
Ketika ratu Tian Shi melihat situasi di depannya, dia yang seharusnya tidak memiliki sikap keberanian tiba-tiba mulai berteriak dengan keras sekuat tenaganya, “Semuanya hentikan! Ini hanyalah pertarungan yang tidak ada artinya!”
Dengan suaranya yang penuh kelembutan dan teriakannya yang keras, dia ingin menghentikan semua pertempuran tidak berarti ini. Tapi sayangnya tidak peduli seberapa keras dia berteriak, itu semua tidak akan pernah bisa terdengar ke seluruh medan perang yang telah menjadi kacau.
Boom! Boom! Boom!
Pijakan tempat ratu Tian Shi berpijak sangatlah berguncang keras karena beberapa ratus serangan bombardir yang mengenai sisi samping bahtera.
Ketika Xing Ke yang sedang bertempur dengan pria berambut kuning yang telah menjadi golem kolosal, dia tiba-tiba merasakan sebuah perasaan yang sangat familiar berasal dari arah belakang.
“Hm?” Xing Ke sedikit melirik ke arah bahtera yang ada di belakangnya, yaitu bahtera milik organisasi sepuluh perintah tuhan. Sesaat setelah Xing Ke meliriknya, kedua pupil matanya langsung menyempit dengan cepat.
Xing Ke melihat sesosok yang sangat familiar telah berdiri di atas bahtera dengan tubuh kecilnya yang terombang ambing karena serangan yang memborbardir bahtera tersebut.
Setelah melihat sosok itu, Xing Ke langsung berpaling dari golem kolosal di depannya dan terbang menuju bahtera organisasi sepuluh perintah tuhan, “Nona muda Tian Shi!”
Pada saat Xing Ke memalingkan diri dari golem kolosal, sebuah telapak tangan kolosal yang terbuat dari tanah langsung muncul di belakangnya. Dalam sekejap mata, tubuh Xing Ke langsung terpental jauh menuju permukaan tanah di bawah bahtera organisasi sepuluh perintah tuhan.
Cough! Cough! Cough!
Xing Ke langsung mengeluarkan segumpal darah dari dalam mulutnya setelah terluka akibat serangan tersebut.
“Sialan!” Xing Ke menyeka darah di mulutnya dan mulai memaksakan tubuhnya yang terluka terbang menuju bahtera yang ada di atasnya.
Ketika menteri pertama Jin Shu melihat bahwa wanita kecil berambut putih telah keluar dari lapisan perlindungan yang ada pada bahtera, dia mulai menyerukan sebuah perintah kepada para pasukannya dengan nada penuh ketidakpedulian, “Sekarang saatnya untuk menembak Tian Shi!”
“Tanpa belas kasihan!” Sebuah seruan mulai datang secara bersamaan dari para pasukan Negara Logam dan menteri keempat.
Kemudian bahtera meriam emas yang sedang dipijak oleh menteri pertama Jin Shu mulai bersinar terang. Pada saat berikutnya, sebuah bola cahaya yang bersinar terang langsung keluar dari moncong meriam emas tersebut dan mengarah langsung ke tempat ratu Tian Shi berada.
__ADS_1
Tidak hanya serangan meriam emas saja yang mengincar ratu Tian Shi, tapi seluruh pasukan Negara Logam yang tersisa pun mulai menyerang ke arahnya.
SWOOSH!
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
Ketika Xing Ke telah tiba di atas bahtera, dia melihat kedua mata nona muda Tian Shi yang berkaca-kaca.
Merasakan bahwa beberapa ribu serangan menakutkan telah mengincar satu tempat yang tidak terlindungi oleh lapisan pelindung, Xing Ke hanya bisa menggertakkan giginya dan mulai menghabiskan seluruh energi spiritual yang ada di dalam tubuhnya.
“Kumohon bertahanlah gerbang babilonia! Aku akan ... Aku akan memberikan seluruh hidupku padamu! Jadi kumohon, berikanlah seluruh kekuatan yang kau miliki untuk melindunginya!” Seluruh tubuh Xing Ke langsung berubah menjadi pucat pasi setelah menghabiskan seluruh energi spiritual di dalam tubuhnya.
Pada saat berikutnya, gerbang kolosal berwarna hitam yang melayang di langit tiba-tiba membuka kedua gerbangnya. Setelah kedua gerbang kolosal hitam itu terbuka lebar, sebuah perisai yang berbentuk salib langsung jatuh ke bawah.
Saat perisai salib itu melayang di belakang punggung Xing Ke yang sedang menghalangi arah serangan menuju ratu Tian Shi, sebuah tembok raksasa virtual langsung muncul di belakang perisai salib tersebut.
Ketika beberapa ribu serangan dari pasukan Negara Logam dan serangan meriam emas menabrak tembok raksasa virtual, itu langsung membuat sebuah ledakan yang cukup untuk membuat ruang hampa sejauh sepuluh kilometer runtuh dalam sekejap mata.
Xing Ke yang memiliki ekspresi pucat di wajahnya mulai batuk darah akibat terlalu memaksakan dirinya. Meskipun begitu, dia masih menahan dampak serangan yang ada di belakangnya dan berkata dengan penuh kekhawatiran terhadap ketidakberdayaan ratu Tian Shi yang ada di depannya, “Tolong melarikan diri dari tempat ini, nona Tian Shi!”
“Xing Ke!” Ratu Tian Shi memiliki kejutan di wajahnya saat melihat orang yang datang di depannya adalah orang yang dikenalnya. Tapi itu semua berubah menjadi kesedihan setelah melihat seberapa pucat wajah Xing Ke yang tubuhnya telah bersimbah darah karena luka yang dideritanya.
“Nona Tian Shi ... Kau akhirnya berhasil ke dunia luar seperti yang selalu kau inginkan, tapi sayangnya kau masih belum melihat hal-hal yang ingin kau rasakan. Sekarang pergilah dari sini nona Tian Shi! Aku akan menahan mereka semua dengan seluruh kekuatan yang aku miliki!” Xing Ke berkata penuh dengan susah payah sambil menahan dampak serangan yang terus menerus masuk ke tubuhnya.
Meskipun artefak perisai salib di belakang punggungnya berhasil melindungi keduanya dari serangan, tapi beban berat menggunakan artefak kuat itu telah membebankan tubuh Xing Ke hingga batasnya.
“Xing Ke ... Kalau kau tidak bersama denganku, aku merasa tidak peduli lagi dengan hal apapun ... Hanya bersama dengan dirimu, aku merasa hidupku telah terpenuhi dengan sangat menyenangkan!” Ratu Tian Shi berkata dengan penuh emosi kesedihan saat melihat Xing Ke melindungi dirinya dari serangan yang datang.
Meskipun serangan menakutkan telah berdatangan tanpa henti, entah mengapa dirinya merasa aman hanya berada di dekat Xing Ke.
__ADS_1
Setelah mendengarkan kalimat itu, Xing Ke yang wajahnya sangat pucat pasi hanya bisa tersenyum ketidakberdayaan dengan butir-butir keringat yang mulai menetes dari dahinya.
“Aku tidak bisa menyelamatkannya? Tidak mampu melindunginya? Meskipun aku sudah mempersiapkan segalanya hanya untukmu sejak tiga tahun yang lalu ....” Merasakan energi spiritual di dalam dantiannya mulai berkurang sangat cepat, Xing Ke hanya bisa bergumam pelan sambil memandang ratu Tian Shi di depannya.
Menteri pertama Jin Shu yang melihat bahwa serangan meriam emasnya ditahan oleh perisai salib yang tiba-tiba muncul, dia sedikit mengerutkan keningnya sebelum membuka mulutnya dengan nada penuh kekejaman, “Kalian semua yang menentang otoritasku harus mati!”
Setelah selesai mengucapkan kalimat itu, moncong meriam emas yang ada pada bahtera miliknya mulai bercahaya terang. Berbeda dengan serangan yang sebelumnya, meriam emas kali ini telah mengeluarkan seluruh kekuatan yang ada di dalam hingga batas terkuatnya.
SWOOSH!
Merasakan energi spiritual yang sangat kuat telah bergegas menuju kemari, Xing Ke langsung diliputi keputusasaan.
Dengan penuh ketidakberdayaan, Xing Ke berteriak kencang dengan seluruh kekuatannya, “Seseorang! Siapapun orangnya, tidak masalah! Tolong selamatkan nona Tian Shi!”
Swoosh! Swoosh! Swoosh! Swoosh! Swoosh!
Pada saat Xing Ke selesai mengucapkan kalimat itu, ada lima sosok berjubah hitam langsung muncul di luar bahtera.
Kelima sosok itu adalah The Pacifism, The Love, The Patience, The Repose dan satu sosok berjubah hitam yang sangat familiar. Sosok yang familiar itu memiliki rambut berwarna kuning yang sama persis seperti bawahan pangeran ketiga Niu Bo yang telah mati ditusuk oleh tombak hitam Xing Ke.
Tapi sosok itu memiliki sesuatu yang sangat berbeda, itu adalah kulit tubuhnya yang sangat pucat seperti orang yang telah mati lama dan tidak memiliki bola mata pada kedua rongga matanya.
“Keinginanmu itu, aku akan mengabulkannya!” Sebuah suara acuh tak acuh yang sangat mirip dengan suara The Pacifism langsung terdengar dari mulut sosok berambut kuning tersebut.
Kemudian sosok itu mengangkat kedua tangannya ke depan secara perlahan, masing-masing kedua telapak tangannya itu memiliki sebuah mata yang sangat persis seperti kedua pupil mata pemimpin organisasi sepuluh perintah tuhan The Pacifism.
Memiliki tiga ular dengan warna berbeda yang melingkar seperti sebuah roda.
Pada saat serangan meriam emas itu mendekat ke arah sini, kedua bentuk mata yang ada pada masing-masing telapak tangan mulai bercahaya. Dari ketiga ular ouroboros yang ada, hanya ular ouroboros berwarna perak saja yang membuka mulutnya.
__ADS_1