
Ke esokan paginya.
Zia masih setia dibalik selimutnya,dia belum beranjak selangkah pun dari tempat tidurnya.Padahal matahari mulai tinggi.
tok..tok..tok
terdengar suara pintu kamar zia digedor.
Zia sayang,bangun nak,ni udah siang.
teriak Bu dina dari depan pintu kamar Zia.
Iya Bu.
jawab Zia lemah sambil turun dari ranjangnya.
ceklek.
Zia membuka pintu kamarnya.
Zia,kamu kog pucet nak,badan kamu juga panas.
tanya Bu Dina sambil memegang dahi Zia.
Iya Bu.Zia lagi kurang enak badan.Zia pusing.Mungkin karena kamaren makan rujak terlalu pedas.
ucapnya sambil memijat pelan kepalanya.
Kamu tuh ya,udah tau punya magh.
ya sudah makan dulu.Habis itu kita ke dokter.
ucap Bu dina sambil berlalu.
Zia mengangguk mendengar nasehat ibunya.
Dia pergi kedapur untuk makan.Namun baru satu suap dia sudah mual.Perutnya terasa perih.
Makannan nya kog gak dihabisin?tanya Bu Bu Dina.
Lidah Zia pahit Bu.Dan perut Zia sakit.
jawab Zia sambil memegangi perutnya.
Yaudah kamu minum jusnya ,biar seger.
suruh Bu Dina sambil menyodorkan segelas Jus buah kepada Zia.
Zia pun meminum jus nya sampai habis.
Bu,Zia balik ke kamar lagi ya Bu.Zia pusing.
ucap Zia sambil memegangi kepalanya.
Ayo kita ke dokter dulu.
ajak Bu Dina Khawtir dengan keadaan putrinya.
Gak usah Bu,paling entaran juga sembuh,Zia mau istirahat aja.
ucap Zia menolak.
Kamu tuh ya kebiasaan.Selalu menolak kalau di ajak ke Dokter.Udah tua juga ,tapi masih aja takut sama suntikan.
ucap Bu Dina sambil menggeleng geleng kan kepalanya.
Zia hanya nyengir kuda menanggapi omongan ibunya yang memang benar.
Dikamar.
drrtt...drrttt...
Suara dering panggilan masul dari Kenzo.
Zi..entar sore aku suruh orang buat anter motor kamu.
kamu ada dirumah kan?
^^^Iya.^^^
*T**olong share loc ya ,biar driver nya gak nyasar*.
^^^ok^^^
Oh ya Zi,kayaknya besok kamu belum bisa mulai kerja deh.Sorry ya soalnya aku sekarang lagi diluar kota selama tiga hari.
^^^iya gak papa...makasih infonya.^^^
Kamu kenapa?sakit?
tanya kenzo curiga karena Zia hanya menjawab singkat,dan suaranya juga terdengar lemah.
^^^nggak kog cuman masuk angin aja.^^^
^^^ ^^^
Ya udah kamu istirahat dulu,aku mau meeting.
Kenzo menasehati sekalian pamit pada Zia.
^^^he emm^^^
Zia pun mematikan handphone nya.Lalu memejamkan matanya untuk beritirahat.
Hari sudah sore,Zia turun dari ranjangnya untuk pergi kewarung ibunya,mengambil roti dan obat magh Karena perutnya terasa perih dan mual.
Zia masuk kewarung,namun tidak ada ibunya disana.
Zia mengambil sebungkus roti,obat magh dan minuman isotonik diwarungnya.Tiba tiba ada Andre tetangga Zia yang mengageti Zia.
Hei Zia.
sapa Andre sambil tersenyum genit.
Oh kamu ndre tak kirain siapa.Mo nyari apa,aku panggilin ibu dulu ya.
ucap Zia males dia mencoba menghindari Andre.
Gak apa aku cuman mau beli rokok,tolong ambilkan rokok Mal**** merah sebungkus.
__ADS_1
ucap Andre sambil menunjuk ke estalase.
Ketika Zia hendak mengambilka rokok yang diinginkan Andre,tiba tiba Andre memeluk Zia dari belakang.
Sontak Zia menjerit dan menampar wajah Andre dengan penuh amarah.Karena sudah lancang padanya.
Zia mendorong tubuh Andre tapi Andre malah menarik Zia kepelukannya dan hendak menciumnya.
Zia pun berontak,karena Zia lagi sakit jadi kalah tenaga dengan Andre.Biasanya Zia sangat gesit dan kuat ketika berkelahi.
Warungnya sepi meskipun didekat Sekolahan,karena pas jam pelajaran.
Zia berteriak hingga mengundang beberapa orang datang menghampiri mereka.
Ibu Zia yang baru saja keluar dari kamar mandipun langsung berlari karena mendengar jeritan Zia.
Hei kalian berdua lagi ngapain,mesum ya!
tuduh salah satu tetangga Zia yang kebetulan lewat dan mendengar teriakan Zia.
nggak pak!Andre memaksa untuk mencium saya.
Zia menjelaskan kejadian yang sebenernya.
Namun di bantah oleh Andre.
Iya kami berpelukan dan berciuman karena kami suka sama suka.
ucap Andre yang sontak membuat Zia membulatkan matanya.Zia sangat marah pada Andre.
Dasar pembohong,brengsek kamu.
Zia meghardik Andre karena sudah bicara yang tidak tidak.
Zia mencoba menampar andre lagi,tapi langsung ditangkis oleh Andre,tangan Zia dipegangnya erat erat.
Lepaskan brengsek..berani beraninya kamu menyentuhku.
Zia menatap Andre dengan mata merah penuh amarah.
keributan itu semakin mengundang banyak orang.
Ibu Zia tergopoh gopoh menghampiri Zia dan memeluknya.
Zia ada apa ini nak?tanya Bu Dina sambil memeluk Zia.
Ibu..sibrengsek ini sudah berbuat yang tidak senonoh bu.Dia mau mencium Zia.
ucap Zia dengan air mata yang mengalir di wajah pucatnya.
Tidak,Zia bohong.Kami ini suka sama suka.Tadi malah dia yang minta dipeluk katanya dia pusing.
Andre mencoba memojokan Zia.
Itu benar!
teriak Bu saras,ibu nya Andre memecah kerumunan orang orang yang berada di depan warung Bu Dina.
Zia ini memang suka menggoda lelaki.Tadi malan aja nih ya,saya lihat Zia dianter oleh seorang pria pakek Mobil mewah.Pasti dia sedang merayu pria itu.
Bu saras sengaja menfitnah Zia.Dia tetsenyum licik,lalu melanjutkan omongannya.
Perempuan macam apa yang pulang larut malam dan dianter oleh lelaki yang bukan muhrimnya.
Semua mata tertuju kepada Zia.Memandang Zia dengan tatapan kecewa.
Andre dan Bu saras bertukar pandang dan saling melemparkan senyuman licik.
Itu tidak benar,pria itu adalah bos saya.Saya bekerja sebagai asistennya.
ucap Zia menjelaskan sekaligus membela diri.
oh ya?boss kamu baik sekali ya,kamu cuman karyawan,tapi mau nganter kamu malam malam pula.Apa mungkin...
Bu saras menggantung omongannya,sehingga membuat orang yang mendengarnya menerka nerka dengan hal yang tidak tidak.
Bu saras,tolong jangan fitnah putri saya.
bentak Bu Dina tak terima mendengar Bu Saras terus terusan memfitnah Zia.
Sudah sudah mending kita ke rumah pak RT saja.
usul salah satu orang yang berada di sana.
dan disetujui oleh yang lainnya.
Dirumah Pak RT Zia menjelaskan hal yang sesungguhnya tak lebih atau kurang sedikitpun.
Sedangkan perkataan Andre berbanding terbalik dengan perkataan Zia.
Apa lagi Bu saras yang selalu menjadi kompor meleduk membuat suasana makin kacau tanpa ada titik temunya.
Dan diakhir perdebatan itu,Andre mengungkapkan maksud tersembunyinya.
Begini Pak RT agar tidak menimbulkan Fitnah dan merusak nama baik kampung kita,Saya bersedia bertanggung jawab untuk memperbaiki semua.
Saya akan menikahi Zia.
ucap Andre dengan penuh percaya diri.
Saya tidak sudi menikah dengan orang brengsek seperti dia.
Zia memolak dengan penuh amarah menatap tajam kepada Andre.
Andre menyunggingkan senyuman licik nya.
Dasar tidak tau diri.Kamu pikir kamu siapa terus terusan menolak anak saya.Asal kamu tau saja,anak saya ini bisa mendapatkan gadis mana pun yang dia mau.Karena keluarga kami adalah salah satu Keluarga terkaya di kampung ini. Seharusnya kamu bersyukur!
Bu Saras menghina Zia dihadapan banyak orang.
Ya tante benar !Saya memang bukan siapa siapa.Saya hanya lah gadis miskin.Tapi saya masih punya harga Diri.Saya tidak melakukan apa yang telah kalian tuduhkan kepada saya.
Zia melemparkan pandangannya kepada Bu saras dan menatapnya tajam.
Dan juga,apa tadi tante bilang?.Anak tante bisa mendapatkan gadis mana pun.Kalau memang benar kenapa dia tidak mencari gadis lain saja untuk dinikahi.Kenapa dia terus terusan menggangguku.
ucap Zia sambil berteriak karena terlalu emosi.
Dasar kamu,berani bentak orang tua.Apa kamu tidak diajaarkan sopan santun hah!
__ADS_1
Bu saras hendak menampar Zia.Namun ditahan oleh Bu Dina.
Bu.Dina memengang tangan Bu Saras dan menghempaskannya.
Saras!jangan coba coba kamu menyentuh anak ku.Aku membesarkan nya bukan untuk dihina atau ditampar olehmu.
Kau sangat pandai menilai anak orang,tapi kau sangat bodoh menilai anak mu sendiri.
Bu Dina mengingatkan bu Saras.
Bu Saras hanya mendengus sambil menatap sinis.
lalu menghampiri Pak RT.
Pak RT bagaimana menurut bapak tentang hal ini.Bukan kah kelakuan mereka berdua sudah melewati batas.Sudah seharusnya kita menikahkan mereka berdua.
apa kalian semua setuju.
ucap Bu Saras sambil memandang sekeliling orang yang hadir disana,untuk minta dukungan.
Ada sebagian orang yang setuju dengan Bu Saras,dan ada juga yang membela Zia.
Baiklah begini saja.Saya akan bertanya dulu kepada Zia.Karena Ini terjadi di tempatnya.
pak RT berkata sambil menatap Zia.
Zia pun mengangguk pelan dengan wajah pucatnya.
Zia,apa kamu setuju jika Andre ingin menikahimu.
tanya Pak RT sambil memandangi wajah Zia yang terlihat kurang sehat.
Tidak Pak!
jawab Zia tegas.
Baiklah Zia,meskipun ini hanya salah paham,tapi adat di kampung ini adalah barang siapa yang ketahuan bermesraan dengan orang yang bukan muhrimnya Maka kami berhak menikahkan mereka.
ucap Pak RT yang mendapatkan anggukan dari orang orang.
Terkecuali kalau salah satu diantara kalian ada yang sudah punya pacar atau pasangan.Maka itu tergantung kepada pasangan kalian masing masing.Merelakan atau tidak.
lanjut Pak RT menjelaskan aturan Adat di Kampung nya itu.
Saya tidak punya pasangan pak.Saya sudah siap.
sela Andre sambil menatap Zia.
Zia menatap Jijik Andre,lalu ia berkata.Maaf pak..Tapi saya sudah punya pacar,dan kami berencana untuk lamaran bulan depan.
ucap Zia berbohong demi menyelamatkan dirinya.
semua yang mendengar terlihat tak percaya dengan ucapan Zia.Karena yang mereka tau Zia selama beberapa tahun ini ada di Bali.Apakah pacarnya orang Bali,atau mereka bertemu dibali.
Beberapa orang mulai berbisik bisik.Bu Dina pun terkejut dia berbisik ditelinga Zia.
Zia kamu sudah punya pacar,kog selama ini gak pernah cerita ke Ibu.
tanya Bu dina pelan sambil mencoba bersikap tenang.
Nanti Zia jelasin dirumah.
jawab Zia sekenanya.
Siapa pacarmu..anak mana?
tanya Andre emosi.Tak terima dengan pernyataan Zia.
Itu bukan urusanmu!
jawab Zia sambil mendelik kesal ke Andre.Dengan tatapan yang siap membunuh.
Kamu pasti berbohong,kalau kamu benar,coba kamu telepon dia sekarang dan minta datang kesini.
ucap Andre memancing Zia.
Dia bukan lah seorang pengangguran yang sibuk menjebak seorang gadis seperti mu.Dia adalah pebinis yang sibuk bekerja.
jawab Zia sinis sekaligus menyindir Andre.
Andre semakin kesal dengan ucapan Zia yang tengah menyindirnya.
Kalau begitu kami akan beri waktu sampai besok sore.Suruh Dia datang untuk menikahimu.Kalau dia tidak datang maka kamu harus setuju untuk menikah dengan ku.
Ancam Andre karena yakin kalau Zia sedang berbohong.
Zia terdiam,hati dan pikirannya bertentangan.
Kenapa kamu diam.Apa kamu takut?
tanya Andre yang semakin yakin kalau Zia berbohong
Baiklah aku setuju,dengan satu sarat.
Jika pacarku benar benar datang untuk menikahiku.Maka kau harus berlutut di kaki ibu ku.Dan katakan bahwa kau adalah orang yang brengsek.
Zia menantang Andre meski dalam hatinya dia sendiri tidak yakin dengan apa yang tengah ia ucapkan.
Ok..aku setuju.
Semua yang disini adalah saksinya.
ucap Andre percaya diri.
Akhirnya Pak RT membubarkan semua orang.
Zia dan ibunya pun pulang dengan pikiran mereka masing masing.Hening tak ada yang berbicara sepatah katapun.
sesampainya dirumah,Bu Dina duduk disofa dan menghela nafas beratnya.
Sedangkan Zia berlalu hendak masuk kekamarnya.Karena kepalanya terasa semakin berat.
Zia ..duduk dulu sini.
suruh Bu Dina sambil menepuk nepuk sofa.
Zia patuh dan duduk disamping ibunya.
Coba katakan ke ibu,Siapa pacar kamu.Dan apakah kamu yakin dengan apa yang kamu katakan dirumah Pak RT.
__ADS_1
Deg
Zia bingung harus berkata jujur atau berbohong pada ibunya.