
Sore hari, di saat aku sedang tidak jualan air tebu karena cuaca sedang mendung, aku memutuskan untuk bersantai di depan rumah sambil merenungkan nasibku yang jomblo ngenes ini (jones).
"Semua temanku sudah pada menikah dan memiliki pasangan masing - masing, sedangkan aku semuanya serba sendiri, masak sendiri, makan sendiri, cuci baju sendiri, pakai baju sendiri, mandi sendiri, tidur sendiri, ketawa sendiri, mati pun nanti mungkin gali kuburnya sendiri! oh tuhan, gini amat nasib," pikirku dalam hati.
Lagi asik melamun dari kejauhan aku melihat seorang gadis berlari sangat cepat sambil tertawa - tawa yang akhirnya melintas tepat dihadapanku, aku menganalnya, dia adalah Shinta, tetanggaku yang masih duduk di bangku SMA. Awalnya aku pikir doaku terjawab saat itu, tetapi ternyata ...
Tidak lama kemudian ada kerumunan oran yang muncul di belakangnya. Mereka adalah keluarga Shinta dan beberapa warga setempat yang mengejar si Shinta. Mereka juga melintas tepat di hadapanku, tetapi sambil berteriak - teriak,
"Tolong dia! Tolong dia!."
Aku bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi saat itu. karena penasaran, aku pun akhirnya memutuskan untuk ikut dengan mereka mengejarnya.
Akhirnya si Shinta sampai di ujung sungai. Awalnya aku pikir dia akan berhenti, ternyata dia melompat ke sungai itu tanpa berpikir. Aku pun juga ikutan lompat karena tidak pernah berpikir. Akhirnya aku berhasil menarik tubuh Shinta ke pinggir sungai.
Shinta pingsan sesaat dan tepat di pangkuanku, tidak lama kemudian dia sadar, tetapi badanya kaku seperti patung, matanya melotot ke arahku. Ternyata dia kerasukan makhluk lain, keluarga Shinta juga membenarkan hal tersebut.
Tiba - tiba Seperti Ada bisikan yang menuntunku untuk membacakan salah satu dan memang satu - satunya ayat yang aku hafal saat itu. Lalu bisikan itu menuntun aku untuk mengusapkan tangan ke wajah Shinta. Dan tanpa di duga, hal itu berhasil mengusir makhluk lain tersebut.
Badan shinta mulai melemas dan dia kembali normal. Keluarganya pun membawa Shinta pulang sambil mengucapkan terima kasih kepadaku. Malam harinya, keluarga Shinta mendatangi rumahku.
"Bang Aris, Bang Aris, kami mau minta tolong, Shinta kerasukan lagi."
Saat itu sebenarnya aku sangat bingung. Karena sebelumnya menjadi pawang ular dadakan, sekarang malah di anggap dukun dadakan, tetapi karena tetanggaku idolaku, maka aku pun mencoba untuk membantu mereka sebisaku.
Kemudian aku kerumah Shinta yang memang tidak terlalu jauh dari rumahku, aku di sambut dan di sambit baik oleh keluarganya dan beberapa warga yang berada di sana. Seakan - seakan mereka sedang menunggu dukun sakti mandra guna ini menunjukan kesaktiannya.
__ADS_1
Namun betapa terkejutnya ketika aku melihat tubuh Shinta yang sedang kerasukan itu. Aku melihat ada sesosok ular yang sangat besar di samping si tubuh Shinta. Badanya setengah ular dan setengah manusia.
Wajahnya cantik, dia menggunakam gaun Hanfu berwarna biru (gaun Tradisional Tiongkok) dan ada mahkota kecil di atas kepalanya.
Aku spontan, langsung mengatakan kepada semua yang hadir disitu tentang sosok wanita ular tersebut. Tetapi sayangnya tidak ada yang dapat melihat wanita ular itu kecuali hanya aku seorang. Lalu aku mulai mencoba untuk berinteraksi dengan wanita ular tersebut.
"Mengapa kamu menyakiti wanita ini?"
"Karena aku menyukai dia" jawabnya.
Mulut Shinta pun mengatakan hal yang sama seperti yang wanita ular itu ucapkan, tubuh Shinta seperti di kendalikan olehnya.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan kepada tetanggaku ini?" tanyaku.
"Bisakah kamu meniggalkan dia? Karena keluarganya sangat menghawatirkan keselamatanya,"
"Tidak bisa! kecuali jika kamu ingin bermain denganku," jawabnya dengan tegas.
"Apakah kamu juga menyukaiku?" tanpa sadar aku bertanya hal yang memalukan ini.
Dia pun menjawab dengan kalimat yang memalukan juga,
"Sebenarnya aku juga menyukaimu, kamu juga lumayan tampan, dan masih perjaka. Dan aku juga tidak menyangka ternyata kamu bisa melihatku."
Aghhh!!! mesti amat dia mengatakan statusku yang masih perjaka ini, kayak tidak ada kalimat lain saja. Dasar ular!!! pikirku dalam hati, lalu aku melanjutkan lagi obrolan panas tersebut.
__ADS_1
"Kalau begitu, sekarang kamu bisa meninggalkan tubuh dia dan bermain bersamaku," pintaku padanya.
Mendengar ucapakanku tadi, wanita ular itu menatapku dengan tatapan yang menunjukan bahwa dia takut aku membohongi dia atau menyakitinya. Sepertinya dia meragukan ucapan dukun dadakan ini.
Beberapa saat kemudian, setelah keheningan karena kami saling bertatapan, hal yang tidak terduga pun terjadi. Tubuhnya yang setengah ular tadi berubah menjadi seperti manusia seutuhnya. Dia berjalan mendekatiku sambil tersenyum lebar dan berdiri di hadapanku.
Kecantikan dia semakin memancar, di lengkapi gaun hanfu indah yang berwarna biru yang di pakainya, tetapi aku tidak tergoda sedikitpun olehnya, karena saat itu aku sangat menyadari bahwa dia adalah wanita ular!.
Tidak lama kemudian, Shinta pun akhirnya terbangun dan kembali normal. Aku juga berpamitan pulang kepada keluarga Shinta, dengan harapan ada salam tempel dari kekeluarga Shinta. Ternyata tidak ada!.
Namun wanita ular ini terus mengikutiku, dengan senyum lebar yang tidak putus sepanjang jalan, dia juga cengengesan sepanjang jalan, entah apa yang ada di pikiranya. Sesampai di rumah, aku langsung menginterogasinya.
Namanya adalah Dewi. Dia anak dari salah satu Raja ular di daerah ini. Kerajaannya terletak di sepanjang pinggir sungai, tepat dimana Shinta melompat sore itu, dia dari bangsa jin dan jenisnya siluman ular.
Dewi merasa bosan di istana. sehingga sore itu dia memutuskan untuk keluar dari istana tanpa izin dari ke dua orang tuanya. Ratusan tahun yang lalu, bangsa mereka membuat aturan untuk tidak berhubungan dengan manusia.
Karena pada waktu itu bangsa manusia banyak yang memanfaatkan mereka dan menyalah gunakan kekuatan mereka. Dan sebaliknya, bangsa mereka juga ada yang menggoda manusia untuk berbuat kejahatan.
Sebenarnya sampai saat ini pun masih ada beberapa bangsa mereka dan bangsa manusia yang menjalin hubungan atau ikatan, tetapi semua itu telah melanggar perjanjian dan di luar kendali dari aturan.
Bangsa jin yang jenisnya adalah siluman seperti Dewi ini, bisa merubah wujud menjadi tiga bentuk. Yang pertama bentuk ular seutuhnya, yang ke dua setengah ular dan setengah manusia, yang ke tiga manusia seutuhnya.
Dewi menjelaskan, bahwa sebenarnya kerajaan siluman sangat banyak jenisnya. Jenis siluman yang Dewi tahu saat itu, ada Siluman Harimau, Siluman Ular, Siluman Kelabang, Siluman Ikan, Rubah, Kelinci, Buaya, Kalilawar dan masih banyak lagi yang tidak mungkin di sebut satu persatu.
Menurut dia yang paling kuat di daratan saat itu adalah kerajaan Siluman Harimau, urutan no dua baru kerajaan Siluman Ular. Nomor tiga dan selanjutnya Dewi tidak tahu. Bahkan kerajaan dewi yang besar dan megah, hanya sebuah kerajaan cabang, dari bangsa siluman ular. Masih ada kerajaan utama siluman ular yang menjadi pusat perkumpulan mereka.
Malam itu aku menghabiskan banyak waktu untuk menginterogasi Dewi. Pagi harinya dia berpamitan dan kembali ke istana.
__ADS_1