
Kenzo tengah sibuk memasak untuk makan malam,saat ini hatinya berbunga bunga karena ada Zia yang tengah tidur di kamarnya.
Kenzo sedang menuang jus Strawbery ke gelas sambil senyum senyum sendiri .Dia tengah asyik dengan imajinasinya, entah apa itu.Hanya Kenzo dan Tuhan yang tahu,hehehhe.
Hingga ia tak sadar kalau Zia memanggilnya.
Karena Kenzo tidak merespon panggilan Zia.Jadi Zia mendekati kenzo.Zia berdiri di belakang Kenzo dan mengagetkannya.
doorrr..Zia mengagetkan kenzo pas saat Kenzo hendak berbalik
Kenzo yang kaget reflek menumpahkan jus strawbery yang dipegangnya.Dan itu mengenai pakaian Zia.
Kenzo yang panik langsung mengambil tisu dan mengelap jus yang tumpah di badan Zia.
Dia mengelap pas dibagian dada Zia hingga ke paha dan balik lagi ke bagian dada Zia.Kenzo mengelapnya dengan kasar karena gugup.
Aww..Kenzo bagian apa yang kau sentuh .Tolong jaga Jarak.
Jerit Zia sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya.
So..sorry..
ucap kenzo terbata bata.
Aku akan membersihkannya sendiri.
Dimana kamar mandinya?tanya Zia.
Kenzo menunjukan letak kamar mandinya kepada Zia dengan jari telunjuknya.
Zia langsung melengos ke kamar mandi tanpa berkata apa apa lagi.
Dalam kamar mandi Zia mengomel sendiri atas sikap kenzo.
Setelah dirasanya sudah agak bersih Zia pun keluar dari kamar mandi.Dan melihat Kenzo yang sudah menunggunya di meja makan.
Kenzo memanggil Zia untuk makan malam bersamanya.Dan tentu saja direspon cepat oleh Zia.Karena perutnya memang sudah mulai lapar.Apalagi dari tadi siang cuman makan Rujak bareng Bian.
Zia pun duduk dikursi makan dan memandang takjub dengan hidangan yang ada di Meja.Hidangan itu nampak menggoda.Zia menelan ludahnya.
Kenzo..apakah semua ini kamu yang masak?
tanya Zia dengan mata yang berbinar binar penuh kekaguman.
Tentu..siapa lagi.Apa kamu melihat ada orang lain selain kita di dalam rumah ini?
jawab kenzo sambil mengisi nasi dan beberapa lauk dipiringnya.
Zia menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa memang tak ada siapa pun kecuali mereka Berdua.
Ayo makan jangan banyak tanya dan jangan malu malu.
Kenzo menyuruh Zia untuk segera makan.
Aku tak malu pun.Jadi kamu jangan marah ya kalau aku habisin semua makanan ini,ok!
ucap Zia sambil menunjuk semua hidangan yang ada di depannya dengan sendok yang dipegangnya.
Kenzo mengangguk menanggapi ucapan Zia.
Zia pun berdoa dulu sebelum memulai aksinya.
Zia benar benar makan tanpa rasa malu.Karena hampir saja Zia menghabiskan semua lauk yang ada dimeja makan itu.
Kenzo yang melihat Zia makan dengan lahap pun tersenyum.
"Ternyata Dia masih sama seperti dulu."
Batin Kenzo.
Kenzo senang dengan sikap Zia yang apa adanya.Tidak seperti gadis gadis lain yang mencoba mencari perhatian kenzo.Yang sok imut dan manja.
Tiga puluh menit pun berlalu tak ada suara yang keluar dari mulut mereka berdua.Hanya suara dentingan sendok yang berbunyi di keheningan malam itu.
Zia yang merasa perutnya sudah kenyang pun menyandarkan dirinya ke punggung kursi sambil mengancungkan kedua jempolnya kepada Kenzo.
Kenzo tersenyum.
Gimana makanan nya,kamu suka?.
Tanya Kenzo basa basi.Padahal dia sudah jelas melihat bahwa Zia hampir menandaskan semua lauk yang ada.
Enak banget.Tapi sayang sekali...
ucap Zia tiba tiba sedih.
Sayang kenapa?
Kenzo penasaran karena Zia tak melanjutkan perkataannya.
Sayang sekali rumah kamu jauh..coba deket ,pasti tiap hari aku minta makan ke kamu.
lanjut Zia tanpa malu dengan menunjukan barisan giginya.
Kalau begitu kenapa kamu gak jadi istri aku aja.Aku bakalan masak yang enak enak buat kamu tiap hari.Dan sebagai gantinya kamu ngelonin aku tiap hari juga.Bagaimana?
ucap kenzo panjang lebar dan dia senyum senyum sendiri dengan apa yang telah ia ucapkan.
Zia yang mendengar ocehan gak jelas Kenzo langsung berdiri dan mengambil gelas dan piring bekas dia makan tadi.Sambil berkata
"Ogah banget nikah sama cowok gila mesum kayak kamu".sambil beralalu pergi ke dapur.
__ADS_1
Zia menanggapi ucapan Kenzo dengan malas.Karena dikiranya Kenzo sekedar bercanda tidak serius dengan ucapannya.
Lagian kalau tiap hari aku makan enak,bisa bisa badan ku sebesar gajah.Trus kelonan tiap hari katanya?bisa bisa remuk badan aku.Dasar mesum.Zia bergumam sambil menoleh kepada Kenzo.
Zia bergidik ngeri membayangkan apa yang tadi dibicarakan kenzo kepadanya.
Kenzo pun menyusul Zia ke dapur dengan membawa piringnya.Dia menyenggol Zia yang tengah berdiri di wastafel.
Minggir biar aku saja.
sergah kenzo sambil merampas spons cuci yang Zia pegang.Nampak jelas wajah Kenzo tengah Kesal.
Zia yang merasa tak enak hati pun langsung mengambil balik spons cuci itu dari tangan Kenzo.
Biarkan aku saja yang nyuci.Aku kan tadi udah makan banyak.Jadi kini giliran aku membalas kemurahan hati Tuan Kenzo yang terhormat.
ucap Zia dengan penuh penekanan disetiap kata katanya.
Kenzo juga tak mau mengalah.
Biar aku saja.Kamu kan tamu jadi kamu duduk saja dan diem disana.
ucap Kenzo sambil mengarahkan pandangannya ke sofa.
Bukanlah Zia namanya kalau dia gampang nurut omongan orang.Zia kekeh dengan niatnya untuk mencuci piring.Dia enggan menyerahkan Spons itu kepada Kenzo.
Dan akhirnya terjadilah perang tarik menarik antara keduanya.Hingga akhirnya spons itu terbelah menjadi dua.
Zia yang kesal langsung menempelakn spons yang berbusa itu ke mulut Kenzo.
Zia tertawa geli melihat bibir Kenzo yang ada busa sabunnya.
Kenzo terdiam melihat Zia tertawa.Dia hendak mengelap bibirnya namun tak jadi.
Kenzo langsung meraih pinggang Zia dan menciumnya.
Cup..
bibir keduanya menempel sempurna
kita impas.
ujar Kenzo dengan kedipan nakalnya.
Zia yang menerima serangan mendadak itupun tak terima.
Kau...dasar mesum!
Zia mundur selangkah dan dia merutuki sikap kenzo.
Bukan kah sudah ku bilang untuk jaga jarak!
Zia memperingatkan kenzo sambil menunjuk Kenzo.
ucap Zio dengan wajah innocentnya.
Kalau begitu aku pulang saja.
Zia kesal dengan omongan Kenzo yang menurut Zia Arogant.
Zia menyambar tasnya yang ada dimeja dan melangkah pergi tanpa menoleh ke Arah Kenzo.
Yakin mau pulang?padahal aku mau ngasi tau kalau aku berhasil menemukan motor kamu lho.
Kenzo sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Zia.
Kenzo senyum senyum sendiri,dia yakin kalau Zia akan balik dalam hitungan ke tiga
"Satu ..dua ..tiga".gumam Kenzo.Dan benar saja di hitungan Ke tiga Zia masuk lagi dan menghampiri Kenzo.
Apa benar kamu sudah menemukan motor aku?
Tanya Zia penuh antusias.
Zia menatap Kenzo dengan senyum penuh ke Kaguman.
Kenzo menganggukan kepalanya.
Jadi di mana motor ku sekarang,apa di garasi?tanpa menunggu jawaban dari Kenzo,
Zia langsung berlari keluar menuju Garasi mobil Kenzo.
sesampainya ke Garasi,Zia tampak kecewa karena dia tak melihat keberadaan motornya.
Zia menghampiri Kenzo yang tengah berdiri di teras rumahnya.
Mana motor ku kenz,kog gak ada.Kamu bohongin aku ya?!
Zia menunjukan wajah lesunya.
Aku masih simpan disuatu tempat,rencananya tadi mau aku antar ke rumahmu.Tapi sepertinya kamu lagi senang senang bersama Bian.
ucap kenzo menjelaskan.
Besenang senang?maksud kamu?
Zia bertanya dengan mimik wajah bingung.
Ehemm..sudahlah.Tidak penting.
ucap Kenzo kemudian.
__ADS_1
ish apaqn sih gak jelas banget.Jadi sekarang kamu taruh dimana motor aku?
tanya Zia yang mulai tidak sabar.
Aku sudah bilang ke kamu sebelumnya kalau aku mau imbalan.
ucap Kenzo mengingatkan.
Ok..ok...kamu mau imbalan apa?
tantang Zia ke Kenzo.
Aku mau kamu tanda tangani surat perjanjian ini.
Kenzo menyerahkan selembar kertas dari dalam saku celananya kemudian memberikannya kepada Zia.
Zia menerima kertas yang Kenzo berikan Kemudian dia mulai membacanya.
Zia membulatkan bola matanya.Dia benar benar tidak percaya dengan permintaan Kenzo.
Apa apaan ini?ini mananya pemerasan!.
Aku gak mau.
Zia menolak permintaan Kenzo yang memintanya menjadi asistennya selama enam bulan sebagai imbalannya.
Ya sudah kalau kamu tidak mau.
ucap Kenzo tenang.
Tapi kamu harus memerikan aku ganti rugi 3x lipat dari harga motor itu.Kalau tidak aku tidak akan memberikan motor itu kepadamu.
Lanjutnya sambil tersenyum lebar.
Zia mendelik tidak percaya.Dia amat kesal sekarang.Ingin rasanya Zia memukul atau meninju muka Kenzo dengan kedua tangannya itu.
Zia mengatur nafas yang memgebu gebu menahan amarah.
Dia menghirup nafas dalam dalam lalu mehembuskan nya perlahan.
Kenzo,bukankah kita ini berteman.Aku rasa tidak ada salahnya sesekali membantu teman mu,bukan?
Zia mencoba merayu Kenzo dengan suara yang dibikin sehalus mungkin.
Kenzo tidak menghiraukan omongan Zia dan memilih untuk masuk kedalam rumah.
Dan duduk di sofa dan mebuka laptopnya.
Kekesalan Zia semakin memuncak,karena Kenzo mengabaikannya.Zia mengacak ngacak kasar rambutny untuk meluapkan emosinya.
Setelah dirasanya tenang,Zia menyusul Kenzo dan duduk disamping Kenzo.
Kenzo tidak melirik Zia sedikitpun walupun Zia memancingnya dengan berdehem ria.
Kenzo..hei
panggil Zia sambil menoel noel lengan Kenzo.
Namun Kenzo tidak merespon,dia tetap focus menatap layar laptopnya dan mengetikan sesuatu disana.
Zia dengan iseng mengintip kegiatan Kenzo itu.Namun Zia tak mengerti dengan semua tulisan itu.
Zia kembali ke posisi duduknya melihat langit langit dan menghela nafas.
Kenzo..mari kita berunding sebentar.
pinta Zia dengan menundukan wajahnya karena frustasi.
Kenzo pun menoleh,lalu menutup laptopnya.
Mau berunding apa?
tanya nya sambil memandang Zia.
Begini..bukannya aku mau mengingkari janji ku.Cuman menurut aku ini sedikit keterlaluan.
Bagaimana mungkin kamu memintaku untuk menjadi asistenmu selama enam bulan.Bukan kah kita ini berteman?apa lagi dulu bersahabat.jadi bisa kah kamu memberikan ku keringan.Anggap saja membantu teman lama.
ucap Zia panjang lebar sambil mengedip ngedipkan kedua matanya dengan tangan memohon dan dengan mimik wajah sedih.
Kenzo terpesona.Karena Zia terlihat imut dengan ekspresi itu.Dalam hatinya ingin sekali Kenzo memeluk dan mencium bibir ranum Zia.Namun ia urungkan karena takut Zia membencinya kalau terus terusan bersikap tidak sopan.
Keringan yang bagaimana yang kamu maksud?
tanya Kenzo dengan sedikit menggeser duduknya menjauh dari Zia.Karena Zia selalu mampu membuat Kenzo kehilangan Kendali.
Bagaimana kalau tiga bulan saja.Alih alih enam bulan.Kamu tahu kan harga motor ku tidak seberapa.
Keluh Zia sambil tertunduk lesu.
Soal itu aku tidak mau tau.Yang jelas motor itu aku yang nemuin.Tidak lebih tepatnya aku membelinya dari penadah.Jadi secara hukum motor itu sudah menjadi milik aku.
kenzo tak mau mengalah sedikipun
*A**pa maksud mu dengan membelinya dari penadah?s*edetik kemudian Zia pun paham dengan maksud ucapan Kenzo.Zia menutup mulutnya.
Jadi kamu menebusnya, Berapa ?
Tanya Zia penasaran,hingga membuat Kenzo ingin ia bekerja selama enam bulan.
Tiga puluh juta.
__ADS_1
jawab Kenzo telak hingga mampu Zia menjerit histeris.