MENIKAHI Tiga Wanita Cantik

MENIKAHI Tiga Wanita Cantik
PEJANTAN TANGGUH


__ADS_3

Lalu aku berdiri dan melihat kedepan. Di sana ada Putri yang sedang menatap bulan seperti malam sebelumnya, tetapi dengan rambut yang sudah Acak - Acakkan dan bajunya yang berantakan.


 


Aku juga melihat sekeliling tempat itu sudah sangat mengerikan, dengan beberapa pohon yang sudah bertumbangan, dan tanah yang berhamburan. Sepertinya baru saja terjadi pertempuran dahsyat antara mereka di tempat ini.


 


Aku mencoba melangkah ke arah Putri. Namun kirana memegang kakiku dan berbicara dengan nada yang masih sangat berat.


 


“Jangan pergi ke sana Raja, ini bukan waktu yang tepat untuk menemuinya”


 


Aku melepas tanganya dengan lembut.


“Semuanya akan baik – baik saja, bagaimanapun semua ini karena kesalahanku, aku harus menjadi pejantan tangguh yang tidak boleh menghindar dari sebuah masalah.”


 


Aku pun melanjutkan langkah kakiku, dan tentu saja itu adalah langkah kaki yang sangat berat. Untuk menghilangi rasa gugub dan takut saat itu, aku pun mencoba melangkah sambil bernyanyi.


 


~   Jantan, Pejantan tangguh itu yang kuharap ada padaku...


~  Agar, agar diriku bisa melumpuhkan tingkah liarmu...


(Sheila on 7)


 


Tanpa di duga dia membalas nyanyianku dengan suara yang sangat merdu. Sampai membuat langkah kakiku terhenti sejenak.


 


~ Bila . . . rasaku ini rasamu . . .


~ Sanggupkan engkau . . .menahan sakitnya . . .


~ Terkhianati cinta yang kau jaga . . .


~ Coba . . . bayangkan kembali . . .


~ Betapa hancurnya hati ini, Ariisss . . .


~ Semua telah terjadi . . .


(Krispatih)


 


Eh, buset!!! Bahkan dia mengganti liriknya pakai namaku, aku melanjutkan langkah kakiku, dan sekarang kami sudah berdiri sejajar, tetapi aku masih menjaga jarak lima langkah darinya.


 


Bukan karena corona, tetapi aku takut di telan hidup – hidup olehnya. Bisa di bilang lebih mematikan dari corona.


 


Dia langsung melihatku dengan pandangan mata yang mengerikan, sambil mengeluarkan aura yang menyeramkan,


 

__ADS_1


“Masih berani kau datang kesini!?” cetusnya dengan sinis.


“Aku ingin bicara denganmu," jelasku.


 


“Sekarang apalagi yang ingin kau katakan? Sebelumnya dengan Dewi, tetapi aku masih memberimu kesempatan!, sekarang dengan Kirana!, Apakah kamu selalu melakukan hal itu dengan para wanita ha!?”


 


“Aku akan menjelaskanya,” ujarku, tetapi dia langsung memotong kata – kataku.


 


“Hari ini aku sangat sadar, ternyata ayahku telah salah menilaimu! dan kau pun tidak pantas menjadi suamiku!” cetusnya sambil mengeraskan rahang dan menggertak giginya.


 


“Percayalah, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu,”


 


“Tidak ada lagi yang perlu kau jelaskan! Aku sudah melihat semuanya di depan kedua mataku!”


 


Dia langsung memasang kuda – kuda, dan bersiap untuk menyerangku. Udara di sekitar berubah drastis.


 


Petir pun mulai menyambar-nyambar, batu mulai terangkat ke udara, tiupan angin semakin kencang, rambut Putri pun mulai jingkrak – jingkrak seperti di film Dragon Ball. lalu ,


 


CLING !!! CLING !!!


 


 


“Raja pergilah dari sini, dia bukan lagi Putri yang kita kenal, Kami ber dua juga bukan tandingannya," ujar kedua pengawal itu.


 


Astaga! Ternyata mereka berdua tidak tuli dan bisu seperti perkiraanku.


 


“Aku tidak akan kemana pun!, Kalian berdua minggirlah, Aku akan menyelesaikan apa yang sudah aku mulai," tegasku.


 


Kakiku melangkah maju kearah Putri, sekarang Aku hanya berjarak satu langkah di depannya.


 


“Jika dengan membunuhku, luka di hatimu dapat terobati, dan prasaanmu menjadi lebih baik, maka lakukanlah, Namun berjanjilah untuk mencari lelaki yang lebih baik dari aku, dan hidup bahagialah bersamanya, aku tidak akan menyesal jika harus mati di tanganmu, karena aku mencintaimu hingga nafas terakhirku, dan tidak akan pernah berubah untuk selamanya.” ucapku tulus kepadanya.


Akupun menutup kedua mataku, dan siap untuk menerima serangan yang mematikan darinya, sebelum akhirnya dia menjerit sangat kuat!,


 


“Aaaaaa!!!!!!," dan "Gubrak!!!”


 

__ADS_1


Jiah! dia malah pingsan. Ternyata Putri sudah terlalu banyak mengeluarkan tenaga dalam, dia sudah sampai batasnya, lalu aku menggendong dan membawanya pulang.


 


Sesampainya di istana, aku langsung membawa Putri ke dalam kamarnya, membaringkan tubuhnya di tempat tidur, dan ini untuk pertama kalinya aku memasuki kamar itu. Ternyata kamar dia sangat indah, dindingnya di tutupi oleh kain berwarna putih, perlengkapan kamarnya juga berwarna putih, sepertinya warna putih adalah warna kesukaan dia.


Aku memanggil ke dua pelayan putri untuk menggantikan baju dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu aku menjaga Putri dengan harapan saat dia terbangun aku sudah berada di sampingnya, biar dia berpikir kalau aku yang selalu menjaganya selama dia tidak sadarkan diri.


 


Keesokan harinya, ternyata dia juga masih belum juga terbangun, Tetapi aku terus menunggu tanpa makan dan tidur agar terlihat keren di matanya, sambil memikirkan kata – kata yang bagus ketika nanti dia terbangun.


 


Malam harinya, dia juga masih belum terbangun, tetapi mataku sudah tidak kuat lagi, akhirnya aku pun tertidur di lantai di samping ranjangnya.


 


Keesokan paginya, akhirnua dia pun terbangun, Namun aku masih tidur sambil mengorok dan ngences karena sedang mimpi indah tentang apemnya Kirana, lalu dia berdiri dan


 


 “Hugh!!!”


 


Dia menginjak perutku sambil berjalan ke arah dapur, rencanaku pun akhirnya gagal untuk terlihat keren di matanya, aku mengikuti dia sambil menahan sakit di perutku.


 


Ternyata dia sangat kelaparan, Putri mengeluarkan semua makanan dan meletakanya ke atas meja, dan memakanya dengan sangat cepat (rakus), kali ini dia terlihat seperti cewek cantik yang Gila!.


 


Dengan rambut yang acak – acakan, dan masih menggunakan baju tidur, bahkan dia menaikan satu kakinya ke atas kursi, cara makanya juga seperti siluman kesurupan. Lalu aku memberanikan diri untuk duduk di depan dia, dan menatapnya dengan sangat bingung, dia juga melihatku dengan mata melotot, tetapi tetap sambil makan.


 


Aku jadi ikut lapar, karena sudah dua hari tidak makan, bahkan perutku mulai keroncongan, bunyinya sangat keras, aku yakin dia pun juga mendengar bunyi itu. Aku mencoba mengambil salah satu makanan kesukaanku di sana, yang berada di tengah meja, yaitu ayam bakar menu favoriteku.


 


Aku perlahan – lahan mendekatkan tanganku ke arah ayam bakar tersebut, tetapi ketika tanganku menyentuh ayam bakar itu,


 


“Plaak!!!” Dia menampar tanganku.


 


Akhirnya ayam itu pun terjatuh lagi, tidak lama kemudian dia berdiri, dan melempar semua yang ada di atas meja itu ke arahku, Nasi, piring, gelas, sendok, ayam bakar, mangkok, kursi dan lain – lain.


 


Aku langsung menjaga jarak dan menghindar dari lemparanya itu, namun aku juga bersyukur, karena bisa menanggkap beberapa ayam bakar yang dia lempar ke arahku, dan aku memakanya sambil tetap menghindari lemparanya itu.


 


Tapi sepertinya dia semakin kesal dengan tingkahku saat itu. Setelah tidak ada lagi yang dapat di lempar. Putri pun akhirnya berjalan keluar istana lagi, dia berjalan tanpa arah dan tujuan.


 


Aku mencoba mengikutinya, kemudian kelima Jendral pun datang ingin membantu, tetapi aku melarangnya, dan menyuruh mereka untuk istirahat. Karena luka mereka juga belum sepenuhnya pulih.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2