Menghancurkan Kehendak Langit

Menghancurkan Kehendak Langit
Episode 126 Manfaat Kolam Darah


__ADS_3

Saat Chu Feng tersadar bahwa dia telah kembali ke kenyataan, dia melihat bahwa boneka yang terlihat seperti dewi bulan di belakangnya telah hancur lebur seperti kehabisan kekuatannya.


“Apakah kesadaran yang ditinggalkan olehnya telah rusak karena menahan energi aneh yang saat itu muncul di kepalaku?” Chu Feng bergumam sambil berjongkok untuk mendekati boneka di bawahnya.


Kemudian saat Chu Feng akan menyentuhnya, salib kristal bening di cincin penyimpanan miliknya langsung bersinar. Sebelum Chu Feng bisa menanggapinya, salib kristal bening itu langsung keluar dari cincin penyimpanan dan menuju boneka yang hancur.


Pada saat berikutnya, boneka yang hancur itu langsung memulihkan dirinya sedikit demi sedikit. Setelah beberapa saat, salib kristal bening itu telah berada di dalam dada boneka tersebut.


Hanya dalam beberapa saat, boneka itu memiliki wajah yang berbeda dari sebelumnya. Itu memiliki kulit putih, wajah perempuan yang menggemaskan, dan tubuh yang ramping tanpa mengenakan pakaian apapun.


“Tuan?” Perempuan yang memiliki rambut berwarna hijau muda itu memandang pria bertopeng putih di depannya dengan pandangan kebingungan.


“Aku? Tuan? Tidak, kau salah ....” Sebelum Chu Feng bisa melanjutkannya, dia melihat bahwa perempuan di depannya langsung memegang kepalanya dengan ekspresi wajah yang kesakitan.


“Hey, apa yang terjadi padamu?” Chu Feng mendekatinya sambil memegang pundak perempuan itu.


“Ahhh ....” Saat tangan Chu Feng menyentuh pundaknya, dia memegang kepalanya yang kesakitan seolah-olah ada banyak informasi yang masuk ke dalam otaknya.


Saat berikutnya, wanita berambut hijau muda itu langsung menundukkan kepalanya dan berkata dengan nada penuh hormat, “Tuan! Namaku adalah Shi Tsu, salah satu penguasa dari ras Vampire. Dewi bulan telah memberikan misi padaku untuk menyegel jiwaku sendiri, dan melindungi seseorang yang berhasil mendapatkan pecahan salib kristal tersebut!”


Saat mendengarkan ucapan wanita di depannya, Chu Feng sedikit terdiam dan hanya bisa menganggukkan kepalanya. Ini pertama kalinya dia merasakan seseorang begitu rendah diri di hadapannya, karena itu dia tidak bisa mengatakan apapun.


Ketika tatapan Chu Feng melihat ujung lorong, dia melihat genangan darah besar yang terkadang meletupkan gelembung kecil. Itu terlihat seperti sedang merebus air panas, yang menakutkan adalah kumpulan darah mayat dari berbagai makhluk hidup yang berkumpul ke tengah danau merah darah.

__ADS_1


“Ini adalah ....” Saat Chu Feng melihatnya, kulitnya langsung berubah sangat pucat. Meskipun dia telah terbiasa membunuh seseorang, bukan berarti dia akan acuh tak acuh setelah melihat adegan di depannya.


Aroma bau darah yang sangat kental dan energi spiritual yang melimpah bergabung secara bersamaan, semua itu bisa dirasakan saat menghirup udara di sekitarnya. Semua kengerian ini benar-benar susah untuk dirangkai oleh kata-kata.


“Apakah ini adalah persiapan yang mereka berdua lakukan setelah mengetahui bahwa ramalan itu akan menjadi kenyataan?” Chu Feng bertanya dengan nada ragu-ragu sambil melihat ke boneka di belakangnya.


“Itu benar tuanku, kolam merah ini berasal dari darah berbagai ras saat alam para dewa masih utuh! Ini digunakan oleh para dewa di zaman kuno untuk membasuh tubuh mereka agar menjadi lebih kuat, karena hal tersebut lah banyak dewa kuno yang saling membunuh untuk mendapatkan tubuh abadi seperti yang dimiliki oleh Dewa Asura.” Boneka yang ada di belakang Chu Feng berkata dengan nada sedikit hormat sambil memandang kolam darah.


“Sepertinya aku memang harus membasuh seluruh tubuhku agar kekuatan tubuhku meningkat ke tingkat selanjutnya!” Chu Feng mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya. Kemudian dia melepaskan pakaiannya dan berjalan mendekati kolam darah.


“Hati-hati tuanku, kolam darah ini adalah kumpulan dari berbagai ras! Mungkin akan sangat menyakitkan ketika menyerap kumpulan darah itu dan memurnikan seluruh dendam yang ada pada darah mereka!” Boneka di belakangnya langsung mengingatkan Chu Feng setelah melihat bahwa dia akan mendekati kolam darah tersebut.


“Baiklah aku mengerti!” Chu Feng menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan ke kolam darah.


Splash!


“Ahhhh ....” Chu Feng tidak menyangka bahwa rasa sakit seperti ini akan membuatnya kehilangan ketenangan, dia hanya bisa mengeluarkan raungan menyakitkan ketika darah merah meresap ke kulitnya.


Kulit berwarna putih kecokelatan milik Chu Feng perlahan-lahan telah meleleh, setelah seluruh kulitnya meleleh jaringan otot pada tubuhnya telah muncul. Lalu kolam darah itu langsung merembes masuk ke dalam jaringan otot tubuhnya, dan menyelimuti organ dalamnya.


Namun, di bawah rasa sakit ini Chu Feng masih tetap menjaga kesadarannya dan menyerap energi murni yang ada di kolam darah. Darah kental mulai mengalir terus-menerus ke dalam tubuhnya, memancarkan vitalitas yang sangat melimpah.


Ini membuat tubuh Chu Feng mencapai keseimbangan antara kehancuran dan penciptaan ulang, tapi keseimbangan ini membuatnya menderita lebih banyak rasa sakit. Setiap kali kulit, daging dan organ dalamnya tumbuh menjadi lebih kuat tapi itu langsung larut kembali ke kolam darah. Merasakan siksaan yang mengerikan ini, dia hanya bisa menggertakkan giginya untuk mempertahankan kesadaran.

__ADS_1


Pada saat yang sama, ular ouroboros putih di dalam Dantian Chu Feng dengan cepat menyerap kumpulan vitalitas di kolam darah dan mengeluarkan kabut putih yang langsung menguatkan seluruh tubuh Chu Feng.


Seiring waktunya berlalu, Chu Feng sudah tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Seolah-olah dia telah kehabisan suara miliknya, dan Shi Tsu yang melihat itu hanya bisa menatapnya dengan pandangan khawatir.


Ketika waktu satu bulan akan mendekat, tiba-tiba Chu Feng membuka matanya yang telah mengaktifkan mata asal usul alam semesta. Melihat bahwa tubuhnya sudah tidak bisa menyerap kolam darah, dia langsung membuat sebuah gerakan tangan yang cepat. Lalu Chu Feng menyentuh kolam darah dengan tangan kanan dan menyentuh bagian perutnya dengan tangan kiri.


“Teknik Mistik Kematian dan Kehidupan – Memisahkan Karma!”


Pada saat berikutnya, kolam darah merah langsung bergetar dengan aneh. Kolam darah di sekitarnya langsung terserap dan membentuk satu sosok humanoid yang sangat misterius. Sosok itu adalah seorang pria yang tubuh bagian kanannya berwarna hitam, sedangkan tubuh bagian kirinya memiliki warna putih. Tidak hanya tubuh saja, dari telapak kaki hingga wajah pun hanya memiliki dua warna berbeda.


“Aku tidak menyangka bahwa diriku akan mendapatkan mantra ciptaan baru setelah melihat mantra milik Dewa Seimei!” Chu Feng menghela nafas sambil menopangkan tangannya ke lantai kolam darah yang telah kering. Chu Feng melakukan hal ini untuk menghindari karma buruk maupun karma baik yang akan menimpa dirinya, karena dia tahu bahwa masa depan akan menjadi sesuatu yang tidak pasti untuk dirinya.


Kemudian Chu Feng memegang kepala pria hitam putih di depannya dengan satu tangan dan berkata, “Identitasmu sekarang adalah sebagai salah satu anggota utama sepuluh perintah tuhan yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan informasi, kau pemegang gelar The Honesty! Kau tidak memiliki nama, tapi mulai sekarang kau akan dipanggil sebagai Two Face!”


Saat berikutnya, mata pria di depannya langsung bersinar dengan penuh kehidupan. Lalu pria di depannya menundukkan kepalanya, “Terima kasih atas rahmatmu!”


Melihat bahwa mantra miliknya berhasil, Chu Feng hanya bisa menganggukkan kepalanya dan memakai pakaiannya. Lalu dia melemparkan jubah hitam yang ada di cincin penyimpanan menuju ke Two Face.


Melihat bahwa tuannya bisa menciptakan makhluk hidup, Shi Tsu memiliki ekspresi terkejut. Saat Chu Feng mengaktifkan mantra, dia seperti melihat Dewa Ramalan sang pemegang gelar The Honesty.


“Tuan, apakah perintahmu selanjutnya?” Shi Tsu mendekatinya dan berkata dengan penuh hormat.


“Mengambil semua harta karun yang tersisa!” Chu Feng mengatakannya sambil membuat sebuah senyuman.

__ADS_1


*Shi Tsu bukan anggota utama 10 perintah tuhan milik Chu Feng, hanya pelayan pribadi~


* Dikit lagi pertempuran besar dan akhir dari arc 2\~


__ADS_2