MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
KEHADIRAN DEWI


__ADS_3

Lalu aku pun berjalan keluar dari tempat itu dengan langkah kaki yang sangat gagah, sambil menahan rasa sakit yang amat sangat di wajahku, saat itu tidak ada lagi yang menghalangi jalanku, sepertinya mereka semua sangat takut dengan gadis kuntilanak itu.


Namun sesampainya di luar gua, "Aww,, Aww.. Awwww!" Aku pun menjerit kesakitan sambil memegang pipiku bahkan telinga pun ikut berdengung.


“Kurang ajar kuntilanak itu, sakit banget tamparannya, bahkan sampai triple kill,” kataku dalam hati.


Lima menit kemudian aku baru sadar. Bagaimana sekarang cara aku untuk pulang?. Karena selama ini selalu di jemput dan di antar oleh ke-5 Jendral tadi, dengan kendaraan yang mereka sebut teleportasi itu.


Namun sekarang nasibku seperti jelangkung, yang datang di jemput pulang tidak di antar. Di dalam kegundahan hati itu, aku pun mencoba untuk bernyanyi.


~Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi...


~Aku tenggelam dalam lautan luka dalam...


~Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang...


~Aku tanpamu butiran debu...


Tiba – tiba "Cling... Cling... Cling!"


Mereka berlim pun muncul di hadapanku, aku tidak tahu apakah hanya kebetulan, atau lagu itu adalah sebuah mantra untuk memanggil mereka. 


“Salam Hormat Raja, ada yang ingin kami sampaikan,” ujarnya.


“Apakah kalian ingin mengantar aku pulang?” tanyaku.


“Tidak Raja, kami ingin menyampaikan hal yang sangat penting,” jawabnya


Aghh ... ternyata mereka masih belum menyerah juga, tetapi aku juga penasaran dengan hal penting yang ingin mereka sampaikan tadi. Lalu aku duduk di atas pohon kayu seperti pertama kali datang ketempat ini. Kami seperti reuni malam itu.


“Hal penting apa lagi yang ingin kalian sampaikan kepada ku?”


Lalu Dinda menjelaskan.

__ADS_1


“Sebenarnya ini adalah rahasia umum di kalangan kami, jika Raja jadi menikah dengan Putri dan melakukan hubungan suami istri, maka kekuatan Putri akan ikut mengalir kedalam tubuh Raja, sehingga Raja memiliki kekuatan yang sama dengan Putri, bahkan bisa melebihinya."


Sepertinya mulai menarik ni pembicaraan mereka. Apa lagi mendengar kata – kata hubungan suami istri tadi, ujarku dalam hati.


“Lalu bagaimana wajah si Putri ini? Bukankah dia selalu menutup wajahnya karena jelek?” tanyaku.


Lalu Kirana menjelaskan,


“Kecantikan Putri jauh di atas kami. Di bangsa kami kecantikan dan ketampanan tergantung dari kekuatannya”


“Lalu sekuat apa si putri ini?” tanyaku.


Lalu Jaka menjelaskan,


“Di seluruh kerajaan utama dan 7 kerajaan cabang, yang terkuat adalah Raja sebelumnya, kemudian No 2 adalah Putri, kemudian No 3 Pengawal Raja, kemudian No 4 kami berlima dan yang trakhir adalah para Raja dari 7 kerajaan cabang.”


“Adakah yang lebih kuat dari Raja sebelumnya?” tanyaku lagi.


Joko menjelaskan,


Lalu Leman menjelaskan,


“Ratu ini sangat kuat dan licik, dia juga yang membuat peraturan supaya manusia dan bangsa kami tidak boleh berhubungan, tetapi semuanya demi kebaikan kami."


“Adakah yang lebih kuat dari Ratu laut ini?” tanyaku lagi yang super kepo ini.


Kirana menjelaskan.


“Sejauh ini kami belum tahu, tapi di seluruh lautan ada 4 kerajaan laut, kekuatan mereka semua sama dan mereka tidak pernah akur dan damai, Timur, utara , selatan dan barat, yang selama ini kami tahu cuma kerajaan selatan yang di pimpin oleh Ratu laut yang bernama Ika”


“Lalu sekarang apa rencana kalian untuk meyakinkan Putri? Sekarang dia sudah sangat membenciku,” tanyaku.


Kemudian mereka menyarankan untuk membuat pertemuan seluruh pengikutku, termasuk dari ke-7 kerajaan cabang. Sebenarnya Aku juga penasaran dengan 7 kerajaan cabang yang sering mereka sebut, dan lebih penasaran lagi dengan kata - kata Dinda tentang hubungan suami istri tadi.

__ADS_1


Jadi malam itu aku memutuskan untuk kembali ke kerajaan mereka dan mengikuti rencana mereka dalam pertemuan ini. Kami pun sepakat akan melakukan pertemuan besok pada pukul 09 malam.


Keesokan malamnya. Satu jam sebelum acara, ke-5 Jendral sudah menjemputku di rumah. Sepertinya mereka sangat bersemangat untuk acara malam ini. Aku disuruh istirahat dan menuggu di atas singgasana Raja.


Namun aku sangat penasaran dengan para tamu undangan dari 7 kerajaan cabang, sehingga malam itu aku memutuskan untuk berada di luar gua dan membantu ke-5 Jendral menyambut para tamu undangan. Aku juga menyuruh mereka menyembunyikan identitasku sebagai Raja sebelum acara di mulai.


Waktu menunjukan pukul 08:30, para tamu mulai berdatangan satu per satu, Raja pertama datang dengan membawa ke-2 istrinya. Dia menghampiri kami dan memberi hormat kepada 5 Jendral.


Sepertinya dia menyadari kalau aku adalah manusia, tetapi tidak perduli dengan hal tersebut, kemudian dia masuk ke dalam gua dan menunggu di istana sampai acara dimulai.


Raja ke-2 pun datang. Dia membawa istri dan putranya, dia memberi salam kepada 5 Jendral, tetapi matanya menatapku. Lalu dia bertanya,


“Mengapa ada manusia disini?”


Kirana menjawab, “Dia adalah teman dari Raja sebelumnya”


Lalu dia membuang muka dengan angkuh dan masuk ke dalam gua.


Raja ke-3 datang, dia hanya membawa seorang putrinya. Tetapi sepertinya wajah putrinya tidak asing bagiku, dia memakai gaun biru dan ada mahkota kecil di atas kepala.


Ohhh ... ternyata dia adalah Dewi, wanita yang selama ini aku rindukan. Aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengannya hari ini. Tetapi aku tidak berani untuk menegurnya, karena ada ayahnya di samping dia.


Dia berjalan tunduk memasang wajah muram, dari raut wajahnya sudah terlihat. Sepertinya selama ini dia tidak bahagia dan mengalami beban hidup yang sangat berat. Apa yang terjadi dengannya? Kemudian mereka menghampiri kami, ayahnya pun melihatku.


“Hei para Jendral!, mengapa ada manusia disini? Apa sekarang kalian buta setelah kematian Raja yang sebelumnya? usir dia atau aku akan membunuhnya!”


Dalam keadaan seperti itu, Dewi melihatku. Dia berjalan mendekatiku. Wajahnya mendekati wajahku, untuk memastikan manusia yang ada di depannya.


Tiba-tiba Dewi tersenyum lebar. Namun matanya berkaca kaca, bahkan tanpa berpikir dia memelukku dengan sangat erat, sambil menangis, dia mengatakan,


“Dewi sangat merindukanmu hikss ... hikss....”


Aku pun terbawa suasana, karena aku juga sangat merindukannya.

__ADS_1


“Kemana saja kamu selama ini? Mengapa kamu menghilang setelah malam itu? Apakah kamu tidak tahu betapa aku juga sangat merindukanmu?" ujarku sambil ikut memeluk tubuhnya.


"Malam itu pengawal Ayah menjemput Dewi, mereka mengancam akan menyakitimu jika Dewi tidak ikut pulang bersama mereka. Jadi Dewi pulang bersama mereka karena tidak ingin dirimu terluka, Ayah mengurung Dewi di istana. Dewi selalu berusaha untuk keluar, karena sangat ingin sekali bertemu denganmu."


__ADS_2