MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
LELAKI LAIN DI LUKISAN PUTRI


__ADS_3

Kemudian mereka bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Raja siluman harimau saat itu. Aku berusaha untuk menutupinya agar tidak banyak pertanyaan.


 


“Tidak ada yang terjadi, kami hanya saling berkenalan,” jawabku sambil memasang muka lugu.


 


“Raja memohon bahkan berlutut kepada siluman harimau untuk membebaskan putra mahkotanya,” cetus pengawalku.


 


“Agh!!! Ember juga ini orang, bukanya diam saja jadi patung seperti biasanya, hahaha," ujarku dalam hati.


 


Akhirnya mereka penasaran dan bertanya tentang tujuanku melakukan hal tersebut, Aku mengajak mereka duduk dan mulai menjelaskan tujuan itu kepada mereka.


 


“Alasan pertama, aku tidak bohong kepada kalian, bahwa aku benar – benar berterima kasih kepada putranya. Walaupun dia membuat luka yang sangat serius, namun hubunganku dengan Putri menjadi lebih baik, dan rasa sakit ini tidak dapat di bandingkan dengan kebahagiaan aku saat melihat senyum indahnya, dan dia adalah anugerah terindah yang tercipta untuku," ucapku sambil menggenggam tangan Putri.


 


Cieeee cieeee,, kata mereka semua, Putri pun tersipu malu. Tetapi tidak dengan Dewi, dia hanya cengar – cengir sambil menahan rasa sakit di hatinya. Wanita memang sangat sempurna dalam hal menyembunyikan prasaan, Bahkan terkadang hanya dia dan tuhan saja yang tahu. Namun ada juga wanita yang tidak tahan dan menggaruk – garuk dinding di kamarnya, karena Frustasi.


 


Lalu aku melanjutkan penjelasanku.


“Alasan ke dua, Semenjak kematian ayah putri, kekuatan kita jauh di bawah Raja siluman harimau, jika putra mahkota mereka mati karena kita, aku takut mereka punya alasan untuk menyerang kerajaan kita. Bagaimanapun dia adalah anak kesayangan, yang pastinya memiliki bakat yang terbaik dari putra yang lainya.”


 


“Dan hal yang ke tiga, yang tidak kalah pentingnya, Aku ingin secepatnya Menikah dengan calon ratuku, dan mengundang kerajaan tersebut” ujarku sambil merangkul tubuh Putri.


 


Semua pun akhirnya tertawa kembali mendengar hal yang ke tiga itu, kecuali Dewi yang malah melamun. Semoga dia tidak kerasukan manusia. Karena belum ada jin yang kerasukan jin juga. Dewi pun menyanyi lagi di dalam hati, kali ini lagu dari Ada band, yang judulnya Siluman Bodoh.


 


Keesokan harinya, saat aku terbangun dari tidurku, Aku melihat di sekitar, ternyata hari ini tidak ada yang menyambutku. Tetapi tidak lama kemudian ke dua pelayan Putri datang sambil membawa makan siang. Karena aku selalu bangun kesiangan di tempat itu.


 


“Kemana Putri dan yang lainya?” tanyaku dengan penasaran.


 


“Ke-5 Jendral sedang bertugas, Dewi memasak air untuk mandi tuan Putri, dan tuan Putri sendiri berada di kamar sambil melakukan hobinya yang baru – baru ini dia sukai," jawab mereka dengan polos.


 


“Hobi apa itu? Kenapa aku baru mendengarnya? Kalian berdua duduk dulu di meja makan ini, coba ceritakan kepadaku tentang hobi Putri itu," perintahku memanfaatkan kepolosan mereka.


 


“Mohon Raja jangan bilang kepada Putri jika kami yang mengatakanya.”


 


“Ceritakanlah kepadaku, aku akan merahasiakanya," tegasku.


 


“Baru – baru ini, Putri sangat suka sekali melukis, namun dia melarang kami melihat lukisan itu, dan menceritakanya kepada siapa pun tentang hobinya," jawab ke-2 pelayan itu.


 


“Bukankah kalian selalu bersamanya? Katakanlah kepadaku, apa yang sebenarnya kalian lihat, ini perintah!” ujarku dengan lantang.


 


Mereka saling meliring - lirik sebelum akhirnya menjelaskanya juga.

__ADS_1


 


“Waktu itu kami membawa makan malam Putri. Tanpa sengaja kami melihat lukisan itu, Seperti sebuah pemandangan, dan ada sepasang kekasih di sana.”


 


“Apakah kalian tahu siapa pasangan kekasih yang ada di lukisan itu?” tanyaku yang mulai curiga.


 


“Maafkan Kami Raja, kami tidak melihatnya dengan jelas, tetapi sepertinya wanita dalam lukisan itu adalah Putri, mungkin itu kenangan putri dengan seorang lelaki.”


 


“Kalian berdua duduk di sini dan habiskan makanan ini, jangan kemana – mana sebelum aku mengijinkanya," perintahku.


 


Aku berlari ke kamar Putri, dengan prasaan yang tidak menentu, Curiga, Cemburu, kesal, marah, sayang, cinta, dan kecewa semuanya bercampur menjadi satu.


 


Sesampainya di pintu kamar Putri. Ternyata benar dia sedang melukis, tetapi aku tidak sempat melihatnya, karena dia langsung menggulung lukisan tersebut dan memasukannya ke dalam laci. Mataku sepintas melihat ke dalam laci itu, ternyata lukisanya tidak hanya satu, mungkin sekitar sepuluh atau lebih,


 


“Apa yang terjadi Rajaku? Mengapa terburu – buru memasuki kamar calon ratumu?” Sapanya dengan lembut tetapi sedikit gugup.


 


“Tidak ada yang terjadi, aku hanya ingin melihatmu dan berbicara denganmu.”


 


“Kalau begitu duduklah dulu, kita akan berbicara” ucapnya sambil duduk di pinggir ranjang.


 


Aku juga duduk di sampingnya dan mulai mencoba untuk mengungkap perasaan dia dengan lelaki yang ada di lukisan itu.


 


 


“Apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan? Apa sekarang kamu ingin mengatakan menyesal dengan hubungan kita? Dan semua ini hanya keterpaksaan saja?”


 


Dia malah menyerang balik, ini juga salah satu sifat wanita yang unik, kalau sudah bicara dengan mereka, jangankan untuk menang, imbang saja sulit!.


 


“Bukan itu maksud ku sayaang, aku hanya ingin kamu bahagia, sekarang kebahagiaanmu lebih aku prioritaskan dari pada kebahagiaanku!, Aku juga tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaanmu itu," ujarku sambil memegang tanganya dan menahan sesak di dada.


 


“Apakah sekarang kamu sedang mencari alasan untuk menjauhiku? Lalu bisa mendekati Dewi, Kirana dan wanita – wanita lain yang dapat kamu manfaatkan?” cetusnya.


 


Ohhh Ya Ampoon!!!, Sangat susah sekali bicara dari hati ke hati dengan wanita ini, akhirnya aku pun mulai sedikit emosi.


 


“Baiklah, sekarang aku langsung ke inti dari pembicaraan kita, aku sudah mengetahuinya dari beberapa orang, jika kamu telah memiliki lelaki lain di hatimu!"


 


“Siapa yang mengatakan hal itu kepadamu?!” ucapnya dengan nada kesal dan mulai berdiri sambil melepaskan tanganku.


 


“Kamu tidak perlu menikah denganku, aku akan mengatakan kepada semua orang tentang pembatalan pernikahan kita ini, jika perlu, aku akan memberikan posisi raja ini dengan laki – laki itu! cetusku dengan tegas, dan ikut berdiri juga.


 

__ADS_1


Perdebatan antara kami mulai tidak terhindari, karena hati ku yang mulai terbakar cemburu dan dirinya yang tidak mau jujur.


 


“Jawab pertanyaanku! Siapa yang mengatakan hal itu? Dan apa buktinya?!” ucapnya dengan membentak.


 


“Lukisan yang kamu simpan di laci itu! Bukti nyata yang tidak dapat kau pungkiri!”


 


Dia sangat kaget mendengar perkataan ku tentang lukisan itu, dia terdiam tanpa kata, dan menatapku tanpa henti, seolah – olah bingung, mengapa aku mengetahui tentang lukisan itu.


 


Aku juga mulai menatapnya kembali sambil menikmati rasa sakit ini, seperti ada yang meremas – remas hatiku. Sambil bernyanyi di dalam hati, lagunya meggy  z, yang kalau tidak salah waktu itu judulnya anggur merah.


 


Untuk apa kau hidangkan aku


Cinta yang kalut


Sementara hatimu


Telah engkau berikan


Pada yang lain


 


Sungguh teganya dirimu


Teganya teganya teganya teganya


Teganya teganya teganya teganya


Hoo pada diriku ...


 


Beberapa menit kemudian, Akhirnya dia mulai berbicara jujur. Dan mengatakanya tanpa beban.


 


“Aku tidak tahu siapa yang mengatakan tentang lukisan itu kepadamu, tetapi dia memang laki – laki yang pertama aku cintai, dan aku sangat ingin hidup bahagia bersamanya, jika kamu memang mengutamakan kebahagiaanku, maka berikanlah  posisi raja itu kepadanya. Biarkan kami menikah, dan menghasilkan keturunan untuk meneruskan kerajaan ini, bisakah kamu menjanjikan hal itu?”


 


Aku sangat terkejut mendengarnya, tanpa sadar air mataku mulai menetes di hadapanya, dan itu untuk pertama kalinya aku menangis karena pasangan, mungkin karena sebelumnya aku tidak pernah memiliki pasangan.


Namun aku tetap berusaha tersenyum untuk menyembunyikan rasa sakit itu. Aku pun baru menyadari, ternyata sesakit ini jika di khianati. Tetapi ini juga demi kebahagiaan dia. Mungkin ini adalah karma karena aku juga menyakiti Dewi.


 


“Jika dia memang yang terbaik untukmu, aku akan menjanjikan hal itu, walaupun sebenarnya sedikit berat bagiku,” janjiku kepadanya.


 


“Baiklah, aku akan menunjukkan semua lukisan itu kepadamu, dan kamu juga mengenalnya,” ucapnya


 


Saat itu aku hanya bisa mencurigai Jaka, joko atau leman, karena pengikut yang lain aku belum terlalu mengenal mereka.


 


Lalu dia berjalan ke laci dan mengambil lukisan tersebut, bahkan menunjukan isi laci itu kepadaku, dia mencoba untuk meyakinkanku, bahwa tidak ada lagi lukisan yang di sembunyikan kecuali yang di tangannya. Kemudian dia menyerahkan lukisan itu kepadaku dengan tatapan perihatin, seolah dia sedang mangasihani nasibku.


 


Tanganku sangat lemas dan gemetaran menerimanya, tetapi aku sudah berjanji akan memberikan kebahagiaan untuk mereka berdua.


 

__ADS_1


__ADS_2