
Ketika pria gemuk itu melihat pria paruh baya yang datang kemari, ekspresi wajahnya langsung berubah drastis dan memandangnya penuh dengan kehormatan.
“Selamat datang kembali tuanku!” Semua orang yang ada di tempat ini, termasuk pria gemuk yang ada di halaman luas pun langsung bersujud ke tanah setelah melihat kedatangan pria paruh baya tersebut.
“Aku terima penghormatan kalian!” Pria paruh baya dengan alisnya yang tajam seperti sebuah pedang itu mulai menganggukkan kepalanya setelah melihat penghormatan orang-orang di sekitarnya.
Ketika para cultivator yang ada di sini mendengar kalimat itu, mereka langsung berdiri kembali seperti semula dan menatap pria paruh baya yang gagah itu dengan penuh penghormatan.
Mereka melihat bahwa pria paruh baya itu perlahan-lahan berjalan mendekati remaja pria yang terikat di atas tiang logam. Pria paruh baya itu melirik ke arah pria gemuk yang memiliki darah di kepalan tangannya sebelum menatap ke arah remaja pria yang terikat tersebut.
“Siapa namamu?” Pria paruh baya itu menatap lurus ke dalam mata remaja pria yang sedang terikat itu.
Mendengar pertanyaan dari pria paruh baya di depannya, remaja pria itu sama sekali tidak takut dan membalas menatap kedua mata pria paruh baya tersebut, “Untuk apa aku harus memberitahu namaku pada seseorang yang tidak aku ketahui? Lagipula itu tidak ada artinya bagimu jika orang sepertiku mati!”
“Oh? Hahaha, kau benar-benar menarik sekali! Aku benar-benar suka dengan tatapanmu itu, bagaimana kalau kau menjadi penjaga pribadi anak perempuanku? Dengan seseorang yang sepertimu di sisinya, maka aku akan menjadi lebih tenang untuk keselamatan putriku!” Pria paruh baya itu tiba-tiba tertawa keras hingga terdengar di seluruh halaman luar istana, dia menatap remaja pria di depannya dengan pandangan tertarik.
Pada saat semua orang mendengar keputusan itu, beberapa dari mereka sedikit ragu-ragu untuk mengatakannya. Meskipun begitu, ada seorang pria yang sedikit lebih tua dari remaja pria itu langsung berjalan ke depan dan membuka mulutnya, “Tapi tuan ... Bukankah keputusan itu terlalu gegabah? Kita masih tidak tahu sifat asli orang itu seperti apa, bagaimana kalau dia tiba-tiba memberontak?”
Ketika pria paruh baya itu mendengar ada seseorang yang memberinya masukkan, dia sedikit menganggukkan kepalanya dan menoleh ke arah remaja pria yang diikat di tiang logam tersebut.
__ADS_1
“Jadi bagaimana dengan keputusanmu? Apakah kau ingin bebas dari tempat ini dan tidak mengubah apapun dalam kehidupanmu? Ataukah kau ingin membuktikannya pada kita semua bahwa ucapan pria yang tadi itu hanyalah sebuah omong kosong belaka?” Pria paruh baya itu membuat sebuah tawaran yang menarik pada remaja pria tersebut dengan sebuah seringai lebar terpampang di wajahnya.
Ketika remaja pria yang terikat itu mendengar ucapan pria paruh baya di depannya, dia tanpa ragu-ragu sedikit pun langsung menanggapinya, “Sebagai seorang pria, sudah menjadi kewajiban untuk mengubah nasib hidupku sendiri! Aku Xing Ke, saat ini berjanji untuk melindungi kehidupan dan kebahagiaan nona muda yang di sana itu selama aku masih hidup!”
“Bagus sekali!” Ketika pria paruh baya itu mendengarkan janji yang dibuat sepenuh hati, dia mengangguk puas dengan ekspresi wajahnya yang sangat puas.
“Ayo mari kita rayakan semua kebahagiaan yang terjadi hari ini di dalam istana!” Pria paruh baya itu tertawa terbahak-bahak sambil memeluk wanita kecil berambut putih di tangan kirinya dan seorang wanita yang terlihat seperti seorang permaisurinya di tangan kanan.
---
Di malam yang sama ketika Xing Ke baru pertama kali menjadi penjaga pribadi, Xing Ke dan nona muda Tian Shi sedang berdiri di halaman istana dengan bintang-bintang di langit.
Pria remaja itu tidak menjawabnya untuk sementara waktu sambil memandang bintang indah yang ada di atas langit malam, “Ini adalah kehidupan yang telah kau berikan padaku, nona muda. Jika aku bisa melakukan sedikit hal yang berguna seperti melindungimu, maka aku akan melakukannya dengan sekuat tenaga. Di dunia luar, orang-orang seperti kami yang hidup tanpa tujuan hanya bisa memikirkan tentang bertahan hidup selama sisa hidupnya.”
“Aku juga ingin melihatnya, seperti apa kehidupan di dunia luar sana!” Wanita kecil berambut putih itu menatap langit yang jauh, seakan-akan rindu akan kehidupan di luar sana.
“Kehidupan di dunia luar?” Remaja pria itu sedikit kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh nona muda di depannya.
“Aku mendengar dari ayah dan ibuku bahwa di luar sana ada lautan, sekolah yang berbeda dari tempatku belajar, makanan yang enak, dan teman-teman dari berbagai daerah yang tidak seperti di dalam istana.” Nona muda Tian Shi mengatakannya dengan tatapan mata yang penuh harapan, itu terlihat seperti dia ingin melihat semua itu dengan kedua matanya sendiri dari pada mendengarkan cerita dari orang lain.
__ADS_1
Ketika remaja pria itu mendengarnya, dia langsung terdiam untuk sesaat sebelum menganggukkan kepalanya, “Aku mengerti, nona muda.”
“Hm?” Nona muda Tian Shi langsung menoleh ke belakang setelah mendengar jawaban yang tidak pernah dia duga. Dia melihat bahwa remaja pria di depannya memiliki ekspresi ketulusan yang terpampang di wajahnya.
“Suatu hari, aku akan membawa nona muda keluar untuk melihat kehidupan di dunia luar.” Remaja pria itu tersenyum tulus sambil berjongkok agar bisa sepantaran dengan tubuh kecil nona muda Tian Shi.
Ketika nona muda Tian Shi mendengar jawaban itu, kedua matanya sedikit bersinar, “Benarkah?”
“Ya, itu semua sebagai penebusan karena nona muda telah menyelamatkan hidupku yang tidak memiliki arti apapun!” Remaja pria itu tersenyum sangat tulus ke arah nona muda yang dipenuhi dengan kebingungan.
---
“Hey Xing Ke!” Ketika Xing Ke sedang mengingat janjinya di masa lalu dengan nona muda Tian Shi, dia tiba-tiba diganggu oleh suara keras yang datang dari sampingnya. Itu adalah suara dari Xiao Yan, pelayan yang saat itu memeluk tubuh kecil Tian Shi agar tidak melihat adegan kekerasan.
“Iya? Ada apa?” Xing Ke tanpa sadar menoleh untuk melihat keempat orang yang sepertinya sedang menunggu sesuatu terhadap dirinya.
“Sepertinya kau tidak mendengar apa yang baru saja aku katakan!” Xiao Yan menghela nafas kecil sebelum melanjutkan kalimatnya, “Jadi, keputusan seperti apa yang akan kita ambil? Apakah kita tetap meneruskan rencana kudeta? Ataukah membiarkannya saja demi kesejahteraan semua orang?”
Mereka berempat menatap Xing Ke untuk menunggu keputusan seperti apa yang akan diambilnya. Kemudian mereka berempat melihat bahwa Xing Ke membuat sebuah senyuman percaya diri, “Tentu saja kita akan melanjutkannya. Seperti yang sudah aku rencanakan, kita semua mengandalkan status kalian bertiga sebagai kepala keamanan untuk memasuki acara pernikahan tanpa diketahui. Kemudian beberapa bawahanmu yang ikut dalam kudeta ini akan mengelilingi tempat itu untuk jalur pelarian diri kita semua!”
__ADS_1