
Di lorong gua merah tua yang lebar, ketika Chu Feng masuk, dia dengan sengaja membuat sebuah bunyi dengan suara langkahnya. Hal itu membuat tiga orang yang berjalan di depan langsung menoleh ke belakang dengan pandangan waspada.
Mereka melihat seorang pemuda berambut putih sedang berjalan pelan menuju kemari.
“Itu kamu?” Salah satu dari mereka berkata dengan terkejut.
“Eh? Anda mengenal saya?” Chu Feng sedikit terkejut dengan kalimat orang itu. Di antara tiga orang di depannya, ada seorang anak muda yang membuat ekspresi terkejut saat melihat Chu Feng.
“Tidak, aku tidak mengenalmu. Tapi aku melihatmu sebelum memasuki area perburuan ini, citra karaktermu yang berambut putih dengan pupil mata hijau terlalu menarik perhatian. Tidak mungkin untuk tidak mengetahuimu!” Kata anak muda itu sambil tersenyum.
“Oh jadi begitu!” Chu Feng tersenyum lembut sambil menganggukan kepalanya. Dia bisa merasakan bahwa orang-orang di depannya tidak memiliki niat jahat sama sekali.
“Kenapa kamu sendiri? Apakah rekan Anda telah meninggal? Maukah Anda bersama dengan kami?” Anak muda itu melihat Chu Feng dengan tampilan penuh rasa ingin tahu, dan bahkan langsung mengajaknya untuk ikut bersama.
Sebelum Chu Feng menjawab, seseorang di samping anak muda itu mulai berbicara lebih dulu. Tapi itu tidak diarahkan kepada Chu Feng, melainkan ke anak muda itu dengan nada suara rendah, “Zhang Leyang, berapa banyak telah ku katakan padamu untuk jangan mempercayai orang lain begitu mudah. Di masa lalu, aku masih bisa menerima mereka karena memiliki basis kultivasi tingkat junior tahap kedua dan ketiga. Tapi anak ini adalah memiliki basis kultivasi lebih tinggi dari kita, bagaimana jika dia memiliki niat jahat? Bahkan jika kita bertiga bekerja sama, tidak mungkin untuk menang melawannya.”
“Maaf kawan, aku tidak berpikir sebanyak itu ....” Pemuda yang bernama Zhang Leyang itu berkata dengan pelan dan tertawa malu.
Rekan tim di sampingnya hanya bisa menggelengkan kepala tanpa daya. Zhang Leyang adalah orang baik dan kekuatannya itu yang terkuat di antara mereka bertiga tapi hatinya terlalu lembut. Orang seperti dia sebenarnya tidak terlalu cocok untuk menjadi seorang cultivator.
Chu Feng hanya diam saja melihat ke arah mereka yang sedang berbicara, awalnya dia siap untuk menolak ajakannya tapi dia mulai tertarik dengan anak muda di depannya. Orang di depannya itu mirip sekali dengan karakter utama naif pada novel yang sering dibacanya, memiliki kekuatan yang kuat tapi hati yang lembut.
__ADS_1
“Aku tidak tahu mengapa merasakan ada sesuatu perubahan yang akan terjadi pada hidupnya!” Chu Feng berkata di dalam hatinya dengan perasaan yang aneh.
“Baiklah aku ikut, kebetulan sekali rekan tim ku mengalami kecelakaan dan sedang beristirahat di luar!” Chu Feng tersenyum perlahan dan berkata dengan santai.
“Oke, kalau begitu ikut saja dengan kami!” Zhang Leyang berkata sambil tersenyum sambil memperlihatkan gigi putihnya.
Kedua rekan tim di sampingnya hanya bisa menghela nafas setelah melihat ini, seperti yang sudah mereka duga bahwa semua ucapan mereka hanya bisa masuk telinga kanan lalu keluar dari telinga kiri.
Sekarang Zhang Leyang telah setuju, keduanya tidak menentang sedikit pun. Hanya saja mereka berdua tidak menurunkan kewaspadaannya terhadap lingkungan di sekitar, setelah semua mungkin saja Chu Feng berbohong kepada mereka bertiga.
“Jika aku tidak salah ingat, salah satu dari rekan tim Anda adalah seorang wanita kan?” Zhang Leyang bertanya dengan santai sambil berjalan di lorong gua lava.
“Tentu saja, tidak banyak seorang wanita yang ingin menjadi seorang cultivator tingkat tinggi. Mereka biasanya hanya ingin hidup normal tanpa pertarungan di dalam kehidupan mereka.” Zhang Leyang hanya bisa tersenyum sedikit kepada Chu Feng.
“Apa?” Chu Feng sedikit terkejut mendengar hal itu. Dia selalu berpikir bahwa seorang cultivator adalah hal normal di dunia ini, tapi tidak dia sangka bahwa masih ada yang mendambakan kehidupan manusia biasa.
Dia sedikit teringat sebuah kalimat dari novel yang pernah dia baca pada emperor`s domination.
“Hey gagak hitam, sejujurnya aku sangat iri dengan kehidupan manusia biasa. Mereka hanya perlu hidup berkeluarga, bermain dengan anak-anak, mencari penghasilan dan hidup bahagia hingga umur tua. Hey gagak hitam, aku benar-benar lelah dengan kehidupan kekal di dunia yang tidak memiliki akhir seperti ini. Semakin tinggi cakrawala pengetahuan, semakin mengerti betapa kecilnya hidup kita di dunia ini. Aku harap kau bisa menemukan sebuah jawaban mengapa kita dilahirkan di dunia terkutuk ini!”
Saat Chu Feng membaca novel tersebut, dia langsung mengerti bahwa apa yang seorang cultivator sejati incar itu bukan sebuah keabadian. Keabadian adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dicapai bagi para cultivator yang memiliki tingkat tinggi, tapi berbeda dengan para cultivator sejati menurut pandangannya. Mereka adalah seseorang yang mencari sebuah jawaban tentang makna kehidupan semua makhluk hidup dan mengejar apa yang berharga bagi kehidupan mereka.
__ADS_1
“Hey, apakah kamu baik-baik saja? Apakah kau sedang khawatir dengan rekan tim mu yang sedang menyembuhkan diri?” Zhang Leyang bertanya dengan sedikit tidak pasti. Dia melihat Chu Feng berjalan dengan pandangan matanya yang kosong, seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Ah tidak apa-apa, hanya memikirkan sesuatu yang tidak penting!” Chu Feng kembali ke kenyataan.
Tanpa disadari olehnya, mereka semua telah berjalan sejauh 2 kilometer di bawah tanah. Chu Feng secara kasar menghitung bahwa lokasi mereka saat ini adalah hampir menuju ke area terdalam, karena itu hampir tidak ada orang lain yang ada di sini.
Kemudian naluri berbahayanya mulai merasakan sesuatu, Chu Feng mengerutkan kening sambil berkata kepada mereka, “Ada sesuatu!”
Setelah mendengarkan ucapan Chu Feng, mereka tidak lagi mengobrol santai dan mulai menatap ke sekeliling.
Chu Feng juga tidak akan pernah melupakan mayat tingkat senior yang tercabik-cabik saat itu, di tempat ini pasti ada beberapa binatang buas yang ganas.
“Mengapa kita tidak kembali saja? Kita sudah berjalan terlalu jauh sekarang!” Satu orang di samping Zhang Leyang menyarankannya untuk kembali.
Awalnya tim Zhang Leyang berpikir bahwa semakin dalam mereka berjalan, maka semakin banyak teratai api merah yang akan mereka dapatkan. Tapi sekarang mereka tahu bahwa bukan itu masalahnya.
Chu Feng sebenarnya telah menemukan beberapa lokasi tempat teratai api merah saat berjalan, tapi dia tidak mengatakannya langsung dan hanya mengingat lokasi di otaknya sendiri. Dia tidak ingin menjelaskan bagaimana dirinya bisa mengetahui lokasi tersebut, lagipula dia juga berniat untuk memberikan kelompok Zhang Leyang beberapa teratai api merah.
“Ayo berjalan sedikit lebih jauh lagi, aku pikir itu seharusnya berada di dekat sini!” Chu Feng berkata dengan lembut sambil mengajak mereka.
Zhang Leyang sedikit ragu-ragu, tetapi masih memutuskan untuk menemani Chu Feng untuk terus berjalan semakin dalam.
__ADS_1