Menghancurkan Kehendak Langit

Menghancurkan Kehendak Langit
Episode 125 Dewi Bulan dan Dewa Ramalan


__ADS_3

Ketika Chu Feng terbang mendekati bulan, salib kristal bening yang dia dapatkan dari salah satu bawahan Song Zhe mulai berkedip-kedip. Tapi sayangnya Chu Feng tidak menyadari hal ini.


Setelah beberapa saat, dia telah tiba di permukaan bulan. Tapi berbeda dari yang dia perkirakan, ternyata di permukaan bulan memiliki sebuah lorong ruangan yang sangat panjang.


“Sepertinya ini bukan bulan asli, melainkan bulan palsu!” Kemudian Chu Feng memasuki sebuah gerbang hitam yang ada di depannya, gerbang hitam ini terhubung ke lorong yang sangat panjang.


Saat memasuki lorong ruangan, Chu Feng melihat sebuah mural yang ada di dinding sampingnya. Mural itu memiliki gambar yang sangat familiar, itu adalah sepuluh tempat duduk dengan sebuah meja bundar berwarna putih di tengahnya. Masing-masing tempat duduk memiliki 10 orang, yaitu delapan orang laki-laki dan dua orang wanita. Salah satu dari pria dan wanita itu adalah orang yang Chu Feng kenal, itu adalah dewa asura dan dewi bulan.


“Hm? Apakah dewi bulan adalah salah satu anggota utama 10 perintah tuhan?” Chu Feng sangat terkejut saat melihat mural yang ada di sampingnya.


Semakin jauh Chu Feng berjalan di lorong, semakin banyak dia melihat mural yang berbeda. Chu Feng melihat seorang wanita yang terlihat seperti dewi bulan sedang duduk di singgasana mewah dengan beberapa bawahannya yang berlutut hormat, kemudian pada mural selanjutnya dia melihat bahwa dewi bulan sedang memandang sesosok wanita yang terlihat mirip dengannya.


Saat Chu Feng akan mendekati pintu keluar, dia melihat sebuah mural menakutkan yang membuatnya berhenti bergerak. Mural itu menggambarkan sesosok pria berambut putih perak yang memiliki enam tangan emas, dengan latar di belakangnya menggambarkan mayat berbagai makhluk hidup yang menumpuk hingga ke langit.


“Apakah ini dewa pembantaian, Asura?” Chu Feng tanpa sadar bergumam pelan setelah melihat mural pada dinding di depannya.


“Selamat datang di wilayahku, orang yang ditakdirkan!” Tiba-tiba ada sebuah suara mekanis wanita terdengar di belakangnya.


Saat mendengar suara mekanis wanita yang familiar, Chu Feng sama sekali tidak menoleh dan hanya berkata acuh tak acuh, “Orang yang ditakdirkan? Aku?”


“Hehehe, sepertinya kau sudah menyadari bahwa aku telah bersamamu sejak awal memasuki lorong ruangan ini!” Seorang wanita di belakangnya hanya bisa terkikik melihat sikapnya.


“Tentu saja, siapapun akan merasa aneh bahwa pemilik makam ini masih menghilang setelah pengujinya memasuki tempat ini. Jadi, apa yang kau maksud dengan aku adalah orang yang ditakdirkan?” Chu Feng menjawab dengan nada main-main sambil menyentuh mural di depannya. Dia sama sekali tidak merasakan tanda-tanda berdebu meskipun kelihatan sangat kuno.

__ADS_1


“Apakah kau percaya dengan ramalan?” Setelah mendengar pertanyaan Chu Feng, wanita yang menyatakan dirinya sebagai dewi bulan tidak menjawabnya melainkan menanyakan sebuah pertanyaan aneh.


“Ramalan? Tidak, aku tidak pernah percaya dengan sesuatu kejadian yang belum pernah terjadi!” Chu Feng sedikit mengerutkan kening dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Begitukah? Kalau seperti itu, maka lebih baik aku menunjukkannya secara langsung padamu!” Sebelum Chu Feng bisa menanggapi, sebuah cahaya putih yang datang dari kening dewi bulan di belakangnya langsung masuk ke kedalaman jiwanya.


Saat berikutnya, Chu Feng melihat dunia yang sedikit dia kenal. Itu adalah dunia para dewa yang pernah dia lihat saat menyentuh meja sepuluh perintah tuhan.


“Apakah ini adalah dunia para dewa?” Chu Feng bergumam sendiri sambil melihat bahwa adegan di depannya telah berganti di sebuah istana besar.


Di istana besar ini, dia melihat dua sosok yang pernah dia lihat pada mural sebelumnya. Yang satunya adalah seorang wanita memiliki rambut hitam panjang dengan gaun berwarna hitamnya yang sedikit berkilau, sekilas orang-orang akan melihat bahwa kilauan itu seperti bintang-bintang yang ada di langit malam. Benar, orang ini adalah dewi bulan.


Sedangkan orang yang ada di sampingnya adalah seorang pria berambut putih panjang dengan topi lonjong hitamnya, pria itu memakai baju putih dengan logo bintang segi lima di bagian dadanya.


“Amanisess, kau cantik seperti biasanya! Jadi, apakah kau ingin bermalam denganku?” Sosok pria yang bernama Seimei itu mengatakannya dengan ekspresi senyum menggoda.


“Apakah kau ke sini hanya ingin menggodaku? Jika tidak ada yang lain maka pergi lah!” Dewi bulan yang memiliki nama Amanisess itu mengatakannya dengan nada dingin dan langsung terbang untuk memasuki istana.


Tapi sebelum dewi bulan akan memasuki istana, sebuah suara pria yang menjengkelkan terdengar di telinganya, “Apakah kau sedang dalam suasana hati buruk setelah mengetahui bahwa Asura berhubungan dengan wanita manusia? Ya apa boleh buat, itu semua dikarenakan sebuah kejadian yang membuatnya lupa ingatan!”


Saat kata-kata itu selesai di ucapkan oleh Seimei, tiba-tiba tempat ini langsung gelap gulita. Matahari yang seharusnya masih berada di langit, telah digantikan oleh bulan yang berwarna merah.


Pada saat berikutnya, tekanan gravitasi yang menghancurkan bumi langsung turun dari bulan merah tersebut.

__ADS_1


“Katakan itu sekali lagi di hadapanku! Mungkin aku akan benar-benar membunuhmu tanpa menyisakan tubuh utuhmu!” Sebuah suara yang sangat dingin dan dipenuhi dengan amarah langsung terdengar di seluruh wilayah istana ini.


“Menakutkan sekali! Seperti yang diharapkan dari pemegang gelar The Love, orang yang dicintai oleh siapapun dan hanya mencintai satu orang saja!” Sebuah suara main-main terdengar di sekeliling. Tubuh Seimei yang seharusnya terkena gravitasi tiba-tiba langsung meledak dalam sekejap, cahaya hitam putih langsung keluar dari tubuh itu dan langsung membentuk tubuh yang baru.


“Huh! Seperti yang diharapkan dari pemegang gelar The Honesty, selalu bersikap tenang karena selalu bisa memprediksi gerakan selanjutnya dari para dewa!” Dewi bulan yang melihat bahwa serangannya sama sekali tidak melukainya hanya bisa mencibir dan melanjutkan perkataannya, “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku?”


Saat mendengar pertanyaan itu, tiba-tiba ekspresi wajah penuh main-main milik Seimei telah menghilang. Seimei mengatakannya dengan ekspresi wajah yang serius, “Asura akan membunuh seluruh dewa! Tidak hanya itu saja, seluruh dewa benar-benar akan musnah seluruhnya!”


Setelah mendengarkan perkataan itu, pupil mata dewi bulan langsung menyusut. Dia sama sekali tidak ragu untuk percaya pada ucapan pria di depannya, karena orang di depannya memiliki mantra yang bisa melihat masa depan maupun masa lalu.


“Jadi, mengapa kau ingin membicarakannya padaku? Mengapa tidak memberitahukan hasil ramalan itu pada 7 anggota utama lainnya?” Dewi bulan mengatakannya dengan nada ragu-ragu sambil memandang ke arah pria di depannya.


“Meskipun kita para dewa akan musnah, tapi bukan berarti kita telah mati seutuhnya hanya saja terpenjara di suatu tempat yang sangat gelap! Meskipun aku tidak bisa meramalkan bagaimana kita bisa hidup kembali, tapi hanya ada satu hasil yang telah kulihat dalam ramalan. Akan ada sosok pria yang memiliki kaitannya dengan Asura, orang itulah yang akan membebaskan kita dari kurungan gelap !” Seimei menatap dewi bulan dengan pandangan serius, kali ini dia datang ke dewi bulan bukan untuk menggodanya tapi meminta persetujuan untuk bekerja sama.


Saat Chu Feng mendengar percakapan itu, pikiran dan otaknya langsung kosong dalam sekejap. Seolah-olah ada kekuatan yang tak terlihat ingin menghapus ingatan tentang informasi di depannya, tapi hanya sesaat kemudian Chu Feng merasakan bahwa kekuatan itu langsung dihapus oleh gelombang cahaya putih yang berasal dari dewi bulan.


Pada saat berikutnya, semua ingatan tentang percakapannya dengan elemen roh guntur langsung masuk ke dalam ingatannya. Percakapan itu adalah tentang tujuan asli dari sang pencipta membentuk sepuluh perintah tuhan, yaitu mencari sebuah wadah yang cocok untuknya.


Saat mengingat informasi itu, Chu Feng langsung bergumam pelan seperti menanyakan pada dirinya sendiri, “Siapa aku? Apakah aku adalah ‘wadah’ yang dimaksudkan itu? Atau aku hanyalah seorang boneka dari sang pencipta untuk mencari `wadah’? Mengapa aku ada hubungannya dengan Asura? Apakah aku dulunya adalah salah satu dewa kuno di dunia para dewa? Tapi mengapa aku masih bisa hidup dan lolos dari maut itu?”


Saat Chu Feng memikirkan seluruh pertanyaan yang membuatnya kebingungan, kepalanya serasa ingin pecah. Tanpa disadari olehnya, dia telah kembali ke dunia nyata.


*Mural=sejenis gambar yang dilukis pada dinding, sering dilihat pada dinding mesir atau di dalam piramid gitu.

__ADS_1


__ADS_2