Menikahi Teman Masa Kecil

Menikahi Teman Masa Kecil
Pulang kampung.


__ADS_3

ting


...Zia melihat gawainya,tertera disana ada chat masuk dari sahabatnya Bian....


...Zia,tahun baru ini lo pulang kampung nggak?....


..."Insyaallah ,kenapa?kangen ya?(emoji nyengir)"...


iya kangen banget gua zi...kangen ama teraktiran lo.(emoji peluk)


...Jangan terlalu jujur napa.Sakit tau(emoji nangis)...


ulu..ulu..cep..cep...sini peluk.


^^^udah ah pagi pagi udah gangguin orang aja.gua mo mandi dulu ya beb.Mo berangkat nyari sebongkah berlian.^^^


Ok beb...yang rajin ya.Buat modal kita nikah.


Zia mengirim Emoji muntah ke Bian.Lalu meletakan gawainya diatas nakas.Kemudian berlalu ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi nya.Zia sangat senang berlama lama dikamar mandi sambil bernyanyi lagu kesukaannya.


Zia saat ini tinggal bersama tantenya di Bali.Zia bekerja di salah satu Mall di Bali.Yang berjarak 300 meter dari tempat tinggalnya.Sudah Tiga Tahun lamanya Zia berada di Pulau Dewata itu.Dari semenjak lulus SMA Zia tinggal bersama tantenya.Zia tidak melanjutkan ke universitas karena keadaan ekonomi.Jadi Zia memilih bekerja dan gajinya dia kirim buat ibunya di kampung.


**Di Dapur**


Saat memasak untuk sarapan pagi,Zia menyampaikan keinginannya kepada Tantenya untuk pulang kampung.


Tante,minggu depan Zia pamit ya,Zia pingin pulang kampung.Zia kangen ibu.udah Dua Tahun nggak ketemu.


Iya sayang,silahkan.Tapi habis tahun baru cepet balik ya jangan lama lama di jawa.


jawab tantenya sambil tersenyum kepada Zia


Tapi Tante,Zia rencananya nggak mau balik lagi ke Bali.Zia pengin tinggal di jawa saja.


ucap Zia dengan


Tantenya Zia menoleh dengan wajah yang sedih.Dia menghentikan aktifitasnya.


"kenapa?Zia sudah bosen ya tinggal sama tante?"tanya tante nya kepada Zia


Eh,nggak kog tan.


Zia menjeda omongannya sebentar.


Zia seneng kog tinggal disini.cuman,


sambil ragu ragu Zia berkata.Zia pengin deket sama ibu.Pingin ngerawat ibu juga.kasihan ibu cuman tinggal berdua sama adek.lanjutnya sambil tertunduk.


oh gitu ya.Tantenya Zia menghampiri Zia dan mengeus kepalanya lembut.


Ya sudah kalau itu kemauan Zia.Tapi Zia harus pamit dulu ya sama Manda.Biar Manda gak nyariin Zia lagi.


ucap tantenya dengan senyuman hangat diwajahnya.


Baik tante.


Zia mengangguk sambil membalas senyuman tantenya.


(Manda adalah sepupu zia)


Minggu ke 3 di Bulan Desember Zia dianter Om dan tantenya,dan juga Manda ke Terminal Mengwi untuk pulang kampung.Zia naik Bus jurusan jawa.


Om,Tante,Zia pamit dulu ya.Maafin Zia udah banyak ngerepotin om dan tante.ucapnya sambil mencium pucuk tangan om dan tantenya.


nggak kog sayang.Om dan tante seneng kog Zia disini.Sama sekali nggak ngerepotin.


iya kan mas,tante nya menoleh ke suami nya.


Tante mu benar,kami sangat senang kamu tinggal bersama kami.Kalau kamu ada waktu jangan lupa main main ke Bali.


ucap om nya sambil menepuk nepuk bahu Zia.


Insyaallah om.

__ADS_1


kemudian Zia melirik gadis kecil yang imut itu Amanda yang terlihat murung dengan menekukan wajahnya.


Hai Amanda,kog diem aja sih?.Sini peluk kak Zia.


Zia pun meraih gadis kecil itu kedalam pelukannya,sambil mengelus lembut rambut panjang Amanda.


Kak Zia,Amanda boleh nggak ikut kak Zia ke jawa?tanya gadis kecil itu dengan muka imutnya yang sedih


heemmm,gimana ya?.Zia pura pura berfikir dengan mengetuk ngetuk bibir bawahnya dengan jari telunjuknya.


Kalau Amanda ikut kak Zia ,terus siapa dong yg jagain mama.Dan juga Amanda kan harus sekolah biar pinter.Katanya pingin Jadi Dokter.Zia merayu gadis kecil itu sambil mencubit kedua pipi tembemnya.


Oh iya ya..Amanda lupa.jawab Amanda dengan menampilkan gigi depan nya yang ompong karena kebanyakan makan permen.


Zia pun tersenyum gemas pada Amanda.


Amanda nggak usah sedih,kita kan bisa Video callan kalau kangen.


lanjut Zia mencoba menenangkan hati gadis kecil itu.Yang di sahuti anggukan oleh om dan tante nya.


Ya sudah om ,tante.Zia pamit .Assalamualaikum.


Zia menyalami om dan tantenya lagi.


Waalaikumsalam.Jawab om dan tantenya serempak.


Titip salam ya zi buat ibu mu.Pesan tantenya Zia.


Iya tante.Akan Zia sampein


Ini Zi buat bekel kamu.Om nya zia mengulurkan sebuah Amplop putih ke tangan Zia.


Apa ini om?tanya Zia.sambil mengintip isi dalam amplop putih tersebut.Zia terkejut karena ada sekitar tiga puluh lembar uang kertas yang ada gambar Presiden Soekarno nya.


Nggak apa Zia.kamu simpen baik baik uang itu ya.Hati hati didalam bus kadang ada copet yang berkeliaran.Nasehat tantenya.


Makasih banyak ya om,tante,Zia pamit ya.Bus nya udah mau jalan.


Zia pun masuk kedalam bus,dan bus pun berangakat.Zia berdoa agar di beri keselamatan dalam perjalanan.


Zia duduk di kursi baris ke tiga dibelakang supir.Zia memilih duduk disamping jendela,dia memasang earphone ketelinganya,dan mendengarkan musik kesukaannya.


tak terasa waktu pun beralu begitu cepat.Kini Zia sudah berada di di atas kapal laut yang siap mengarungi lautan dengan membawa semua penumpangnya ke dermaga ketapang Banyuwangi.


Zia naik ke deck atas kapal,menikmati pemandangan laut yang luas seperti dunia ini tak berujung.Membiarkan angin laut menerbangkan rambut hitam panjangnya.


Dalam hati Zia bermonolog,sambil nenatap dermaga Gilimanuk.


"Selamat tinggal Pulau Dewata,aku akan sangat merindukanmu"


Zia memandangi dermaga Gilimanuk yang terasa semakin menjauh,Penjor penjor yang tampak menari diterpa angin melambai lambai seakan akan memberi salam perpisahan pada Zia.


Zia melambaikan tangannya ke pulau yang telah dia tinggalkan.


Dua jam berlalu kini kapal menyerukan suara khas nya.Memberi Isyarat kepada para penumpangnya bahwa mereka sudah siap bersandar.Zia pun bergegas turun dari deck kapal dan masuk kedalam bus.Kini bus itu sudah membawanya masuk ke Dermaga Ketapang Banyuwangi.


"Assalmualaikum jawa timur,aku sudah kembali,".Monolog Zia saat melihat keluar jendela.


Tepat jam lima sore Zia sampai di desa kelahirannya yaitu Desa sumber Asih,kota Jember


Kiri,kiri Pak.Zia memberi kode kepada kernet bus bahwa dia sudah sampai ditempat tujuannya agar supaya supir bus menepikan kendaraannya.


Zia turun dari bus,Kemudian bus itupun beralalu pergi.


Zia melihat lihat sekitar.Kemudian dia melihat ibu dan adiknya di seberang jalan yang sudah sedari tadi menunggu kedatangannya.


Karena tiga puluh menit yang lalu Zia menelpon adiknya.Memberitahukan kalau sebentar lagi dia sudah sampai.


Ibu,Riyan,sambil melambai lambaikan tangan Zia memanggil keduanya.Dan mereka pun menoleh bersamaan.


Zia pun menghampiri ibu dan adiknya dan juga menyalami tangan Ibu yang dirindukannya itu.


Hallo bocil,sapa Zia pada adiknya sambil mengusap kasar rambut adiknya.

__ADS_1


kakak,ish rusak deh rambut Riyan.Sungut Riyan sambil merapikan kembali rambutnya.


Bu Dina,ibu nya Zia tersenyum melihat pertengkaran kecil kakak beradik itu.


Ini bawain tas kakak,didalam situ ada oleh oleh buat kamu.


Ok boss,siap!.jawab Riyan sambil memberi hormat.


Mereka bertiga berjalan beriringan dengan diselingi canda tawa.Dan juga sapaan dari tetangga.Jarak jalan raya ke rumah Zia sekitar seratus lima puluh meter.


Akhirnya sampai juga.Zia menghempaskan badannya ke ranjang dia melihat kelangit langit kamarnya dan bergumam "hallo kamar ku,aku datang".


Sepuluh menit kemudian Zia pergi kekamar mandi untuk menghilangkan penat.


malam pun tiba.


tok..tok..tok..terdengar ketukan dipintu kamar Zia.


kak..kak Zia..dipanggil ibu kak,disuruh makan malam.


Iya dek bentar, kakak keluar.Sahut Zia dari dalam kamarnya.


ceklek.


Zia membuka pintu dan ada Riyan yang berdiri menunggu Zia.


Ayo dek kita makan bareng.Ajak zia sambil merangkul bahu kecil adiknya yang tingginya 130cm.Riyan baru berumur 10th.


**Di meja makan**


Zia takjub dengan masakan yang tersedia di hadapannya.Sederhana tapi sungguh menggugah selera.Ada sambel terasi,pepes ikan tongkol dan tumis kangkung kesukaannya.Semua terlihat istimewa karena ibunya yang memasaknya.


Zia makan dengan lahap karena dia sangat rindu masakan ibunya.


Ritual makan malam pun selesai.


kini keluarga kecil itu berkumpul di ruang keluarga.Ruang kecil ukuran 4x3 berwarna biru tosca dilengakapi bufet tv warna putih doft ukuran 160 cm,dilengakpi 4 laci dan 2 rak menambah kesan minimalis.


mereka sedang menonton sinetron yang lagi booming dikalangan emak emak,yaitu "Ikatan Cinta".


Bu Dina sangat antusias sekali mengikuti alur cerita mas Al dan Andin yang sangat disukai nya.Terkadang Bu Dina ikut berkomentar dan memberi arahan layaknya sutradara ketika menonton mas Al dan Andin di layar Tv yang berukuran 32 inc itu.


suara Bu Dina lebih nyaring dari pada suara televisinya.Riyan yang berbaring di karpet warna orange dengan gambar abstrak itu pun mengomplain ibunya.


Ibu biarin aja mereka yang didalam sana itu yang ngomong.Ibu gak usah ikut ikutan aku jadi kalah nih main game.


Celetuk Riyan sambil terus memainkan game kesukaannya.


Habisnya Ibu gemes sama Andin.


Jawab Bu Dina dengan wajah gregetnya.


Zia tersenyum melihat pemandangan yang dilihatnya.Ada adik dan ibu nya di sisinya suasana yang amat dirindukannya.


Dirumah kecil model L yang terdapat empat kamar tidur, satu kamar mandi,ruang keluarga ,dan dapur paling belakang.


Sedangkan bagian depan ada ruang tamu dengan sofa minimalist warna abu abu dilengkapi dengan coffee table kayu jati.


Diteras depan rumah ada dua buah kursi lenong dan meja coffee bundar dengan diameter 60cm.Ada taman bunga kecil yang ditumbuhi kaktus ,bunga mawar merah dan bunga terompet yang berada di sisi kanan.


Dan di sisi sebelah kiri ada beberapa tanaman pohon pisang bihai Sebatang pohon mangga madu di depan rumah,yang posisinya berada di pinggir jalan.membuat rumah mungil itu terlihat teduh dan asri.


Dulu semasa masih ada Pak Supriyadi ayahnya Zia,hidup keluarga mereka berkecukupan.Karena Ayahnya mempunyai bisnis tembakau.


Namun semenjak Ayah Zia meninggal dunia,kehidupan mereka sedikit merosot.Karena itu Zia selepas lulus SMA,Zia tidak melanjutkan ke Universitas.Dia lebih memilih tinggal bersama Tantenya dan bekerja di sana.


Sebenernya Zia bisa mengajukan Beasiswa,karena dia adalah murid berprestasi.Namun Zia tidak mau.Karena tidak ingin membebani ibunya dengan biaya biaya tak terduga kebelakangnya.


Ditambah lagi satu alasan kenapa Dia harus tinggal bersama tantenya,adalah ada seorang pemuda yang sangat tergila gila kepada Zia,dan beberapa kali datang untuk melamar Zia.namun ditolaknya,karena watak pemuda itu buruk.Zia berharap setelah beberapa tahun dia berada di Bali,pemuda itu bisa melupakannya dan menemukan gadis lain untuk dipersuntingnya.


karena Zia sudah lelah menolak,namun pemuda itu tak pernah jera dan tak tahu malu.


Namun Zia tidak akan pernah menduga,kelak karena terjadi insiden dengan pemuda inilah Zia terpaksa harus menikahi salah satu teman masa kecil nya.

__ADS_1


NB from author.


jadi siapakah diantara kedua sahabatnya yang akan menikah dengan Zia?ikuti terus ya readers.😊🙏


__ADS_2