
Mendengar kata - kata ku tadi. Mereka pun tersenyum, dan ada juga yang tertawa gembira, kecuali Putri. Dia masih menatapku dengan mata yang penuh dengan kebencian. Tetapi itu bukan urusanku, yang penting aku dapat banyak emas, pikirku.
Lalu aku mengajak kelima Jendral tadi untuk berbicara 12 mata. Mereka membawaku ke sebuah kamar yang sangat mewah, tetapi tidak memiliki AC, TV, Lemari ES apalagi Wifi. Tetapi ada ranjang yang megah dan empuk, meja makan, meja rias, dan berbagai aksesoris mewah lainya.
Kirana menjelaskan "Ini adalah kamar peninggalan Raja sebelumnya yang sudah menjadi kamar raja yang sekarang (aku maksud dia)."
Lalu kami duduk di meja makan tersebut, pembicaraan pun dimulai,
"Sebenarnya kalian bangsa apa? Dan apa yang harus aku lakukan?" tanyaku.
Leman menjawab, "Kami adalah bangsa jin dan jenis kami siluman ular. Saat ini banyak manusia yang menebang pohon, membakar hutan, membuat jalan mau pun perumahan, sehingga jenis kami dari bangsa manusia banyak yang kehilangan tempat tinggal. Emas yang mirip batu krikil berasal dari bangsa manusia, kami dari bangsa jin tidak dapat menggunakannya, kami yakin salah satu tujuan Raja kami memilih bangsa manusia adalah menggunakan emas tersebut."
Akhirnya pertanyaanku selama ini tentang maraknya kasus ular yang muncul di masyarakat pun terjawab. Mereka kehilangan tempat tinggal dan sumber mata pencarian. Sehingga mereka kerumah warga dan memakan ternak. Mungkin kita sebagai bangsa manusia harus membuat lapangan pekerjaan buat ular - ular tersebut, pikirku.
Lalu Kirana melanjutkan pembicaraan Leman sambil mengeluarkan sebuah peta. Tetapi bukan peta Dora.
"Kami sudah membuat peta. Disini ada kerajaan utama, yaitu dimana kita berada. Dan ada juga 7 kerajaan cabang, mereka tunduk dan pengikut Raja. Di peta ini ada tanah kosong dan hutan kecil yang harus Raja beli, agar tidak ada lagi pembangunan jalan dan rumah di kawasan tersebut. Sekaligus membantu kerajaan utama dan 7 kerajaan cabang memperluas wilayah mereka. Tanah yang kita beli nanti akan kita tanami lagi pepohonan agar terjaga kelestarian dan terjadinya penghijauan."
Wah, ternyata tujuan mereka sangat mulia, ini juga baik untuk bangsa manusia, pikirku.
"Kalian tenanglah, aku sangat memahami tujuan kalian, ini juga nilai positif untuk bangsa manusia" ujarku.
Kemudian aku membawa Emas tadi sebanyak - banyaknya. Sekitar 7 karung goni, dan mereka pun mengantarku pulang.
Keesokan harinya, aku mulai ketoko emas yang berbeda - beda dan dari kota yang berbeda - beda pula. supaya tidak terjadinya kecurigaan. Aku juga menjual emas itu sedikit demi sedikit. Lalu aku mulai mengumpulkan uang.
__ADS_1
Setelah uang terkempul. Aku mulai membeli, rumah mewah, mobil mewah, ac, lemari es, LED, jalan - jalan keluar negeri, ke mall dan lain - lain. Hahaha ... Grobak tebu pun aku jual karena tidak jualan air tebu lagi.
Saat itu mobil ada 3, padahal aku tidak bisa membawa mobil. Hp ada 4, laptop ada 2, padahal yang aku pakai hanya 1. Laptop pun cuma pajangan. AC aku beli yang paling besar, tetapi tidak pernah menyala, karena aku kedinginan, jadi cuma pakai kipas angin saja. Begitulah kira - kira kisah hidupku menjadi orang kaya baru (OKB).
Tiga bulan pun berlalu, aku akhirnya mulai bosan dengan harta yang tidak dapat aku nikmati ini. Di tambah lagi aku masih belum punya istri, jadi terasa hambar hidup sendirian seperti ini. Aku sangat susah mencari pasangan, karena dari kecil sudah tertutup dengan para wanita. Mungkin kalian bisa mengerti jika membaca kisahku dari awal.
Mereka berlima juga setiap malam mendatangiku dan bertanya tentang rencana kami sebelumnya. Aku pun akhirnya memutuskan, mulai besok akan memulai rencana tersebut.
Keesokan harinya, aku memanggil 20 orang dari bangsa manusia, untuk membantu membeli tanah dari lokasi yang ada di peta tersebut, rencana pun berjalan dengan lancar, walaupun memakan waktu yang lumayan lama, karena wilayah - wilayah tersebut jaraknya berjauhan.
Mereka mulai menghubungi RT, RW, dan Lurah setempat untuk mencari pemilik tanah tersebut. Ada yang menjualnya murah, ada yang mahal dan ada juga yang tidak ketemu pemiliknya. Tetapi aku tidak akan cerita kepada siapa pun tentang asal usul uangku ini. Semoga 20 orang tadi juga tidak membaca novel ini.
Lima Bulan berlalu, akhirnya aku berhasil mengumpulkan surat tanah yang sangat banyak, aku juga sangat puas dengan pekerjaan 20 orang yang aku bayar tadi. Dan aku membubarkan mereka karena misinya sudah selesai.
Malam harinya, ke-5 jendral itu mendatangi aku lagi, lalu aku meminta mereka untuk mengumpulkan semua pengikut yang ada di istana. Malam itu aku memutuskan berkunjung dan membuat pengumuman penting di istana tersebut.
Aku pun memulai pidatoku,
"Malam ini! Aku Raja Aris, memberitahukan kepada kalian semua, bahwa aku telah menyelesaikan tugas sebagai seorang Raja. Aku telah membeli tanah di dekat permukiman dari kerajaan utama dan 7 kerajaan cabang, yang akhirnya menyelesaikan masalah kalian semua."
Mereka pun semuanya bergembira, bahkan sampai melompat - lompat karena senangnya. Lalu aku melanjutkan pidatoku,
"Di depan kalian ini adalah surat tanah, yang akan aku kembalikan ke istana, dan malam ini juga, Aku akan mengundurkan diri sebagai Raja!"
Mereka semua tiba - tiba bersedih, bahkan banyak yang menangis. Aku pun secepatnya turun dari panggung itu, kemudian 5 Jendral tadi menahanku, mereka berlutut di depanku, dan Kirana mengatakan,
__ADS_1
"Raja! Apa yang kamu lakukan? Tolong jangan bermain - main dengan perasaan kami, tidakkah engkau melihat wajah mereka semua yang menaruh harapan besar kepadamu? Jika kamu pergi meninggalkan kami, lalu siapa yang akan memimpin kami? Sudah ribuan tahun kerajaan ini berdiri, namun tidak pernah ada raja yang tiba - tiba mengundurkan diri seperti ini. Sebenci itukah dirimu kepada kami? Sehina itukah kami dimatamu?"
Aku terdiam dan memandang wajah sedih mereka semua. Ada orang tua, anak - anak, dan ada juga Ibu - ibu yang menggendong bayinya, mereka semua sangat bersedih dan menangis, aku juga sebenarnya sangat sedih malam itu.
Namun aku tidak tahu harus berbuat apa lagi kepada mereka, emas dan uang pun masih banyak, cukup untuk cari istri dan modal nikah. Kemudian aku tegaskan lagi kepada mereka.
"Aku sudah melaksanakan tugasku, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi kepada kalian, mengapa tidak memilih salah satu dari kalian saja menjadi raja? Kalian lebih mengerti tentang urusan kerajaan ini!"
Lalu Kirana menjawab dengan tegas,
"Baiklah kalau begitu! tapi ada satu hal penting lagi yang harus kamu lakukan! dan itu adalah amanah dari Raja sebelumnya dan hanya kamu yang bisa melakukannya!"
"Lalu apa hal tersebut? Sehingga hanya aku yang bisa melakukannya?" Aku bertanya dengan tegas dan penasaran.
Kirana menjawab dengan tegas pula, "Kamu harus menikahi Putri! Dan membuat keturunan Untuk penerus Kerajaan ini."
Aku sangat terkejut mendengarnya, tetapi aku tidak tahan menahan tawa karena permintaan yang konyol tersebut.
"Buahahahaha. Huahahhaa.. aku bangsa manusia bukan siluman! Bagaimana mugkin aku menikahinya?! Kalian semua juga tau usia dia sekarang, seharusnya dia lebih pantas menjadi Nenekku, kalian pikir aku mau menikah dengan Nenek - nenek? Aku tidak akan menikah dengan Nenek peyot itu!"
Lalu terdengar langkah kaki berjalan menghampiriku, sebelum akhirnya ,,,
"PLAAK! PLAAK! PLAAK!"
Awww!, pipiku sangat sakit, seseorang menamparku, dengan sangat keras, aku mencoba menahan rasa sakit itu dan ingin tahu siapa yang sangat berani menamparku.
__ADS_1
Oh,,, ternyata dia, yang baru saja aku sebut Nenek peyot. Aku melihat matanya lebih sadis dari sebelumnya, dia berteriak sambil menunjuk ke arah luar.
"Pergi! Pergi kau dari sini! Tidak cukupkah selama ini kau menghina ayahku dan rakyatku?"