Menikahi Teman Masa Kecil

Menikahi Teman Masa Kecil
Tuhan Lumpuhkan lah ingatan ku.


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu sejak Kenzo bertemu dengan Bian di Rumah Sakit.


Hari ini Dia akan berangkat ke Luar Negri bersama Dinda untuk berobat.Karena Kenzo sudah sangat di desak oleh kedua orang tuanya,untuk segera memiliki momongan.


Kenzo tidak bisa menolak,meskipun ia enggan untuk melakukannya.Dalam lubuk hatinya yang terdalam selama ini ia masih mencintai Zia dan belum bisa melupakannya.


Ada kalanya Kenzo senang karena ia tidak memilik anak dengan istrinya,Dinda.


Namun di satu sisi ia merasa sedih dan bersalah,karena tidak bisa mewujudkan keinginan kedua orang tuanya.


Hari demi hari Kenzo selalu merindukan Zia.Berharap suatu saat takdir akan mempersatukan mereka kembali.


Hingga harapan itu seketika sirna,saat ia melihat Zia di parkiran Rumah Sakit.


Saat itu,di saat Kenzo memarkirkan mobilnya Di Parkiran .Tanpa sengaja ia melihat sosok yang sangat ia rindukan.


Saat itu ia merasa dunia berhenti sejenak,jantungnya berdebar kencang.Ia mengucek kedua matanya untuk memastikan lagi apa yang dilihatnya.


Bahkan ia menepuk-nepuk pipinya hanya untuk sekedar meyakini bahwa yang ia alami bukanlah mimpi.


Kenzo beranjak keluar dari mobilnya untuk segera menghampiri orang yang sangat ia rindukan.


Kenzo sudah tidak sabar ingin memeluknya,meskipun ia tahu bahwa kenyataannya mereka saat ini bukanlah siapa-siapa.


Sudah Lima tahun lamanya Kenzo memendam semua rasa.Meskipun dia tahu bahwa mungkin orang yang sangat dirindukannya itu kini mungkin sudah punya pendamping lagi.


Dulu Kenzo sangat membenci Zia yang sudah meninggalkannya.


Dia benci karena Zia meninggalkannya saat ia dalam keadaan tepuruk.


Dan dia juga benci mendengar pengakuan Zia yang tidak pernah mencintainya,bahwa Zia melakukan hanya untuk membayar hutang pada dirinya.


Namun yang paling ia benci adalah dirinya sendiri yang masih saja merindukan Zia.


Kenzo melangkahkan kakinya untuk menghampiri Zia yang sedang menelphone. Zia tepat berdiri di pintu masuk Rumah Sakit.


Namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara anak kecil yang berlari menghampiri Zia dengan memanggil Zia dengan sebutan Mama.

__ADS_1


Kenzo mematung ditempat,seakan akan dunia runtuh di hadapannya.Bagaimana tidak anak itu datang bersama sahabat lamanya,yaitu Bian.


Kenzo menunduk sejenak untuk mencerna apa yang telah ia lihat.


ingatannya membawa ia pada kejadian di Rumah sakit beberapa waktu lalu.


Dimana ia bertemu dengan seorang anak kecil yang memanggilnya paman asing.


Dan juga ia mengingat anak kecil itu memanggil Bian dengan sebutan Ayah.


Kenzo mendongakan kepalanya,melihat kebahagiaan ketiga orang didepannya.


Kenzo mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat hingga urat-urat nya muncul seperti akar pohon yang hendak dicabut.


Kenzo berbalik dan langsung masuk kedalam mobilnya lagi.


Dia tertawa sekaligus menangis,matanya memerah dan bibirnya bergetar.


Dia melajukan mobilnya keluar dari Rumah sakit dengan penuh emosi.


Dia berteriak sekencang-kencangnya meluapkan semua emosi yang ada dalam dirinya.


Zia..Bian....Kalian benar-benar penghianat.Kalian berdua adalah sampah.Aku tidak akan pernah memaafkan kalian berdua,ucapnya sambil terus mengemudi dengan gila.


Hingga kejadian naas pun tak dapat dihindari lagi.Tiba-tiba ada pengendara motor yang hendak berbelok.Seketika kenzo membanting setir kearah lain.Dan ia pun menabrak tiang listrik yang ada di pinggir jalan raya.


Boom!!!!


darah mengalir dari dahinya,pandangannya mulai berat,samar -samar ia masih mengingat senyuman kebahagiaan Zia saat menggendong anaknya.


air mata Kenzo menetes lalu ia pun tak sadarkan diri.


Hingga keesokan harinya Kenzo mulai sadar kembali,dia sudah dirawat di Rumah sakit.


Kenzo menghela nafasnya saat mengingat lagi kenyataan yang ia ketahui tentang Zia dan Bian.


...Tuhan kenapa engkau tidak mengambil ingatan ku.Agar aku tidak lagi mengingatnya.Karena mengingatnya sungguh sangat menyakitkan....

__ADS_1


...Lirihnya sambil menyeret kopernya keluar kamar....


Dilihatnya Dinda,dan juga kedua orang tuanya sudah menunggunya di ruang tamu.


Ma...pa... Kenzo pamit dulu ya.


ucapnya sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


Dinda juga pamit ya ma,pa.


Bu Anita memeluk Dinda.


Mama titip Kenzo ya,kalian jangan berantem terus disana.ingat kalian itu pergi untuk berobat.


ucap Bu Anita mengingatkan Kenzo dan Dinda.


Kenzo dan Dinda pun pergi menuju ke Bandara di antar oleh Handoko.Sekertaris Kenzo.


Selama perjalan Kenzo hanya diam.Sedangkan Dinda nampak begitu gelisah.


Kenzo melirik ke arah Dinda dan bertanya "apakah kamu tidak enak badan?"kamu terlihat aneh.


ucap Kenzo.


Hem,ti..tidak kog.Aku hanya tidak sabar untuk melihat hasilnya,semoga saat kita kembali dari USA kita membawakan kabar baik buat mama papa.


jawabnya dengan sedikit gugup.


Kenzo hanya menatap dinda tanpa ekspresi.


Lalu dia memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.


Hans,selama aku di LN kamu harus Handle semua .Kamu harus mengirimkan semua laporannya pada ku.Dan sepulangnya dari LN kita akan lanjutkan proyek kita yang ada Di Bali.


Baik Bos,siap.


Sekertaris Han hanya menjawab seadanya.

__ADS_1


__ADS_2