MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
MENJADI RAJA DEMI EMAS


__ADS_3

Gadis tersebut menggunakan gaun putih bersih (seperti di sampul novel ini), dia memiliki rambut yang terurai panjang dan indah seperti bintang iklan shampo, gadis ini menutupi wajahnya dengan kain putih tipis.


Aku hanya bisa melihat ke dua matanya yang lentik seperti memakai bulu mata anti badai milik Syahrini. Tetapi matanya lebih sipit dari Syahrini, badanya lebih kecil dari Syahrini, lalu mengapa kita jadi membahas Syahrini?. Hahaha ....


Di kanan kirinya ada 2 pelayan, sepertinya mereka berdua adalah pelayan pribadinya Syahrini, ehhh, maksudku wanita berbaju putih tadi. Di belakangnya lagi ada dua singgasana berwarna merah, sepertinya punya Raja dan Ratu.


Di kanan kiri singgasana itu ada 2 orang yang memakai jirah emas, sambil memegang tombak dan hanya diam saja seperti patung pajangan.


Kirana menyuruhku untuk mendekati ular lele tersebut, aku pun berjalan mendekatinya sambil menaiki 7 anak tangga tadi, kemudian Kirana membalikan tubuhku dan mengumumkan sesuatu kepada manusia dan ular yang kami lewati sebelumnya.


"Semua para pengikut kerajaan, dan yang ada disini!. Hari ini kami mengumumkan, dialah Raja baru kita, pewaris dari Raja sebelumnya, dan atas perintah dari raja sebelumnya, dialah raja dari kerajaan utama dan dari 7 kerajaan cabang yang akan memimpin kita semua." 


Kirana mengatakan hal itu sambil menunjukku, dan semua yang ada disana juga berlutut kepadaku. Bahkan Kirana dan temanya juga ikut berlutut. Kecuali wanita yang berbaju putih dan 2 orang berjirah emas tadi.


Sebenarnya aku tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi saat itu, aku pun bingung dan sambil garuk - garuk kepala. Mungkin karena banyak kutu. Setelah selesai menggaruk kutu, lalu aku katakan ...


"Woi! woi! Ngapain kalian berlutut seperti itu di depan tukang jual air tebu? Woi bangun woiii!."


Begitulah kira - kira yang aku katakan Saat itu. Mereka pun akhirnya berdiri,  Lalu aku bertanya kepada mereka, apa yang sebenarnya terjadi. Lalu Kirana menjelaskan.

__ADS_1


"Di depan kita semua adalah Raja yang sebelumnya, dia telah mati tadi siang di usianya yang 9.999 Tahun (sambil menunjuk ular lele tersebut), dan memiliki seorang anak tunggal yang bernama Putri (cewek baju putih tadi). Ratu kami telah mati 599 tahun yang lalu saat melahirkan Putri, lalu 2 orang yang berjirah emas itu adalah pengawal pribadi Raja, dan kami ber 5 adalah Jendral kerajaan.


Mendengar hal tersebut, aku pun tertawa terbahak - bahak dan termehek - mehek.


"Hahaha... aku yakin kalian semua pasti salah orang. Aku cuma penjual air tebu di pinggir jalan, bukan Raja. Aku juga manusia biasa, apa kalian tidak melihat raja kalian itu ular?, bahkan dia punya kepala dan kumis yang aneh seperti ikan lele, aku manusia bukan lele! Kalian cari orang lain saja! Aku tidak ada urusan dengan hal aneh ini, lebih baik aku menjual air tebu lagi saja!"


Lalu aku menuruni 7 anak tangga tadi karena ingin pergi dari tempat yang aneh itu, tetapi baru turun 3 anak tangga Kirana menyambar lenganku, 


"Apa kamu juga lupa saat di tepi danau waktu masih kecil dan melihat Kobra hitam tepat di kedua matamu?" dia mengatakanya dengan tegas, sepertinya dia mulai kesal kepadaku.


Lalu aku mencoba mengingatnya. Sebentar, kita akan kembali sejenak ke masa lalu.


Tiba - tiba ada ikan Mas yang besar muncul dan berenang bolak balik di depanku, kakiku perlahan maju kedanau itu karena tertarik ingin menangkapnya.


Saat 1 langkah lagi akan masuk ke dalam danau tersebut, ada yang mendesis sangat kuat di kuping kananku. Aku menoleh ke arahnya, dan melihat Kobra hitam mengembang tepat di wajahku. Dia sangat besar, bahkan melebihi kepalaku waktu itu, aku pun menjerit sampai terguling - guling ke belakang dan berlari meninggalkan danau tersebut.


Setelah jauh dan merasa aman, aku mencoba menoleh kebelakang untuk memastikannya, tetapi ular itu telah hilang dan raib entah kemana. Lalu aku bertanya kepada Kirana, "Kirana, mengapa kamu mengetahui tentang kejadian itu?"


"Karena kobra itu adalah aku! saat itu siluman ikan ingin mencelakakanmu, sehingga Raja sebelumnya memerintahkan aku untuk menyelamatkanmu, Raja kami sudah sangat lama memperhartikanmu apakah ini sekarang balasanmu kepada kami?" jelasnya.

__ADS_1


"Hal tersebut tidak dapat membuktikan jika aku yang mewariskan tahtanya, dan aku juga tidak mau memikul beban dia. Hal ini juga tidak ada keuntungan untukku. mengapa tidak kalian serahkan saja kepada wanita berbaju putih yang mirip kuntilanak itu?" tegasku.


Aku pun sekilas melihat wanita tersebut. Matanya menatapku dengan sadis, seolah - olah ingin memakanku. Tetapi aku tidak perduli akan hal tersebut. Aku melepaskan tangan Kirana dan menuruni anak tangga lagi, dengan harapan bisa secepatnya keluar dari istana aneh ini.


Namun tidak sesuai dengan harapan. Ke-4 kawan Kirana dan para pengikut mereka menghalangi kembali jalanku, sambil memohon dan menangis agar aku menerima pesan dari Raja mereka yang sudah mati tadi.


Aku pun mencoba menghina dan memarahi mereka lagi. Dengan harapan mereka tidak menerima aku sebagai rajanya.


"Dari awal aku sudah curiga, ada yang tidak beres dengan kalian semua! coba kalian lihat baju yang kalian pakai, hanya menggunakan daun untuk menutupi dada. Bahkan lelakinya tidak menggunakan baju, dan coba kalian lihat rok wanitanya. Kalah biduan dangdut Pantura kalian buat!" tegasku.


Salah satu dari mereka menjawab, "Kami yakin Raja sebelumnya memiliki alasan untuk memilih penerusnya. Untuk masalah pakaian, kami dilarang menggunakan pakaian yang lebih baik dari keluarga kerajaan, jadi kami yang memutuskan sendiri untuk menggunakan pakaian yang seperti ini."


Kirana datang dari belakang sambil menarik pergelangan tanganku, dan membawa aku ke pinggir dinding istana tersebut. Dia menyuruhku untuk mengambil salah satu kerikil yang sudah berlumut di pinggir ruangan itu dan menggosokanya ke baju.


Hal yang tidak terduga pun terjadi, oh ya ampu ... n! betapa terkejutnya aku saat itu, ternyata batu krikil yang sangat banyak tersusun di sepanjang dinding ruangan tersebut adalah Emas murni!.


Lalu Kirana menjelaskan, "Selama ribuan tahun ular dari bangsa manusia yang menjadi pengikut kerajaan ini membawanya sedikit demi sedikit untuk di persembahkan kepada Raja sebelumnya. Mereka mengutipnya dari berbagai sungai, di dalam tanah dan tempat - tempat lain."


Hal ini membuat aku spontan berubah pikiran dan berkata dalam hati, "Jika memiliki emas ini, besok aku tidak perlu lagi bersusah payah menjual air tebu di pinggir jalan, hahaha."

__ADS_1


Lalu aku menjerit kepada mereka semua sambil mengatakan, "Hai para orang - orang yang aneh! mulai hari ini, aku akan menjadi raja kalian semua Huahahaha Huahahaha."


__ADS_2