Menghancurkan Kehendak Langit

Menghancurkan Kehendak Langit
Episode 164 Chu Feng vs Chu Chen (Menengah)


__ADS_3

“Hey, apakah kalian melihatnya dengan jelas? Dia baru saja tertawa meremehkan.”


“Sial, apakah dia masih memiliki kartu as di lengannya?”


“Tidak peduli seberapa kuat tubuhnya, itu masih tidak dapat menahan ketajaman dari cahaya pedang tersebut.”


Para penonton yang melihat senyuman yang terpampang di wajah Chu Feng langsung berkata dengan pandangan ngeri.


Ketika Chu Chen melihat seringai yang terpampang di wajah Chu Feng, dia sedikit mengerutkan kening dan bergumam, “Sebenarnya apa yang sedang dia tertawakan? Apakah dia berpikir bahwa tubuh berpola ungu misterius itu dapat menahan kemampuan sepuluh ribu cahaya pedang milikku?”


Ketika semua orang kebingungan tentang apa yang akan dilakukan oleh Chu Feng, mereka melihat kalau pergerakan Chu Feng telah terhenti di tengah jalan. Lalu sebuah adegan yang sangat menakutkan telah terjadi, mereka melihat bahwa dari kedua bahunya telah mengeluarkan sebuah benda putih yang terlihat seperti tulang manusia.


Berbeda dengan tulang manusia normal yang sangat tumpul, kali ini tulang putih yang dikeluarkan dari bahu Chu Feng memiliki panjang satu meter dengan bagian ujungnya yang sangat lancip dan tajam seperti sebuah belati.


“Itu ... Apakah dia membuat senjata dengan tulangnya sendiri?!” Semua orang termasuk Chu Chen berseru kaget secara bersamaan saat melihat itu.


Bisa dibilang bahwa kemampuan yang ditunjukkan oleh Chu Feng sangat aneh sekali di mata Chu Chen sekali pun. Bahkan dengan pengalaman hidup 500 tahun miliknya, dia baru pertama kalinya melihat ada seseorang yang menggunakan tulang di tubuhnya untuk menjadi senjata.


Kemudian tanpa ragu sedikit pun Chu Feng langsung bergegas ke depan untuk mendekati tubuh Chu Chen.


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Ding! Ding! Ding! Ding!


Setiap serangan yang menuju ke arahnya dengan cepat dihindari oleh pergerakan lincah Chu Feng, lalu setiap serangan yang tidak bisa dihindari olehnya akan ditangkis dengan kedua belati tulang di tangannya.

__ADS_1


Ketika melihat bahwa dirinya dan Chu Chen hanya terpisah dua meter saja, tiba-tiba dia mendekatkan kedua telapak tangannya secara bersamaan. Lalu belati tulang putih pada kedua tangannya telah menyatu menjadi sebuah tombak tulang sepanjang dua meter yang dipegang oleh tangan kanannya.


“Apa?!” Chu Chen yang melihat itu tanpa sadar mengangkat tangannya sambil melompat mundur untuk menjauh dari Chu Feng.


Pada saat tangannya terangkat, cahaya pedang yang baru saja tertancap di tanah langsung melayang kembali ke udara dan bergegas mengelilingi tubuh Chu Feng.


Ding! Ding! Ding! Ding!


Chu Feng memutari tombak tulang putih ke sekelilingnya dengan gerakan anggun seperti orang yang sedang menari.


“Sepertinya kau sangat suka sekali menyuruhku untuk menari, kalau begitu mari kita menari bersama!” Sesaat Chu Feng selesai mengatakan hal itu, tubuhnya langsung bergegas mendekati tubuh Chu Chen tanpa melihat serangan yang menyerang ke arahnya.


Ketika tubuhnya dan tubuh Chu Chen telah berjarak dua meter, serangan cahaya pedang milik Chu Chen telah mendekati tubuh Chu Feng dengan sangat cepat. Tapi sebelum cahaya pedang itu menyentuh tubuhnya, tiba-tiba muncul lapisan armor tulang putih yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Clank! Clank! Clank! Clank!


Kemudian Chu Feng tanpa mengatakan apapun lagi, dia langsung mengarahkan tombak tulang putihnya ke arah Chu Chen.


Swoosh! Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Serangan berturut-turut dari tombak tulang putih Chu Feng langsung menyerang bagian bahu, bagian lutut, bagian kaki, maupun bagian paha. Semua serangan Chu Feng selalu menghindari titik vital Chu Chen dengan sangat akurat.


Stab! Stab! Stab! Stab!


Pada saat Chu Feng ingin mengakhiri pertarungan dengan menusuk ke arah perut Chu Chen, dia merasakan krisis berbahaya yang muncul dari sebelah kiri pipi miliknya. Kemudian Chu Feng menyerahkan serangan terakhirnya untuk mengarahkan tombak tulang putih sepanjang dua meter ke bagian kiri tubuhnya.

__ADS_1


BANG!


Ternyata rasa krisis itu berasal dari tangan kanan Chu Chen yang sedang memegang pedang miliknya. Berbeda dengan warna pedang normal yang sebelumnya dikeluarkan oleh Chu Chen, kali ini warna seluruh pedangnya telah berubah berwarna perak murni.


Dalam sekejap mata, Chu Feng merasakan sebuah aura yang sangat tajam dan kuat mulai menimpa tubuh bagian kirinya. Dan membuat tubuhnya terpental sangat jauh hingga menabrak dinding arena yang ada di sampingnya.


BOOM!


Sebuah suara yang menyakitkan telinga mulai terdengar di seluruh arena.


Pada saat semua adegan sebelumnya terjadi, para penonton sama sekali tidak mengeluarkan sepatah suara sedikit pun. Mereka seakan-akan tidak ingin mengganggu konsentrasi untuk melihat pertarungan menegangkan dari kedua orang yang sedang bertarung di arena.


“Aku tidak menyangka kalau kau benar-benar berhasil memojokkanku untuk menggunakan kemampuan ini!” Chu Chen berkata dengan nada susah payah dengan darah yang menetes dari seluruh tubuhnya. Meskipun begitu, tatapannya sama sekali tidak menunjukkan rasa sakit sedikit pun. Dia masih memandang Chu Feng dengan tatapan acuh tak acuh seperti seorang dewa yang sedang memandang makhluk fana.


Hanya dalam beberapa saat setelah mengatakan hal itu, permukaan dinding tempat Chu Feng tertabrak langsung membuat sebuah suara berisik. Lalu saat berikutnya, Chu Chen melihat bahwa Chu Feng baru saja keluar dari dinding arena dengan luka ringan di tubuhnya.


“Pedang perak itu benar-benar bisa membuat apapun yang disentuhnya menjadi sangat berat sekali untuk diangkat.” Chu Feng memandang tombak tulang putih yang ada di kakinya dengan sedikit mengerutkan keningnya.


“Tapi aku masih tidak mengerti, mengapa tulang milikmu tidak bisa dihancurkan oleh kemampuan perak milikku?” Chu Chen memandang penasaran dengan tombak tulang putih yang hanya memiliki sedikit retakan. Jika orang melihatnya dengan sangat jelas, mereka dapat melihat bahwa tulang putih milik Chu Feng perlahan-lahan mulai menyebar menjadi warna perak.


“Sejak awal kita hidup, tulang manusia memang sudah sekeras besi. Tetapi itu sangat berbeda dengan tulang milikku, kekerasan mereka bukanlah sesuatu yang hanya bisa ditandingi oleh kekuatan saja.” Saat Chu Feng menjelaskannya, tombak tulang putih di bawah kakinya tiba-tiba retak dan menghilang begitu saja ditiup oleh angin.


Saat melihat tombak tulang putih yang tiba-tiba musnah, Chu Chen sedikit mengerutkan keningnya dan berkata, “Apakah itu artinya kau bisa memanipulasi tulang sesuka hatimu?”


“Bisa dibilang kemampuan ini hampir sama seperti konsep ular, jika ular bisa mengganti kulitnya dengan kulit baru maka tulang yang telah aku keluarkan juga bisa menggantinya dengan tulang baru yang lebih kuat dari sebelumnya.” Chu Feng mengatakannya dengan pandangan acuh tak acuh sambil menarik tulang tengkuk di belakangnya.

__ADS_1


Tulang tengkuk atau yang sering disebut sebagai tulang leher mulai ditarik keluar dari dalam tubuh Chu Feng. Kemudian Chu Feng memegang tulang leher yang sangat panjang itu dengan satu tangan sambil menatap ke depan dengan pandangan dingin miliknya. Itu bukan lagi tulang leher manusia normal, melainkan seperti sebuah tulang ekor binatang buas.


__ADS_2