Menghancurkan Kehendak Langit

Menghancurkan Kehendak Langit
Episode 158 Pola Ungu


__ADS_3

“Patriark Chu Du tampaknya salah paham denganku? Sepertinya saat itu Chu Chen memberitahukan kepada Patriark Chu Du bahwa diriku adalah seorang reinkarnasi, kalau Patriark Chu Du mengetahui bahwa aku hanyalah orang buangan mungkin dia benar-benar akan marah.” Chu Feng bergumam pelan sambil mendengarkan langkah kaki yang datang dari luar gubuk kayu.


Step! Step! Step!


“Saudara Chu Feng, apakah kau baik-baik saja? Aku baru saja melihat Chu Chen pergi dari tempat ini dengan artefak pedang terbang miliknya, karena itu aku masuk ke dalam gubuk kayu tanpa meminta izin terlebih dahulu!” Mu Yin berkata dengan nada sedikit khawatir sambil memandang Chu Feng dengan hati-hati, tapi dia langsung menghela nafas lega setelah melihat bahwa tidak ada luka sama sekali.


Ketika melihat ekspresi khawatir dari Mu Yin, hati Chu Feng sedikit menghangat sebelum bertanya padanya, “Tenanglah, aku baik-baik saja! Bagaimana dengan pertandingan Chu Shen?”


“Chu Shen menang dengan sangat mudah seperti biasanya, meskipun hal itu sudah diharapkan sebagai orang nomer satu di antara murid benih gunung seratus roh. Hanya dalam beberapa gerakan saja, dia memenangkan lawannya dengan sangat mudah.” Sebuah suara dari belakang Mu Yin terdengar, itu adalah suara Lei Qing yang baru saja masuk ke gubuk kayu.


“Lei Qing, ternyata seperti yang sudah aku pikirkan bahwa pria yang bernama Chu Chen itu memang seorang reinkarnasi!” Ketika melihat bahwa Lei Qing telah datang, Chu Feng langsung mendekat ke arah mereka berdua.


Saat Mu Yin mendengarkan percakapan itu, tiba-tiba dia membuat sebuah ekspresi seperti seorang murid yang baru saja mengetahui jawabannya, “Chu Chen adalah seorang reinkarnasi? Tidak heran, tidak heran jika dia bisa mendapatkan hukum pedang ketajaman dalam waktu yang singkat seperti ini. Jika dia adalah orang yang bereinkarnasi, maka semua tentang dirinya mulai masuk akal.”


Kemudian Mu Yin melanjutkannya ucapannya sambil menoleh ke arah Chu Feng dengan tatapan penasaran, “Tapi mengapa dia mengatakannya secara terbuka padamu? Dengan basis kultivasi tingkat tinggi miliknya, tidak mungkin dia akan peduli padamu. Jika semua musuhnya mengetahui bahwa Chu Chen baru saja bereinkarnasi, mungkin mereka akan terus mengejar untuk membunuhnya sebelum basis kultivasi Chu Chen kembali seperti semula dan membalas dendam.”


“Tujuannya sangat aneh, aku tidak yakin tentang kebenaran dari ucapan orang itu. Aku akan memberitahukannya pada kalian setelah mengetahui keseluruhan ceritanya! Tapi yang perlu kalian ketahui adalah dia tidak memiliki niat jahat pada kami, karena itu kalian tidak perlu mengkhawatirkannya.” Chu Feng menggelengkan kepalanya. Saat ini Chu Feng tidak ingin menceritakan tentang Keluarga Chu di benua tengah, karena tidak ada yang tahu apakah Chu Chen masih mendengar percakapan di tempat ini atau tidak.


“Baiklah aku mengerti!” Mu Yin menganggukkan kepalanya terhadap ucapan Chu Feng.


“Sekarang apa akan kau lakukan terhadap orang itu? Bisakah kau mengalahkannya?” Lei Qing yang mendengarkan saja tiba-tiba mulai bertanya pada Chu Feng.


“Mengalahkannya? Aku tidak terlalu yakin bisa mengalahkannya dengan identitasku saat ini, tapi pada saat yang sama aku juga tidak akan kalah hanya karena alasan kecil seperti itu.” Chu Feng berkata dengan nada ragu-ragu sebelum memiliki ekspresi serius di wajahnya.


Saat Lei Qing melihat dan mendengar jawaban dari Chu Feng, dia tidak mengatakan apapun dan langsung berbalik pergi dari gubuk kayu.

__ADS_1


Ketika Chu Feng melihat bahwa Lei Qing pergi dengan ekspresi wajah penuh tekad, Chu Feng hanya bisa menghela nafas. Dia tahu mengapa Lei Qing berkata seperti itu, mungkin karena dia melihat siapa yang akan menjadi lawannya di pertandingan besok.


“Mu Yin, maaf bisakah kau pergi juga? Aku ingin menggunakan waktu luang ini untuk menerobos tingkat senior tahap menengah!” Chu Feng menoleh ke samping dengan ekspresi wajah tersenyum.


“Baiklah aku mengerti!” Mu Yin menganggukkan kepalanya dan keluar dari gubuk kayu.


Ketika Chu Feng merasakan bahwa seluruh tempat di sekitarnya telah menjadi sepi, dia langsung menghela nafas lega sebelum duduk bersila untuk berkultivasi. Selama tubuhnya berkultivasi, kesadaran Chu Feng telah muncul ke dalam lautan spiritualnya.


Saat Chu Feng muncul di lautan spiritualnya, dia melihat ular berwarna biru dan ular berwarna kuning sedang tidur dengan malas di dalam kurungan hitam.


“Mengapa kau datang kemari? Apakah kalian semua akan berkumpul seperti sebelumnya?” Terdengar sebuah suara malas yang berasal dari ular kuning. Tanpa membuka matanya, ular kuning tahu bahwa sosok manusia itu telah datang kemari.


“Ada yang ingin aku tanyakan padamu tentang masalah pola ungu di tubuhku, apakah pola ungu itu hanya berguna untuk mengeluarkan aura binatang buas dari tubuh kalian?” Chu Feng perlahan-lahan mendekat ke kurungan hitam tempat mereka berdua berada.


Ketika mendengar ucapan itu, Chu Feng hanya menghela nafas sebelum membuka segel kitab Hydra miliknya.


Pada saat berikutnya, kurungan hitam itu dengan cepat larut ke dalam permukaan lautan spiritual Chu Feng. Setelah kurungan hitam di sekitarnya menghilang, kedua ular itu langsung menegakkan kepalanya sambil memandang Chu Feng dengan tatapan mengancam.


“Bisakah kau tidak mengurung kami? Itu benar-benar sangat merepotkan jika tubuh kami tidak bisa bergerak dengan bebas!” Ular biru yang paling arogan di antara roh elemen lainnya mulai mencibir ke arah Chu Feng.


Ketika mendengar nada arogan dari ular biru, Chu Feng tidak memasukan ucapan itu ke dalam hati dan hanya menganggukkan kepalanya, “Baiklah aku mengerti, lagipula bukan aku yang melakukan hal itu melainkan kitab hitam tersebut. Yang lebih penting lagi, bisakah kau memberitahukan padaku tentang pola ungu di tubuhku?”


Ketika ular kuning mendengar hal itu, dia langsung memandang Chu Feng dengan rasa penasaran, “Apakah kau sedang melawan musuh yang sulit untuk dilawan? Tapi dengan kekuatan sigil kuno ular ouroboros putih, bukankah tidak ada yang bisa menjadi lawanmu?”


“Memang benar bahwa tidak ada yang bisa menandingiku selama basis kultivasi musuh sama sepertiku, tapi bukan berarti aku harus mengeluarkan semua kekuatanku seperti itu.” Chu Feng menggelengkan kepalanya ketika mendengar perkataan dari ular kuning di depannya.

__ADS_1


Ketika kedua ular itu mendengar ucapan Chu Feng, tanpa sadar mereka berdua tertawa keras.


“Hahaha, aku tidak menyangka kalau masih berpikiran seperti itu. Kalau begitu akan aku beritahu kau sesuatu yang istimewa tentang pola ungu di tubuhmu!” Ular kuning tertawa terbahak-bahak sambil mendekati tubuh Chu Feng. Yang kemudian sisik ularnya perlahan-lahan mendekati dahi Chu Feng.


Saat berikutnya, sebuah aliran hangat langsung muncul di dahi Chu Feng. Pola ungu di tubuhnya perlahan-lahan menyebar ke seluruh tubuhnya seperti sebuah urat yang hidup.


“Ini adalah ....” Chu Feng merasakan sebuah energi yang sangat kuat telah menyebar ke seluruh tubuhnya, dia merasa bahwa tidak peduli seberapa hebat serangan musuh maka dia bisa menghancurkannya hanya dengan sekali serangan saja.


“Itu adalah salah satu manfaat dari pola ungu di tubuhmu, semakin banyak roh elemen muncul maka semakin kuat tubuhmu!” Ular kuning di depannya tiba-tiba membuat sebuah seringai menyenangkan, seolah-olah dia bisa merasakan keinginan kuat di tubuh Chu Feng untuk menghancurkan segalanya.


“Tubuh yang terus menerus menguat seiring meningkatnya kultivasi milikku? Apakah itu artinya aku bisa memiliki tubuh Dewa Asura?” Chu Feng menggumamkan sesuatu setelah mendengar ucapan dari ular kuning.


Ketika ular kuning dan ular biru mendengar kalimat itu, keduanya saling pandang sebelum tertawa terbahak-bahak sambil memandang Chu Feng seperti melihat orang bodoh.


“Tubuh Dewa Asura? Hahahaha, bodoh sekali. Bahkan jika kau bisa mengumpulkan semuanya, tubuh itu masih tidak bisa menandingi tubuh Dewa Asura. Apakah kau yakin tidak bermimpi di siang hari?” Keduanya mengatakan secara bersama sambil mengejek Chu Feng.


Setelah mendengar ejekan mereka berdua, Chu Feng hanya mendengus kesal, “Huh, apa salahnya bermimpi sesekali!”


Sebelum Chu Feng menghilang, dia meninggalkan kalimat terakhirnya pada mereka berdua dengan sebuah senyuman murni, ”Oh ya, sebagai ucapan terima kasih karena telah membantuku maka akan kuberi kalian berdua hadiah!”


Pada saat berikutnya, sebuah kurungan hitam langsung muncul memenjarakan kedua ular tersebut. Berbeda dengan kurungan hitam sempit, kali ini sedikit lebih luas dari sebelumnya.


Keduanya tanpa sadar langsung tertegun setelah melihat kurungan hitam di sekitar mereka, lalu sebuah raungan marah terdengar dari lautan spiritual Chu Feng.


“Inilah mengapa aku membenci makhluk hidup!!!”

__ADS_1


__ADS_2