
Di suatu wilayah sepi yang sangat luas, cahaya putih perlahan muncul di permukaan tanah. Saat cahaya putih itu berhenti bersinar, sebuah gerbang hitam telah muncul dengan seseorang bertopeng putih yang baru saja keluar.
“Hm? Uji coba tahap ketiga adalah wilayah yang kosong?” Chu Feng yang baru saja keluar dari gerbang hitam perlahan-lahan melihat wilayah besar yang sangat sepi. Jika wilayah sebelumnya memiliki pepohonan atau rerumputan yang melimpah, tapi sekarang berada di sebuah wilayah yang sangat sepi tanpa objek sedikit pun.
Namun saat berikutnya, Chu Feng melihat sesuatu yang membuatnya terkejut. Itu adalah pohon besar yang menjulang tinggi hingga ke langit.
Melihat pemandangan di depannya, pupil mata Chu Feng sedikit menyusut dan mengatakannya dengan nada tergagap, “Ini ... Ini adalah ... Pohon pencerahan kuno”
Chu Feng memandang ke arah pohon raksasa yang menjulang tinggi di depannya dengan ekspresi wajah tak percaya, pohon di depannya hampir seperti pohon beringin yang besar. Daun hijau yang lebat hampir membentuk sebuah mahkota pohon, dengan batang pohonnya yang berdiameter beberapa ratus meter seperti pilar langit yang berdiri di antara langit dan bumi.
Mahkota daunnya menutupi seluruh langit dengan akarnya yang telah menyebar ke permukaan tanah.
Itu adalah pohon bodhi yang pernah pakai oleh budha untuk mencapai pencerahannya saat itu.
Legenda mengatakan bahwa di zaman kuno ada pohon yang menguntungkan banyak orang, tidak hanya makhluk hidup saja tapi para dewa juga mendapatkan keuntungannya. Siapapun yang duduk di bawah pohon bodhi, mereka akan mendapatkan pencerahan terhadap pengalaman yang pernah terjadi dalam jalur kehidupannya.
Tapi sayangnya setelah kejadian di zaman kuno, pohon bodhi ini dikatakan telah musnah dari dunia. Jika para cultivator yang ada di dunia kultivasi mengetahui reruntuhan kuno ini masih memiliki pohon pencerahan yang tersisa, mungkin akan terjadi sebuah pertempuran berdarah yang akan mengguncang seluruh dunia kultivasi. Alasan mengapa banyak sekali cultivator yang ingin menjelajahi reruntuhan kuno, itu karena mereka ingin mendapatkan barang-barang yang telah hilang dari dunia.
Semua memori ingatan ini semuanya berasal dari tubuh Chu Feng yang asli, itu lah mengapa dirinya sangat terkejut ketika melihat pohon pencerahan yang seharusnya sudah musnah tapi masih ada di depan matanya.
“Sebagai orang pertama yang masuk ke sini, Anda dapat berkultivasi di bagian paling dekat dengan pecahan akar pohon bodhi!” Sebuah suara mekanis yang dingin terdengar di seluruh wilayah tempatnya berdiri.
“Pecahan akar pohon bodhi? Apakah itu artinya bukan pohon pencerahan yang asli?” Chu Feng segera memahami apa maksud dari suara mekanis itu.
__ADS_1
“Ya, pohon ini adalah bagian dari cabang pohon bodhi yang asli. Semakin dekat dengan pecahan cabang pohon bodhi, semakin besar kemungkinan terjadinya pencerahan!” Sebuah suara mekanis yang Chu Feng pikir tidak mempunyai kesadaran tiba-tiba menjawab pertanyaannya.
“Apakah kau pemilik dari makam bulan ini?” Chu Feng berteriak sambil mengaktifkan kemampuan mata kehidupannya. Tapi tidak peduli seberapa banyak mencarinya, Chu Feng sama sekali tidak melihat tanda-tanda kehidupan di wilayah ini.
Setelah menunggu beberapa saat tidak ada jawaban apapun dari suara mekanis itu, Chu Feng hanya bisa menyerah dan berjalan mendekat ke pohon bodhi di depannya. Setelah tiba di bagian paling depan, Chu Feng akhirnya menyadari betapa kecilnya kehidupan dirinya. Di depan pecahan cabang pohon bodhi, dia merasa seperti seekor semut yang baru saja mengenal kehidupan.
Pada saat ini, pohon pencerahan itu menurunkan cahaya ilahi hijau yang menyelimuti tubuh Chu Feng. Gelombang misterius itu langsung memasuki lautan spiritual miliknya dan menyelimuti jiwa Chu Feng secara langsung.
Saat merasakan perasaan hangat itu, Chu Feng langsung menyilangkan kakinya dan memasuki keadaan kultivasi.
Dalam beberapa saat, Chu Feng telah berada di sebuah tempat yang sangat gelap dan hitam tanpa cahaya sedikit pun. Kemudian dia melihat sebuah potongan-potongan kehidupan yang pernah dia lupakan saat masih di planet bumi, itu seperti sebuah film yang perlahan disajikan di depan matanya.
“Apakah ini kehidupanku?” Chu Feng memandang semua ingatannya yang sering dia lupakan saat di planet bumi. Seperti kehidupannya saat balita, anak-anak, dewasa dan kematiannya.
Setelah beberapa saat Chu Feng memasuki keadaan kultivasi, tiba-tiba ada dua cahaya putih yang muncul. Ketika dua cahaya putih itu perlahan menghilang, ada dua sosok yang keluar dari gerbang hitam.
Itu adalah seorang laki-laki yang memiliki wajah cantik sedang memegang kompas perunggu di tangannya, dan satunya lagi seorang-orang laki-laki yang sedang memegang tombak merah. Mereka berdua adalah Song Zhe dari Keluarga Song, dan Wei Wu dari Keluarga Wei.
Saat keduanya keluar dari gerbang hitam, mereka berdua saling memandang dengan waspada. Karena tidak tahu apakah persyaratan untuk lolos tahap ketiga ini harus saling membunuh atau tidak.
Saat Song Zhe baru saja ingin bergerak, tiba-tiba muncul dua cahaya putih yang tak jauh dari gerbang hitamnya. Saat cahaya putih itu menghilang, ada dua sosok yang keluar dari gerbang hitam. Itu adalah seorang wanita yang memiliki pedang biru di tangannya, sedangkan satunya lagi adalah seorang pria yang memiliki pedang kuning di tangannya. Mereka berdua adalah nona muda Chu Yu dari Keluarga Chu, dan Gao Ze sepupu dari nona muda Chu Yu.
Ketika keduanya keluar, arah pandangan Song Zhe dan Wei Wu langsung beralih ke arah mereka berdua.
__ADS_1
Sebelum keempatnya akan bertindak lebih jauh, mereka semua mendengar sebuah suara mekanis dingin yang terdengar di seluruh wilayah tempat mereka berada.
“Selamat kalian berlima telah memenuhi syarat untuk menuju uji coba selanjutnya, oleh karena itu kalian semua berhak untuk menggunakan pohon bodhi di depan untuk mendapatkan pencerahan!” Sebuah suara mekanis yang dingin terdengar di seluruh wilayah tempat mereka berada.
Ketika mereka berempat mendengar suara mekanis dan dingin, semuanya terkejut sambil mengalihkan pandangannya untuk melihat pohon bodhi. Mereka melihat pohon raksasa yang berdiri kokoh di wilayah ini.
“Apakah ini benar-benar pohon bodhi?! Bukankah legenda mengatakan bahwa pohon ini telah musnah dari dunia karena peristiwa besar di zaman kuno?!” Keempat orang itu menyingkirkan aura permusuhan mereka sambil memandang takjub.
Saat melihat-lihat, keempat orang itu tiba-tiba menyadari bahwa sudah ada satu orang yang sedang berkultivasi di bawah pohon bodhi tersebut.
“Bukankah dia pembunuh yang kusewa?! The Piety?!” Nona muda Chu Yu memandang takjub pada pemuda bertopeng putih yang sedang menutup matanya.
Gao Ze pun yang ada di sampingnya juga terkejut, meskipun dia sudah tahu bahwa orang itu sangat kuat tapi tidak menyangka akan secepat ini untuk bisa memusnahkan kawanan gajah yang ada di tahap kedua.
“Orang itu lagi!!!” Song Zhe memegang erat tombak merahnya dengan marah. Dia selalu merasa apapun yang akan dia dapatkan akan selalu berakhir di tangan orang itu.
“Oh? Dia bisa membunuh kawanan gajah itu sangat cepat hanya mengandalkan elemen pasirnya? Menarik Sekali!” Wei Wu mengangkat kompasnya ke depan matanya untuk meramalkan apakah orang di depannya akan menjadi musuh terbesarnya atau tidak. Tapi setelah melihat bahwa kompasnya tidak menunjukkan warna merah sedikit pun, dia hanya bisa menghela nafas lega. Itu artinya orang di depannya tidak berbahaya, orang itu tidak memiliki kekuatan yang bisa membunuhnya.
“Dua orang pria yang memakai kompas dan tombak merah, diharapkan untuk duduk berkultivasi 10 meter di belakang pria bertopeng putih itu. Sedangkan dua orang sisanya, kalian berdua akan duduk berkultivasi 10 meter di belakang dua pria itu! Durasi mengaktifkan pohon pencerahan itu tidak terlalu lama, karena itu kuharap kalian tidak berlama-lama lagi di sana.” Sebuah suara mekanis yang dingin tiba-tiba terdengar di seluruh wilayah. Saat mendengarkan kalimat itu, wajah keempatnya langsung berubah drastis dan buru-buru berjalan mendekat sesuai arahan.
Setelah semuanya telah duduk menyilang, keempat orang itu menutup matanya untuk memasuki kondisi kultivasi. Saat kelima orang telah menutup matanya, sebuah siluet cahaya tiba-tiba muncul di tempat mereka berada.
Itu adalah seorang wanita cantik yang tidak terlihat tua maupun muda, wanita itu sedang menatap pria bertopeng putih yang sedang bersila. Wanita itu hanya bisa menggumamkan satu kalimat, “Yang ditakdirkan!”
__ADS_1