
Zia,gue kangen banget sama lu.
ucap Bian saat memeluk Zia.
Zia pun membalas pelukan Bian,gue juga bi.
jawab Zia dengan senyuman manis diwajahnya.
uhuk.
Kenzo pura pura batuk,agar Bian dan Zia melepaskan pelukan mereka.
Bian tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Karena Kenzo tengah menatapnya tajam.
ingat,bukan muhrim.
dengus Kenzo dengan wajah yang masam.
Sorry bro kebiasaan, lupa.
Jawab Bian dengan wajah lugunya.Bian mendekati Kenzo,lalu berkata.Udah hampir gue muhrimin,cuman gak jadi.Bisik Bian ditelinga Kenzo sambil tersenyum mengejek.
Lalu Bian menarik tangan Zia,Ayo zi kita sarapan bareng.
Bian mengajak Zia tanpa memperdulikan Kenzo yang sedang cemburu.
Ayo ken,kita sarapan.
ajak Zia sambil menggandeng lengan Kenzo karena Zia tidak mau kalau sampai Kenzo merajuk lagi.
Di meja makan ada Bu Dina,Riyan,Zia,Bian dan Kenzo.
Bu Dina sangat perhatian pada Bian, karena dari dulu sudah menganggap Bian seperti anaknya sendiri.Kenzo semakin merasa cemburu karena Bian begitu dekat dengan Keluarga Zia.
Ditambah lagi Bu Dina selalu memuji Bian di depan Kenzo,itu membuat hatinya semakin kesal pada Bian.
Zia mencoba mengalihkan pembicaraan Ibu nya dan Bian yang nampak seperti ibu dan anak itu.
Zia menyuapi Kenzo agar hatinya sedikit terhibur.
Selaesai sarapan Riyan pergi kesekolah,danBu Dina menjaga warungnya.Kini dirumah itu tersisa Bian,Zia dan Kenzo.
Mereka bertiga duduk diteras rumah sambil bercerita.
Bian dan Zia seperti biasanya,mereka berdua selalu bertingkah konyol kalau sedang kumpul.Bahkan mereka asik bercanda mengabaikan tatapan tajam dari Kenzo.
Kenzo meneguk habis minuman yang ada didekatnya,karena hatinya mulai panas.
Bro,lu gak pulang?
tanya Kenzo to the point.
kagak,gue hari ini pingin disini seharian.Ini kan rumah gue juga.
jawab Bian sengaja pamer pada Kenzo.
tapi gue dan Zia mau kerumah orang tua gue.Iya kan Zi?
ucap kenzo sambil memainkan matanya pada Zia,memberi kode agar Zia mengamini ucapannya.
Emang dasarnya Zia yang radak oon,jadi dia tidak mengerti dengan gerakan mata Kenzo padanya.
bukannya kamu bilang habis maghrib ya kita kesana?
Zia menjawab sekaligus bertanya pada Kenzo dengan polosnya.
Kenzo semakin kesal pada Zia.karena tidak mengerti maksudnya.
Bian terkekeh melihat wajah Kenzo yang tengah menahan kesal.
sorry bro gue bercanda kali.Gue tau diri kog,gue ini adalah teman yang paling pengertian.Ya udah gue balik dulu ya Zi,gue gak mau ngeganggu kalian yang lagi anget angetnya.
ucap Bian tersenyum sambil mengedipkan matanya pada Kenzo.
Zia memukul lengan Bian.
Apaan sih lu Bi,udah disini aja.Gue masih kangen tau sama lu.Udah berapa hari kita nggak ngobrol.
ucap Zia sambil manatap Bian.
Iya sorry,gue lagi sibuk di ajakin mama terapi.
emangnya lu sakit apa,kog lu nggak cerita ke gue.
tanya Zia sambil menatap wajah Bian dengan serius.
Bian menoleh pada Kenzo,Dia tersenyum geli karena wajah Kenzo terlihat masam.
mama mau gue juga cepet cepet nikah.
jadi gue diajak terapi hormon.Biar macho.
jawab Bian usil sambil menggerak kedua alisnya keatas dan kebawah.
oh,pantesan lu terlihat beda hari ini,lu makin cakep
ucap Zia memuji Bian sambil mengacungkan jempolnya.
Bian tersenyum mendengar pujian Zia.
sedangkan Kenzo sudah semakin kesal
ekhem,ekhem
Kenzo mencoba menyela perbincangan Zia dan Bian.
__ADS_1
Zia dan Bian pun menoleh pada Kenzo.
Kayaknya suami lu cemburu tuh.
Bisik Bian ditelinga Zia.
udah biarin aja,entar gue kasih jurus meleleh Dia.
jawab Zia yang juga ikutan berbisik ditelinga Bian.
Dimata Kenzo mereka berdua nampak seperti sepasang kekasih yang tengah saling nenggoda.Kenzo semakin menatap tajam keduanya.
wah,jurus apaan itu,kog gue jadi pinisirin.
tanya Bian menimpali omongan Zia.Dengan berbisik lagi ditelinga Zia.
Jurus jaran goyang.
jawab Zia sekenanya.
Dan itu sontak membuat Bian tertawa terbahak bahak.Zia pun ikut tertawa karena tingkah konyol mereka.
apakah kalian sedang meledek ku.
tanya Kenzo dengan suara baritonnya yang begitu tegas dengan badan yang ia senderkan ketembok dan kaki kirinya berselonjor sedangkan tangan kanannya berada di atas kaki kananya yang ia tekuk .
Bian dan Zia saling memandang dan tersenyum lebar.
Tidak kog kamu salah paham.
ucap Zia dengan memaksakan senyumannya pada Kenzo.
"wah kayaknya bakalan kumat nih ."
monolog Zia dalam hatinya.
Kalian nampak serasi sekali,kalau orang lain lihat pasti mereka ngira kalau kalian adalah sepasang kekasih.
Sindir Kenzo Sinis sambil menatap tajam pada Bian
kau benar sekali ken,kami ini sangat serasi,bahkan tetangga disi pun berkata bahwa gue dan Zia itu ibarat botol minuman.
Zia botolnya dan aku tutupnya.Karena kami kemana mana selalu berdua.Bahkan gue sering nginep disini.
Ucap Bian bangga,sengaja memanas manasi Kenzo.
Kenzo pun udah tidak bisa menahan rasa cemburunya.Dia berdiri dan langsung masuk kedalam dan menuju kamarnya.
Bian tertawa cekikian karena sudah berhasil menjahili kenzo lagi.
ish lu ya Bi,udah tau Kenzo orang nya gitu malah diladenin.Bikin ribet hidup gue lu ah.
dengus Zia sambil memukul lengan Bian.
sorry,gue sengaja.Habisnya udah lama gue gak ngerjain Dia.Ya udah gue pamit dulu.Selamat menghadapi perang dunia ke tiga.
Mulut Zia menganga lebar,dengan tingkah Bian.
"dasar teman gak ada akhlak"gumam Zia
Zia menyusul Kenzo yang tengah merajuk di dalam kamar.
Zia mengunci pintu kamarnya,Lalu menghampiri Kenzo yang tengah berbaring di ranjang dengan posisi miring.
Zia merebahkan tubuhnya di samping Kenzo dan memeluknya dari belakang.
ken,apakah kau kesal.
tanya Zia lembut.
Tidak.
jawan Kenzo jutek.
Zia tersenyum geli dengan jawaban Kenzo,karena dia tahu bahwa kenzo tengah kesal padanya.
*B**enarkah,coba aku lihat sini*.
bujuk Zia sambil mencoba membalikan tubuh Kenzo agar mau menghadapnya.
Namun Kenzo tidak mau merubah posisinya meski Zia memaksanya.
Akhirnya Zia mengeluarkan jurusnya.Dia menciumi pipi Kenzo,dan mengigit lembut telinganya.
Aku gerah,aku mau mandi.Apakah kamu mau mandi bersama ku?
Zia berbisik manja ditenga Kenzo.
Namun Kenzo masih tidak bergeming,Dia menutup rapat matanya.
Baiklah,jika kau terus merajuk.Maka aku akan meninggalkan mu sendirian disini.Aku akan pergi dengan Bian.
Zia menggertak Kenzo karena merayu pun tak ada gunanya,pikir Zia.
Zia pun bergegas ke Kamar mandi tanpa memperdulikan Kenzo lagi.
Disaat Zia sedang memulai ritual mandinya,tiba tiba Kenzo menerobos masuk.
Kenzo langsung memeluknya dari belakang.
Jika kau berani keluar dengan lelaki lain tanpa seijinku,maka aku akan menguhukumu semalaman penuh.
ancam Kenzo dengan nada machonya,yang terdengar sexy ditelinga Zia.
Nafas hangat Kenzo menyapu leher jenjang Zia.Sehingga tubuh Zia seperti terkena aliran listrik,apa lagi tubuh Mereka yang saling menempel tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
Zia merasa gugup,entah kenapa kali ini hawanya terasa berbeda,padahal ini bukan yang pertama kali bagi Zia.Namun Zia seperti sedang kehilangan akal,Zia berbalik menghadap Kenzo lalu ******* bibir Kenzo dengan lembut.
Zia memegang kepala Kenzo dan meremasnya,sedangkan tangan Kenzo menjelajahi tubuh Zia.
Setelah beberapa menit,Zia melepaskan bibirnya dari bibir Kenzo,karena nafasnya sudah terengah engah.
Zia tersenyum kepada Kenzo lalu berkata Apakah kamu mau memaafkan ku?
tanya Zia sambil memainkan telinga Kenzo dengan tangan kanannya,sedangkan tangan kirinya meraba dada Kenzo yang nampak seperti roti sobek itu.
Tergantung,jika kamu mampu memuaskanku,aku akan memafkan mu.Tapi jika tidak,maka kau tidak boleh lagi berhubungan dengab Bian.
Ancam Kenzo pada Zia dengan wajah innocentnya,sedangkan tangannya masih berkelana kemana mana.
ish,kamu ini kenapa sih.Sama Bian aja cemburu.
kayak kamu baru kenal bian aja.
Dengus Zia kesal,lalu berbalik membelakangi Kenzo.
Kenzo memeluk Zia lagi,lalu berkata.
*A**ku ini pelit kalau soal kamu,makanya aku tidak mau berbagi dengan siapapun,termasuk Bian.
Tidak ada yang boleh memeluk mu kecuali Riyan adikmu dan aku suamimu*.
ucap Kenzo menegaskan,lalau tanpa menunggu jawaban dari Zia Kenzo pun memulai aksinya.Dia menciumi seluruh tubuh Zia.Hingga tak terasa Zia mengeluarkan desahannya.
Kenzo mehidupakan shower agar suara Zia tidak terdengar sampai keluar kamar.
Bukan kah kau ingin aku memafkan mu,sekarang lakukan lah bagianmu.
Bisik Kenzo lembut sambil mengedipkan matanya.
Zia yang sudah diselimuti nafsu tidak bisa lagi menahan hasratnya.
Dia pun memimpin permainnan,mereka melakukan permainan itu hingga dua jam lamanya.
Hingga akhirnya Zia sudah merasa lelah.Kenzo mengecup dahi Zia.Dan diapun memandikan Zia dengan Lembut.
Setelah selesai dengan ritual mandinya,Kenzo menggendong tubuh Zia yang sudah berbalut handuk itu keluar dari kamar mandi.
Kini Zia sudah duduk di depan meja Rias.
Kenzo memijit mijit kepala Zia dengan lembut.Lalu mengeringkan rambut Zia dengan hairdryer.
Apakah kamu lelah?
tanya Kenzo ditengah tengah kegiatannya.
Ya iyalah,coba kamu lihat jam itu,kita dikamar mandi hampir dua jam.Untung aja kamar mandinya punya sendiri.Coba kalau kamar mandi umum,bisa bisa kita didemo warga.
Omel Zia panjang lebar.
Kenzo hanya tersenyum mendengarkan omelan Zia yang terdengar imut ditelinganya.
Lalu Kenzo mengambilkan pakaian Zia dan membantu memakaiknanya.Setelah itu Kenzo menyuruh Zia untuk beristirahat dulu.
Kenzo merebahkan tubuh Zia di ranjang,lalu Kenzo juga memakai pakaiannnya.
Setelah itu Kenzo keluar kamar menuju kedapur.
Kenzo membikinkan Jus kesukaan Zia.Dan juga mengambilkan nasi untuk Zia.
Ketika Kenzo hendak masuk ke kamar tak sengaja Dia berpapasan dengan Bu Dina.
Nak Kenzo,itu siapa yang mau makan?
Tanya Bu Dina sambil menunjuk nampan yang sedang di bawa Kenzo.
Oh,ini buat Zia,Bu.
jawab Kenzo.
Dasar istri manja.Ibu akan marahin Zia.
ucap Bu Dina denga melangkah kan kakinya menuju kamar Zia.
Kenzo panik,Dia langsung menhentikan langkah Bu Dina.Karena Kenzo tidak ingin mertuanya tahu kalau anaknya kelelahan karena dirinya.
Ibu,nggak apa apa kog Bu.Ini bukan kemauan Zia.
Saya hanya ingin mengajak Zia makan sepiring berdua.Maksud saya,makanan ini buat kami berdua.
ucap Kenzo sekenanya,karena bingung mencari alasan yang pas.
Oh,kirain.Terus kenapa makannya dikamar?
tanya Bu Dina lagi.
Aduh ibu mertuaku ini kog gak peka ya.Aku rasa istriku memang anak kandungnya.Mereka mirip.
monolog Kenzo dalam hatinya.
umm,begini Bu.Kami ingin romantisan Bu.Kalau makan nya di dapur kan gak enak kalau dilihat ibu.
celetuk Kenzo tanpa rasa malu,bahkan dirinya pun tidak percaya kalau mulutnya betkata begitu.
oh,gitu toh.
maaf ibu gak peka.
ucap Bu Dina dengan tersenyum.
Kenzo hanya bisa tertawa garing karena sudah terlanjur malu.
__ADS_1
Ya wez lanjutkan,Ibu mau balik ke warung lagi.Nggak usah khawatir ,ibu nggak bakalan ganggu kalian.
ucap Bu Dina,lalu berbalik pergi meninggalkan Kenzo yang mematung.