
Suara adzan subuh berkumandang menyerukan waktunya sholat ,dan terdengar suara ayam jantan berkokok pertanda pagi pun telah tiba.
Zia segera bangun dari tidurnya untuk melaksanakan sholat subuh.
Setelah sholat Zia lanjutkan dengan kegiatan joging.Zia lari pagi hingga ke area persawahan yang tak jauh dari rumahnya.
Sejenak dia berhenti dan duduk di pinggiran sungai menghadap ke utara.Dimana terhampar hektaran sawah yang hijau,karena benih padi yang baru ditanam oleh para petani.
Dan juga terlihat jelas dari tempatnya berada Gunung Argopuro yang menjulang tinggi seakan menembus langit,karena puncaknya masih tertutup kabut.
Dan beberapa pohon kelapa yang berbaris tak beraturan di sisi bukit adalah ciri khas kehidupan di Desa, semua itu nampak seperti sebuah lukisan yang benar benar Indah.Zia berdecak kagum.
"Sungguh Indah ciptaanMu",Gumam Zia yang langsung berdiri.
Zia memejamkan kedua matanya,lalu merentangkan kedua tangannya, pelan pelan Zia menghirup udara segar dipagi hari.
Setelah puas menikmati alam di pagi hari,ziapun bergegas pulang.Sesampainya dirumah Zia mencium aroma harumnya masakan.
Zia langsung menghampiri Ibunya yang tengah sibuk memasak di dapur.
^^^"Zia,ayo sana mandi dulu trus sarapan bareng".^^^
suruh bu Dina (ibunya Zia)
Baik bu,Zia mandi dulu ya.
jawab Zia lalu berlalu menuju ke kamarnya.
Selesai dengan ritual mandinya Zia bergabung dengan Ibu dan adiknya dimeja makan.
Selesai sarapan,Zia mengantar adiknya kesekolah dengan mengendarai motor merah yang berlogo S kesayangnya.Setelah lima belas menit perjalan,akhirnya mereka pun sampai ke Sekolah Riyan.
"Riyan masuk dulu ya kak"
Pamit Riyan sambil mencium tangan kanan Zia.
"Yang pinter ya dek sekolahnya.Jangan bandel."
Zia menasehati adik semata wayangnya itu.
"Siap boss".
Riyan menjawab sambil memberi hormat, kemudian ia berlari dan bergabung dengan temannya untuk masuk ke dalam kelas.
Zia melanjutkan perjalannya,sebelum pulang Zia mampir ke minimarket untuk membeli perlengkapan mandi dan make up.
Dulu waktu jaman sekolah Zia adalah gadis tomboy.Zia tidak pernah mengenal yang namanya skincare ataupun make up.Tapi,semenjak ia bekerja di Bali,Zia mulai memakai make up karena ditempat kerjanya mengharuskan untuk bermakeup dan memakai skrit .warna orange adalah ciri khas seragam pegawai Mall tempat Zia bekerja.
Di minimarket Zia tengah asyik mememilih apa yang dia butuh kan,lalu menyerahkan keranjang belanjaannya ke kasir dan langsung dibayar oleh Zia.Dan ketika Zia membuka pintu hendak keluar,ada seorang cowok tiba tiba menabrak Zia karena tengah asyik memandangi hp dengan jari jari tangan yang terus mengetikan sesuatu disana,cowok itu adalah Kenzo.
Bruk
Awww
pekik Zia yang terjatuh.
Kenzo kaget karena telah membuat Zia terjatuh dan barang belanjaannya berserakan.
Eh mbak sorry..sorry..saya nggak focus tadi.Maaf nggak lihat kalau ada orang didepan saya.
Kenzo mengulurkan tangannya ke zia.Tapi Zia mengabaikannya.
Mangkanya jalan tuh pakek mata.Jangan pakek hp!
Zia berkata tanpa melihat ke kenzo ,karena dia sibuk memunguti kembali barang belanjaannya dan memasukannya kedalam tas belanjanya.Kemudian Zia berdiri dan berlalu pergi begitu saja mengabaikan tangan kenzo yang menggantung di udara.
Kenzo mengernyitkan dahinya dan bergumam
"dasar cewek aneh,pasti dia lagi datang bulan"
kemudian Kenzo langsung pergi ke kasir karena memang tujuannya hanya untuk membeli sebungkus rokok.
Setelah membayar rokok itu,dia langsung melangkahkan kakinya kepintu.Tapi,kakinya berhenti melangkah ketika sudut matanya melihat sebuah benda dibawah pintu.
Dia mengambilnya,dan itu adalah facial wash.Dia kemudian teringat kalau tadi Dia menabrak Zia dan barang belanjaannya terjatuh.Dia langsung berasumsi bahwa facial wash ini milik Zia.
Di parkiran Zia masih duduk diatas motornya,Dia tengah asyik telponan dengan Bian.
Kenzo mendengar Zia tertawa entah apa yang tengah dibicarakan,hingga ia tidak sadar kalau ada Kenzo dibelakangnya.
Kenzo memangil manggil zia.
Mba mba..halo..permisi.
karena yang di panggil tidak merespon,terpaksa kenzo menoel noel bahu Zia.
Zia reflek menoleh dan kaget.
__ADS_1
Astaghfirullah bikin kaget aja,ada apa lagi sih mas?mau minta maaf lagi?udah aku maafin kog.seloroh Zia dengan hp yang masih menempel di telinganya.
Di ujung telephone sana terdengar suara Bian bertanya."siapa Zi,kamu lagi ngobrol dengan siapa disitu?"
Eh udah dulu ya Bi,nanti aku telpon lagi.Ada iklan lewat nih.ucap Zia pada bian dan langsung mematikan handphonenya tanpa menunggu jawaban dari Bian
Zia memasukan hp nya kesaku jaket denimnya.Zia berdiri dan menghadap ke Kenzo.
Kenzo mengulurkan benda yang ada ditangannya.
"ini mbak,kayaknya ini punya mbak deh,tadi aku nemu didekat pintu"
Zia langsung mengambil facialwash dari tangan kenzo dan memasukan ke dalam tasnya.Kemudian menstater motornya,hendak pergi.
Eh mbak,tunggu !
panggil Kenzo lagi dan langsung menghadang Zia.
Buset dah,apa lagi sih?.
Minggir aku lagi buru buru nih.
ucap Zia yang mulai kesal.
Maaf mbak,boleh tau namanya nggak?soalnya mbak kayak nggak asing buat saya.kayak pernah kenal gitu.
Zia mendelik kesal mendengar ucapan Kenzo yang terdengar seperti sedang menggombalinya.
Maaf ya mas,itu pertanyaan basi buat saya mas nggak mempan.jawab zia ambigu
Maksudnya?Kenzo bertanya karena tidak mengerti dengan ucapan ambigu Zia.
Ya biasalah cowok.
Pertama tanya nama.Terus bilang kayak udah kenal tapi pura pura lupa.
ucap Zia sambil berhitung dengan jarinya
kedua ,nanyain udah punya pacar belum.
Dan yang ketiga pasti mo minta no hp.
iya kan?lanjutnya kemudian.
Kenzo tersenyum geli mendengar celotehan Zia.
Zia tau kalau Kenzo sedang menertawainya.walaupun Kenzo memakai masker tapi terlihat jelas dari matanya kalau dia menertawakan Zia.
Hening.
Detik kemudian Kenzo pun berkata"Perkenalkan nama saya "Kenzo Alfaro" panggil saja saya Kenzo.Ucap Kenzo seraya mengulurkan tangannya.tapi diabaikan oleh Zia.
Deg.
Hati Zia tiba tiba berdegup karena nama yang didengarnya tidak lah asing.
Zia menatap Kenzo,dalam hatinya ia bertanya tanya,"Apakah dia Kenzo yang ku kenal?Ah tidak mungkin,nama Kenzo kan banyak.
Zia menepis perasaannya.Lalu berkata "Ok mas Kenzo yang narsis,kalau begitu boleh kan saya permisi dulu". pinta Zia sembari mengatupkan kedua tangannya tanpa ada ketertarikan untuk meladeni Kenzo.
Tunggu mba,ada satu lagi,saya belum selesai.
Kenzo mencoba menahan Zia lagi.
Ohw belum selesai toh,ok lanjutkan.Tapi jangan ada yang ke tiga ya,soalnya aku nggak punya mangkok.seloroh Zia dengan ekspresi jutek.
Mangkok?buat apa mangkok mba?tanya Kenzo heran.tanpa terasa dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Mangkok buat hadiah kamu lah.karena sudah ngasi tiga jawaban.Zia mendelik kesal.Sesekali ia membenarkan masker yang dikenakannya.
Kenzo tertawa dengan kekonyolan Zia.
ish..dasar cowok aneh. gumam Zia.
cepetan mo ngomong apa lagi,aku mau pulang nih,panas tau!.lanjutnya sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya.
Sorry,ucap kenzo.kemudian melanjutkan perkataannya.
Gini ya mba jutek,nama saya Kenzo Alfaro,saya tinggal didekat sini di desa Sumber Baru.dan saya pernah sekolah di SMP LENTERA BANGSA angkatan 2015.
Deg.
Hati Zia bedegup lagi mendengar penjelasan Kenzo saat ini.
Hening.
Nggak mungkin kan dia Kenzo sahabat aku dulu.
__ADS_1
zia bermonolog dalam hatinya.Dia memandangi Kenzo lekat.
"Halo mba".
Kenzo melambaikan tangannya ke wajah zia.
seketika Zia kembali keotak normalnya.
Ok mas kenzo anda diterima,selamat.ucap zia sambil mengagukan kepalanya.
Maaf mba,maksudnya?ketrima jadi pacar ya mba.Tapi maaf saya udah punya pacar.
Ujar Kenzo sambil menggaruk tengkuknya.
Ish ngarang mana ada.Kamu tuh salah paham.Maksud aku tuh kamu udah diterima menjadi pegawai.tadi kan udah interview jadi saya nyatakan anda lulus.sana gih masuk kerja.
celetuk Zia.
Kenzo tertawa lagi mendengar kekonyolan Zia.
"Ya Allah..mimpi apa ya aku semalam.kog ketemu orang stress ini".Zia bergidik ngeri.
Eh mba,tapi beneran ya,mba nggak kenal saya?tanya kenzo maksa.karena dia sangat yakin kalau dia kenal dengan cewek yang tengah ia ajak bicara.Tapi takut salah orang.
Nggak tuh.
jawab zia enteng.
Masak sih,apa perlu saya buka masker saya.Biar clear gitu mba,mana tahu setelah lihat wajah saya mbak jadi inget.Paksa kenzo lagi tanpa menyerah.
ish maksa banget sih,nggak sekalian mas buka pakaian.Biar kita digebrek ma orang orang.
celetuk Zia asal karena sudah mulai jengah ngeladenin Kenzo.
Wah,boleh juga tuh idenya.Biar sekalian langsung dinikahkan.jawab kenzo dengan semangat.
Dasar cowok gila.gumam Zia yang masih bisa didengar oleh Kenzo.
Ini mba,Kenzo memberikan kartu namanya ke Zia.
save no aku ya.Jangan lupa di ping.goda Kenzo sembari mengedipkan matanya.
Zia memutar bola mata malas nya.pertanda ia enggan menanggapi kenarsisan kenzo.
Maaf mas,cewek jaman sekarang nggak butuh Kartu Nama mas.kami para cewek tuh butuhnya Kartu Debit.Celetuk Zia dengan menghembuskan nafas berat nya.
Kenzo tertawa mendengar ucapan Zia.lalu berkata,Iya mba,untuk saat ini aku kasih mba kartu nama dulu,entar kalau kita udah jadian aku kasih mba kartu debit.apa lagi kalau kita nikah,aku bakalan kasih semuanya untuk mba.Goda Kenzo dengan sedikit senyuman dibalik masker yang ia kenanakan,lalu menaruh kartu nama nya di tas belanjaan Zia.
Zia melongo mendengar ucapan Kenzo.
Udah ah minggir,aku mau pergi,lama lama aku jadi gila.ucap Zia yang langsung melesat pergi mengendarai motornya,dengan hati dongkol.
Sedangkan Kenzo menatap kepergian Zia dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.Ada perasaan aneh di hatinya.entah apa itu,tapi hatinya tergelitik ketika mengobrol dengan zia tadi.Kenzo memang merasa bahwa dia mengenal Zia.Tapi gadis itu menyanggahnya.
Kenzo pun pergi mengemudikan mobilnya.Dalam perjalanannya dia masih teringat kejadian diparkiran alfamart tadi.Dia senyum senyum sendiri.
"Oh ****",Kenzo memukul setir mobilnya.
"kenapa dia nggak mau ngasi tau namanya sih.Bikin orang penasaran aja".mana lagi pakek masker tambah penasaran dah, siapa sih tuh cewek.Kenzo mengacak rambutnya frustasi.
Untung saja aku mengingat plat motornya.Ada sedikit perasaan lega dihati kenzo.
Dirumah zia
Zia langsung membuka lemari es dan mengambil sebotol minuman dingin meneguknya tanpa sisa sedikitpun seperti orang yang kehausan beberapa hari.
ibunya heran melihat kelakuan zia."YaAllah zia,minumnya pelan pelan nak.kamu habis dari mana kog kayak orang kesetanan gitu.
tanya Bu Dina sambil mengelus dadanya
Zia menanggapi pertanyaan ibu nya dengan nyengir kuda.sambil mengelap mulutnya zia menjawab.
"Habis dari minimarket Bu.Tadi gak sengaja ketemu orang gila ngajakin ribut".
kamu ini,orang gila kog diladenin.ibunya Zia menggelengkan kepalanya mendengar pengakuan Zia.
*Ya udah Zia pamit kekamar dulu ya Bu,mau bo**tik*.
*A**pa lagi tuh botik*.
tanya Bu Dina polos.
Bobo cantik ibu.Jawab zia dengan senyuman diwajahnya,dia geli sendiri karena ibunya nggak ngerti bahasa anak jaman now.
Ohw kirain makanan.celetuknya lalu pergi ke warung nya.
Bu Dina,ibunya Zia membuka warung nasi didepan rumahnya.walaupun warungnya kecil tapi pengunjungnya banyak.karena posisinya yang berada di dekat Sekolah SMK ANGKASA yang muridnya mayoritas laki laki semua.
__ADS_1
Karena sekolah tersebut adalah sekolah kejuruan mesin atau otomotif.
Jika jam istirahat banyak siswa dari sekolah tersebut nongkrong dan makan siang di warung bu Dina.selain dekat mereka suka karena tempatnya teduh karena ada sebatang pohon mangga besar disampig warung Bu Dina.Dan di bawah pohon mangga itu ada dua kursi panjang dengan meja makan panjang di tengahnya.Tempat favorite siswa SMK itu.