
Di perjalanan pulang dari kantornya,Kenzo sudah tidak sabar untuk segera sampai dirumahnya.
Kenzo menatap paper bag yang ada di kursi belakang.Tadi siang Kenzo sudah membelikan Sebuah cincin untuk Zia.Karena besok Kenzo berencana mengajak Zia untuk mendaftarkan pernikahan mereka ke Kantor KUA.Karena selama ini mereka hanya menikah secara siri.
Senyum Kenzo merekah saat membayangkan betapa bahagianya Zia jika dia tahu berita ini.
Dan Kenzo juga sudah tidak bisa menahan lagi untuk melihat senyum Zia,karena sudah Dua hari Zia merajuk perihal dia minta diijinkan untuk bekerja.
Kenzo sudah menghubungi salah satu temannya yang seorang WO (wedding Organizer).Untuk acara pernikahannya dengan Zia.Kenzo ingin mengumumkan pernikahan mereka berdua kepada publik.
Disaat Kenzo tengah membayangkan acara pernikahannya,tiba tiba handphonenya berbunyi.
Iya Han,ada apa?
panggilang itu ternyata dari sekertarisnya.
Apaaaa!!!!
Kenzo meminggirkan mobilnya,dan berhenti mendadak.
Terlihat raut wajahnya nampak gusar.Entah apa yang Sekertaris Han sampaikan,hingga membuat Kenzo terkejut.
Baiklah aku akan kembali ke kantor sekarang.Kamu siapkan berkas berkasnya.
ucap Kenzo dengan tegas,lalu dia memutar balik melajukan kendaraannya.
Kenzo masuk ke Ruangan nya,dan sudah ada sekertaris Han yang sudah menunggunya.
Kenzo langsung duduk di kursi kerjanya dan membuka laptopnya.
Sekertaris Han memberikan map berwarna merah yang dipegannya kepada Kenzo.
Kenzo membolak balik kertas kertas yang ada di dalam mapnya tersebut.
Lalu dia melemparkannya dengan kasar.
Han,tolong hubungi direktur Perusahaan Dharma wangsa.
perintah Kenzo sambil melonggarkan dasinya,nampak ada kekesalan diwajahnya.
Baik Boss.
jawab sekertaris Han.
Kenzo masih tetap focus menatap layar laptopnya.
Boss saya sudah menghubungi Direktur Dharmawangsa.
Dan dia setuju untuk meeting di Restoran L.
ucap Sekertaris Han,membuyarkan lamunan Kenzo.
Ok,kita kesana sekarang.
ucapnya lalu bergegas pergi di ikuti oleh sekertaris Han.
*Di Restoran L*
Kenzo mengecek jam yang ada di pergelangan tangan kirinya.Sudah satu jam Dia dan sekertaris Han menunggu di VIP room,namun yang ditunggu belum juga datang.
Saat Kenzo hendak berbicara pada sekertaris Han,tiba tiba pintu terbuka.
Maaf,sudah membuat anda menunggu,Tuan Kenzo.
ucap seorang pria yang tak lain adalah Direktur dari perusahaan DharmaWangsa.
Kenzo pun mengangguk mengerti.Kemudian mempersilahkan nya duduk.
Maaf Tuan,saya ingin menanyakan perihal kerja sama yang saya ajukan minggu lalu.
ucap Kenzo membuka percakapan.
Maaf Tuan Kenzo,proposal yang anda ajukan kurang begitu menarik buat perusahaan saya.
jawab Direktur Dharma to the Point.
Kenzo pun menjelaskan lagi perihal proyek yang ia kerjakan saat ini.Namun sepertinya persentaspinya belum bisa menarik hati presedir Dharma.
Begini Tuan Kenzo,beri saya waktu dua hari.Saya akan mengkaji ulang proyek ini.
jawab Direktur Dharma dengan senyuman diwajahnya.
Kenzo pun memaklumi keraguan Direktur Dharma.
Baiklah Tuan,saya akan menunggu kabar baik dari Anda.
ucap Kenzo dengan senyuman tulus,kemudian mempersilahkan Direktur Dharma untuk menyantap hidangan yang sudah Kenzo pesan.
Setelah acara meeting sekaligus makan malam,Kenzo dan Direktur Dharma pun berpisah.
Diperjalanan pulang,Direktur Han berkata pada sekertarisnya.
Bram apakah kamu sudah menyelesaikan semua rencana kita?.
Tanya Dharma kepada sekertrisnya,dengan matanya menatap map hijau yang ada di tangan nya.
Sudah Boss,susuai dengan perintah Anda.
jawab Bram,sekertaris dari Direktur Dharma.
Dharma melempar map hijau yang dipegangnya.Dia tersenyum sinis.
__ADS_1
Aku yakin dalam dua hari ini Kenzo tidak akan bisa tidur dengan nyenyak.
ucap Dharma dengan seringai licik,lalu membuka layar handphonenya,karena ada panggilan masuk.
Dharma menjawab panggilan masuk dihandponenya.Setelah itu dia meminta sekertarisnya untuk menuju kerumah sakit Harapan mulia.
*Di rumah sakit Harapan Mulia*
Dharma menatap sendu wanita yang tengah terbaring di ranjang,yang tak lain adalah adiknya.Namanya Dinda.
Dinda adiknya Dharma sudah satu tahun dirawat dirumah sakit jiwa karena Depresi.
Dharma membelai pucuk kepala adiknya.Tak terasa air matanya terjatuh.
Kak Dharma.
panggil Dinda lirih.
Iya sayang,ini kakak.
Jawab Dharma dengan tersenyum bahagia.
Kakak,maafin aku,aku udah banyak nyusahin kak Dharma.
Ucap Dinda dengan air mata yang mengalir dipipinya.
Tidak Dinda,kamu tidak bersalah,kakaklah yang bersalah karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik.Kedepannya tolong jangan lakukan hal bodoh lagi.Cuman kamu keluarga yang kakak miliki.
ucap Dharma sambil menggenggam erat tangan adiknya itu.
Dinda pun menangis sesenggukan,Dharma pun memeluk adiknya itu dan menepuk nepuk punggung Dinda.
Bersabarlah sedikit lagi Dinda,kakak akan pastikan Kenzo akan menikahi mu.
monolog Dharma dalam hatinya.
~flasback on~
Satu tahun lalu,ketika Dharma baru saja pulang dari kantor.Dia mencari cari keberadaan adiknya.
Dibukanya pintu kamar Dinda,Namun tidak ada siapapun disana.
Sudah jam sepuluh malam,kemana Dinda kog belum pulang.
gumamnya sambil melihat jam tangannya.
Akhirnya Dharma pun mencoba menghubungi nomer telphone adiknya,terdengar bunyi telephone diruangan itu,dicari nya asal suara handphone itu,dan ternyata suaranya berasal dari dalam kamar mandi.
Dinda,apakah kamu ada di dalam?.
tanya Dharma sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Namun tidak ada jawaban,akhirnya karena panik,Dharma pun menggedor ngedor pintu kamar mandi,namun masih sama,tak ada respon apa pun dari dalam.
Dharma segera membopong tubuh Dinda,dan menbawanya ke Rumah Sakit.
Dharma memeluk tubuh adiknya, Dia sangat ketakutan.
Apa kamu tidak bisa menyetir hah!!
Bentak Dharma kepada supirnya.
Kalau sampai terjadi apa apa dengan Dinda,aku pastikan hidupmu dan keluargamu pun berkahir.
Ancam Dharma pada supir nya.
Ma...maaf kan saya Tuan.
ucap supir itu ketakutan
Dharma melepaskan dasinya dan membalutkannya dipergelangan tangan adiknya.
Dinda sayang,bertahanlah.Jangan tinggalin kakak.
ucapnya lirih.Dharma pun menelpon Direktur Rumah sakit untuk menyiapkan Ruangan IGD untuk adiknya.
Direktur Rumah sakit itu adalah kenalannya,dan Dharma adalah salah satu pemegang saham di Rumah sakit tersebut.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai dirumah sakit,Dinda langsung dibawa ke ruang IGD.
Dharma menunggu dengan penuh kekhawatiran,dia sangat menyayangi Dinda,adiknya.Setelah beberapa jam dokter pun keluar dari ruang IGD.
Dharma menghambur dan bertanya pada Dokter itu.
Dokter bagaimana dengan adik saya Dok?
tanya nya dengan wajah cemas.
Anda tidak perlu khawatir Tuan Dharma.
Adik anda baik baik saja,untung saja anda cepat membawanya kalau tidak Dia akan kehilangan nyawanya,karena kehilangan banyak darah.
Jawab Dokter itu.
Terimakasih Dokter.
ucap Dharma dengan senyuman lega di wajahnya.
Dharma menggenggam tangan dokter itu.
Baiklah Tuan,kami akan memindahkan adik anda ke ruang ICU.
__ADS_1
ucap dokter itu yang dijawab dengan anggukan ileh Dharma.
Beberapa jam kemudian.
Kak,Dharma.
panggil Dinda lirih,karena tubuhnya masih lemah.
Dharma yang samar samar mendengar suara adiknya itu pun membuka matanya,Dharma ter tidur dikursi di samping ranjang Dinda dengan tangan yang masih menggenggam tangan adiknya.Seolah olah takut jika adiknya pergj menunggalkannya.
Dinda kamu sudah sadar?
tanya Dharma sambil mengelus kepala adiknya.
Kak Dharma.
Dinda memanggil nama Dharma lagi lalu ia menangis sesenggukan.Dinda memeluk Dharma.
Kak,tolong aku.Aku tidak mau putus dengan Kenzo.
ucapnya dengan suara serak.
Dharma merenggakan pelukannya,dia menatap wajah adiknya.
Apakah kamu melakukan hal bodoh ini gara gara bajingan yang bernama Kenzo?.
Tanya Dharma dengan memegang bahu adiknya.
Dinda tertunduk dengan air mata yang terus jatuh dipipinya.
Bilang sama kakak,dimana Rumah bajingan itu!
kakak akan membuat perhitungan dengannya.
Tanya Dharma dengan penuh amarah.
Dinda mendongakan wajahnya.
Kakak,aku sangat mencintainya.Aku tidak mau kehilangan Dia.Tolong bilang padanya aku minta maaf.Aku tidak bisa hidup tanpa dia kak.
ucap Dinda sambil menangis seperti orang linglung.
Tiba tiba Dinda menjerit histeris.Dia menjambak rambutnya sendiri.Dharma menekan tombol darurat yang ada diranjang adiknya.
Selang beberapa menit, dokter dan perawat pun tiba.Dokter langsung menyuntikan obat penenang kepada Dinda.
Dokter kenapa dengan adik saya Dok?.
Tanya Dharma.
Maaf Tuan sepertinya adik anda sedang depresi.Kondisi mental nya saat ini sangat lemah.Saya sarankan pada anda,untuk saat ini buatlah suasana hatinya untuk selalu merasa bahagia.
Ucap Dokter itu menjelaskan kondisi adiknya.
Dharma hanya mengangguk.Lalu Dia membelai pucuk kepala Dinda yang tengah tertidur karena efek dari obat penenang tadi.
Namun saat terbangun,lagi lagi Dinda menjerit histeris,Kadang ia tertawa dan detik kemudian Dia menangis.Hingga akhirnya Dokter memutuskan agar Dinda di rawat di RSJ untuk menjalankan Psikoterapi.
Namun meski sudah enam bulan Dinda menjalani perawatan psikoterapi,belum ada tanda tanda perubahan.
Seringkali Dharma nengajak Dinda bicara,namun tidak direspon,tatapannya kosong.Bahkan terkadang Dinda menangis sambil memanggil manggil nama Kenzo.
Dharma sudah mulai fristasi dengan kondisi adiknya itu,Hingga pada suatu hari Dharma berkata pada Dinda.Agar Dinda cepat sembuh,Dharma berjanji akan membuat Kenzo kembali pada Dinda dan menikah dengan Dinda.
Setelah mendengar perkataan Dharma,hati Dinda merasa bahagia.Dan lambat laun Dinda pun mulai sembuh dari depresinya.
Dan karena hal itulah Dharma bertekad untuk menghancurkan perusahaan Kenzo,sehingga pada akhirnya Kenzo memohon bantuannya.Dan pada saat itulah Dia akan meminta Kenzo untuk menikah dengan Dinda.
~flashback off~
Dharma berkata pada adiknya bahwa besok lusa adiknya sudah boleh pulang.Hal itu membuat Dinda merasa bahagia.Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kenzo.
Namun Dharma berdalih,bahwa setelah Pulang dari rumah sakit,Dinda harus banyak banyak istirahat dan merawat diri.Dan Dharma juga berkata bahwa mungkin Kenzo tidak akan suka melihat penampilan Dinda.Jadi Dharma menyarankan Dinda untuk merawat dirinya dulu agar terlihat cantik dimata Kenzo.
Dan Dinda pun mengangguk dengan senyuman diwajahnya.
Kembali pada Kenzo.
Kenzo tidak jadi mengutarakan niatnya pada Zia.Dia menyimpan kotak yang berisi cincin itu di laci meja kerjanya.Karena saat Kenzo tiba dirumah Zia sudah tertidur pulas.
Kenzo merebahkan dirinya disamping Zia,dan memeluk tubuh istrinya itu.Untuk mencari ketenanagan.Dan Kenzo pun mulai tertidur.
Pagi harinya Zia bangun dan tidak menemukan keberadaan Kenzo.
Apa dia tidak pulang semalam?atau dia tidur di ruang kerjanya?
monolong Zia dalam hatinya.
Hari ini Zia tidak seperti biasanya,dia bangun kesiangan karena tadi malam sebenarnya Zia menunggu kedatangan Kenzo hingga larut malam.
Zia membasuh muka dan menggosok gigi.Lalu dia mencari keberadaan Kenzo ke Ruang Kerja Kenzo.Namun tidak ada disana.
Zia melangkah ke dapur dengan lesu.
Zia hendak membuat sarapan untuk dirinya sendiri.Namuj aroma nasi goreng menusuk hidungnya.Zia buru buru membuka tuding saji.Dan benar saja sudah ada seoirunh nasi goreng dengan topong telur mata sapi setengah matang.
Zia tersenyum sumringah,dia mengambil kertas warna kuning yang menempel dipiring itu.
"Maaf aku buru buru ke kantor,makanlah nasi goreng ini.Dan berhentilah merajuk.Aku sudah sangat rindu ingin melihat senyummu."
Begitulah isi pesan yang tertulis di kertas itu.
__ADS_1
Zia tersenyum,lalu ia melahap nasi goreng buatan Kenzo tanpa ada sisa sebutir nasi pun.