
Keesokan malamnya, dia pun datang lagi. Dewi adalah sosok wanita yang sangat imut, lucu, ceria dan lugu. Tetapi aku tidak berniat untuk memanfaatkan keluguanya tersebut. Untuk saat ini maksudku.
Dewi sangat suka bercanda dan tertawa, sepertinya dia adalah anak kesayangan yang selalu di manjakan oleh orang tuanya. Sejauh ini kelihatanya dia tidak ada niat untuk menyakitiku, aku juga tidak berniat untuk menyakiti dia.
Dia hanya banyak ingin tahu tentang dunia manusia, bahkan tidak jarang Dewi meminta aku untuk memutar vidio di HP, terkadang sampai habis kuota di buatnya. Menurut keterangan dia, aku adalah manusia yang pertama kali dia kenal dan yang pertama kali berkomunikasi dengannya.
Malam pun berlalu dengan canda tawa antara aku dan Dewi, hidupku yang selama ini sangat membosankan menjadi sangat berwarna oleh kehadirannya. Pagi harinya, dia pamit lagi dan kembali ke istana.
Keesokan malamnya, Dewi pun datang lagi, dan ini adalah malam ke 3 kami bertemu. Tetapi Malam ini dia sangat berbeda dari malam sebelumnya, aku tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, namun malam itu dia sangat nyata, bahkan seperti manusia pada umumnya di mataku.
Aku sangat penasaran, lalu mencoba memegang kain dari gaunya, dan itu seperti memegang kain dari dunia manusia, lalu aku segera memberi tahu kepada orang tuaku tentang hal itu.
Namun sangat di sayangkan, mereka masih tetap tidak bisa melihat Dewi, padahal aku sangat ingin ada orang lain yang dapat melihat Dewi juga selain aku.
Malam itu dia sangat energik dan penuh semangat. Dewi berlari, berlompat dan bermain dengan si Jarwo, ya itu kucing kesayanganku, aku pun dapat melihat wajahnya yang putih mulus itu mulai berkeringat.
Saat itu aku baru sadar, ternyata si Jarwo juga dapat melihatnya, dalam hal ini aku dapat memastikan bahwa dia memang ada dan nyata, bukan hanya halusinasi atau halusin beras dari pikiranku.
Setelah Dewi kelelahan bermain dengan si Jarwo, akhirnya dia pun tertidur pulas di dekatku, di lantai yang hanya beralaskan kasur tipis seperti ceritaku di awal.
Tanpa sadar dan sangat sadar. Aku menatap Dewi sepanjang malam di tengah tidur pulasnya itu, bahkan tidak jarang bola mataku ke atas dan ke bawah untuk melihat tubuhnya yang berisi dan berlekuk sangat indah. Yang membuat aku harus berkali - kali menelan liur.
Pikiranku mulai tidak karuan, di tambah lagi kulitnya yang berkeringat, membuat aku semakin bergairah untuk menjamahnya. Pikiran kotor dan bersih pun datang menghampiri, tetapi pikiran kotorku mencapai 99,99 %, seperti itulah kira - kira persentasinya.
__ADS_1
Sempat terbesit di dalam hati, "Andai saja di dunia nyata ini ada wanita yang seindah Dewi yang mencintaiku." Namun itu adalah sebuah angan - angan dari seorang penjual air tebu.
Aku pun mulai tidak kuat untuk menahan godaan tersebut. Nafsuku mulai bergejolak di iringi detak jantung yang semakin kuat, badan juga mulai panas dingin. Akhirnya aku memutuskan untuk mendekati tubuh Dewi yang indah itu.
Tanganku mulai bergerak perlahan - lahan tapi pasti, mendekati wajah Dewi yang putih, mulus dan polos tersebut, semakin lama semakin dekat, bahkan sekarang tinggal 1 cm lagi.
Namun aku kembali teringat saat pertama kali kami menanggkap ular besar yang memakan kambing malam itu. Mereka sangat amis dan anyir, bahkan bentuk anu nya juga sangat aneh, seperti bergerigi. "Putus pula nanti terongku," pikirku dalam hati.
Aksi yang sangat heroik itu pun akhirnya aku batal kan. Aku mundur secara teratur ketempat semula, yang hanya berjarak 1 meter dari Dewi. Dan malam itu aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi saja, sembari melampiaskan nafsuku yang tidak terkendali tadi, sebelum akhirnya aku pun tertidur.
Keesokan paginya, saat aku terbangun dari tidur yang sangat singkat itu, wanita yang bernama Dewi tadi sudah menghilang dari hadapanku, tetapi pagi itu dia tidak berpamitan seperti hari - hari sebelumnya, aku mulai merasa sedikit curiga. Sepertinya ada yang salah dengan dia.
Aku tidak tau harus bertanya kepada siapa, karena selama ini hanya aku dan kucing kesayanganku yang dapat melihat Dewi. Lalu aku mengambil tindakan tegas untuk mendatangi kucing tersebut, mencoba bertanya dan mengintrogasinya.
Akhirnya, aku mencoba untuk menjalani aktifitas seperti biasa. Pergi ke kebun tebu dan berjualan air tebu sambil berharap malam ini Dewi akan hadir lagi dan mewarnai hari - hariku.
Ternyata harapanku pun sia - sia, karena mulai dari malam itu dan seterusnya sosok Dewi tidak pernah hadir lagi di hadapanku. Aku sangat sedih, bahkan sering melamun di depan pintu sambil menunggu kehadiranya dan dapat melihat kembali canda tawanya.
Sepertinya ada yang salah dengan otakku, aku tidak dapat berhenti memikirkannya. Kehadiran dia adalah obsesi terbesarku. Aku merindukan dia seperti bulan merindukan matahari, ditakdirkan untuk mengejarnya sampai akhir zaman.
Aku berharap dapat meng copy - paste dirinya di atas tempat tidurku, tetapi selalu gagal. Lalu aku mencoba untuk menyibbukan diri untuk melupakan dia, tetapi setiap kali berhenti aku kembali memikirkannya.
__ADS_1
Sejak saat itu, aku pun sering sekali Berfatamorgana,
Saat makan, melihat sendok terbayang jarinya.
Saat tidur melihat tembok, terbayang tawanya.
Saat ngepel lihat kain pel, terbayang rambutnya,
Bahkan kemarin ada anje*g tetangga lewat, aku juga terbayang wajahnya.
Oh ... Tuhan, betapa malangnya nasibku!.
Tiga Bulan pun berlalu. Malam itu aku sedang asik tiduran sambil menonton film dewasa di Hp ku, yang mana saat itu judul filmnya adalah : " BERANAK DALAM SUMUR" film keluaran baru. Kalian bisa menemukanya jika beruntung.
Jam di Hp ku sudah menunjukan pukul 12 malam, aku juga mulai merasa sangat mengantuk. Lalu aku mematikan Hp dan menoleh ke kanan sambil memeluk bantal guling yang sudah mulai bau ikan asin itu. sebelum akhirnya ...
Astagaaa!!!
Aku sangat terkejut, terkaget dan terbingung, tiba - tiba di hadapanku ada lima orang yang sangat aneh sedang bertekuk lutut di hadapanku.
Tiga orang lelaki tampan yang tidak menggunakan baju, hanya menggunakan celana pendek. Tetapi mereka bersih dan berotot. Kurang lebih seperti di film separta. Kemudian Dua orang wanita cantik yang Kurang lebih mirip Aldir* chena dan yang satu lagi mirip Winny putri lub*s.
Mereka ber 2 hanya menggunakan dedaunan untuk menutupi dadanya. Dia juga hanya menggunakan rok yang sangat tipis dan super pendek, bahkan aku dapat melihat pahanya yang super mulus dan putih tersebut. Karena salah satu dari mereka lututnya selonjor tepat di wajahku.
__ADS_1
Namun sayangnya dia merapatkan ke 2 lututnya. Sehingga aku tidak dapat melihat isi dalamnya. Bisa jadi, mungkin motifnya berenda - renda, atau mungkin dia tidak pakai dalaman.
Aghhh!!!, bukan itu hal yang ingin kita bahas sekarang!. Tetapi, siapa mereka? dan dari mana asalnya? .