MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
ISTRI KE 3


__ADS_3

Rambut Dewi mulai rapi, Ika memasangkan kembali mahkota kecilnya, dia memberi isyarat kepada Dewi untuk mendekatiku. Tetapi Dewi sepertinya masih belum mengerti dengan pembicaraan di antara kami tadi, dia masih memasang ekspresi bingung dan lugu.


 


“Dewi, bisakah kamu ke sini sebentar?” pintaku.


 


Dewi menghampiriku. Tetapi dia berjalan sangat lambat dan terlihat ekspresi berpikir dari raut wajahnya. Sepertinya dia sedang mencerna percakapan antara aku dan Ika tadi. Tiba – tiba dia berlutut di depanku.


 


“Salam hormat kepada Raja.”


 


Kali ini aku tidak melarang dia memberikan salam hormat tersebut. Dan aku memperjelas maksud dari pembicaraan kami tadi.


 


“Aku ingin bertanya kepadamu. Apakah kamu sangat mencintaiku?” tanyaku kepada Dewi.


 


“Dewi sangat mencintai Raja dari awal pertemuan kita saat di rumah tetangga Raja, dan hingga saat ini,” jawabnya sambil memasang wajah polos dan sedih.


 


“Apakah kamu bersedia menjadi istriku yang ke-3,?


 


Mendengar kata – kataku, Dewi malah menangis terisak – isak dan sambil menjawab  dengan tersedu sedu, “Dewi bersedia menjadi yang ke-3, yang ke-10 bahkan yang ke-100 asal bisa tetap menjadi istri Raja dan selalu berada di sampingnya. Lagi pula Dewi sudah berjanji tidak akan menikah atau menjalin hubungan dengan lelaki lain jika memang Raja tidak menikahi Dewi.”


 


Aku sangat sedih mendengar ucapannya itu, dan aku juga sangat menyadari kalau selama ini selalu menyakiti perasaan Dewi. Saat di kerajaan ular dia tersakiti oleh hubunganku dengan Putri. Sekarang di kerajaan laut dia juga terluka karena hubungan aku dengan Ika. Saat itu sebenarnya aku juga ingin sekali menangis, tetapi lupa nadanya, apa lagi liriknya.


 


Kemudian aku juga berjanji kepada Dewi dan di depan Ika, “Aku akan berjanji kepada kalian bertiga. Setelah semua ini, aku tidak akan menikah lagi dengan wanita mana pun, dan Dewi adalah istri ke-3 dan istri terakhirku. Dewi bangunlah, sekarang kamu adalah calon selirku, tidak perlu berlutut lagi.”


 


Dewi pun bangun sambil mengusap air matanya, dan memelukku dengan sangat erat. Ika hanya bisa tersenyum sambil memasang wajah terharu melihat hubungan aku dengan Dewi.


 


Malam hari akhirnya tiba. Kami tidur bertiga seperti malam sebelumnya, tetapi kejadian tadi membuat aku serba salah memperlakukan Dewi. Walaupun usianya sudah 200 tahun, tetapi dia masih gadis yang  polos dan lugu. Jika di dunia kita umurnya sekitar 17 atau 18 Tahun.


 

__ADS_1


Dewi memperhatikan Ika yang sedang tidur memelukku, sementara aku tidak berani menyentuh Dewi, dan dia juga sepertinya tidak berani menyentuh aku saat itu. Sampai akhirnya Dewi pun tertidur. Ika memegang pipiku dan memaksa aku untuk menoleh ke arahnya.


 


“Kenapa kamu terus memperhatikan teman kecilmu itu? Bukankah aku juga istrimu?” ujar Ika sambil memelankan nada bicaranya.


 


“Semenjak kejadian tadi pagi. Kamu sudah mulai semakin akrab dengan Dewi, tetapi aku malah semakin bingung cara memperlakukannya,” jawabku.


 


“Nanti juga kalian akan terbiasa. Aku juga tidak keberatan jika kita melakukannya bertiga di atas ranjang ini hahaha.” ujar Ika sambil tertawa geli tetapi masih mengecilkan volume suaranya.


 


“Dewi masih terlalu kecil untuk melakukan hal itu, kamu mikir apa sih?” ujarku lirih.


 


“Sayang, besok aku minta izin pergi ke istana ular untuk berjumpa dengan istri pertamamu, dan aku juga akan menjadikanmu Raja agung,” ucapnya sambil tersenyum genit.


 


“Apa bedanya Raja biasa sama Raja agung?” tanyaku.


 


“Kamu akan menjadi Raja di seluruh kerajaan daratan dan lautan, seperti yang aku katakan tadi pagi,” jawabnya.


 


 


“Raja tidak boleh terlalu banyak berpikir, biar Ika saja yang mengurus semuanya. Serahkan semuanya kepada istrimu yang paling cantik dan pintar ini,” ujar Ika sambil mengedipkan sebelah matanya. Sebelum akhirnya tangannya tiba – tiba memegang pedangku.


 


“Apa yang kamu lakukan Ika ... ? Ada Dewi di sebelah.” ucapku sambil menahan tangannya.


 


“Dewi sudah tidur saya ... ng, aku sangat pengen malam ini,” rengeknya.


 


“Aku juga ingin saya ... ng, tapi ini bukan waktu yang tepat,” ujarku.


 


Namun Ika tidak memperdulikan ucapanku tadi, dia langsung duduk di atasku dan menjepit pinggangku dengan kedua pahanya. Sampai ranjang kami terasa sedikit terguncang, yang membuat aku takut si Dewi terbangun.

__ADS_1


 


Mataku langsung melihat wajah Dewi, begitu juga dengan Ika, ternyata benar dugaan kami. Dewi sudah terbangun dan matanya mendelik melihat Ika yang berada di atasku. Mata Dewi membesar, tetapi kelopak matanya berkedip sangat cepat. Yang akhirnya membuat aku dan Ika tertawa.


 


Ika akhirnya turun dari atasku sambil menggigit bibir bawahnya dan menunda aksi liar tersebut, dia tidur di samping kiri sambil memelukku. Saat itu aku langsung memberanikan diri untuk merangkul Dewi di sebelah kanan. Akhirnya malam itu aku di peluk sama dua wanita cantik di kanan dan di kiri, tetapi kami hanya tertidur saja.


 


Keesokan paginya, saat aku terbangun dari tidurku, dan itu adalah hari ke-28 aku berada di istana laut. Aku melihat Ika sudah tidak ada lagi di ranjang, tetapi Dewi masih tertidur pulas sambil memeluk tubuhku. Sepertinya Ika sudah berangkat ke istana ular. Jadi pagi itu aku melanjutkan tidur lagi saja sambil memeluk tubuh Dewi yang hangat dan harum tersebut.


 


Ika berangkat ke istana ular sendirian. Dia menggunakan kendaraan yang mereka sebut teleportasi itu. Sesampainya di pintu masuk istana, Ika bertemu dengan ke-5 Jendral, mereka berlima sangat terkejut melihat kehadiran Ika dan langsung memasang kuda-kuda.


 


“Apa yang kamu lakukan di sini? Di mana Raja kami!” ucap Kirana yang sudah siap untuk bertarung.


 


“Hahaha ... Raja kalian akan baik-baik saja, selama kalian mematuhi semua perintahku. Aku kesini hanya ingin menyampaikan beberapa hal penting kepada kalian semua.”


 


Mendengar ancaman dari Ratu laut, Kirana dan teman-temannya mempersilahkan Ika masuk ke dalam istana. Sesampainya di istana, Ika langsung duduk santai di atas kursi Raja. Mendengar kabar tersebut, Putri langsung berlari keluar dari kamarnya.


 


“Wanita Iblis! Apa yang ingin kamu lakukan disini! Jangan menduduki kursi itu! Di mana suamiku?” bentak Putri kepada Ika.


 


“Ohhh ... Jadi kamu yang bernama Putri? Sepertinya kalian sangat saling mencintai. Singgasana kecil ini tidak pantas untuknya. Jika ingin suamimu baik – baik saja, maka kamu cukup mematuhi perintahku,” balas Ika dengan tenang sambil mengancam Putri.


 


Mendengar hal tersebut, Kirana meraih tangan Putri dan menenangkannya, “Ratu, lebih baik kita mendengarkan saja dahulu permintaan Ratu laut tersebut, kita tidak bisa membuatnya marah, Raja kita masih berada di tangan dia.”


 


“Apa yang kamu inginkan? Katakan sekarang dan secepatnya kembalikan suamiku!” pinta Putri.


 


Sepertinya Putri sangat mencemaskan keadaanku, tetapi orang yang di khawatirkannya sedang tidur sambil berpelukan hangat sama Dewi di atas ranjang yang empuk.


 


“Sekarang kumpulkan semua kerajaan siluman di seluruh daratan, tidak terkecuali siluman harimau. Ada tiga hal yang akan aku sampaikan hari ini kepada kalian semua. Jika ada kerajaan yang menentang perintahku, maka dia akan menjadi musuhku,” perintah Ika kepada mereka.

__ADS_1


 


Mendengar hal tersebut, Putri memerintahkan Ke-7 kerajaan cabang dan ke-4 Jendral untuk mengundang seluruh kerajaan siluman di daratan atas nama Ratu laut, termasuk kerajaan harimau.


__ADS_2