MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
PERTEMUAN BERDARAH


__ADS_3

Melihat pemandangan itu, ayahnya semakin marah, dia memaksa Dewi untuk melepas pelukan kami. Tetapi Dewi tidak mau melepaskannya. Sehingga Ayah Dewi menendangku sampai terlepas pelukan itu. Dan aku terhempas tiga langkah ke belakang.


Namun tidak sampai di situ, Raja ke-4 dan ke-5 tiba – tiba sudah berapa di depanku. Kami tidak ada yang menyadari kehadiran mereka, termasuk lima Jendral yang menjagaku. Ke-2 raja tersebut bersamaan menggunakan tenaga dalamnya dan memukul tepat di dadaku.


Yang Membuat tubuhku sampai terlempar ke udara 10 meter jauhnya. Bagian belakang menghantam sebuah pohon sebelum akhirnya jatuh tersungkur di tanah dan, “Hueeek!!!” Aku pun memuntahkan darah untuk pertama kalinya dalam hidupku.


Ke-5 jendral melompat ke arahku dan membuat posisiku duduk seperti bermeditasi. Mereka ber-5 mencoba untuk menyelamatkanku dengan memberikan pil dan menyalurkan tenaga dalamnya.


 


Saat itu aku masih sadar dan dapat melihat. Tetapi pandanganku sudah sangat berat, seluruh tubuh pun mati rasa, hanya bisa merasakan aura yang sangat panas di dada.


Dewi pun mengamuk. Perkelahian tidak dapat terhindari, dia bertempur dengan Raja ke-4 dan ke-5. Mereka bertempur dengan sangat hebat, ini adalah Perkelahian terhebat yang pernah aku lihat secara langsung di depan mata. Seperti di film - film indosi*r. Yang judulnya, kalau tidak salah aku "Rah*sia illahi."


Mereka bahkan berkali – kali mengadu ilmu di udara. Namun kami semua sangat menyadari, ini adalah pertempuran yang tidak seimbang. Dewi beberapa kali terhempas dan terjatuh, dia mengalami luka parah ... Namun dia selalu berusaha  bangkit lagi, jatuh bangkit lagi, jatuh bangkit lagi begitulah kata Syahrini.


 


Ke-5 Jendral tidak dapat membantunya, karena sedang fokus untuk menyelamatkan hidupku yang sudah kritis ini. Sebelum akhirnya raja ke-6 dan ke-7 datang, memisahkan dan menghentikan pertempuran itu.


 


Melihat hal tersebut. Ayah Dewi semakin marah. Dia mengatakan, bahwa aku lah penyebab yang membuat putri kesayangannya menjadi seperti itu. Ayahnya melompat ke arahku dengan seluruh kekuatan yang dia miliki. Dia akan menghantamku dengan sangat hebat. Aku dan semua yang berada disitu pun sudah berpikir.


“Sepertinya kali ini hidupku sudah tidak terselamatkan lagi, padahal aku masih ingin hidup, karena aku belum menikah dan merasakan malam pertama," ujarku dalam hati.


Namun hal yang tidak terduga pun terjadi. Sepertinya Dewi corona masih berpihak kepadaku, (Dewi Fortuna maksudku). Pengawal Raja yang berjirah Emas akhirnya datang tepat di hadapanku. Bahkan bokongnya tepat di wajahku. Mereka berdua hanya memukul tombaknya ke tanah, membuat getaran yang sangat dahsyat. Ayah Dewi akhirnya terhempas kembali ke belakang.


Dewi berlari ke arahku sambil menangis, sepertinya dia sangat menghawatirkan keselamatanku. Walaupun sebenarnya dia juga sedang terluka parah dan beberapa bagian gaunnya juga terkoyak. Tetapi tidak kelihatan dalamnya, Padahal aku sangat penasaran dengan isi di dalamnya.


 


Tidak lama kemudian aku mulai merasa baikan. Tetapi kaki dan tanganku masih terasa lemas. Aku menyuruh ke-5 Jendral untuk memerintahkan semua orang masuk ke dalam istana.


Aku mulai mencoba untuk berdiri, namun hampir tidak mampu, kemudian Dewi berjongkok di depanku, mengisyaratkan bahwa dia ingin menggendong tubuhku di belakang. Aku sebenarnya tidak tega melihatnya. Karena dia juga sedang terluka parah. Tetapi aku juga takut mengecewakan dia, sehingga aku pun akhirnya naik ke tubuh Dewi yang mungil itu.


Dia banyak sekali menahan rasa sakit di badannya, namun dia berusaha tersenyum, agar aku tidak menghawatirkannya. Aku memeluk tubuhnya dengan sangat erat supaya tidak jatuh, sambil mengambil sedikit kesempatan dalam kesempitan.


 

__ADS_1


Kami akhirnya sampai di istana, dan mulai menaiki panggung tersebut, aku melihat ada 2 kursi di sana, yaitu kursi ratu dan raja yang berwarna merah. Namun kursi ratu sudah di duduki oleh Putri, aku tidak menyangka dia akan hadir, bahkan akan duduk di sebelahku. Ternyata inilah alasan ke-5 Jendral membuat pertemuan malam ini, karena Putri selalu hadir jika ada pertemuan 7 kerajaan cabang.


Saat itu Dewi bingung akan membawaku kemana, karena dia juga belum mengetahui kalau aku adalah rajanya. Namun Kirana menyuruhnya terus berjalan ke kursi raja. Aku pun akhirnya duduk di kursi panas itu. Dewi duduk di bawah kursi sambil memegang tanganku, melihat keadaan itu, para undangan dari 7 kerajaan cabang mulai saling berbisik.


 


Namun mereka tidak dapat melakukan apa pun kepadaku, karena ada Putri, Pengawal raja dan ke-5 Jendral berada di dekatku, 


Kirana memulai pidatonya.


“Para undangan dari 7 kerajaan cabang dan seluruh pengikut yang hadir malam ini. Hari ini kami akan memperkenalkan Raja baru kita. Yang di wariskan oleh raja terdahulu, yang akan memimpin kerajaan utama dan ke-7 kerajaan cabang, dan dia adalah Raja resmi kita semua. Yang telah membantu kita membeli tanah dan memperluas wilayah kalian!”


Kirana mulai menekan nada bicaranya, tetapi matanya mulai berkaca – kaca, sepertinya dia juga sedih melihat keadaanku saat itu.


“Namun hari ini, kalian semua berusaha untuk membunuhnya! Apakah kalian tahu HUKUMAN apa yang pantas untuk kalian semua? Bahkan seribu nyawa kalian pun tidak pantas untuk membayarnya! Terutama kamu! Raja ke-3, ke-4 dan ke-5.”


Emosi Kirana semakin memuncak dan mulai menunjuk mereka semua, lalu mereka mulai berlutut di hadapanku, kecuali Putri dan pengawal raja. Tetapi mata Putri juga mulai menunjukan ekspresi sedih, sambil melihat keadaaanku yang sangat memprihatinkan ini. Dalam kesempatan ini, aku ingin mencoba untuk mengambil hatinya.


“Semuanya berdirilah!” perintahku.


 


Semua yang hadir mulai berdiri, kecuali Raja ke-3, ke-4 dan ke-5. Mereka masih berlutut dan menunduk, sambil serentak mengatakan sesuatu.


Mereka mengatakan hal itu berulang kali. Aku sangat terkejut mendengarnya. Dan banyak di antara mereka juga mulai menangis. Aku ikut terharu dan mulai menyukai tempat ini, aku tidak menyangka akan sangat di hargai disini, lalu aku mulai bicara lagi sambil memegang dadaku yang semakin sakit.


“Ini perintah dariku. Semuanya berdirilah!” Dan mereka akhirnya berdiri.


Setelah semuanya berdiri, aku mulai melanjutkan lagi pidatoku.


 


“Aku akan mengatakan dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku akan memaafkan kalian semua dan tidak ingin ada lagi yang terluka di tempat ini. Kita semua sekarang adalah keluarga, dan ini adalah kesalahanku yang menyembunyikan identitas sebagai raja kalian.”


Lalu aku menatap Putri.


 “Aku juga ingin meminta maaf kepada Putri dan Ayahnya, atas sikapku yang sebelumnya. Semoga kalian bisa memaafkan kelancanganku saat itu. Dan ... Hueeek! hueek!”


 

__ADS_1


Aku pun akhirnya muntah lagi dan pingsan. Dewi menjerit sangat kuat dan memelukku, sepertinya dia berpikir aku akan mati saat itu.


 


Tiga hari berlalu, akhirnya aku terbangun dari tidur yang panjang itu, ternyata aku sudah berada di kamar raja, yang sekarang sudah menjadi kamarku.


 


Aku melihat Dewi duduk di lantai. Namun kepalanya tersandar di pinggir tempat tidurku, sepertinya dia yang menjagaku selama aku tidak sadarkan diri. Dewi sepertinya sedang tertidur pulas, aku mencoba membelai rambutnya, berharap dia akan bermimpi indah. Ternyata dia merasakan tanganku yang kasar seperti aspal itu, yang membuat dia akhirnya terbangun.


 


Dewi melihatku sambil berjerit - jerit kesenangan, lalu memeluku karena bahagia, aku juga sangat bahagia bisa melihat senyum indahnya kembali. Tetapi Tiba - tiba dia melepaskan pelukan itu dan memasang wajah serius dan akhirnya berlutut.


"Salam hormat kepada Raja."


Astaga ....Ternyata dia juga terbawa suasana kerajaan, aku menyuruh Dewi bangun dan melarangnya untuk melakukan hal itu lagi.


 


"Aku merindukan sosok Dewi yang dulu aku kenal," ucapku kepadanya.


 


Tiba - tiba Putri datang bersama ke-2 pelayan pribadinya sambil membawa mangkok Keramik berwarna putih beserta sendok. Kurang lebih seperti mangkok bakso. Tetapi tidak ada logo ayam merahnya. Mungkin karena Putri bukan penjual bakso, pikirku.


Dewi membisikan sesuatu di telingaku. "Selama Raja sakit, Putrilah yang merawatmu, membuatkan obat dan menyulangkannya." Lalu Dewi memberi salam kepada Putri dan keluar dari kamarku.


 


Aku hampir tidak percaya dengan bisikan Dewi, Tetapi tiba - tiba Putri berjalan mendekatiku dan duduk di sebelahku di atas ranjang itu, Namun dengan ekspresi yang sangat datar, Jarak kami terlalu dekat, bahkan aku bisa merasakan aroma tubuhnya.


Ternyata dia sangat harum, wanginya kurang lebih seperti The Body Shop Japanese Cherry Blossom, tetapi bukan yang oplosan, apalagi yang isi ulang. Kemudian Putri menyulangkanku obat berwarna hijau, seperti dedaunan yang di remas dan dimasukan ke dalam mangkok tersebut.


Aku menatap matanya sambil mencoba meminum obat yang dia berikan. Rasanya memang sangat aneh, tetapi aku masih dapat menahannya. Dia mengatakan bahwa aku harus meminum obat itu selama 7 hari. Dalam kesempatan itu aku mencoba mengobrol dengan Putri.


"Apakah kamu sudah memaafkan aku?" tanyaku.


"Aku hanya tidak ingin Ayahku kecewa jika terjadi sesuatu kepadamu, bagaimanapun dia telah memilihmu untuk menggantikan posisinya," jawabnya.

__ADS_1


"Apakah kamu bisa menerima aku sebagai rajamu?"


"Perlukah aku sekarang berlutut di hadapanmu?" jawabnya.


__ADS_2