MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
MUSIBAH YANG MENGUNTUNGKAN


__ADS_3

Aku terus mengikuti Putri. Tetapi sambil makan ayam bakar yang berhasil aku tangkap tadi. Di sepanjang jalan dia memukul – mukul pohon kecil yang kami lewati menggunakan tanganya.


 


Terlihat tangan putri mulai berdarah, dia sepertinya sangat depresi dengan masalah ini. dan ini semua adalah salahku. Yang tidak sengaja melihat Apemnya si Kirana yang legit itu, tetapi aku tidak menyesali hal itu.


 


Karena bukan maksud hatiku untuk melihatnya, semua terjadi secara kebetulan dan mendadak, yang membuat aku tidak bisa menahan godaan tersebut. Lagi pula karena Kiranalah aku bisa tahu bagaimana bentuk apem yang mereka miliki.


 


Saat ini aku sangat ingin membujuk Putri, Namun aku belum memiliki cara untuk melakukan hal tersebut, sebelum akhirnya malam hari pun tiba, langit semakin gelap dan angin semakin kencang, ayam bakar di tanganku pun juga tinggal satu lagi.


 


Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan, tetapi Putri masih berjalan di depanku tanpa henti, tiba - tiba terdengar suara orang yang berlompatan di atas pohon.


 


Yang akhirnya membuat Putri menghentikan langkah kaki, sepertinya dia juga menyadari suara tersebut. Aku pun berhenti sekitar empat langkah di belakangnya, namun Masih sambil memakan ayam bakar tadi tentunya.


 


Zzzep zep zep . . .(suara lompatan)


 


Terlihat Ada tiga orang laki – laki tampan berdiri di depan Putri, ternyata mereka adalah utusan dari kerajaan siluman harimau yang di ceritakan oleh Kirana dua hari yang lalu. Satu orang pangeran dan dua penjaga pribadinya, mereka sepertinya tidak mengenali kami, mungkin karena selama ini Putri menggunakan penutup wajah dan jarang keluar istana.


 


Namun semenjak tamparan bibir sebelumnya, dia tidak pernah lagi menggunakan penutup wajah itu, di tambah lagi malam ini Putri hanya menggunakan baju tidur dan rambutnya juga acak – acakan.


 


“Hahahaha,, hidupku sepertinya penuh dengan keberuntungan, tidak menyangka di tengah perjalanan ini, bisa bertemu dengan siluman gila yang sangat cantik," ujar pangeran tersebut sambil mencolek dagu Putri.


 


Putri terlihat sangat marah mendengar kata – kata itu, dia mulai mengepalkan kedua tangannya,


 


“Hei,,, tenanglah, kami bertiga akan memuaskanmu dengan sangat baik," sambung pangeran tadi karena melihat reaksi Putri yang marah.


 


Kemudian mereka bertiga mulai melihat ke arahku yang masih sibuk makan ayam nakar ini. Aku pun memakanya cepat – cepat, karena takut mereka meminta ayam bakar kesukaanku yang tinggal satu potong lagi.


 


“Mengapa ada manusia di daerah sini? Sepertinya dia juga bisa melihat kita, dan lihat yang ada di mulutnya, dia juga bisa memakan ayam bakar dari bangsa kita!” ujar pangeran itu yang kebingungan melihatku.


 


“Hahahaa,,, dia adalah teman dari Raja ular sebelumnya, jika kalian ingin membunuhnya, aku akan sangat senang, dan aku akan ikut bersama kalian," ujar Putri dengan lantang.

__ADS_1


 


Lalu mereka ber tiga mulai berbisik,


 


“Hahaha kami tidak tertarik membunuhnya, bahkan dia juga teman dari Raja ular sebelumnya. Kerajaan ular dan harimau sudah sangat lama hidup berdampingan, kami hanya ingin memuaskanmu saja, lagi pula tidak akan ada yang perduli dengan siluman gila sepertimu," ujar pangeran tersebut.


 


Lalu pangeran itu mendekatiku, dan melanjutkan kata – katanya.


 


“Hei manusia! Sabarlah, kau mengikutinya karena kecantikanya bukan? Setelah kami bertiga menikmatinya, kamu akan mendapatkan giliran”


 


Putri pun akhirnya semakin kesal,


 


“Maka lakukanlah jika kamu mampu, takutnya kalian bertiga akan mati sebelum menyentuh tubuh ini.” ujar Putri lirih.


 


Pertempuran pun tidak terhindari, ini adalah pertempuran yang sangat sengit, antara Putri ular melawan pangeran harimau dan dua pengawalnya, gerakan mereka sangat cepat, mataku tidak mampu untuk mengikuti gerakanya. Bahkan lebih cepat dari mulutku yang mengunyah ayam bakar ini.


 


 


 


Di tengah pertempuran itu, Putri terus memprovokasi pangeran harimau, sehingga pangeran itu sangat marah dan benar - benar ingin membunuhnya. Mereka mulai mengeluarkan ilmu andalanya masing – masing, terlihat olehku di belakang Putri seperti ada bayangan ular putih Raksasa, dan di belakang pangeran juga ada bayangan harimau putih raksasa.


 


Kedua makhluk raksasa itu pun saling beradu di udara.


Duar! Duar! Duar! Begitulah kira – kira bunyinya. tetapi bukan bunyi mercon atau petasan, apa lagi kembang api.


 


Mereka masing – masing mengalami luka, Namun pertempuran ini berakhir, ketika Putri di serang dari tiga arah, kedua pengawal pangeran itu menyerangnya dari kanan dan kiri, lalu pangeran menendang perutnya dengan sangat kuat.


 


Akhirnya tubuh Putri terlempar sangat jauh, aku mencoba mengejar tubuhnya yang terhempas itu, aku melihat Putri terduduk dan penuh darah di sekujur tubuhnya. Tetapi Putri masih mau mencoba berdiri untuk melanjutkan pertempuran itu, namun dia sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi. Pangaran itu ternyata masih mau menyerangnya!.


 


Dia memasang kuda – kuda dan mulai mengeluarkan jurus andalanya lagi ke arah Putri. Yang membuat Putri akhirnya pasrah untuk menerima serangan itu, sambil menutup kedua matanya. Sebelum akhirnya ...


 


Hueeeek! Huek!

__ADS_1


Aku memuntahkan darah dari mulutku, dan tepat di wajah Putri, syukurlah aku masih sempat melindunginya, jurus itu mengenai bagian belakangku. Aku merasakan ada lima jari yang menembus daging di bagian belakangku, seperti cakaran harimau.


 


Namun aku sadar, jurus itu tidak mengenai daerah Vital, lalu Putri membuka kedua matanya, dan menangkap tubuhku yang jatuh tepat di dekapanya. Dan dia merangkul tubuhku di atas pangkuanya, lalu dia menjerit sambil menangis,


 


“Aaaaaaa!!! Tidaaak!”


 


Hujan pun turun membasahi kami, pangeran tadi juga pergi karena takut kematianku menyebabkan masalah untuknya. Di tengah hujan itu Putri terus menjerit dan menangis, seolah olah aku akan mati. Tapi aku sadar, aku tidak akan mati. Saat itu aku pun mencari kesempatan untuk membuat suasana semakin dramatis.


 


“Maafkan aku yang selama ini selalu melukai prasaanmu, namun percayalah, semua itu tidak seperti yang kamu pikirkan,” ujarku dengan suara berat.


 


“Mengapa kamu melindungiku? Teruslah hidup dan jangan meninggalkanku, aku sudah memaafkanmu” ujar Putri sambil menangis.


 


Saat itu hatiku berkata .


 


“Yesss!!! ,, akhirnya dia memaafkan aku, hahahaa...” sepertinya musibah ini sangat menguntungkan buatku.


 


“Ini adalah akhir dari hidupku, kamu tidak perlu membuatkan obat lagi untukku, dan tidak akan ada lagi yang melukai perasaanmu," ujarku sambil memegang pipinya.


 


Putri semakin gelisah mendengar ucapanku,


 


“Bertahanlah! Bertahanlah! Jangan tinggalkan aku, maafkan aku! Ini semua salahku!” ujar Putri sambil kebingungan dan memeluku dengan erat.


“Aku sangat bahagia bisa mati di pelukanmu, Walaupun di dunia ini kita tidak bisa bersama, aku yakin kita akan bersama di syurga nanti," ucapku.


 


Dan akhirnya, aku pun pingsan di pelukannya. Putri malah menjerit sangat kuat, sambil menatap ke langit dan memeluku semakin erat.


 


 


“Tidaaaak!!!”


 


 

__ADS_1


__ADS_2