Menikahi Bocil Tengil

Menikahi Bocil Tengil
Chapter 16


__ADS_3

Wajah cantik itu tampak Jelas terlihat di pantulan cermin, ia melepas jilbab nya dan mengurai rambut panjang nya, pandangan matanya pun tertuju pada matanya sendiri, ia memandangi wajahnya sendiri, masih terbayang jelas di pikirannya siapa sebenarnya yang mengambil jam tangan itu, apakah benar benar hilang atau hanya Bagus yang lupa menaruhnya.


Tak mau terlalu berpikir keras, ia pun membasuh muka nya, membersihkan make up yang menempel di wajah nya yang cantik.


Ia pun kembali memandangi wajahnya, cantik! Kini tak ada make up yang menempel di wajahnya, cantik natural nya itu bagaikan rembulan di malam hari, yang mana cahayanya melebihi bintang bintang, yang bersinar.


"Rasa nya capek banget, luar dalam."


Tubuh capek dan pikiran pun juga capek, itulah yang kini di rasakan oleh Jessica, yang mana ia harus memikirkan, bisnis nya yang baru saja ia mulai, belum lagi ia harus memutarkan uang dari mertuanya itu, agar lebih besar dan bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya.


Ia pun melepas baju di sekujur tubuhnya, menyalakan shower dan mandi disana, rambut panjang nya pun mulai basah terkena air yang mengalir dengan derasnya, seolah olah, rasa capek ditubuhnya itu benar benar larut berbarengan dengan larut nya air dari sekujur tubuhnya.


Stop! Untuk hal ini kita skip ya, terlalu fulgar, hehe.


Tak lama kemudian selesai lah Jessica dengan mandi nya, ia pun keluar dari kamar ini, dan melihat Bagus yang masih tertidur pulas disana, melihatnya sedang tidur? Rasanya ingin memeluk pria itu, "apa aku sudah mulai menyayangi nya ya?,"


"Ah, enggak enggak!" Jessica menggelengkan kepalanya.


"Masa aku harus jatuh cinta sama bocil ini sih!"


Jessica terdiam sejenak, "tapi bagaimana pun juga dia kan suami sah aku,"


Jessica menarik dalam dalam nafasnya dan menghembuskan nya dengan keras, "Jessica! Kamu harus menerima takdir mu ini!"


Ia pun bergegas menuju lemari besar disana, mengambil baju dan memakainya, kemudian duduk di meja rias miliknya, menyisir rambut panjang nya dan memakai pelembab di wajah nya.


"Mau istirahat dimana ya?" Gumam Jessica membalikkan tubuhnya melihat Bagus yang tidur terlentang tak beraturan, bahkan tidak menyisakan Jessica tempat untuk merebahkan tubuhnya, "tapi kasihan juga kalau mas Bagus aku bangunin," gumam nya memiringkan kepalanya, terpesona melihat ketampanan Bagus yang sedang tidur.


Kemudian Jessica memutuskan untuk istirahat di ruang keluarga, ia pun pergi meninggalkan kamar itu dengan perlahan agar Bagus tak bangun karena nya, kemudian pergi menuju ruang tamu, ia pun menyalakan televisi, kemudian menjulurkan kaki nya di meja kecil yang ada di depannya, tanpa tersadar ia pun terlelap berlabuh ke negeri mimpi.

__ADS_1


"Maaf non," tiba tiba bi darsih menepuk pundak Jessica yang ketiduran


"Hah! Iya bi," Jessica linglung menengok ke kanan dan kiri dengan mata merah nya


"Maaf non, sudah sore," kata bi Darsih.


"Oh iya bi, gapapa, makasih udah bangunin," Jessica mengusap bola matanya dengan telunjuk, dan bi Darsih pun pergi meninggalkan Jessica.


"Kok bisa ya aku ketiduran disini?" Jessica berbicara sendiri, dan ia pun langsung beranjak pergi ke kamar nya, ia masuk perlahan ke kamar itu, pandangan nya langsung tertuju pada kasur putih besar di sana, "loh! Kemana mas Bagus?" Pupil matanya membesar setelah mengetahui bahwa Bagus tidak ada di kasur itu.


Ia pun langsung membuka lebar pintu kamar itu, pandangan nya menyapu seluruh penjuru kamar ini, namun tak dapat ia jumpai Bagus di kamar ini.


'ting-ting' suara sendok yang beradu dengan piring terdengar jelas di kuping Jessica ia pun langsung melihat ke meja makan yang tempatnya tak jauh dari kamarnya, ia pun melihatnya dari balik tembok suara apakah itu?


Dan ternyata itu adalah Bagus yang sedang menyantap makanan, "oh, disini ternyata," Gumam Jessica, ia pun kemudian pergi ke kembali ke kamar, dan masuk ke kamar mandi, karena ia belum melaksanakan ibadah sholat ashar, yang mana waktu nya sebentar lagi akan habis karena waktu sudah menjelang senja.


Hari sudah malam, rasanya tubuh ini benar benar remuk dan butuh untuk istirahat, ia pun merebahkan tubuhnya di kasur putih besar di kamar itu, karena khawatir jika Bagus sudah memenuhi kasur itu, ia pun bergegas merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu.


Namun tak ia jumpai juga dimana keberadaan pria tengil itu, karena sembari tadi ia tidak melihatnya di kamar ini, "bodoh amat lah, aku capek mau tidur." Gumamnya meluruskan otot otot di tubuhnya.


Belum beberapa menit Jessica memejamkan matanya, tiba tiba pupil matanya pun membesar khawatir jika ia besok bangun kesiangan, ia pun beranjak bangun dari tempat tidur, kemudian pergi keluar kamar untuk mencari Bagus suami nya, meski agak canggung sih buat ngomong, tapi bagaimana pun juga itu demi kebaikan nya.


Ia mencari Bagus di seluruh penjuru rumah, dan akhirnya ia menemukan pria tengil itu yang ketiduran di sofa dengan televisi yang masih menyala.


Ia pun mematikan tv itu, kemudian memandangi wajah Bagus yang tertidur pulas, rasanya tak tega jika harus membangunkan mas Bagus.


Kemudian dia berpikir sejenak, dan akhirnya dia memilih untuk menulis surat dan di letakkan nantinya di samping Bagus, supaya jika dia bangun besok ia mau membangunkan Jessica, karena bagaimana pun ia masih ngambek, hal itu membuat Jessica khawatir jika Bagus tidak membangunkannya besok.


Ia pun bergegas menuju kamar, mencari secuil kertas kemudian meninggalkan tulisan disana: "mas, tolong besok bangunin Jessica kalo Jessica masih tidur," isi surat itu, lalu ia menaruh kertas itu di meja yang ada di dekat bagus.

__ADS_1


Dan kini ia bisa sedikit tenang, ia kembali ke kamar nya dan merebahkan tubuhnya di sana, meski agak beda sih rasanya tanpa ada mas Bagus.


Karena tubuhnya yang lelah dan istirahatnya yang kurang, tak butuh waktu lama ia pun terlelap berlabuh ke negeri mimpi, hingga ia lupa menyetel alarm di ponselnya.


**********


Hari sudah pagi, sinar matahari pun mulai masuk ke kamarnya dan menyilaukan matanya yang sedang tertidur itu.


Begitu kagetnya ia karena Bagus tidak membangunkan nya, ia pun langsung terduduk panik mencari ponsel nya, "hah! Jam 7?!" Ia ngomel ngomel sendiri.


Ia pun langsung beranjak untuk mencari pria tengil itu, kenapa ia tidak membangunkan nya tadi, "mas! Kok ga bangunin aku sih?!" Jessica sedikit kesal, tapi ia tak mau melampiaskan kemarahan nya itu kepada Bagus, mungkin karena udah sayang, hehe.


Namun Bagus hanya diam menatap bola mata coklat Jessica yang membuat Jessica sedikit bingung ketakutan.


"Kamu pergi ke kamar, lihat di atas laci.", Kata Bagus datar.


Tanpa berpikir panjang Jessica pun langsung bergegas kembali ke kamar, ia penasaran ada apa di atas laci itu, an ternyata ada secuil kertas disana, ia langsung mengambil kertas itu.


"Bangun! Sudah pagi!" Isi kertas itu.


Ia langsung kembali mencari Bagus yang sedang berada di ruang keluarga untuk menanyakan apa maksud dari semua ini, " apa maksudnya ini mas?" Jessica bertanya.


Bagus terdiam sejenak memandangi wajah Jessica, "kamu nyuruh aku bangunin kamu pake tulisan, yaudah aku bangunin kamu juga dengan tulisan,"


"Kan fair?" Bagus mengangkat kedua tangan nya.


Melihat jawaban Bagus yang seperti itu membuat Jessica kesal seketika, rasanya ingin membuang laki laki ini ke amazon.


Karena tak mau berdebat, jessica memutuskan untuk pergi meninggalkan Bagus dan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2