
Nita pun memutuskan untuk mengajak sahabatnya itu istirahat di kamarnya, "Yaudah kamu istirahat dulu aja ya! Di kamar ku.'
Nita pun menggandeng tangan Jessica dan mengajaknya untuk masuk ke kamar nya, sementara Jessica hanya pasrah dan diam ketika Nita menggandengnya, tatapan matanya pun masih kosong dan seolah olah tak berpenghuni.
Mereka masuk ke kamar itu, "kamu istirahat dulu aja," Kata Nita sembari memegangi pundak sahabatnya itu.
Tanpa basa basi Jessica langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk disana, dan tidak butuh waktu lama, ia pun terlelap, ya! Sepertinya ia memang masih ngantuk, rasa sedih itu membuat Jessica tidak memperhatikan hak matanya yang harus istirahat.
"Yaampun nih bocah, sepertinya capek banget," gumam Nita menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
Ia masih penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu, ia pun meninggalkan nya di rumah itu dan beranjak pergi untuk melihat situasi di rumah Jessica.
Sesampai nya di sana, ia masih mengawasi rumah Jessica dari kejauhan, dan tampak dari sana dua mobil sedang keluar dari rumah itu, "hmmm, sepertinya rumah itu sudah kosong, mungkin masih ada pembantu nya disana," gumamnya mengangguk seolah ide nya itu benar benar briliyan.
Ia pun masuk ke rumah itu, dan mengetuk pintunya, sesuai dugaan nya, pembantu Jessica itu menyambutnya.
Betapa kagetnya ia melihat pembantu itu, matanya pun sayup seperti Jessica, hidung nya pun juga memerah, sepertinya ia juga terlalu banyak menangis.
"Maaf Bi! Jessica nya ada," Nita mulai memainkan drama nya.
Bi Darsih pun menangis, "Non Jessica.. Bi Darsih masih belum sanggup berkata kata, dan Nita pun mengelus elus pundaknya, "ada apa Bi?"
"Non Jessica kabur dari rumah," Bi Darsih semakin menangis terisak isak.
"Itu semua karena kesalahan saya," sambungnya.
Nita semakin bingung dengan apa yang sudah terjadi pada keluarga ini, "ada apa sih Bi! Pada Jessica?" Nita mencoba menguak informasi dari pembantu ini.
Bi Darsih pun menjelaskan tentang kejadian semalam, dan Nita pun mengangguk mencermati setiap perkataan Bi Darsih dengan seksama.
__ADS_1
Dan kini, ia sudah mengambil kesimpulan dan mengetahui segalanya, "terus sekarang Jessica nya kemana?" Tanya Nita pura pura tidak tahu kalau Jessica sebenarnya berada id rumahnya.
"Ya itu Non! Non Nita bantu nyari ya!" Kata Bi Darsih dengan raut muka yang penuh permohonan, Nita pun mengangguk mengiyakan nya.
Karena dirasa sudah cukup menguak informasinya, Nita pun pamit pulang, ia keluar dari rumah itu dan menaiki mobil nya.
Di sepanjang perjalanan ia pun termenung, "pantesan aja Jessica sampai seperti itu, ia pasti kecewa banget karena di permainkan seperti itu.
Ia berhenti di rumah masakan padang untuk membelikan sarapan bagi Jessica, yaa itung itung supaya sahabatnya itu nggak mengira kalau dia habis pergi ke rumahnya, jadi punya alasan deh, kalau sewaktu waktu Jessica bangun dan mengetahui kalau Nita nggak ada di rumah, kan tinggal jawab aja pergi cari masakan padang, pinter banget Nita kalau bikin siasat.
Masakan padang pun sudah ia genggam, dan kini saat nya bagi dia untuk kembali ke rumahnya, karena khawatir jika Jessica sudah terbangun, ia sedikit memacu mobil nya.
Tak lama kemudian sampai lah dia di rumahnya, ia pun langsung bergegas masuk ke kamarnya, dan setelah ia masuk ternyata Jessica masih tertidur pulas di sana, ia pun tak tega untuk membangunkan nya, kemudian lebih memilih untuk menyiapkan sarapan untuk nenek nya.
"Nek..ayo sarapan dulu," kata Nita sembari menyodorkan nasi padang itu kepada Nenek nya yang sedang duduk di teras kamarnya, menikmati udara pagi sembari mencari vitamin D dari sinar matahari yang hanya ada dari pagi sampai jam sembilan saja.
"Temen kamu dateng?" Kata nenek sembari mengambil nasi padang itu dari tangan Nita.
"Nggak papa kan Nek?" Nita sedikit lebih mendekatkan tubuhnya kepada Nenek, karena Nita memang lah begitu manja dengan Nenek nya.
"Nggak papa," kata Nenek.
"Yang penting jangan temen cowok!" Nenek menyentil halus kening Nita dan Nita pun hanya tersenyum, "nggak kok Nek, Nenek tenang aja," Nita tersenyum sembari sedikit memiringkan kepalanya.
"Yaudah di makan nek!"
"Temen kamu udah makan?" Tanya Nenek sembari menyantap nasi padang itu.
"Belum, dia masih tidur."
__ADS_1
"Loh! Jam segini kok masih tidur." Nenek mengernyitkan keningnya.
"Kasihan Nek! Dia lagi ada masalah."
"Masalah apa?" Nenek bertanya penasaran, kemudian Nita pun menceritakan masalah Jessica itu kepada nenek, yaa meskipun sebenarnya itu hal privasi sih bagi Jessica, tapi mau gimana lagi? Itu kan udah naluri perempuan yang sangat suka untuk bercerita, bahkan nih ya kalau secara psikologi, dan faktanya, bahwasannya kebanyakan perempuan itu hanya bisa menyimpan rahasia itu selama empat puluh jam atau hanya dua hari, hayoooo yang Cewe Cewek ngaku aja...! Hehe becanda becanda, tapi itu fakta loh!
"Yaampun kasihan banget.." kata Nenek.
"Yaudah kamu temenin aja sana gih! Ntar kalau dia bangun bingung lagi," perintah Nenek.
"Siap Bos," Nita hormat kepada nenek yang membuatnya tersenyum kecil, kemudian ia berjalan menuju kamarnya sembari membawa piring dan sendok untuk alat mereka makan nantinya.
"Yaampun masih tidur nih bocah!" Gumamnya seelah memasuki kamar, karena secara psikologis, secara psikologis mulu dari tadi, hehe, nggak papa kan ya? Jadi kalau secara psikologis itu setelah seseorang marah, ia akan tertidur, karena apa nya gua lupa, hehe.
Nita pun duduk di meja belajarnya menantikan kebangunan dari Jessica.
'krukkkk' perut nya berbunyi menggedor meminta haknya, meskipun lapar tai Nita lebih memilih untuk sarapan bersama dengan sahabatnya.
Lama ia menunggu, hingga akhirnya dia tertidur di kursi itu.
Setelah tidak terlalu lama ia tertidur, matanya pun mulai terbuka perlahan, betapa kagetnya ia yang melihat Jessica sedang menyantap nasi padang itu, mata nya yang masih ngantuk itu pun cerah seketika melihatnya.
"Nasi padang siapa ini?" Kata Jessica sembari sedikit mengangkat piringnya.
"Gua makan ya! Laper," sambungnya menyantap makanan itu dengan lahapnya.
Geram? Harusnya sih, ditunggu malah ditinggal, mirip lah kayak kalian yang udah setia menunggu ehhh, ternyata malah di tinggal pergi, kan ngenes tuh, hehe, makanya gua nggak terlalu sibuk dengan percintaan, daripada perasaan sudah dalam tapi ternyata bukan jodohnya? Kan kesannya jadi jagain jodoh orang, ups, hehe, becanda bambang.
Kemarahan Nita pun reda setelah ia mengingat masalah yang di alami oleh sahabatnya itu, ia pun mengambil nasi padang miliknya, kemudian makan bersama dengan Jessica.
__ADS_1
Mereka pun menyantap makanan dengan lahapnya, "alhamdulillah," Jessica selesai menyantap makanan itu lebih dulu maklum lah, dia kan udah mulai makan duluan tadi.
"Busset elu tidur udah kayak kebo, ga bisa dibangunin," Nita memulai obrolannya memancing Jessica untuk mengatakan yang sebenarnya.