
Setelah Bu Nita datang kembali ke Rumah sakit.Kenzo dan Dinda pun pamit pulang.
Disepanjang perjalan mereka,Dinda berbicara tentang banyak hal.Namun seperti biasanya,Kenzo tidak pernah menggubrisnya.
Kenzo memotong cerita Dinda dengan berkata
"Dinda".
Ya mas
Dinda menghentikan ceritanya,dia menoleh pada kenzo dengan senyuman diwajahnya
Aku akan lembur di kantor.Jadi malam ini aku tidak akan pulang.
ucap Kenzo sambil terus fokus menyetir.Dia berbicara tanpa menoleh pada Dinda.
Senyum Dinda langsung sirna seketika.Dia sudah terbiasa mendengar alasan-alasan Kenzo yang selalu berusaha menghindarinya.
Kenzo menurunkan Dinda di depan rumah,lalu Kenzo langsung melesat pergi mengendarai mobilnya,tak memberikan Dinda kesempatan untuk mengucapkan selamat malam ataupun hati hati.
Dinda menatap kepergian Kenzo dengan kesal.
"sampai kapan kamu akan menghindari ku mas"
teriaknya kesal.
Kemudian Dinda pun masuk setelah satpam membukakan pintu untuknya.
Pak Anton satpam rumah Kenzo itu sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini.Dia paham kenapa Kenzo bersikap dingin.Kadang ia merasa kasihan pada nyonya baru nya itu.Namun ia tak berani mengatakan apapun soal masa lalu Kenzo.Karena Kenzo melarang siapapun menyebut-nyebut lagi nama Zia.
Di kantor Kenzo membuka laptopnya dan mengetik nama Bian di mesin pencarian.Namun semua akun sosmed Bian terprivate.
Kenzo diam sejenak,lalu ia mengetikan nama Zia.Namun tak ada satupun profil yang cocok dengan mantan istrinya itu.
Kenzo menutup kasar laptopnya,lalu ia masuk kedalam kamar rahasianya untuk merebahkan diri.
Dia masih teringat dengan kejadian di rumah sakit tadi sore.Dan ingatannya itu pun membawanya pada kejadian lima tahun silam.
~flash back on~
Malam itu saat ia tengah berdebat dengan Zia,karena Zia memaksa untuk bercerai.Tanpa sadar ia menampar pipi Zia,hingga membuat sudut bibir Zia berdarah.
Zia berlari kedalam kamar dan mengunci diri disana.Kenzo berulang kali mengetuk pintu kamar,dan memohon maaf pada Zia.Namun Zia tidak menghiraukannya.Selang berapa menit,terdengar suara Bian memanggil manggil nama Zia.
Kenzo yang sedang dalam keadaan tidak baik pun tidak dapat menerima kehadiran Bian di rumahnya.
Kenzo segera turun untuk menemui Bian.Dia meminta Bian untuk pergi dari rumahnya.Namun Bian tidak menghiraukan perkataan Kenzo.Dia berkata dia akan pergi setelah ia bertemu dengan Zia.
Kenzo semakin kesal karena Bian menolak untuk pergi.Ditambah lagi Bian terus saja berteriak memanggil manggil nama Zia.
Bian mengeluarkan handphone nya untuk menelpon Zia.Namun saat baru saja panggilannya tersambung,Kenzo merampas hp Bian dan membantingnya ke lantai.
Bian terperangah melihat hp nya yang sudah hancur.Dia mencengkram kerah kemeja Kenzo dan meneriaki Kenzo.
apa lu udah gila hah?
Kenzo menepis tangan Bian,dan dia pun tersenyum sinis pada Bian.
Hey broo lu tuh yang gila.Ngapain lu nyamperin istri orang malem malem gini.
ucap Kenzo dengan senyum mengejek.
Gue kesini karena sahabat gue yang nelpon,dan gue curiga ama lu.
Bian menjeda omongannya,dia menatap tajam Kenzo."Lu apain Zia hah,kenapa ia sampai minta gue jemput ?!
lanjut Bian tak kalah sengit.
Lu gak usah ikut campur urusan rumah tangga gue.Sahabat lu itu sekarang sudah menjadi istri gue.Seharusnya lu nyadar posisi lu.
ucap Kenzo sambil menunjuk Bian.
Oh,apa mungkin kalian berdua selingkuh dibelakang gue.
lanjut Kenzo dengan senyuman sinisnya.
Bian yang tak terima dengan perkataan Kenzo pun langsung meninju wajah Kenzo.Kenzo yang mendapat serangan mendadak pun tak bisa menghindar.
Kenzo mengusap sudut bibirnya yang berdarah,dia menatap Bian.Kenzo tidak menyangka kalau Bian bisa berubah sedrastis ini.Bian yang sekarang berbeda dengan Bian yang dulu ia kenal.
__ADS_1
Saat mereka berdua sedang ribut,Zia berteriak untuk menghentikan perkelahian mereka berdua.
Kenzo dan Bian yang tengah bergulat dengan posisi Bian dibawah dan Kenzo diatas.
langsung menoleh ke arah Zia.Dan langsung memisahkan diri masing masing.
Bian berhambur menghampiri Zia dan menangkup wajah Zia.
Zi,bibir lu kenapa?
Tanya Bian cemas,kala melihat pipi Zia yang merah dengan sudut bibir yang terluka.
Zia memegang tangan Bian dan menurunkannya.
Gue gak papa Bi.
Zia menjawab dengan melirik Kenzo.
Bian berbalik dan menatap Kenzo tajam.
Lu mukul Zia?
Tanya Bian Geram.
Kenzo tidak menjawab,dia terdiam.Bian mengerti arti dari diam nya Kenzo.Dan dia pun langsung meninju wajah Kenzo lagi karena marah.
Kenzo yang tak terima pun membalas pukulan Bian,dan berkata "sudah gue bilang lu gak usah ikut campur urusan Rumah tangga gue".ucap nya sambil mencengkram kerah jaket Bian.
Bian tidak mau mengalah,entah dapat kekuatan dari mana ia,sehingga mampu melawan Kenzo.Ini adalah pertama kali baginya.Sejak kecil jika ada yang mengganggu nya Zia selalu membelanya,bahkan Zia sering berkelahi dengan orang orang yang berani menggangu Bian,demi melindunginya.
Zia mencoba melerai keduanya,namun mereka berdua sama sama tidak mau mengalah.Kenzo lebih mendominasi dalam perkelahian itu.Zia memegangi lengan Kenzo memintanya untuk menghentikannya.
Namun Kenzo yang telah diselimuti oleh emosi dan cemburu karena Zia lebih memilih membela Bian .Bian pun tanpa sengaja mendorong tubuh Zia hingga terjatuh,kepalanya membentur sudut meja hingga membuat keningnya mengeluarkan darah.Bian yang melihatnya langsung berteriak menyebut nama zia
Kenzo langsung melepaskan Bian dan berhambur pada Zia.
Zia memegangi dahinya kemudian ia pun pingsan.
Kenzo langsung menggendong tubuh Zia dan segera membawanya ke Rumah Sakit.
Bian pun tak kalah panik,dia yang tadinya mematung,kini juga berlari mengikuti Kenzo.
saat ia sudah sadar Zia meringis kesakitan.Dia memegangi kepalanya.
Sayang kamu udah siuman.
Kenzo berkata sambil memeluk tubuh Zia.
Zia merenggangkan tubuh Kenzo dari dirinya.
Lalu Zia turun dari ranjang dan berjalan tertatih tatih.
Kamu mau kemana?
Tanya Kenzo lalu merangkul tubuh Zia,untuk membantu nya Berjalan.
Lepaskan,aku bisa jalan sendiri.Aku mau pulang.
ucap Zia tanpa melirik Kenzo sedikitpun.
Kenzo hanya bisa menghela nafas frustasinya.
Zia membuka pintu dan melihat Bian tengah berdiri di depan pintu.
Zi,lu gak kenapa napa kan?
Tanya Bian cemas,lalu melepaskan pelukannya.
Zia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Bi,ayo kita pulang.
Bian yang mendengar ajakan Zia pun langsung melirik Kenzo.Terlihat jelas wajah masam Kenzo.
Zi,lu pulang bareng suami lu ya.Lu harus selesain masalah lu.Biar gimanapun benar kata Kenzo.Gue tidak berhak ikut campur dalam masalah kalian.
Bian mencoba menasehati Zia.
Zia terdiam lalu detik kemudian dia pun mengangguk mengerti.
__ADS_1
Bian menatap Kenzo dan memberi kode dengan lirikan matanya.
Kenzo yang langsung paham pun langsung merangkul lengan Zia dan memapahnya.
Zia dan Kenzo saling diam selama perjalanan menuju rumah.Sesekali Kenzo melirik Zia yang tengah menatap keluar jendela.Zia tidak mengeluarkan suara sedikitpun ingga mereka tiba di rumah.
Kenzo membantu Zia turun dari mobil,dan memapahnya masuk hingga kedalam kamar.
Kenzo merebahkan tubuh Zia di ranjang dan menyelimutinya.
Tolong biarkan aku sendiri.
ucapnya tanpa memandang Kenzo,Kenzo tersenyum kecut dan meengangguk.Lalu dia memilih tidur di Ruang Kerjanya.
Sudah Dua hari Zia mengunci diri di kamarnya.Namun sebelum pergi bekerja Kenzo selalu menyiapkan makanan untuk Zia.
Saat Kenzo pulang dari kerja dia melihat makanan yang ia siapkan untuk Zia selalu utuh.Kenzo merasa sedih karenanya.Jadi dia memberanikan diri untuk memaksa Zia keluar dari kamarnya.
Kenzo sudah melakukan segala cara agar Zia mau membukakan pintu.Ia sangat khawatir karena sudah dua hari Zia tidak makan.Dan akhirnya Zia pun mau membukakan pintu saat Kenzo berkata bahwa ia ingin membahas masalah perceraian.
Kenzo menatap mata Zia yang terlihat sendu.Wajahnya terlihat pucat dan pipinya sedikit tirus.
Apakah kau sangat ingin berpisah denganku?apakah keputusanmu itu sudah bulat?
Tanya Kenzo membuyarkan keheningan diantara mereka.
Zia menjawab dengan anggukan.
Kalau begitu tolong beri aku alasan yang mampu membuat ku yakin bahwa kita memang harus berpisah.
ucap Kenzo dengan wajah sedihnya.Hatinya merasa sakit saat menanyakan hal itu pada Zia.
Zia menatap mata kenzo lalu dia berkata.
Maaf dari awal aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini.Aku mencintai orang lain.Mungkin ini terdengar konyol bagimu.Tapi selama kita menjadi suami istri,aku melakukannya hanya untuk membayar hutang padamu.
ucap Zia,lalu ia menundukkan kepalanya,tidak ingin kenzo melihat betapa ia sangat sedih.
Kenzo terdiam sejenak,lalu ia bertanya.
Tidak kah ada cinta sedikit saja untuk ku.Jika menurutmu kamu melakukan itu hanya karena ingin membayar hutang pada ku.Aku rasa hutangmu belum lunas.Jadi mau kah kau melunasinya?.
Zia mendongakkan wajahnya.lalu berkata,tentu aku akan membayarnya,setelah kita bercerai,aku akan bekerja untuk menyicil hutangku padamu.
jawab Zia dengan senyuman yang ia paksakan.
Kenzo tersenyum remeh,dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.lalu ia pun berkata
"aku tidak menginginkan uang,tapi aku menginginkan tubuh mu.Bukan kah kau sendiri yang bilang bahwa kita melakukannya karena kau ingin membayar hutangmu padaku.Jadi bisakah kau membayar ku sekarang?.
Zia terperangah mendengar permintaan Kenzo,Entah kenapa hatinya sakit,dadanya terasa sesak.Namun bibirnya ia paksakan untuk tersenyum.
Tentu aku akan membayarnya sekarang.
ucapnya,lalu ia mulai melepaskan pakaiannya.Dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.
Kenzo tersenyum getir memandangi tubuh Zia yang tanpa sehelai benang pun.Lalu Kenzo mendekati Zia mencium setiap inci tubuh Zia dengan kasar.Dan saat ia ingin mencium bibir Zia,Dia kecewa karena Zia memalingkan wajahnya,dan Kenzo juga melihat buliran bening sudah membasahi pipi Zia.
Kenzo menghentikan aksinya,dia turun dari ranjang dan menyelimuti tubuh Zia.lalu berlalu pergi meninggalkan Zia sendirian di kamar.
Zia menaikan selimutnya hingga menutupi wajahnya,lalu ia menangis di balik selimut itu.
Kenzo masuk kedalam ruang kerjanya,menutup pintu dengan kasar.Tubuh nya merosot kelantai,ia menunduk dan menangis.
Satu jam kemudian dia menghubungi Bian.
Bian pun datang untuk menjemput Zia.Sesuai permintaan Kenzo padanya.
Didalam kamar,Zia membereskan pakaiannya dengan ditemani Bian,Kenzo masuk kedalam kamarnya dan ia berkata "Zia anastasya hari ini aku menjatuhkanTalak.Mulai saat ini kita bukan lagi suami istri.Kedepannya tolong jangan pernah muncul lagi di hadapanku".
ucapnya lalu pergi meninggalkan Zia dan Bian disana.
Zia terjatuh,tubuhnya terasa lemas.Raganya seakan telah lepas dari tubuhnya.
Bukankah ia yang meminta Kenzo untuk mentalaknya.Tapi kenapa hatinya sakit hingga tak mampu lagi untuk menangis.Dadanya benar benar sesak.
Bian pun langsung merangkul tubuh Zia.Dan menepuk -nepuk punggung Zia dengan lembut.Zia memeluk erat tubuh Bian.Mencari kekuatan untuk dirinya.Dan akhirnya ia pun menangis dalam pelukan Bian.Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah melihat mereka.Kenzo memandang nanar pada mantan sahabat dan mantan istrinya itu.Tangannya menggenggam erat hingga buku buku jarinya memutih.Lalu ia berbalik pergi karena tak sanggup lagi melihat nya.
~flashback off~
__ADS_1