MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
KUNTIL MAMAK.


__ADS_3

Siang hari, di saat cuaca sangat panas dan teriknya matahari. Terlihat seorang pemuda yang sedang menggiling tebu, lengkap dengan gerobak tebunya. Dia adalah seorang pemuda lajang yang berusia 33 Tahun yang berprofesi sebagai penjual air tebu di pinggir jalan.


Pemuda itu adalah Aku. Namaku adalah Aris, di daerah kami menjual air tebu adalah hal yang biasa. Bahkan aku meneruskan profesi ini dari kakeknya kakek aku, dari kakeknya lagi dan dari kakeknya lagi. Seperti itulah cerita yang aku dengar dari Bapak sebelum dia mewariskan gerobak tebu ini kepadaku.


 


Perjalanan cintaku tidak pernah mulus, selalu kasar seperti aspal. Mungkin karena profesi dan wajah yang pas - pasan membuat aku sangat menyadari. Bahwa aku terlalu sempurna untuk di jauhi oleh para wanita, bahkan mungkin waria.


 


Namun, ya sudahlah ..., mungkin ini memang sudah jalan hidupku, atau mungkin karena aku juga orang yang super sibuk. Mulai dari bangun pagi, aku sudah harus pergi ke ladang tebu. Untuk menanam, menyiram, memupuk, memotong, memanen, memeluk dan mencium tebu tersebut, "Maklum bro masih Jomblo!"


Siang harinya aku mendorong gerobak tebu ke pinggir jalan untuk berjualan air tebu. Dan di malam harinya, aku pulang kerumah orang tua, karena masih belum memiliki rumah sendiri. Jadwalku setiap malam sangatlah padat, terutama jadwal bermain bersama kucing kesayangan. Namanya adalah Jarwo.


 


Walaupun si Jarwo jenis kucing lokal, atau biasa kita sebut kucing kampung, tetapi kami sudah menganggap dia seperti keluarga sendiri. Jarwo selalu tidur di dekatku setiap malam. Bahkan rencananya si Jarwo akan kami data di Kartu Keluarga (KK) kami.


 


Namun RT dan RW setempat tidak mengijinkannya. Aku tidak tahu alasan mereka, bahkan mengurus kartu tanda penduduk (KTP) untuk Jarwo pun mereka tidak mengijinkannya. Mungkin karena si Jarwo masih belum cukup umur, pikirku.

__ADS_1


Aku juga sering menonton Vidio Youtube sebelum tidur. Mulai dari melihat Vidio Prank, sampai menonton vidio - vidio dewasa. Yang mana judul vidio yang paling aku sukai saat itu adalah :


“Tali pocong perawan, pocong tidak perawan, pocong mandi goyang pinggul, suster cantik tapi ngesot, suster cantik tapi gepeng, suster keramas tidak pakai shampo, pengantin di air terjun, jenggot di pantai selatan dan lain-lain.”


 


Malam itu. Di saat aku sedang menjalankan aktifitas yang UNFAEDAH tersebut, terdengar seseorang memanggil - manggil namaku. Selama ini Aku hanya tidur di dapur yang letaknya di belakang rumah orang tua. Karena yang letaknya di depan adalah ruang tamu.


Aku hanya tidur beralaskan kasur tipis yang biasa kami sebut tilam Palembang. Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 02 malam, dan aku sedang asik menonton film “Kuntilanak Kesurupan”. Suara itu sangat jelas terdengar di telinga, dan itu adalah suara seorang wanita.


“Aris ... Aris... Ris ... Aris .... “ Seperti itulah kira - kira dia memanggil namaku, dengan alunan suara yang sangat lembut, yang membuat aku menjadi merinding mendengarnya. Namum rasa penasaran yang sangat tinggi, membuat Aku mencoba untuk memberanikan diri untuk mengintip dari jendela dapur. Ternyata tidak ada siapa pun di sana!.


 


 “Apakah ini yang disebut Kuntil Anak?”


Aku berlari bergegas membangunkan ke dua orang tuaku yang sudah tertidur di kamar. Yang membuat mereka akhirnya juga mendengar suara tersebut. Aku langsung menceritakan kepada mereka tentang apa yang terjadi, tetapi mereka malah tertawa, dan Ibuku mengatakan.


 


“Ya ampu ... n, Aris ... Aris ..., kamu membuka jendela dan pintu belakang untuk apa Nak? Suaranya dari pintu depan, bukan belakang .... ”

__ADS_1


Oalaaah!, ternyata suaranya dari pintu depan, dan aku mencarinya di pintu belakang, Bapakku pun geleng – geleng kepala sambil tepuk jidat. Lalu kami bersama - sama membuka pintu depan. Ternyata dia manusia, bukanlah hantu, bukan juga Kuntil Anak. Lebih tepatnya dia adalah Kuntil Mamak! Karena dia adalah Mamaknya si Marni tetangga dekat kami.


Kemudian kami bertanya kepada dia tentang apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga dia datang kerumah kami pukul 02 malam. Lalu Mamak Marni menjelaskan kepada kami. “Bahwa kandang kambingnya dimasuki ular besar dan ingin meminta tolong kepada kami.” Kami pun langsung bergegas untuk melihat ular besar yang di katakan oleh Mamak Marni tadi.


Sesampainya di sana, kami melihat ular terbesar yang pernah kami lihat secara langsung di depan mata. Saat itu sudah ada dua orang lelaki yang sedang memegang kepala ular tersebut, dan seorang ibu - ibu yang sedang mengangkat dan menarik ekor ular itu, seperti menarik tali tambang di saat 17 Agustus.


Dia memintaku untuk membantu menarik ekor ular tersebut. Aku langsung bergegas kedepan dia dan mengambil alih pekerjaannya. Menurut mereka, ekor ular itu harus di tarik kuat, sampai badan ular itu menjadi lurus sehingga dia akan menjadi lemas.


Jenis ular tersebut adalah Piton rawa, dengan panjang kurang lebih sembilan meter, dan di dalam perutnya sudah ada satu ekor kambing muda yang baru saja dia makan.


Bau amis dan anyir yang sangat pekat pun tiba - tiba menghampiri. Aku sangat penasaran dari mana asal usul bau tersebut, sehingga aku mencium dan mengendus - endus tubuh ular yang berada di tanganku, ternyata asalnya dari ular itu.


 


Selama tiga hari baunya melekat di tanganku, yang membuat aku kehilangan selera makan. Tetapi jika makan ikan asin dan terasi. Kalau ayam bakar dan ayam panggang aku masih selera.


Namun yang menjadi pusat perhatianku saat itu adalah lubang besar dan aneh yang letaknya di pangkal ekor ular itu, yang berada tepat di depanku. Lubang tersebut seperti bergerigi dan mengerikan.


Walaupun aku belum pernah melihat dia kencing berdiri atau jongkok, tetapi aku sangat yakin, bahwa dia adalah wanita. Yang akhirnya ular itu di bawa ke kebun binatang terdekat di kota kami, untuk di amankan dan di rawat dengan baik di sana.


Aku berharap dia akan hidup tenang dan damai di kebun binatang itu. Dan aku juga berharap, itu adalah pengalaman yang pertama dan terakhir di dalam hidupku, untuk menghadapi ular yang sangat bau amis dan anyir tersebut. Tetapi ternyata tidak sesuai dengan harapan.

__ADS_1


__ADS_2