
Setelah memikirkannya, tiba-tiba Chu Feng tersadar bahwa cerita itu tidak ada kaitannya dengan dua sosok yang dilihat olehnya. Karena itu Chu Feng berteriak untuk menghentikan cerita dari ular biru itu, “Tunggu sebentar! Apakah hal itu ada kaitannya dengan pertempuran ‘Sang Pencipta’ melawan `Sosok Manusia’?”
Ketika ular biru dan kuning mendengarkan dua kalimat itu lagi, ekspresi dingin dan kejam mereka perlahan melunak sebentar. Lalu ular biru langsung menanyakan sebuah pertanyaan yang membuat Chu Feng ketakutan, “Saat kau berada di dunia asalmu, apakah kau pernah mendengar legenda tentang Dewa Asura?”
Saat Chu Feng mendengar kalimat `Dunia Asal’ ekspresi di wajahnya langsung berubah, dia sedikit menjauh sambil menatap dua makhluk di depannya dengan tatapan waspada. Ingatan tentang kehidupan sebelumnya adalah rahasia besar miliknya, tidak mungkin dia tidak waspada setelah mengetahui bahwa dua roh elemen di depannya mengetahui hal tersebut.
“Mengapa kau mengetahuinya?” Chu Feng menatap keduanya dengan tatapan waspada.
Mendengar pertanyaan bodoh dari manusia di depannya, ular biru hanya bisa mendengus dingin dan berkata, “Mengapa aku mengetahuinya? Huh, itu karena aroma jiwamu tidak seperti orang-orang di tempat ini! Yang lebih penting lagi, apakah kau pernah mendengar tentang legenda Dewa Asura di dunia asalmu?”
Sesaat mendengar kalimat itu, Chu Feng hanya bisa terdiam dan berpikir di dalam hatinya, “Apa maksudnya dengan aroma jiwa? Apakah itu artinya, orang-orang dari dunia kultivasi dapat mengetahui bahwa aku bukan berasal dari dunia ini?”
Saat Chu Feng memikirkan hal itu, dia tahu bahwa itu akan menjadi hal yang berbahaya baginya. jika orang-orang di dunia kultivasi ini mengetahui dirinya bukan penduduk asli, mungkin orang-orang di tempat ini akan seberusaha mungkin untuk mencari jalan menuju planet bumi melalui ingatan miliknya.
“Apakah kau mengetahui bagaimana cara menghilangkan aroma jiwa itu?” Chu Feng sedikit ragu sebelum percaya pada ucapan dua roh elemen di depannya.
“Menghilangkan aroma jiwa itu? Itu sangat mudah sekali, yang harus kau lakukan adalah mengalami kematian sekali lagi!” Tiba-tiba suara dengusan dingin terdengar dari samping, itu adalah elemen roh ular kuning yang sedang tiduran di samping.
“Mengalami kematian sekali lagi?” Mendengar kalimat itu, ekspresi wajah miliknya langsung berubah drastis. Meskipun dia memang ingin menghilangkan aroma pada jiwanya, tapi bukan berarti dia ingin mati lagi.
__ADS_1
Tapi setelah mencerna ucapan ular kuning itu, tiba-tiba Chu Feng langsung terkejut dan berkata, “Tunggu sebentar, mengapa kau berkata mengalami kematian sekali lagi? Apakah itu artinya seseorang bisa hidup kembali terus-menerus?”
Mendengarkan ucapan bodoh manusia di depannya, ular kuning itu hanya bisa mendengus dan tidak menjawabnya.
Ular biru itu melirik ke samping sebentar sebelum berkata, “Ya, selama jalur reinkarnasi masih ada maka kau bisa hidup kembali! Tapi jalur reinkarnasi sekarang sedikit berbeda setelah hari itu, hari di mana disebut sebagai ‘Kemarahan Dewa Asura’.”
“Kemarahan Dewa Asura?” Saat Chu Feng mendengarkan ucapan itu, dia langsung memikirkan suatu legenda yang pernah dia dengar.
“Aku pernah mendengar tentang dewa itu! Dikatakan dia memiliki 6 lengan yang sangat kuat dan 3 kepala dalam satu tubuh. Tidak hanya itu saja, banyak yang mengatakan bahwa dia membantai banyak sekali dewa hingga menumpuk ke langit.” Chu Feng berkata sambil memegang dagunya.
Setelah mendengar ucapan Chu Feng, tidak hanya ular biru saja yang tertawa tapi ular kuning yang ada di samping pun ikut tertawa, “3 kepala? Hahaha, aku tidak menyangka orang-orang di dunia asalmu menggambarkan dia seperti itu!”
“Jangan bilang kalau orang yang kulihat saat itu adalah ....” Tiba-tiba Chu Feng memikirkan sesuatu yang luar biasa. Meski saat itu dia tidak melihat 6 lengan yang dikatakan dalam legenda, tapi dia pernah mendengar bahwa para dewa kuno dapat mengaktifkan dan menonaktifkan kekuatannya sesuka hati.
“Itu benar, orang yang kau lihat saat itu adalah Dewa Asura melawan Sang Pencipta!” Ular biru tiba-tiba berkata dengan nada serius.
Saat mendengar hal itu, pupil mata Chu Feng langsung menyusut. Dia tidak menyangka bahwa Dewa Asura yang terkenal sebagai dewa pembantaian benar-benar akan melawan Sang Pencipta.
“Tapi mengapa orang itu memberontak? Meskipun aku tahu bahwa dia terkenal sebagai dewa yang suka sekali berperang, tapi aku tidak pernah berpikir bahwa dia benar-benar ingin menghentikan tindakan Sang Pencipta!” Chu Feng bertanya dengan nada sedikit keras. Karena menurut legenda yang pernah dia dengar, Dewa Asura itu terkenal sebagai dewa jahat. Dia tidak terlalu peduli apakah orang yang dibunuhnya adalah orang baik atau orang jahat, yang dia inginkan hanyalah melawan orang-orang kuat.
__ADS_1
“Itu benar, dia adalah salah satu dewa yang tidak pernah memikirkan apapun. Entah itu baik atau buruk, dia sama sekali tidak peduli. Satu-satunya motivasi dia hidup adalah untuk melawan orang-orang kuat, tapi semua itu berubah ketika kecelakaan yang menimpanya.” Ular biru itu menghela nafas sedih setelah mengatakan hal itu. Seakan-akan ular biru dan Dewa Asura saling mengenal satu sama lain.
“Kecelakaan? Dewa sekuat dia bisa mengalami kecelakaan?” Chu Feng berkata dengan wajah takjub saat mendengar hal itu.
Ular biru itu mengabaikan pertanyaan Chu Feng dan menanyakannya balik, “Apakah kau tahu mengapa Sang Pencipta mendirikan 10 perintah tuhan?”
“Bukankah itu untuk mengendalikan tanah para dewa agar bisa dalam kendalinya?” Chu Feng memiringkan kepalanya sambil berkata dengan nada kebingungan.
“Tidak, itu memang benar tapi bukan itu tujuan utamanya. Tujuan utamanya adalah mencari wadah yang cocok untuk seseorang yang bisa menampung kekuatannya!” Ular biru itu menggelengkan kepalanya dan mengatakannya dengan nada hati-hati.
Ketika Chu Feng mendengarkan kalimat itu, isi kepalanya langsung menjadi hitam pekat. Seolah-olah dia mendengarkan sesuatu yang seharusnya tidak boleh di dengar. Tapi kejadian itu hanya sesaat, sebelum kepalanya jernih kembali.
“Uhh ... Apa yang terjadi pada palaku?” Chu Feng tiba-tiba memiliki mata yang kebingungan sambil memegang kepalanya yang kesakitan.
Kemudian Chu Feng melihat ke atas sambil bertanya, “Jadi, apa tujuan utamanya Sang Pencipta mendirikan sepuluh perintah tuhan?”
Ketika kedua roh elemen itu mendengarkan pertanyaan aneh manusia di depannya, kedua ular itu hanya bisa saling memandang dengan mata vertikal mereka yang diisikan oleh pandangan terkejut.
“Sang Pencipta belum mati!” Keduanya menyerukan sesuatu dengan nada terkejut.
__ADS_1