
kamu sedang melihat apa?kenapa belum tidur.
tanya Zia gugup sambil memegang erat selimut yang membungkus badannya itu.
Kenzo hanya diam,lalu membalikan badannya memunggungi Zia.
Zia semakin heran dengan sikap Kenzo.
aduh aku ini kenapa ya..Kenzo mesum aku takut,tapi kalo diem aja aku malah kepikiran.
sebenernya dia itu kenapa sih.Bikin kepala aku pusing aja.
Zia turun dari ranjangnya.Dan hendak pergi kedapur.
Kamu mau kemana?tanya Kenzo
Aku mau ngambil air,Mau minum obat.
jawab Zia sambil berlalu pergi membawa obatnya.
setelah selesai minum obat Zia kembali kekamarnya.Dilihatnya Kenzo masih belum tidur.
Zia naik ke atas ranjangnya dan merebahkan diri.
Kenapa kamu masih belum tidur.Kamu tidak betah ya?apa ranjangnya terlalu sempit?
tanya Zia pada kenzo mengira Kenzo masih belum terbiasa dengan ranjang sempit,berbeda dengan ranjang Kenzo yang berukuran KingSize.
Zia..aku mau kamu tinggal dirumah ku.Besok pagi kita pulang kerumah ku.Ok.
Zia terdiam mencoba mencerna perkataan Kenzo.
Dia bimbang,kalau tidak mau pasti Kenzo bakalan marah padanya.Dan membahas uang itu lagi.
Sambil pura pura tersenyum Zia mengangguk.
Baiklah terserah kamu saja.
Zia pasrah karena dia sadar kalau dia sudah menjadi istri Kenzo sekarang.Dan sudah seharusnya Dia mematuhi perintah Kenzo.
Setelah mendengarkan jawaban Zia.Kenzo pun memejamkan matanya.
Akhirnya mereka pun tertidur dengan pikiran masing masing.
Suara adzan subuh membangunkan Zia.Dia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
setelah selesai dengan ritual mandinya,Zia membangunkan Kenzo untuk mandi dan sholat subuh berjamaah.
setelah selesai sholat,Zia keluar kamar untuk membantu ibunya di dapur.Sedangkan Kenzo duduk diruang tamu sambil membuka laptopnya dan mengetikan sesuatu disana.
Zia datang membawa secangkir kopi untuk Kenzo.
Ini Ken..kopinya.
ucap Zia sambil menaruh kopi itu di atas meja.Lalu balik ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
Setelah beberapa jam makanan pun sudah siap.Zia memanggil kenzo untuk sarapan bersama.Setelah sarapan Mereka ngumpul di ruang tamu.
Zia,kenzo,riyan dan Bu Dina.
Ibu..saya mau ijin buat ngajak Zia ikut pulang kerumah saya.Kami berencana untuk tinggal disana.
ucap kenzo mengutarakan keinginannya.
Bu Dina pun memandangi keduanya.
Baiklah nak,ibu titipkan Zia sama kamu.Tolong jaga Zia ya.Dan kamu Zia jangan galak sama suami kamu.Jadi lah istri yang solehah.
ucap Bu Dina menasehati Zia.
ish ibu..mana ada aku galak.
ucap Zia tidak terima.
Iya kakak emang galak.
celutuk Riyan adik Zia.
eh nih bocil ikut ikutan aja.
ucap Zia sambil menjewer telinga adiknya yang pas duduk disamping dirinya.
ibu..kak Zia nih.
ucap Riyan memgadu pada ibunya sambil meringis kesakitan.
Bu Dina hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat kekonyolan kedua anaknya itu.Dan tak terasa air matanya pun jatuh membasahi pipinya yang mulai keriput.
Ibu..kenapa ibu menangis,yang dijewer kan Riyan bukan ibu.
seloroh Riyan pada ibunya.
Zia mengeplak kepala adiknya.
lalu menghambur memeluk ibunya.
Ibu maafin Zia ya..Zia belum bisa ngebahagiain ibu.Zia bisanya cuman nyusahin ibu.
ucap Zia pada ibunya.
Bu Dina mengelus kepala Zia lembut.
Ibu sudah sangat bahagia memilik anak seperti kalian berdua.
__ADS_1
ucap Bu Dina tersenyum.
Riyan pun langsung bergabung memeluk ibu dan kakaknya itu.
Riyan juga mau dipeluk.Riyan juga sayang sama ibu dan kak Zia.
ucap Riyan polos.
mereka bertiga pun saling berpelukan.
Kenzo sangat terharu melihat keharmonisan keluarga Zia.Mereka saling menyayangi satu sama lain.
beberapa menit kemudian Kenzo dan Zia pun berpamitan.
Diperjalanan menuju rumah Kenzo,Zia terdiam.
tatapannya lurus keluar Jendela.
Kamu kenapa?kalau belum siap kita putar balik saja.Aku nggak mau kamu terbebani.
ucap Kenzo pada Zia.
Zia menoleh kepada Kenzo.
Aku hanya tidak pernah menduga bahwa kita akan menjadi suami istri.
ucap Zia sambil menghela nafas.
Apakah kamu menyesal sekarang.Apakah kamu ingin kita bercerai seperti keinginanmu sebelumnya?.
Tanya Kenzo mulai memancing pikiran Zia.
Bukan begitu,aku hanya tidak enak hati padamu.Karena sudah membiarkan Bian menyeretmu dalam masalah ini.Aku sungguh minta maaf.
Zia mencoba menjelaskan maksud dari omongannya tadi.
Kenzo hanya terdiam.Pandangannya lurus ke depan.
Awalnya aku meminta Bian untuk menikahi ku hanya untuk sementara,karena aku tidak ingin menikah dengan Andre.Karena aku tau dia lelaki yang brengsek.Pikirku menikah dengan Bian adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah.Tapi ternyata Bian malah meminta dirimu untuk menggantikannya.
ucap Zia menjelaskan kejadian sebenarnya.
Jadi,apakah kamu menyesal karena sudah menikah dengan ku,bukannya dengan Bian.
tanya Kenzo dengan kesal.
Bukan...bukan begitu,kamu salah paham.
Aduh bukan kah tadi aku sudah menceritakan alasannya.Kenapa kamu baperan banget sih.
Ucap Zia yang akhirnya juga ikut kesal.
akhirnya Zia memilih diam,Dia tidak ingin obrolannya berlanjut.Karena ujung ujungnya pasti ribut.
Tak ada yang bersuara diantara kedua nya.Zia memilih menejamkan matanya.Sedangkan Kenzo focus menyetir.
Sejam sudah berlalu,akhirnya mereka sudah sampai.
Kenzo memarkirkan mobilnya,Dan membangunkan Zia.
Zia kita sudah sampai,ayo turun.
ajak Kenzo sambil membukakan pintu untuk Zia.
Zia membuka matanya,kemudian turun dari mobil,Dan membantu Kenzo membawa barang bawaan mereka.
Zia kamu istirahat dulu,kamu kan baru sembuh.
itu Kamar Tamu,kamu boleh tidur disana.
ucap Kenzo sambil menunjuk ke kamar yang di maksud.
Zia mengernyitkan dahinya tak mengerti dengan ucapan Kenzo.
Kenapa aku harus tidur di kamar tamu?
tanya Zia meminta penjelasan dari ucapan Kenzo.
Iya,karena aku tau kamu belum siap untuk sekamar dengan ku.Aku akan memberikan mu waktu.
ucap kenzo menjelaskan.
Zia pun menyeret kasar kopernya dan masuk kedalam kamar yang di tunjuk Kenzo.
Didalam kamar Zia merutuki sikap Kenzo.
Zia benar benar tidak mengerti dengan sikap Kenzo yang berubah drastis.
Aku bingung harus bersikap bagaimana menghadapi Si gila itu.Dia pikir dirinya siapa bersikap sesuka hatinya.
Dan kenapa aku selalu merasa bersalah padanya.Padahal aku tidak melakukan apa pun.
Zia mengomel sendiri sambil merebahkan dirinya di atas Ranjang.
kalau aku minta cerai,dia minta ganti rugi.Sedangkan aku tidak punya uang sebanyak itu.
tapi kalau tidak minta cerai,aku merasa bersalah.Karena pernikahan ini tidak di dasari suka sama suka.
aduhhh...kenapa menikah itu merepotkan sekali.
ucap Zia frustasi sambil menggaruk kasar kepalanya.Hingga rambutnya terlihat berantakan.
Zia membolak balikan badannya,mencoba untuk tidur,tapi tak bisa karena dia baru saja terbangun.
__ADS_1
akhirnya dia memutuskan untuk keluar kamar, mencari udara segar.
Zia melihat lihat disetiap sudut rumah,namun tidak ada Kenzo dimanapun.
apa dia lagi dikamarnya ya?
gumam Zia melirik ke kamar Kenzo.
Zia memutuskan untuk duduk ditepian kolam renang sambil mencelupkan kedua kaki nya.
Setelah bosan Zia beranjak masuk kedalam rumah.Namun masih sama.Tidak melihat batang hidung Kenzo.Hingga akhirnya Zia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya lagi.
Zia merebahkan lagi tubuhnya diatas Ranjang yang cukup lebar itu.Dia memainkan Handphone nya,bertukar kabar dengan Bian dan sedikit mengobrol lewat Chat Wa.
Setelah mengakhiri obrolan dengan Bian,Zia menaruh handphone nya dan mencoba memejamkan matanya lagi.
Tak terasa waktu sudah Siang dan masuk sholat dzuhur.
Zia pun melaksanakan sholat dzuhur.
setelah Selesai sholat,Zia keluar kamar lagi.karena merasa bosan.
Zia clingukan mencari cari keberadaan Kenzo.
huh..Kenzo kemana sih kog nyuekin aku.
Zia sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi.Akhirnya ia memberanikan diri untuk mengetuk kamar Kenzo.
tok..tok..tok.
Ken...Kenzo.
tok..tok..tok..
akhirnya Kenzo membuka pintu kamarnya.
Ada apa?
tanya Kenzo setelah membuka pintu kamarnya.
Aku ingin bicara.
ucap Zia mengutarakan keinginannya.
Mau bicara apa?
tanya kenzo sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya,sedangkan tubuhnya ia sandarkan ke kusen pintu.
Ken..apakah kamu marah kepadaku,kamu kesal pada ku?
tanya Zia dengan pelan karena takut menyinggung perasaan kenzo.
Kenapa aku harus marah atau kesal padamu.
kamu tidak ada salah.
dan kalau kamu ingin menanyakan sikapku,bukan kah ini yang kamu inginkan?
jawab kenzo dengan nada merajuk.
Maksud kamu?
Zia tidak mengerti maksud ucapan Kenzo.
Iya kamu sendiri yang bilang agar aku tidak mengharapkan apapun dari kamu.Dan kamu juga tidak suka jika aku menyentuhmu.
Kenzo mengungkapkan semua kekesalannya.
Kalau begitu,kenapa kamu mengajak ku kesini.Kenapa kamu meminta ku untuk tinggal bersama mu Jika pada akhirnya kamu bersikap dingin kepadaku.Aku dari tadi seperti orang bodoh yang mencarimu kemana mana.Berharap bahwa kau akan datang padaku setidaknya untuk mengobrol meskipun aku melarangmu untuk menyentuhku,bukan berarti kau harus bersikap begini padaku.
ucap Zia penuh emosi.
Lalu aku harus bagaimana,jika aku dekat dengan mu aku tidak bisa menahan keinginan ku untuk menyentuhmu.Kau selalu bilang bahwa kita menikah hanya karena kesalahan.Kau selalu menganggap aku sebagai temanmu yang datang menyelamatkan mu.Kau tidak menganggap ku sebagai suami mu.Kamu anggap pernikahan ini sebagai lelucon bagimu.iya kan.
ucap kenzo yang sudah mampu memancing emosi Zia.
Zia mulai meneteskan air matanya.
jadi menurut mu aku begitu,apa aku salah jika aku berpikir demikian?Bagaimana mungkin aku bisa tahu jika kau memang sungguh sungguh dalam pernikahan ini?sedangkan kita selama ini hanya berteman tidak lebih.Aku hanya merasa bersalah padamu.Aku bilang padamu untuk tidak menyentuh ku.Karena aku tidak ingin kita melewati batas,sedangkan kita belum tau perasaan kita masing masing.Aku tidak mau jika diantara kita akan menyesal pada akhirnya.
Zia menyeka air matanya.Lalu melanjutkan uneg unegnya.
Apakah kamu mengajak ku kesini hanya sebagai formalitas saja?.Atau kau ingin membalas dendam padaku?.
ternyata aku benar benar bodoh.Tadinya aku berpikir bahwa kau mungkin sudah jatuh cinta padaku,mangkanya aku mulai merubah pikiran dan sikap ku pada mu.Aku ingin berusaha menjadi istri yang baik bagimu.Agar kamu tidak akan pernah menyesal dengan keputusanmu untuk menikahiku.Aku merasa bersalah karena aku, kamu meninggalkan proyek berharga mu.Tapi ternyata apa..kamu mengacuhkan ku disini,Kau buat aku seperti orang bodoh.Aku benci padamu.
Zia menatap Kenzo dengan kecewa lalu berlari pergi meninggalkan Kenzo yang terdiam mematung.
Zia berlari masuk ke kamarnya dan menghempaskan badannya ke atas kasur.
Zia menumpahkan seluruh kekesalannya,memukul mukul kasur dan menangis sesenggukan.Zia bingung dengan sikapnya sendiri.Kenapa Zia sakit hati jika Kenzo mencueki dirinya,jika Kenzo bersikap dingin padanya.
Hatinya berdesir kala mengingat perkataan Kenzo kepadanya.Zia benar benar bingung dengan hubungannya dengan Kenzo saat ini.
Zia terus saja menangis karena perasaan yang berkecamuk dalam hatinya.Ia tak tahu perasaan apa yang mengganjal dihatinya.Hingga membuatnya marah dan sedih.
Zia membungkus dirinya dengan selimut memukul mukul dadanya sendiri.Ia memeringkan tubuhnya ketika mendengar seseorang yang membuka pintu kamar nya,siapa lagi kalau bukan Kenzo.
Kenzo mendekati Zia yang tengah menangis didalam selimut.Kenzo duduk dipinggiran ranjang.
Zia..maafkan aku.
ucap kenzo lirih.
__ADS_1