiritualnya, dia melihat ular kuning sedang dipenjara oleh kurungan hitam yang berasal dari Kitab Hydra. Tapi apa yang tidak Chu Feng duga adalah ada sesosok ular lain yang berada di samping kurungan hitam, itu adalah ular berwarna biru .


“Hey anak manusia, lepaskan Yang Mulia ini dari kurungan hitam!” Sebuah suara yang menggelegar dan mendominasi terdengar di samping kurungan hitam milik ular kuning. Ular biru itu telah berulang kali menghancurkan kurungan hitam dengan elemen petirnya, tapi tidak peduli apa yang dia lakukan masih tidak bisa memecahkannya.


“Sudah kukatakan percuma saja kau keras kepala, lebih baik menyerah saja Blue!” Sebuah suara cibiran terdengar dari mulut ular kuning.

__ADS_1


“Huh! Aku tidak ingin mendengarkan omongan itu dari mulutmu, lagipula mengapa kau yang seharusnya membenci manusia malah membiarkannya untuk menggunakan elemen tanah milikmu?” Sebuah dengusan dingin keluar dari hidung ular biru yang terkurung.


“....” Ular kuning itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan tersebut dan mengabaikannya.


Saat Chu Feng melihat ada satu tambahan lagi roh elemen, dia sedikit terkejut dan mulai menebak apa yang memicunya muncul di dalam lautan spiritual miliknya. Sepertinya itu semua berasal dari sigil kuno ular ouroboros putih di dalam jiwanya.


“Sepertinya, selama aku bisa naik ke tingkat selanjutnya maka roh elemen lain akan muncul satu demi satu ke lautan spiritual ini.” Chu Feng berpikir sedikit sebelum berjalan ke kurungan hitam di depannya.


“Manusia, mengapa kau bisa terpilih oleh sigil kuno ular ouroboros putih?” Mata vertikal berwarna biru milik ular di depannya menatap Chu Feng dengan tatapan penasaran.


“Entahlah, aku sendiri juga tidak mengetahuinya. Bahkan aku sendiri pernah bertanya pada ular kuning di sampingmu, tapi dia tidak pernah mengatakan sepatah kalimat pun setelah aku menyebut pertarungan ‘Seseorang’ melawan ‘Sang Pencipta’!” Chu Feng menggelengkan kepalanya sambil melihat lurus ke depan. Dia ingin melihat reaksi aneh seperti apa yang akan diperlihatkan oleh ular biru di depannya, apakah reaksinya akan sama persis dengan ular kuning saat itu.


“Reaksi miliknya sama seperti ular kuning, tapi mengapa mereka berdua tidak ingin membicarakan tentang hal itu?” Chu Feng hanya bisa bergumam sendiri dan menghela nafas menyesal. Dia benar-benar tidak mengetahui apakah sigil kuno ular ouroboros ini adalah hal yang baik atau tidak untuk dirinya.


Sesaat Chu Feng ingin kembali keluar dari lautan spiritual, tiba-tiba dia mendengar sebuah suara kecil yang berasal dari roh elemen guntur, “Apakah kau tahu tentang bahwa alam semesta itu awalnya adalah satu kesatuan?”


Chu Feng yang mendengarkan ucapan itu, dia langsung berhenti di tempatnya dan menggelengkan kepalanya, “Tidak, tapi aku pernah mendengar tentang hal itu.”

__ADS_1


“Hey Blue! Mengapa kau menceritakan hal yang taboo tentang masa lalu?!” Kepala ular kuning yang awalnya tertidur malas mulai berdiri tegak sambil menatap ular biru yang ada di sampingnya.


Ular biru mengabaikan ucapan ular kuning dan tetap melanjutkannya dengan nada bernostalgia, “Saat alam semesta masih menjadi satu kesatuan, tempat itu disebut sebagai tanah para dewa. Di sana, hanya ada 2 tempat yang membedakannya. Itu adalah wilayah langit dan wilayah bumi. Wilayah langit adalah tempat dimana para dewa hidup, sedangkan wilayah bumi adalah tempat tinggal makhluk hidup lemah seperti kalian.“


“Tanah para dewa?!” Chu Feng sedikit terkejut mendengar hal ini. Dia tidak menyangka bahwa pada zaman kuno, dewa dan makhluk hidup lainnya hidup dalam satu tempat. Yang membedakan hanyalah di atas dan di bawah saja.


“Dikarenakan tanah para dewa memiliki banyak sekali dewa maupun dewi yang memiliki kekuatan kuat, sang dewa langit mendirikan sebuah tower yang sangat tinggi di wilayah bumi dan menghubungkannya ke wilayah langit. Sesaat tower tinggi itu diciptakan, dewa langit membuka sebuah keputusan yang bertuliskan `Sang Pencipta telah menurunkan wahyunya, dia mencari sepuluh dewa terkuat untuk masuk ke organisasi sepuluh perintah tuhan miliknya’ Itu lah yang tertulis di sebuah gulungan kuno dewa langit.” Ular biru menceritakannya sambil menatap jauh ke atas. Seolah-olah dia masih bisa melihat adegan itu dengan mata kepalanya sendiri, sedangkan ular kuning hanya bisa menghela nafas dan menutup matanya sambil mendengarkan.


“Saat keputusan itu diturunkan langsung oleh dewa langit, seluruh langit dan bumi langsung mendidih gembira. Mereka tidak pernah menyangka bahwa Sang Pencipta akan benar-benar menurunkan wahyunya untuk makhluk ciptaannya.” Ular biru hanya bisa mengatakannya dengan nada bersemangat. Seolah-olah dia melihat pertarungan para dewa itu dengan mata kepalanya sendiri.


“Setelah mendengar hal itu, dewa dan dewi yang tersebar di seluruh tanah para dewa mulai berkumpul pada satu tempat untuk mengikuti pemilihan itu. Pertempuran itu dibagi menjadi sembilan wilayah, itu adalah wilayah timur, wilayah tenggara, wilayah selatan, wilayah barat daya, wilayah barat, wilayah barat laut, wilayah utara, wilayah timur laut, wilayah tengah. Sedangkan sisanya lagi, itu untuk dewa langit sendiri.”


“Saat perebutan gelar itu, langit dan bumi hampir diwarnai merah darah karena banyaknya dewa yang mati untuk mendapatkan gelar tersebut. Langit dan bumi telah berguncang dengan keras karena sengitnya pertempuran tersebut, tapi setelah beberapa abad berlalu hanya ada sembilan dewa saja yang berhasil bertahan dari pertempuran itu. Mereka adalah sembilan anggota utama perintah tuhan, dan pemimpinnya adalah dewa langit itu sendiri.” Saat selesai mengatakan hal itu, ular biru langsung menatap ke arah Chu Feng yang masih membayangkan pertempuran


“Mungkin kalian makhluk hidup lemah pernah berpikir bahwa menjadi dewa dan memiliki kehidupan tak terbatas itu sangat menyenangkan, tapi nyatanya kalian sangat salah! Ketika kalian menjadi dewa, kehidupan tak terbatas adalah hal yang sangat membosankan. Karena itu banyak para dewa lebih suka menghabiskan waktunya untuk bertarung, mabuk, dan bermain wanita. Bagi mereka yang paling menakutkan itu bukan kematian, tapi kehidupan yang dipenuhi dengan kebosanan!” Ular kuning yang ada di samping kurungan hitam berkata dengan nada malas setelah mendengarkan cerita itu.


Ketika Chu Feng mendengar tentang 10 perintah tuhan, tubuhnya tiba-tiba membeku seperti baru saja tercebur ke laut antartika. Dia tidak menyangka bahwa hal itu hampir sama seperti organisasi yang dia ingin ciptakan.

__ADS_1


“Apakah ini sebuah kebetulan?” Chu Feng berbisik pada dirinya sendiri.


__ADS_2