MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
PERTEMUAN DENGAN RAJA HARIMAU


__ADS_3

Tiga hari berlalu, aku akhirnya terbangun dari tidur panjang itu, badanku penuh dengan balutan dedaunan yang di ikat dengan kain berwarna putih. Di sekitarku sudah ada Putri yang duduk di ranjang, juga ada Dewi dan ke lima Jendral yang menyambutku dengan tangis kebahagiaan.


 


Putri membantuku untuk duduk. “Disini sudah ada Kirana dan Dewi, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu," ujarku kepada Putri.


 


“Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, Dewi dan Kirana sudah menceritakan  semuanya," jawab Putri sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirku.


 


Dia tersenyum kecil dengan linangan air mata. Hatiku pun berkata,


 


“Syukurlah, drama yang aku buat malam itu telah berhasil meluluhkan hatinya, hahahaa.”


 


“Lapor Raja, kami telah mengirim utusan ke Raja Siluman Harimau, Pangeran dan ke dua pengawalnya telah di hukum dengan sangat berat, sesuai hukum yang berlaku," ujar Kirana.


 


“Oh ya ampuun, aku melupakan mereka, beri tahu kepada ke dua pengawal pribadiku, aku akan pergi ke sana secara pribadi," perintahku kepada Kirana.


 


Mendengar ucapanku tersebut, mereka semua sangat terkejut dan melarangnya, sepertinya mereka berpikir, aku akan membalas dendam.


 


“Rajaku.., istirahatlah dulu, kamu baru sembuh dan masih belum pulih seutuhnya," ucap Putri dengan nada lembut, sambil mengerutkan keningnya.


 


Sepertinya dia sangat menghawatirkan kesehatanku, dan sejak kapan dia memanggilku dengan sebutan itu?. Hahahaa...


 


“Tenanglah Ratuku, aku akan baik – baik saja,” tegasku sambil menggenggam lembut tangannya.


 


“Dewi akan ikut dengan Raja ke sana, Dewi akan melindungi Raja dengan seluruh nyawa Dewi," ucap Dewi dengan penuh semangat.


 


Kelima Jendral juga berusaha meyakinkan aku, supaya membatalkan niat tersebut.


 


“Raja istirahatlah dahulu, kekuatan kerajaan kita tidak sebanding dengan kerajaan siluman harimau," ucap Kirana dengan wajah cemas.


 


“Kalian tenanglah, Semua akan baik – baik saja, aku akan kembali dengan utuh, tidak ada yang perlu di cemaskan, dan tidak ada yang boleh ikut!, kecuali dua pengawal pribadiku, Ini perintah!” tegasku.


 


Aku akhirnya pergi ke istana siluman harimau dengan ke-2 pengawal berjirah emas itu. Sesampainya di pintu gerbang istana, kami di hadang oleh kedua perajurit penjaga gerbang kerajaan tersebut.


 


“Raja tidak boleh diusik, hari ini tidak ada jadwal penerimaan tamu di daftar kami, kalian pergilah.” ucap penjaga gerbang.


“Raja, sebaiknya kita pulang saja, kami berdua juga bukan tandingan Raja siluman harimau," ucap pengawalku.


 


Mereka sepertinya juga berpikir aku datang ke sini untuk balas dendam kepada kerajaan siluman harimau.


 

__ADS_1


 “Agh! Ternyata mereka ada rasa takut juga,” pikirku dalam hati.


 


Tidak lama kemudian terdengar suara raungan harimau yang sangat keras, dan menggelegar.


 


“Grrraaaaum!, grreaauuuum!, Biarkan mereka masuk!”


 


Suara tersebut berasal dari dalam, suaranya sampai membuat daerah sekitar bergetar, sepertinya itu adalah suara raja mereka, dan rumornya dia adalah yang tekuat di daratan.


 


Lalu kami pun masuk ke istana tersebut, istananya sangat megah dan mewah. Namun berada di tengah hutan yang berbeda dari istana kami. Istana ini tidak bisa di lihat oleh manusia biasa.


 


Aku melihat Raja itu duduk dengan santai di singgasananya, sambil meminum sesuatu dengan cangkir yang sangat mewah, dan di temani oleh dua istrinya. Kabarnya istrinya ada 12, mungkin dia bisa membuat sebuah club kesebelasan sepak bola, bahkan ada 1 pemain cadangan.


 


Wajah dan badanya penuh dengan bulu, bahkan dia memiliki ekor di bagian belakangnya, mungkin di tengah – tengah bokongnya, tapi aku tidak berani bertanya letak pasti dari ekornya tersebut, jika pembaca penasaran, bisa bertanya langsung kepadanya. Aku mencoba memulai pembicaraan kami.


 “Apakah kedatanganku hari ini mengusikmu?”


 


Dia menatapku dengan datar, lalu berjalan ke arahku sambil mengerutkan keningnya.


“Aku telah mendengar rumornya, mereka mengatakan bahwa raja ular yang sekarang adalah manusia, dan ternyata benar beritanya, bahkan dia tidak memiliki kekuatan apa pun, aku tidak tahu apa yang sebenarnya di pikirkan oleh ular tua itu (Ayah Putri), sehingga dia mewariskan tahtanya kepadamu.”


 


Sialan!!! Dia mengatakan hal itu sambil menggeleng – gelelengkan kepalanya, Dia sangat meremehkan aku. Namun dalam hal ini aku tidak boleh gegabah, atau akan terjadi pertempuran yang tidak seimbang ini.


 


“Aku juga sebenarnya tidak mengerti  apa yang di pikirkan oleh Raja ular sebelumnya, aku juga tidak memiliki kemampuan apa pun, namun kedatanganku hari ini karena ingin bertemu dengan putramu. Putra Mahkota Pewaris raja siluman harimau selanjutnya, yang ingin membunuhku dan ingin menodai calon ratuku!” tegasku.


 


Dia langsung menatapku dengan mata yang sangat kesal, dan kembali kekursinya.


“Istriku ada 12, putraku ada 37, aku tidak perduli jika harus kehilangan 1. Jika kamu datang kesini untuk balas dendam, maka itu sudah terlambat!, sekarang dia berada di tahanan hidup dan mati, dan harus menjalani penyiksaan selama 7 hari, jika dia hidup, maka aku akan melindunginya, jika dia mati, maka aku akan mengirim bangkainya ke istanamu!" ucapnya dengan kesal.


 


Mendengar keteranganya itu, aku langsung berlutut dan itu untuk pertama kalinya di dalam hidupku. Peraturan mereka sangat kejam dan tidak memiliki pri kemanusian, atau lebih tepatnya pri kesilumanan.


 


Dia sangat terkejut melihat reaksiku yang malah berlutut di depanya. Raja itu langsung menghampiriku dan membangunkan tubuhku yang sedang berlutut itu.


 


“Apa yang sedang kamu lakukan? Posisi kita sederajat! Ini akan mempermalukanmu dan rakyatmu,” ungkapnya dengan wajah yang penuh keheranan.


 


“Aku datang kesini bukan untuk balas dendam, tapi ingin mengucapkan terima kasih kepada putramu, karena kemunculan dia malam itu membuat aku bersatu kembali dengan calon ratuku. Aku harap kamu membebaskan dia, jika hukumanya belum cukup, maka aku akan menggantikan hukuman itu untuknya.”


 


“Kamu tidak perlu melakukan hal seperti itu,” jawabnya.


 


Kemudian raja harimau tersebut memerintahkan pengawalnya untuk pergi ke tahanan dan membebaskan putranya.


 

__ADS_1


“Pengawal, bebaskan Putra mahkota dari hukuman, dan seret dia ke sini!” Perintahnya.


 


Tidak lama kemudian pengawal itu kembali sambil mendorong – dorong putra mahkota tersebut dengan tubuh yang sudah penuh dengan luka cambukan dan darah yang masih segar.


 


Sepertinya dia benar – benar di siksa selama 3 hari ini, sesampainya di depan kami, putra mahkota itu langsung berlutut dan memohon kepada ayahnya.


 


“Ayah maafkan aku, bebaskan aku ayah, malam itu hanya sebuah kecelakaan, aku tidak sengaja memukulnya," uapnya sambil berlutut.


 


“Kamu sudah di bebaskan dan di maafkan, berterima kasihlah kepada manusia yang aneh ini, yang telah memohon dan berlutut untuk nyawamu," ujar Raja harimau.


 


Putranya pun berlutut kepadaku, mengucapkan terima kasih dan meminta maaf, sebelum akhirnya dia pergi untuk mengobati lukanya.


 


Raja harimau melanjutkan pembicaraan kami.


“Baru kali ini aku melihat manusia aneh sepertimu, dia sudah melukaimu, tetapi kamu masih memaafkanya, ini ada pil yang dapat mempercepat penyembuhan lukamu.”


 


Dia memberiku obat berbentuk pil, tanpa curiga aku langsung menelan pil itu di depan matanya, yang ternyata memang sangat manjur untuk menyembuhkan lukaku. Dia juga memberikanku kalung yang matanya terbuat dari batu biru, saat aku memakainya, kalung itu mengeluarkan cahaya yang sangat redup.


 


“Sifatmu sangat lembut sebagai seorang raja, berhati – hatilah, kelembutan itu suatu saat bisa membunuhmu, atau sebaliknya." Nasehatnya kepadaku. kemudian aku pun berpamitan pulang kepadanya, dan berjanji akan membalas kebaikanya suatu saat nanti.


Dia memperhatikan kepergianku, sambil bergumam,


“Manusia yang unik. Sekarang aku mulai mengerti mengapa dia menjadi penerus ular tua itu."


 


Singkat cerita, kami pulang ke istana, mereka semua sudah menungguku dengan sangat cemas. Yaitu Putri, Dewi, Lima jendral dan beberapa pengikutku yang lain.


 


Namun di saat yang bersamaan, Putri dan Dewi tersenyum lebar dan mereka berdua  berlari ke arahku karena ingin memelukku, Kirana dengan cepat menyambar lengan Dewi dan menggelengkan kepada, mengisyaratkan (jangan melakukan hal itu).


 


Putri pun akhirnya mendarat dipelukanku dengan senyum yang sangat bahagia karena aku pulang dengan selamat, tetapi aku melihat wajah Dewi sangat sedih. Matanya mulai berkaca – kaca melihat aku yang sedang berpelukan dengan Putri, lalu dia bernyanyi.


 


Ku menangis . . .


Membayangkan


Betapa kejamnya dirimu atas diriku


Kau duakan cinta ini


Kau pergi bersamanya


Ku menangis


Melepaskan


Kepergian dirimu dari sisi hidupku


Harus slalu kau tahu


Akulah hati yang telah kau sakiti. (Hiks. hiks.)

__ADS_1


(Lagu Rossa)


 


__ADS_2