Menghancurkan Kehendak Langit

Menghancurkan Kehendak Langit
Episode 169 Aku Selalu Mencintaimu!


__ADS_3

Saat menyelesaikan lirik terakhirnya, pemuda berambut merah itu langsung terengah-engah kelelahan sambil memandang situasi di depannya.


Di antara ratusan cultivator yang terbakar, hanya tersisa satu orang saja. Itu adalah seorang pria tua yang memiliki basis kultivasi tingkat Grand Master. Berbeda dengan cultivator lain yang berusaha menghindar maupun bertahan dari serangan kelopak bunga sakura, pria tua itu hanya berdiam diri di tengah-tengah seluruh tubuh bawahannya yang terbakar habis.


“Apakah ini adalah warisan yang telah kau dapatkan dari tanah leluhur?” Pria tua itu memandang sekelilingnya dengan pandangan kagum, dia sama sekali tidak peduli terhadap teriakan orang-orang yang ada di sekitarnya.


Saat pemuda berambut merah itu melihat bahwa masih ada seseorang yang hidup, dia hanya menghela nafas penuh kelelahan dan berkata, “Sial, seperti yang sudah aku pikirkan bahwa akan sangat susah untuk membunuh cultivator tingkat Grand Master dengan kekuatan yang baru saja aku terima ini.”


“Oh? Kau benar-benar berpikir bisa membunuhku hanya tingkat kultivasi milikmu? Benar-benar pemuda yang sangat lupa diri, cepat serahkan warisan yang telah kau dapatkan dari area leluhur.” Pria tua itu berkata dengan nada mencibir sambil menggelengkan kepalanya.


“Apanya yang area leluhur?! Tujuan kalian semua hanya ingin mengasingkan diriku dan mati di hutan itu bukan?! Menteri ketiga Huo Qi hanya ingin menyingkirkanku karena memiliki bakat yang sangat tinggi agar anaknya bisa meneruskan posisinya sebagai menteri, bukankah begitu?!” Setelah mengeluarkan seluruh emosi kesedihan dan kesepian yang telah terjadi selama tiga tahun terkurung di hutan area leluhur, pria muda berambut merah itu langsung mengeluarkan amarahnya pada pria tua di depannya.


“Harusnya kau bersyukur pada menteri Huo Qi karena telah membuatmu mendapatkan kemampuan spesial itu!” Pria tua itu perlahan-lahan berjalan mendekat sambil melewati mayat manusia yang telah terbakar hangus di sampingnya.


“Kau bilang aku harus bersyukur padanya?! Yang dia lakukan hanyalah ingin merebutnya dariku setelah mengetahui bahwa aku mendapatkan sebuah warisan dari tanah leluhur!” Pada saat pria muda berambut merah selesai mengatakan hal itu, seluruh auranya berubah drastis. Yang awalnya memiliki aura kesepian, tenang dan elegan telah berubah menjadi berapi-api, dipenuhi kemarahan dan haus akan dendam.


Kemudian kedua tangannya mulai menggerakkan jarinya pada kunci piano kayu. Pada saat jarinya menyentuh kunci piano, tiba-tiba menekannya dengan sangat kencang dan bergerak sangat intens. Seluruh nada lagu miliknya telah dipenuhi dengan kemarahan, seperti berteriak pada langit tentang ketidakadilan yang dirasakannya.


Di tubuhnya, samar-samar memiliki warna merah tua yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Kelopak bunga sakura dari pohon virtual mulai berjatuhan dengan sangat cepat menuju ke arah tubuh cultivator tingkat Grand Master tersebut. Berbeda dengan kelopak bunga sakura yang sebelumnya berwarna merah muda, kali ini memiliki warna merah yang sangat gelap.


Saat melihat itu, bahkan wajah cultivator tingkat Grand Master itu langsung berubah suram sambil menunjuk jarinya ke depan, “Kong Chen ... Kau benar-benar menggunakan basis kultivasi milikmu sendiri untuk meningkatkan seluruh kekuatanmu?! Jika kau melakukan hal itu maka masa depan cerah milikmu akan tertutup dan bakat akar elemen roh api milikmu akan menurun drastis!”


Pria tua itu benar-benar tidak menyangkan terhadap tindakan yang akan diambil oleh pemuda berambut merah yang bernama Kong Chen tersebut. Kemudian pria tua itu melapisi seluruh tubuhnya dengan hukum dunia kebakaran, hukum dunia pemusnahan dan hukum dunia ledakan.


Setiap kelopak bunga sakura yang berwarna merah tua itu mendekati tubuhnya, hal itu dengan cepat terbakar langsung oleh tiga hukum dunia yang dimiliki. Tapi yang membuatnya sangat terkejut dan ketakutan adalah saat kelopak bunga sakura itu terbakar, beberapa dari mereka akan meninggalkan serpihan-serpihan yang langsung menembus ke dalam tubuhnya.


“Bukankah kau kesini untuk membunuhku dan mengambil warisan yang telah aku dapatkan dari tanah leluhur? Kalau begitu maka lakukan saja dengan nyawamu sebagai taruhannya!” Ekspresi wajah pemuda itu masih tersenyum mengerikan saat wajahnya perlahan menjadi pucat.

__ADS_1


“Dengarkanlah laguku! Lagu ini aku persembahkan hanya padamu seorang saja!” Aura yang dipenuhi dengan kemarahan di sekitar pemuda berambut merah itu langsung padam saat mengatakan hal tersebut.


Ding! Ding!


“Aku tak dapat lagi bersandar padamu layaknya hari itu ....” Sebuah suara yang dipenuhi kesedihan langsung keluar dari mulut pemuda berambut merah tersebut.


Pada saat dia mengatakan hal itu, tiba-tiba virtual pohon sakura langsung berayun-ayun sangat keras seolah-olah hidup dan mendengarkan lagu pria tersebut. Kemudian kelopak bunga sakura yang berwarna merah gelap itu sedikit bercahaya terang seolah-olah menanggapi suaranya.


Crack!


Salah satu hukum dunia milik pria tua itu tiba-tiba terpecah karena kekuatan yang terkandung dalam kelopak bunga sakura semakin kuat seiringnya berjalan waktu.


“Sialan, kekuatannya api miliknya masih bisa terus menguat?!” Pria tua itu memfokuskan seluruh energinya untuk bertahan, kalau tidak melakukan itu maka tidak ada keraguan bahwa tubuhnya akan terluka parah di bawah serangan ini.


Pada saat menahan serangan itu dengan susah payah, tiba-tiba sebuah nada yang sangat lembut dan memilukan langsung terdengar di telinganya.


Ding! Ding! Ding!


Ding! Ding!


“Namun tangan hangat milikmu yang biasa aku genggam erat tidak dapat aku rasakan lagi!”


Pada saat dua kalimat itu diucapkan pada pemuda berambut merah, tiba-tiba pepohonan di sekitarnya mulai berdesir seperti menanggapi kesepian tersebut. Lalu kelopak bunga sakura itu perlahan-lahan mulai bercahaya sangat terang seperti menanggapi emosi dari pemuda tersebut.


Saat merasakan kekuatan yang tiba-tiba bertambah kuat dari kelopak bunga sakura yang berjatuhan, ekspresi wajah pria tua itu langsung berubah sangat pucat.


Crack! Crack!


Terdengar suara retakan beruntun yang berasal dari hukum dunia milik pria tua tersebut. Ketika dua perlindungan terakhir itu baru saja retak oleh kekuatan yang terkandung dalam kelopak bunga sakura, tubuh pria tua itu mengeluarkan aura yang sangat menakutkan langsung berasal dari tubuhnya.

__ADS_1


Seluruh kelopak api yang menyentuhnya langsung terbakar sangat panas hingga tak tersisa sedikit pun.


“Bagus sekali! Nak Kong Chen, kau benar-benar memaksa untuk menggunakan sisa hidupku yang tersisa hanya demi menyelamatkan diri dari seranganmu itu!” Pria tua itu memandang ke arah Kong Chen dengan pandangan penuh kemarahan yang tak bisa diukur.


Perbedaan emosi keduanya sekarang telah berbanding terbalik. Jika sebelumnya Kong Chen telah sangat marah terhadap situasi yang tidak menguntungkan, kali ini pria tua itu benar-benar sangat marah terhadap Kong Chen.


Pada saat berikutnya, pria tua itu bergerak sangat cepat menuju tubuh Kong Chen yang masih duduk di permukaan tanah. Hanya dalam sekejap mata, tubuh pria tua itu telah muncul di depan Kong Chen dan mulai menyerang dengan bunga teratai yang diisi oleh tiga hukum dunia.


Swoosh!


Bunga teratai yang diisi oleh tiga hukum itu mulai terbang sangat cepat menuju tubuh Kong Chen.


“Meledaklah kau!”


Teratai api yang diisi oleh tiga hukum itu tiba-tiba memiliki intensitas yang sangat panas di dalamnya dan akan meledak dalam sekian detik.


Meskipun begitu, Kong Chen hanya menutup matanya dengan sebuah senyuman tulus terpampang di wajahnya, “Saat kita bertemu lagi di masa depan, maka akan aku katakan padamu dari dalam hati bahwa aku selalu mencintaimu!”


Ding! Ding! Ding!


Saat kunci piano terakhir itu dimainkan, seluruh kesadaran Kong Chen mulai menghilang sedikit demi sedikit sebelum pingsan. Dalam pandangan terakhir sebelum dirinya pingsan, dia melihat sesosok wanita berambut merah muda yang sangat familiar di depannya sedang tersenyum sambil menggumamkan sesuatu.


“Terima kasih Kong Chen! Meskipun kau tidak mengetahuinya, tapi aku selalu berada di sampingmu setiap waktu!”


Itu adalah kalimat yang Kong Chen lihat dari bentuk mulut sebelum dirinya pingsan.


Pada saat Kong Chen Pingsan, ada dua sosok berjubah hitam sedang terbang mendekat ke arah sini. Itu adalah The Pacifism dan The Honesty.


*Yuhuuu... Bagaimana dengan kekuatan dari anggota utama sepuluh perintah tuhan yang akan memegang gelar The Love? Kekuatannya sangat kuat, dia bisa menghancurkan makhluk hidup tanpa merusak benda mati sedikit pun. Btw, setiap lirik dari Kong Chen itu telah menceritakan sedikit tentang cerita cinta mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2