
Seminggu kemudian, aku di panggil lagi oleh tetanggaku yang memiliki warung makan. Saat itu waktu telah menunjukan pukul 11 malam, awalnya aku berpikir, mungkin dia akan mengajak untuk makan malam gratis, atau menjodohkan aku dengan salah satu dari tiga anak gadisnya yang lumayan manis menurutku. Tetapi tidak semanis madu.
Namun sesampainya di sana, ternyata tidak sesuai dengan harapan, dia malah menyuruh aku untuk menangkap ular di bawah tempat tidurnya, dia mengatakan bahwa ular itu kecil, lalu aku mencoba memberanikan diri untuk melihat ke bawah tempat tidur itu.
Ular itu berdesis sangat kuat! Aku sangat kaget dan berlari keluar kamar. Nafasku pun mulai tidak teratur. Seolah – olah baru saja berlari 500 meter jauhnya, padahal Cuma 5 meter.
Ular tersebut panjangnya memang hanya 4 meter, lebih kecil jika di bandingkan dengan yang pertama kali kami tangkap. Tetapi masalahnya dia adalah ular Kobra, salah satu jenis ular yang mematikan di dunia. Empat meter juga sudah di katagorikan besar, jika kita melihat dari jenisnya.
Saat itu sebenarnya aku sangat ingin menyerah, karena aku bukan pawang ular dan hanya seorang penjual air tebu di pinggir jalan. Namun saat itu harga diriku di pertaruhkan, terlebih lagi ada tiga anak gadisnya yang melihat aksiku yang sangat heroik tersebut.
Aku meminta waktu kepada mereka untuk pulang sebentar, sembari membekali diri sebelum bertempur melawan makhluk licin dan panjang itu, dan mereka pun menyetujui permintaanku. Lalu aku langsung pulang kerumah Dan mempersiapkan perlengkapan perang untuk melawan ular kobra tersebut.
Aku memakai sepatu bot yang panjangnya hampir selutut, kemudian celana panjang sampai 3 lapis, lalu baju sampai 4 lapis, yang di lengkapi jaket kulit tipis yang mungkin terbuat dari kulit ayam, atau mungkin juga dari ayam kampus.
Tidak lupa pula bagian kepala aku lengkapi dengan helm LTD yang sudah SNI (standar Nasional Indonesia). Supaya bagian ini lebih aman dari serangan ular tersebut, dan tentunya juga ketika ada Rajia. Padahal aku hanya berjalan kaki.
__ADS_1
Kemudian aku membawa parang yang sudah di asah sangat tajam, kemudian kampak berkepala dua, seperti yang di pakai wiro sableng, dan aku juga membawa besi yang panjangnya 3 meter. Setelah semuanya sudah lengkap, aku pun merasa percaya diri dan bersiap untuk perang melawan ular Kobra tersebut, Lalu aku langsung berangkat ke TKP.
Sesampainya di san, ternyata mereka sudah menunggu kedatangan pahlawan kesiangan ini, walau dengan tatapan yang sangat aneh. Bahkan istri dari pemilik rumah makan itu tertawa melihat penampilanku. Namun tanpa berpikir panjang Aksiku pun di mulai.
Awalnya aku ingin menggunakan parang dan kampak yang sudah aku bawa tadi, tetapi sangat beresiko. Karena akan membuat jarak kami terlalu dekat. Namun karena aku adalah orang yang super jenius dan ber IQ tinggi, maka aku tetap menggunakan parang dan kampak tersebut dengan cara melempar – lemparnya.
Percobaan pun di mulai. Awalnya aku melempar parang ke bawah tempat tidur dimana ular tersebut berada, tetapi sepertinya tidak mengenai dia. Ular itu kemudian berlari lagi ke sudut lemari kaca. Lalu aku mengambil kampak dan melemparnya, dan dia pun berpindah tempat lagi.
Saat itu, aku tidak dapat memastikan lemparanku mengenainya atau tidak. Namun aku dapat memastikan kalau lemari kacanya Pecah!.
Aku juga melihat ular itu beberapa kali mengembang dan menyemburkan air dari mulutnya, sepertinya itu adalah Bisanya, tetapi aku tidak perduli. Aku terus menyodok - nyodok besi tadi kearahnya kemana pun dia berlari.
Ke aquarium yang akhirnya pecah juga, ke tilam yang akhirnya koyak - koyak, ke bantal yang akhirnya mengeluarkan kapas, ke lemari pakaian yang akhirnya bolong - bolong dan lain sebagainya.
30 Menit berlalu, pertempuran sengit itu pun akhirnya berakhir dengan sangat mengharukan, aku keluar dari kamar itu sebagai pemenang. Aku berhasil mengenai kepalanya sampai tembus, yang membuat ular itu akhirnya menyerah tanpa syarat.
__ADS_1
Walaupun badan ular tersebut masih bergerak dan kamar itu berantakan seperti Medan perang. Namun dapat di pastikan bahwa aku sudah berhasil menakhlukannya.
Hari – hari berlalu, kasus ular masuk rumah warga semakin sering, begitu juga di kebun tebuku, bahkan 3 bulan setelah kejadian itu ada kasus ular yang panjangnya 10 meter masuk ke dalam kandang bebek.
Yang akhirnya menewaskan 19 ekor bebek, di antaranya 30 ekor yang terluka dan 51 lainnya mengalami trauma berat. Bahkan ada beberapa yang frustasi lalu gantung diri.
Aku yakin ular tersebut adalah suami dari ular yang pertama kali kami tangkap. Aku memang belum pernah melihatnya kencing berdiri atau jongkok, tetapi aku dapat memastikan bahwa dia adalah laki – laki.
Karena waktu itu aku menyempatkan diri untuk melihat anu nya, sebelum akhirnya kami bawa ke kebun binatang di tempat istrinya berada. Aku harap mereka berdua bisa hidup bahagia dan SaMaRa di sana.
Sebenarnya dirumahku juga sering di samperin ular, namun anehnya mereka hanya sampai di depan pintu seperti orang minta sedekah, sebelum akhirnya aku mengambil sapu dan mengusir ular - ular itu dari pintu.
Sebenarnya batinku tidak tega mengusir mereka dari sana, tetapi aku juga tidak memiliki uang kecil untuk mereka, apalagi uang besar, karena aku sendiri hanya seorang penjual air tebu.
Aku harap suatu saat nanti aku akan mendapat jawaban tentang maraknya kasus ular yang menghebohkan masyarakat di kotaku ini ....
__ADS_1