
Zia..maafkan aku.
ucap Kenzo lirih.
Zia tidak menyahuti Kenzo.
Kenzo menatap tubuh Zia yang terbungkus selimut.
Kenzo menyentuh punggung Zia,ingin menarik selimut yang membungkus badan Zia.
Namun Zia segera berdiri.
Zia berlari ke kamar mandi,ia membasuh mukanya.
Setelah itu Zia keluar dari kamar mandi,Zia melewati kenzo begitu saja.
Zia mengambil handphonenya dan meraih tas yang ia letakan di atas nakas.
lalu keluar dari kamarnya.Mengacuhkan keberadaan Kenzo.
Kenzo mengejar Zia dan meraih tangan kiri Zia.
Zia kamu mau kemana?
tanya kenzo sambil memegang erat tangan Zia berusaha untuk menghentikan kepergian Zia.
lepasin,aku mau pergi!Buat apa aku disini,kalau aku dicuekin .
ucap Zia penuh amarah.
Zia kamu itu istri aku,aku gak ijinin kamu pergi.
Zia menendang kaki kenzo tepat mengenai tulang kering kaki kenzo.Tak ayal Kenzo melepaskan tangan Zia dan memegangi kakinya yang kesakitan.
Zia berlari pergi meninggalkan Kenzo yang meringis kesakitan.
Zia terus berlari hingga kejalan raya dan menghentikan angkot.
Kenzo berusaha mengejar Zia dengan tertatih.Namun Dia sudah kehilangan Jejak Zia.
Kenzo memarahi Satpam yang menjaga pintu gerbang.Karena tidak menghentikan Zia.
Kenapa kamu tidak menghentikan Istriku!
bentak Kenzo dengan kesal.
sambil memegangi kaki kanannya.
Maaf Tuan saya tidak tau kalau mba Zia itu istri Tuan.
jawab Satpam itu jujur,karena memang tidak tau perihal pernikahan Kenzo dan Zia.
Ah sudah lah.lain kali kalau kamu lihat dia keluar dari rumah ini kamu harus mencegahnya.Mengerti!
Kenzo memperingatkan satpamnya itu.
Baik Tuan.
jawab pak Toni satpam dirumah Kenzo.
Kenzo pun masuk kedalam rumahnya.
pak Toni mengelus dadanya.
emangnya kapan Tuan kenzo nikahnya,kog saya gak tau.lagian pengantin baru kog udah ribut.
tanya Pak Toni pada dirinya sendiri.
Kenzo meghempaskan dirinya ke sofa,lalu mengeluarkan ponselnya,dan menelpon seseorang.
Kamu tolong lacak keberadaan Istri saya.Saya akan mengirimkan fotonya padamu.
Jika kamu tidak bisa menemukannya maka kamu akan tau akibatnya.
Perintah Kenzo sambil mengancam orang yang ditelphone nya.
Kenzo berusaha menelphone Zia,namun Zia selalu merijek panggilan dari Kenzo.
Zia meminta supir ngkot untuk menepi.karena ia mau turun.
Sopir pun menepikan kendraannya,dan Zia pun turun dari angkot.
Kemudian menekan nomer Bian.
Bi..
panggil Zia dengan suaranya yang serak.
halo Zi..lu kenapa.Lu nangis ya.
tanya Bian.
Bi...lu bisa jemput gue gak?
pinta Zia sambil celingukan.Takut Kenzo mengejarnya.
Lu dimana?
tanya Bian antusias.
Zia membertahukan posisinya pada Bian.
Ok lu tunggu disitu ya..gue samperin.Kebetulan posisi gue deket.
ucap Bian kemudian mematikan handphonenya.
Bian yang kebetulan sedang mengerjakan tugas kuliah bersama nya pun langsung bergegas pergi menjemput Zia.
guys aku cabut dulu ya..ada urusan mendadak.
pamit Bian pada teman temannya.
Hei Bi..tugas nya belum kelar woiii.
seru salah satu teman Bian.
iya aku tau,entar kabari aja kalau dah selesai.
nih aku traktir kalian.
ucap Bian enteng sambil mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan.
wah gini nih yang kita demen,udah kamu gak usah khawatir.Masalah tugas biar kita yang ngerjain bener gak gaes.
ucap salah satu teman Biyan dan menerima anggukan dari yang lainnya.
Yaudah gue cabut ya..sorry ya gaes.
Bian pun berlalu pergi.
Bian mengendarai mobilnya menuju tempat yang Zia sebutkan tadi.
selang beberapa menit Bian melihat Zia yang tengah duduk didepan supermarket sambil meminum minuman soda rasa strawbery favoritenya.
Bian menepikan kendaraannya.lalu bergegas turun menghampiri Zia.
Zi..
panggil Bian terengah engah.
eh lu udah dateng bi..nih buat lu.
__ADS_1
Zia menyodorkan sebotol minuman soda kalengan buat bian.
makasih.
ucap Bian sembari menyambar minuman yang Zia kasih.
Kita pergi yuk.
ajak Zia pada Bian.
Kemana?
tanya Bian penasaran.
udah kemana aja yang penting kita jalan jalan.
suntuk gue.
ucap Zia sambil menarik tangan Bian menuju ke mobil Bian yang terparkir dipinggir jalan.
Mereka berdua pun akhirnya pergi tanpa arah tujuan.
Zi..emangnya kita mau kemana sih dari tadi lu hanya bilang lurus,belok,lurus lagi.
lama lama kita nyampek Banyuwangi nih.
cerocos Bian karena bingung.
Boleh juga tuh,gimana kalau kita kesana.kita ke pantai pulau merah.
celetuk Zia enteng sambil menjentikan jarinya.
What..ogah gue gak ada embah gue disana.
celetuk Bian.
embah adalah sebutan kakek atau nenek buat orang jawa.
emangnya kalau gak punya embah di Banyuwangi ,kita gak boleh maen kesana gitu.
tanya Zia polos.
Ya iya lah.
lu lupa ya sama nasehat mama gue dulu waktu kita pamit mau main ke pantai Watu ulo.
tanya Bian mengingatkan.
oh waktu kita masih kelas tujuh SMP itu kan.
waktu mau nonton konser musik disana.
Ya iyalah gue inget.Waktu itu kita dihukum di suruh bersihin rumah lu yang seluas lapangan sepak bola itu.sampai pegel pegel tangan gue.
jawab Zia sambil mengingat ingat kejadian yang ia sebutkan tadi.
Nah itu lu inget.
celetuk Bian mengamini ingatan Zia.
Ya jelas dong,waktu itu Tante Anggi ngomong gini.
ehem..ehem..
Zia mengatur nafasnya sebentar sambil membenarkan duduknya.
Bian,Zia!kalian berdua tuh masih kecil nggak boleh main jauh jauh,lagian ngapain main ke pantai Watu ulo segala.Emangnya ada embah kalian disana yang harus dikunjungi.
Zia mempraktekan apa yang dikatakan Mama Bian dulu.
Terus lu jawab gini.
Tante kita mau nonton konser bukan nyari si embah.
mereka berdua pun tertawa bersama mengingat kejadian itu.
gue heran sama mama lu,kenapa tiap kali kita mau pergi main ke pantai selalu bilang
"ngapain emangnya di pantai sana ada si embah".
tanya Zia penasaran.
ya mana gue tahu,gue gak pernah nanyain.
celetuk Bian ambigu.
dasar bocah edan.
seloroh Zia sambil mencubit pinggang Bian.
Aw..dasar cewek bar bar.
celetuk Bian pada Zia.
mereka pun tertawa lagi.
Zia menghela nafas nya.lalu membuka kaca jendela mobilnya menadahkan tanganya keluar jendela sambil menghirup udara yang menerpanya.
Bian memandangi Zia dengan tersenyum.
Eh tukinem..kita ini sebenernya mau kemana,gue takut nih kalau bawa lu jauh jauh.
tanya Bian pada Zia sambil terus focus mengemudi.
lu takut kenapa?
tanya Zia berbalik melihat Bian sambil mengernyitkan dahinya.
Ya iya lah gue takut,lu kan udah punya suami.
apa kata suami lu,entar dikiranya gue bawa kabur istrinya lagi.
hiiiii serem
ucap Bian sambil bergidik ngeri mengingat kejadian kemaren.
Zia baru menyadari ucapan Bian,Dia pun teringat kejadian di hari pernikahannya.
eh Bi...lu nyadar gak sih Kenzo yang kita kenal dulu,ama yang sekarang beda banget.
ucap Zia sambil menatap Bian serius.
Bian pun melirik Zia.
iya gue juga baru nyadar ternyata Kenzo makin keren.Dia kayak aktor di drakor.Ganteng banget mirip lee min ho.
ucap Bian sambil mengedipkan matanya ke Zia.
huekkk...lu kesambet ya Bi..?
Zia pura pura mual.
Bian pun tertawa melihat ekspresi Zia.
Bian membawa mobilnya putar balik arah.
Bian menghentikan mobilnya di sebuah Cafe.
ini dimana?
tanya Zia heran.
__ADS_1
udah ikut aja.
jawab Bian sekenanya sambil turun dari mobilnya.
Zia celingukan dan takjub dengan Cafe yang mereka singgahi.
wah Bi..cafenya keren banget ya.
ucap Zia pada Bian.
ini dimana ya?
tanya Zia lagi,karena memang belum pernah datang ke cafe tersebut.
Ini di Jember lah..lu kira ini di mana?Di Bali.
celetuk Bian sambil menarik masuk Zia ke dalam Cafe itu.
Zia membaca nama Cafe itu" Senja Coffee and Kitchen".
Bian dan Zia pun memilih duduk di balkoni out door di cafe itu,dan mulai memesan minuman dan juga makananan.
Zi..lu mo pesen apa?
tanya Bian ke Zia.
apa aja terserah lu,gue makan semua.Dan yang terpenting lu yang bayarin.
jawab Zia nyengir.
Bian menggeleng geleng kepala dengan jawaban Zia.
Bian pun mulai memesan makanan dan minuman sesuai sesuai selera Zia.Karena Zia memang bukanlah type orang pemilih makanan.
Zia merasa takjub dengan pemandangan di cafe itu.Cafe itu menawarkan View yang Asri.
posisi cafe itu menghadap hamparan yang hijau,sawah beserta pohon kelapa.
Bahkan menurut Zia cafe Senja coffee and Kitchen hampir mirip dengan panorama Ubud di Bali.
Sesuai dengan namanya Coffee Senja,siapun yang datang kesana akan merasa takjub dengan pemandangan di sore hari.Karena pengunjung akan disuguhi pemandangan yang indah.
Zia sangat menyukai Senja,Dia mengambil handphonenya lalu memotret matahari yang mulai terbenam di antara pohon kelapa.
Zia mengunggah di media sosialnya.
dengan caption.
"Atas dasar apa aku berani menyukaimu
saat kau adalah senja dan aku adalah penikmatnya"
Bian datang setelah memasan beberapa menu dicafe itu.
lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Zia.
Bi...fotoin gue dong.Jarang jarang nih gue ketempat kayak gini.
ujar Zia sambil menyodorkan Handphonenya Ke Bian.
Bian pun mengambil Hp Zia dan mulai memotret Zia.
Zia berpose berdiri dengan kedua tangannya memegang pagar besi,partisi di balkoni cafe itu.
Dengan menikmati Senja.Rambut Zia diterpa angin sore membuat siluit aesthetic.
Siniin hp gue,gue mau lihat, Zia menadahkan tangannya.
Bian pun mengembalikan handphone Zia.
Zia melihat hasil jepretan Bian yang sangat bagus.Layaknya fotografer profesional.
lalu ia pun mengunggah nya ke akun sosmednya lagi dengan Caption
"kenapa senja itu menyenangkan?
karena kadang dia merah merekah bahagia
dan kadang hitam gelap berduka,tapi langit selalu menerima apa adanya."
kata kata itu Zia kutip dari pinterest
Zia tersenyum bahagia,seakan melupakan pertengkarannya dengan Kenzo.
kemudian Zia menarik Bian untuk mengambil foto bersama nya.Zia pun mulai mengarahkan kamera depan untuk Groufie.
Zia merangkul bahu Bian dengan tangan kanannya,sedangkan tangan kirinya memegang hp.Begitu pun Bian,dia merangkul bahu Zia dengan tangan kirinya.
cheerss ucap mereka berbarengan dan mereka pun mengambil beberapa foto.Mereka berhenti ketika seorang waiters cafe datang mengantarkan peasanan mereka.
Zia pun cekikikan dengan hasil jepretannya.
Heh Zi..kog gue ngerasa kita ini norak ya.
celutuk Bian.
emang.
jawab Zia enteng.sambil terus menscroll layar hpnya.
Dan tak lupa Zia juga mengunggah fotonya bersama Bian.Dengan caption "BFF"
Bian memasukan makanan kemulutnya sambil celingukan.
Zia pun ikut menyantap makanan dan minuman yang ada dihadapannya.
lu nyariin siapa?
tanya Zia karena Bian celingukan.
nyari sasaran
jawab Bian asal.
awas jangan sampai salah sasaran
seloroh Zia menimpali ucapan Bian.
Zi...lu lagi ribut ama suami lu ya?
tanya Bian to the point.
Iya.
jawab Zia sambil menghela nafas,lalu menceritakan pertengkarannya dengan Kenzo.
lu berdua kayak Tom and jerry.Lagian manten baru kog ribut,bukan nya romantisan.
celetuk Bian sambil menyesap minumannya.
*Saran gue nih ya,seharusnya lu gak pergi,lu bukannya nyelesein masalah malah nambah masalah.Untung lu perginya ama gue,coba kalau sendirian,pasti udah digondol kol**or ijo*.
Bian mencoba menasehati Zia.
Gue sebel sama Kenzo.
Zia pun mengeluarkan uneg uneg dalam hatinya,tanpa ia sadari orang yang dibicarakan tengah berdiri dibelakangnya.
Bian meneguk habis minumannya,dan memberik kode pada Zia,namun dasar Zia oon,tidak mengerti dengan kode yang Bian berikan.
Zia mengeluarkan uneg unegnya tentang Kenzo dengan berapi api.Hingga akhirnya ia dikejutkan oleh suara Kenzo.
__ADS_1
Sudah selesai curhatnya?