
Kenapa lambat sekali?
tanya Zia tidak sabar,karena Kenzo mengemudi dengan lamban.
lagian rumah kamu kan deket.Kenapa musti buru buru.
Jawab Kenzo sambil tersenyum.Hatinya sedang berbunga bunga.
Bisa cepetan dikit nggak..aku pingin cepet nyampek rumah.
Pinta Zia pelan dengan mata terpenjam.
Ehem..sama aku juga pingin cepet nyampek rumah.Pingin ngelanjutin yang tadi.
ucap Kenzo cekikan.
Zia membuka matanya dan menatap Kenzo kesal.
"dasar mesum" dengus Zia menanggapi omongan Kenzo.
Mesum sama istri sendiri kan gak apa.
celetuk kenzo dengan sumringah.
Ingat ya..kita ini nikah karena terpaksa.Lagian kita gak saling cinta.Jadi gak usah ngarep apapun dari aku.Buang jauh jauh pikiran mesum mu itu.
ucap Zia sambil memejamkan matanya lagi.
Kenzo menghentikan mobilnya mendadak,hingga tubuh Zia terpelanting kedepan dan dahinya kebentur dashboard mobil.
Aww!
Zia mengelus dahinya.Dia melirik kenzo.
Kenzo kamu mau kita balik lagi kerumah sakit lagi apa?!.
Zia mengomeli Kenzo karena ngerem mendadak.
Namun Kenzo tidak menyahuti Zia.Terlihat jelas guratan kekesalan di wajahnya.
Kenzo menyetir mobilnya dengan kasar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Suasana dalam mobil menjadi dingin.Zia merasa tak enak hati.
sesekali dia melirik Kenzo.Namun pandangan Kenzo lurus ke depan dengan wajah yang masih terlihat masam.
"Apakah dia marah padaku?apakah aku salah bicara?kenapa dia tiba tiba menjadi pendiam".
setumpuk pertanyaan bermain dikepala Zia.
bukankah yang aku katakan itu benar.kenapa dia terlihat kesal.Dia terlihat mengerikan.
Zia bermonolog dalam hatinya.
Kenzo membisu hingga sampai dirumah Zia.
tidak ada sepatah kata pun yang terucap sampai dia turun dari mobil.Lalu Dia mengitari mobil untuk membuka kan Pintu mobil untuk Zia tanpa melihat Zia.
Zia pun turun dari mobil dengan perasaan tak enak dalam hatinya.Setelah Zia keluar dari mobil Kenzo menutup kasar pintu mobil.Hingga membuat Zia kaget.
Ingin rasanya Zia memarahi Kenzo namun niatnya urung kala ia melihat wajah Kenzo yang terlihat Kesal.
Kenzo berjalan lebih dulu melewati Zia yang mematung karena masih bingung menyikapi sikap Kenzo yang tiba tiba menjadi dingin.
Zia menghela nafas beratnya.Lalu menyusul Kenzo yang sudah berdiri didepan pintu rumah Zia.
Tok..tok..tok..
Assalamualaikum ibu..
ucap Zia sambil mengetok pintu.
Waalaikumsalam.
terdengar suara Bu Dina menyahuti salam Zia dan membuka kan pintu untuk mereka.
Zia menyalami Bu Dina,begitupun Kenzo.
Kalian bersih bersih dulu sana,habis pulang dari Rumah sakit.Biar penyakitnya hilang.
Ibu mau nyiapin makan malam dulu.
Suruh Bu Dina pada Zia dan Kenzo.
Baik bu..Riyan mana?
jawab Zia sekaligus bertanya keberadaan adiknya.
Riyan sudah tidur.
jawab Bu Dina.
oh..tumben.
tanya Zia lagi.sambil duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya.
Kenzo pun ikut duduk disofa sambil melihat setiap sudut ruang tamu Zia.
Mungkin kecapek an.
sudah sana ajak suami kamuvmasuk,mandi dulu biar seger.
suruh Bu Dina pada Zia sambil tersenyum.
Maksud ibu,masuk kemana?
tanya Zia yang ambigu sambil melirik Kenzo.
Ya ke kamar mu lah..emangnya kemana lagi,masak ke kamar ibu.Dia kan suami mu bukan suami ibu.
seloroh Bu Dina menggoda Zia.
Kenzo yang mendengar ucapan Bu Dina pun terbatuk.Sedangkan Zia tertawa garing sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Bu Dina pun berlalu pergi ke dapur.
sedangkan Zia merasa canggung,dia melirik Kenzo yang ternyata Kenzo juga sedang menatapnya.
Zia menjadi gugup kemudian berdiri dan mengajak Kenzo masuk ke Kamarnya.
ehem...aaa..ayo kita masuk.
ajak Zia gugup.
__ADS_1
Kenzo hanya diam tidak beranjak dari tempat duduknya.
Kenzo..ayo kita ke kamar.
ajak Zia lagi dengan sedikit kesal karena Kenzo mengacuhkannya.
Kenzo hanya menoleh Ke Zia.Menatap Zia dengan wajah kesal.
Zia semakin gugup kala Kenzo menatapnya tajam.
ish ini orang keras kepala juga.
Zia yang sudah tidak sabar pun menarik paksa tangan Kenzo.
Ayo,jangan merajuk seperti anak kecil.Gak enak kalau sampai dilihat ibu.
ucap Zia tanpa menoleh kepada Kenzo.
Akhirnya Kenzo pun ikut masuk ke kamar Zia dengan ditarik paksa oleh Zia.
Zia ngedumel dalam hatinya karena sikap Kenzo yang kekanak kanakan.
Kenzo menelisik setiap sudut kamar Zia.Ini pertama kalinya Kenzo masuk ke Kamar Zia walaupun dia juga teman masa kecil Zia.Tapi hanya Bian lah yang sering keluar masuk ke kamar Zia.
ehem...kamu mau mandi dulu?
tanya Zia pada Kenzo.
namun Kenzo tidak menjawab pertanyaan Zia.
Dia berlalu menuju ranjang dan duduk di tepian ranjang Zia.Tepat nya Ranjang mereka hehehe.
Zia menyusul Kenzo dan duduk disampingnya.
Kamu ini kenapa sih dari tadi diem terus.
tanya Zia sambil memanyunkan bibirnya.
ingin sekali rasanya Kenzo mengecup bibir Zia yang terlihat menggemaskan itu.Namun Dia tahan karena ingin memberi Zia pelajaran.
Kenzo berdiri dan melewati Zia.
kamu mau kemana?
tanya Zia pelan karena takut Kenzo semakin kesal.
Aku mau ngambil baju di mobil.
jawab Kenzo tanpa menoleh ke Zia.Kemudian keluar untuk mengambil koper yang ada di mobilnya.
Kenzo membuka bagasi mobil dan mengambil kopernya.lalu menutup lagi bagasi mobilnya.
dia memandangi rumah Zia sejenak.
"Maafin aku Zi..aku terpaksa bersikap begini.Agar kamu mengerti perasaan ku.Aku mencintaimu".
ucap kenzo dalam hatinya.
Sebenarnya Kenzo tidak tahan jika mengacuhkan Zia.Namun itu ia lakukan karena ia ingin Zia menghargainya sebagai suami.Bukan sebagai temannya lagi.
Kenzo kembali ke kamar dan kebetulan Zia juga keluar dari kamar mandi.Dan sudah mengganti pakaiannya dengan baju piyama.
kamu mau mandi?
tanya Zia lagi.Yang hanya dijawab anggukan oleh kenzo sambil membongkar kopernya mengeluarkan perlengkapan mandi dan beberapa setelan lalu menutupnya lagi.
Kenzo melewati Zia begitu saja menuju ke kamar mandi.
Zia hanya bisa menghela nafas dengan sikap Kenzo.
YaAllah..apakah ini yang dinamakan bumbu bumbu Rumah tangga.Drama akan segera dimulai.
gumam Zia sambil keluar kamar.
Zia menyusul ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam.
Zia..ayo ajak suami mu makan malam dulu.
suruh Bu Dina sambil menata beberapa hidangan di meja makan.
Dia masih mandi Bu.
jawab Zia sambil membantu menyiapkan hidangan di meja.
setelah selesai menata hidangan,Zia kembali ke kamarnya untuk memanggil Kenzo.
Ish kenapa Kenzo mandinya lama banget sih,kayak anak gadis aja.
Zia ngedumel sambil melihat jam yang ada didinding kamarnya.
Zia menunggu Kenzo sambil rebahan dikasur.
Dia membuka gawainya dan membaca novel online kesukaannya.
selang berapa menit Kenzo keluar dari kamar mandi.
Zia pun langsung menghampiri Kenzo.
Ken..makan dulu yuk..udah aku siapin.
ucap Zia sambil tersenyum.
hemm
jawab kenzo sekenanya sambil menyisir rambutnya.
Zia pun berusaha bersikap sabar.
setelah dilihatnya Kenzo sudah selesai menyisir rambutnya.Tanpa aba aba Zia menarik tangan Kenzo untuk keluar dari kamar mereka.
ayo makan.
ucap Zia sambil menekan tubuh Kenzo ke kursi agar kenzo segera duduk.
Zia mengambilkan piring dan mengisinya dengan nasi untuk Kenzo.
Nih,kamu ambil sendiri lauknya.Aku takut salah ambil lauk yang tidak kamu sukai.
ucap Zia sambil menaruh piring yang sudah terisi nasi di hadapan Kenzo.
Kenzo sangat senang dengan perhatian Zia.
__ADS_1
Namun ia tidak menunjukannya karena dia masih harus berpura pura kesal kepada Zia.
Ibu mana?
tanya Kenzo sambil celingukan.
oh ibu sudah pergi tidur.Dia sudah makan katanya.
mungkin ibu juga kecapek an habis nyiapin acara tadi.
jawab Zia sambil menuangkan air minum untuk Kenzo.
Kenzo menganguk mengerti,kemudian dia mengambil beberapa lauk dan memulai ritual makan malam nya dengan Zia.
Setelah selesai dengan ritual makan malam,Zia membereskan piring dan gelas untuk di cuci.
Kamu istirahat duluan gih.Aku mau beresin ini dulu.
ucap Zia sambil mencuci piring dan perabot lainnya.
Biar aku bantu.Kamu kan baru sembuh.
ucap Kenzo sambil ikutan mencuci piring.
Namun Zia melarang Kenzo membantunya dan menyuruh Kenzo untuk istirahat saja.
Kenzo pun tak membantah dan langsung masuk ke kamar.
Tumben Dia patuh.
gumam Zia pelan sambil terus melanjutkan kegiatannya.
Setelah selesai,Zia berinisiatif untuk membikinkan Kenzo secangkir kopi.
ceklek
Zia membuka pintu kamarnya dan masuk,Dia melihat Kenzo tengah duduk diranjangnya,sibuk mengutak atik laptopnya.Dengan beberapa kertas ketas yang numpuk di samping Kenzo.
Ini ken..aku bikinin kamu kopi.
ucap Zia sambil menyodorkan kopi yang dibuatnya.
Taruh saja disitu.
jawab Kenzo sambil terus mengetikan sesuatu dilaptopnya.
Zia pun menaruh kopi itu diatas nakas disamping ranjang.
kemudian Zia pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan mengambil wudlu untuk melaksanakan sholat isya.
Kenzo meminum kopi buatan Zia kala Zia berada dikamar mandi.
Kenzo tersenyum bahagia menyesap kopi buatan Zia.
Ken..kamu udah sholat belum?kalau belum ayo kita jamaah.
Kenzo menatap Zia dalam beberapa detik.Kemudian beranjak dari tempat nya dan masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudlu.
Zia sudah menyiapkan sajadah dan sarung buat Kenzo.
Ini ken..pakek sarung almarhum bapak.
ucap Zia sambil menyodorkan sarung yang dipegangnya.
Kenzo pun meraihnya lalu mengenakannya.
mereka berdua pun sholat isya berjamaah.
setelah tahyat akhir selesai,Kenzo memimpin do'a dan Zia mengamini dari belakang.
Setelah Doa terpanjatkan Zia maju kehadapan Kenzo yang terdiam ditempatnya.Zia menyalami tangan Kenzo dan mencium telapak tangan kenzo itu dengan lembut.
Kenzo sangat tersentuh dengan sikap Zia kali ini.Zia bersikap seperti seorang istri yang sesungguhnya.
Ingin rasanya Kenzo memeluk dan mencium kening Zia.Namun Kenzo ragu.Takut Zia mengomelinya lagi.
Zia melipat mukenah dan sajadahnya.
lalu merapikan diri didepan meja rias.Menyemprotkan parfum kesukaan nya.Lalu beranjak untuk tidur.
Kenzo masih terdiam ditempat ia sholat.Termenung,entah apa yang sedang dipikirkannya.
Zia yang menyadari langsung menegur Kenzo.
Ken...kenzo...kamu gak mau tidur ini udah malem.
ucap Zia sambil menunjuk jam yang ada di dinding.
Kenzo pun tersadar dari lamunannya.Ia melepas sarung dan melipatnya rapi.Lalu berjalan ke ranjang dimana Zia sudah merebahkan dirinya disana.
Kenzo merapikan berkas berkas yang ia kerjakan tadi.Dan menyimpannya kedalam tas hitamnya.
Dia duduk di pinggiran ranjang memandangi tubuh Zia yang membelakangi dirinya.
Zia merasa gugup,dia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
apa yang harus aku lakukan.Kenapa malam ini tiba tiba menjadi horror.
monolog Zia dalam hatinya.
Zia tidak merasakan adanya gerakan dari Kenzo.
ish kenzo ini kenapa sih dari tadi diem mulu.
kayak ada yang aneh.
batin Zia dari balik selimutnya.
Zia menyingkap selimutnya dan berbalik untuk melihat Kenzo.Namun tak disangka Kenzo tengah menatap Zia dalam posisi miring.
kamu sedang melihat apa?kenapa belum tidur.
tanya Zia gugup sambil memegang erat selimut yang membungkus badannya itu.
Kenzo hanya diam,lalu membalikan badannya memunggungi Zia.
Zia semakin heran dengan sikap Kenzo.
aduh aku ini kenapa ya..Kenzo mesum aku takut,tapi kalo diem aja aku malah kepikiran.
sebenernya dia itu kenapa sih.Bikin kepala aku pusing aja.
__ADS_1