
Diperjalanan pulang dari acara Reuni tiba tiba hujan turun dengan lebat,Zia menepikan motornya dan memilih berteduh di depan toko yang kebetulan tutup karena hari minggu.
Perjalanan Zia masih jauh,masih membutuhkan waktu sekitar satu jam an.
Zia berdiri didepan toko tempat ia bernaung dari hujan.Zia menadahkan wajahnya ke langit dan menghela nafas frustasi karena kemungkinan hujan tidak akan cepat reda.
Zia melihat kendaraan yang masih tidak menyerah menerobos hujan.Zia bukannya tidak punya jas hujan untuk dia gunakan sebagai senjata melawan hujan.Akan tetapi Dia tidak berani karena sesekali suara gemuruh petir menggelegar diudara.
Zia yang phobia dengan petir pun memeluk dirinya sendiri dengan erat.Dia memejamkan mata dan berdoa dalam hati agar hujan cepat reda.
Tubuh Zia menggigil kala mendengar suara petir,Zia menutup telinganya berharap dia tak dapat mendengar suara petir itu.Dan Keringat dingin mulai membasahi tubuh Zia.
Zia ketakutan karena tidak ada seorang pun disana.
Bian yang tengah diperjalanan menjemput mamanya pun mulai panik,dia kepikiran Zia.Bian tau bahwa Zia menderita Astraphobia(phobia petir)
Bian mencoba hubungi ponsel Zia tapi tidak ada jawaban,entah sudah berapa kali bian memencet nomor Zia tapi tak kunjung dijawabnya.Bian semakin khawatir kala petir mulai bergemuruh dengan cahaya kilat yang menyala.
Bian dilema antara putar balik untuk mencari Zia atau meneruskan jalannya yang sedikit lagi tiba di Tempat mamanya arisan.
Sedangkan Kenzo yang tengah menghentikan laju mobilnya dilampu merah,tanpa sengaja Dia melihat Zia yang tengah meringkuk seperti orang ketakutan dengan terus menutup telinganya.
Kenzo menepikan mobilnya,Dia segera berlari ke arah Zia.Kenzo memanggil nama Zia.
Zia reflek memeluk Kenzo dan menangis dalam pelukannya.Kemudian Zia pingsan dalam pelukan
Kenzo.
Kenzo memanggil nama Zia,mencoba menyadarkannya.Namun tak ada respon dari gadis itu. Kenzo langsung menggendong tubuh Zia,membawanya kedalam mobil.Dan mendudukan Zia di kursi depan.
Kenzo sangat cemas kala ia melihat Zia mengeluarkan keringat,padahal cuaca sedang dingin karena hujan.
Kenzo melepaskan jaket denimnya untuk menyelimuti tubuh Zia yang basah.Lalu Kenzo melajukan mobilnya untuk membawa Zia ke Rumah sakit.
Kenzo mengemudi dengan perasaan khawatir.Sesekali dia melirik ke Zia.
Zia mulai sadar sebelum mereka tiba di Rumah Sakit.Zia mendesis karena rasa sakit dikepalanya.Dia menegakan duduknya dan menoleh ke orang yang disampingnya.
kenzo..ucap Zia sedikit heran kenapa dirinya ada dimobil Kenzo.
Kenzo tersenyum lega karena zia sudah sadar.
Tadi kamu pingsan,aku mau bawa kamu ke Rumah Sakit.
Gak perlu.Makasih!
jawab Zia dengan intonasi yang sedikit kasar.
kamu tidak demam tapi kenapa kamu tiba tiba pingsan?. tanya Kenzo sambil menyentuh dahi Zia.
aku tidak apa apa,tolong tepikan mobilnya.
pinta Zia,karena merasa canggung.
Kenzo yang mendengar permintaan Zia merasa sedikit kesal.Karena Zia selalu berusaha menjaga jarak dengannya
Zia..tolong kamu jangan terus terusan menghindar dari aku.Jika aku salah aku minta maaf.
mohon Kenzo pada Zia dengan sedih.Berharap hati zia akan luluh.
Zia memalingkan muka nya kea arah keluar jendela mobil.Dia diam membisu.
Zia..mari kita berdamai.cukup katakan bahwa kau tidak membenci ku,maka kedepannya aku dengan senang hati akan menjauh dari mu.maaf jika aku pernah melukai hati mu.
ucap kenzo lirih.
Zia masih diam membisu,Dia teringat akan kejadian beberapa tahun lau di Cafe TL.Sejak saat itu Zia membenci Kenzo,akan tetapi Zia lebih membenci dirinya yang tak bisa melupakan Kenzo.Benci akan dirinya yang selalu merindukan Kenzo yang mungkin Kenzo tidak pernah merasakan hal yang sama.Hatinya sakit.
Tak terasa air matanya pun jatuh membasahi pipinya.Banyak sekali pertanyaan yang ingin zia tanyakan ke Kenzo,namun tak bisa.Lidahnya kelu.
Hening
tak ada satu pun dari mereka berdua yang bersuara.Hanya suara gemercik air hujan di luar sana.Keduanya terpagut dalam pikiran masing masing.
Tiba tiba handphone Zia berbunyi memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
Zia meraih tasnya dan mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari Bian.
halo **Zi**,*lu dimana?dari tadi gue hubungin lu,tapi gak di**angkat*.Tanya anya Bian diujung telphone terdengar panik.
ini gue lagi dijalan, sorry tadi gak berani pegang hp,gue takut ada petir.
jawab Zia mencoba terdengar tenang.karena ia tak mau Bian sahabat baik nya itu semakin khawatir.
lu dijalan mana biar gue jemput lu ya,lu tunggu gue disitu.Lu harus berteduh di keramaian.Jangan sendirian.
Bian benar benar khawatir.Karena Bian tahu penyakit Astraphobia Zia akan kumat jika ada hujan petir.Apalagi pas ada petir Zia lagi sendirian,Bian tahu akan efeknya itu terhadap Zia.
gak tau nih gue dimana,soalnya ada yang nyulik gue tadi.
__ADS_1
ucap zia sambil melirik Kenzo.
Kenzo yang mendengar ucapan ambigu Zia merasa tak terima.Dia melotot kesal ke Zia sambil menunjuk dirinya sendiri.Dia tertawa frustasi karena telah dituduh menculik Zia.
*A**pa!!!OMG siapa yang berani nyulik elu.Gue laporin polisi sekarang*.
tanya Bian panik mendengar Zia diculik tanpa dia tau bahwa Zia tengah menjahilinya.
Zia sudah membayangkan betapa rempongnya Bian disana.Zia pun tertawa karena Bian berhasil ia kerjain
Zia tak sanggup lagi nahan tawanya,Dia pun tertawa.
Tanpa zia sadari wajah Kenzo nampak Kesal.Dia merasa terabaikan
Bian yang curiga bertanya kepada Zia.
Eh tukinem...lu sakit ya???mana ada orang diculik tuh bahagia kayak lu.atau lu lagi ngerjain gue ya??!
Bian ngomel karena Zia membodohinya.Zia masih tertawa mendengar omelan Bian.
sorry..sorry...lagian lu percaya aja.Emangnya siapa yang berani nyulik gue.Gue smackdown kelar dah iya nggak.
ucap Zia sambil terus tertawa.
wah..lu ngerjain gue ya!gue panik tau..lu malah bercanda.
ucap Bian kesal.
iya sorry..emuuaachhh..hehhehe
Zia memberi Bian kecupan lewat telphone.
Zia selalu melakukan itu jika Bian ngambek.
Zia sangat suka menjahili Bian,karena itu menjadi hiburan tersendiri baginya.
Kenzo yang mendengar Zia memberi kecupan ke Bian, langsung merasa panas lebih tepatnya cemburu.Dia menekan klakson mobilnya,hingga membuat Zia kaget.
Astghfirullah...Zia melotot ke arah Kenzo.Namun Kenzo masa bodoh.
Ada apa Zi...lu baik baik aja kan?
tanya Bian cemas.
Iya gue gak papa..ini gue lagi naik angkot,motor gue titipin di cafe.Sialnya gue dapet driver yang gak sabaran pas lampu merah.Kayaknya drivernya punya penyakit darting.
jawab Zia ke Bian dengan sedikit berbisik,tapi masih terdengar jelas di telinga Kenzo.
Zia menutup telephonenya.Dia kembali ke mode jutek.
kenapa sih kamu kalo ke Bian selalu bersikap manis.Sedangkan ke aku tidak?!
tanya Kenzo ke Zia dengan nada cemburu.
Zia enggan menjawab pertanyaan Kenzo.
*kam**u suka Bian ya*?apa kalian pacaran.
tanya kenzo sambil meraih wajah Zia.Mata mereka saling menatap beberepa detik sebelum
Zia menepis tangan kenzo yang berani menyentuh wajahnya.Dan memalingkan wajahnya.
Zia marah mendengar pertanyaan Kenzo.
Zia merasa seolah olah Kenzo mengolok ngoloknya dengan pertanyaan yang tak mungkin itu.Yang bahkan dia senderipun tahu dengan jawabannya.
Dalam hati zia bermonolog
"cih..dia anggap aku ini cewek apaan,bukan kah dia tahu Bian itu gimana."
Zia meminta Kenzo menepikan mobilnya.Kenzo pun menuruti kemauan Zia.Begitu mobil berhenti Zia memaksa membuka pintu mobil yang tentu tidak akan bisa ia buka.Karena Kenzo menguncinya.Zia merasa kesal Dia menatap kenzo dengan tatapan membunuhnya.
Kenzo pun mengerti dengan arti tatapan Zia itu.Kemudian Kenzo berkata dengan lembut "hujan masih lebat".
Zia pun sadar tak mungkin untuknya keluar,karena dilihatnya hujan yang belum reda.Meskipun sudah tidak ada petir lagi.Zia hanya bisa pasrah.Pikirnya tak kan ada habisnya berdebat dengan Kenzo.
Zia merasa lelah dia memilih untuk memejamkan matanya seraya berkata
"tolong antar aku pulang.untuk ongkosnya aku bakalan bayar dua kali lipat"
Kenzo melirik Zia.
Dia hanya bisa menghela nafas tanpa bisa berkata apa apa lagi.Dia tidak mau ribut dengan Zia lagi.
Tiiga puluh menit pun berlalu.Kenzo menghentikan laju kendaraannya.Zia membuka matanya.Di melihat keluar dengan sedikit keheranan.
ini bukan rumah ku..ini rumah siapa?
tanya Zia bingung sambil keluar dari dalam mobil.Dan kebetulan hujan pun sudah reda.Zia memperhatikan tempat asing itu dengan seksama.
__ADS_1
Ini rumah ku.Ayo kita masuk.
ajak Kenzo kepada Zia tanpa rasa bersalah.karena tidak mengantar Zia pulang.tapi malah mengajak Zia kerumahnya.
Kenzo meraih tangan Zia untuk ikut masuk kerumah nya.Zia bingung kenapa Kenzo malah mengajak nya ke sini.
tunggu...kenapa aku harus masuk kerumah mu.Lebih baik aku pulang naik taksi aja.
Zia menghempas kan tangan Kenzo kemudian dia melangkahkan kakinya dengan cepat untuk pergi dari rumah itu.
Namun Kenzo tak rela membiarkan Zia pergi.
Kenzo meraih tangan Zia kembali dan menarik Zia kedalam pelukannya.
Zia diam mematung,źpikirannya tiba tiba kosong karena Kenzo tiba tiba memeluknya.
Tolong jangan pernah berlari dari ku lagi.aku mohon...setidaknya untuk malam ini.aku sangat merindukanmu
Kenzo semakin mengeratkan pelukannya.Dan mengelus lembut rambut Zia yang basah karena terkena hujan tadi.
Zia bingung dengan dirinya sendiri..Pikirannya sangat membenci Kenzo.Namun hatinya sangat damai berada dalam pelukan Kenzo.
Zia menangis dalam pelukan Kenzo.Dia pun membalas pelukan Kenzo.Tangan Zia melingkar erat dipinggang Kenzo.
Kenzo membiarkan Zia menangis sepuasnya.Sambil tangan kenzo terus mengusap rambut Zia.Dan sesekali mengecup pucuk kepala Zia.
Kamu jahat ken...aku benci kamu!.
ucap Zia dalam tangisnya.
Kenzo melepaskan pelukannya.Dia mengusap lembut air mata Zia dengan jari jarinya.
Jika dengan membenci ku membuat mu bahagia.Aku akan terima.
ucap Kenzo kepada Zia.Kemudian memeluk Zia lagi.
Kenzo....
panggil Zia
hem...
jawab Kenzo sambil tetap memeluk Zia.
sampai kapan kita akan berpelukan seperti ini?
tanya Zia dengan suara kecilnya.
sampai pagi juga gak papa.
jawab Kenzo sekenanya.
Zia pun mencubit pinggang Kenzo.
ish kau ini..
Aw
Kenzo mengadu karena cubitan Zia.
Dia melepaskan pelukannya dan mengusap pinggangngnya.
Aduh..sakit ya..
tanya Zia sambil pura pura mengelus pinggang Kenzo.
Dan kenzo tersenyum karena Zia mulai perhatian padanya.
sorry ya...gue sengaja.
ledek Zia sambil menjulurkan lidahnya.Dia tertawa menang.Namun Zia menghentikan tawanya,karena Kenzo mentapnya lekat.
Zia merasa canggung dan campur aduk.Zia gugup dan menyelipkan rambut ketelinganya.Kemudian berbalik pergi meninggalkan Kenzo.
Kenzo mengejar Zia,dan langsung memeluknya dari belakang.
sudah aku bilang,jangan lari dari ku lagi.
ucap kenzo lembut ditelinga Zia.Ada hawa hangat menjalar ke tubuhnya.Sehingga membuat jantung Zia berdetak lebih cepat.Ada perasaan aneh yang menggelitik hatinya.
Mengerti...!
ucap Kenzo lagi dengan senyuman nakal diwajahnya.
Dia mengaggukan kepalanya seperti orang linglung.
Kenzo tersenyum dengan kepatuhan Zia.
sudah lima menit mereka dengan posisi itu.
__ADS_1
uummm..ken..bisa tolong lepaskan aku.
pinta Zia lembut sambil memegang tangan kenzo yang melingkar di perutnya.