
Malam hari pun akhirnya tiba. Aku berjalan dengan gagah ke arah kamar Ratu laut tersebut. Ternyata sesuai dengan perintahnya, semua penjaga di istana telah hilang entah kemana, kecuali ke-4 pengawal pribadi yang sedang berjaga di luar pintu kamarnya.
Aku melihat wajah mereka mulai berseri kembali, tidak pucat seperti siang hari tadi. Tanpa basa - basi aku langsung memasuki kamar itu, yang ternyata juga sudah di modifikasi seindah mungkin, aromanya juga lebih sejuk dari sebelumnya.
Ratu telah menungguku di ranjang. Sepertinya dia juga sudah mempersiapkan diri untuk malam ini. Terlihat wajahnya juga sudah Kinclong dan Glowing kembali, bahkan dia hanya menggunakan lingerie transparan berwarna hijau muda.
Aku mendatangi tubuh indahnya, sambil duduk di ranjang yang empuk dan lumayan lebar itu. Mataku terpesona melihatnya, seakan - akan tidak dapat berkedip, dan perlahan melihat dari atas hingga ke bawah tanpa melewati detail yang ada.
Keindahannya tidak dapat di bandingkan dengan ribuan film dewasa yang selama ini aku tonton. Ini benar – benar luar biasa, bahkan terlihat gunung kembarnya yang padat dan besar. Bahkan ada tonjolan kecil di atasnya yang berwarna merah muda.
Bagian bawahnya juga tidak luput dari mataku, dan malam itu aku juga baru sadar, ternyata dia sama seperti Kirana, tidak memiliki bulu. Sepertinya dia juga dari bangsa siluman ular, tetapi mungkin dari jenis ular laut. Belum puas aku memandang bagian bawahnya, dia sudah mengajakku bicara.
“Bisakah kita memulainya sekarang?” ujarnya dengan lembut sambil tersenyum dan meraih tanganku. Mungkin karena reaksiku yang terkagum melihat keindahan tubuhnya.
“Bisakah kamu berjanji untuk merahasiakan malam ini kepada istriku? Aku tidak ingin mengecewakannya,” pintaku.
Mendengar permintaanku tersebut, senyum indahnya menghilang seketika. Dia memalingkan wajahnya dariku. Sepertinya dia tidak suka dengan kata – kataku saat itu.
“Aku akan merahasiakannya, hanya ke-4 pengawal pribadiku saja yang mengetahui tentang malam ini. Kita juga melakukanya karena terpaksa,” ujarnya dengan wajah kesal dan masih memalingkan wajahnya dariku.
Namun aku justru semakin bernafsu melihat posisi dia saat itu, karena tengkuk lehernya semakin terbuka untuk di jamah. Akhirnya bibirku mendarat di leher dan sambil membasahinya, dia juga akhirnya kehilangan kendali, terlihat matanya mulai merem melek, dan tangan dia mulai membelai rambutku.
Ratu laut akhirnya tidak kuat mempertahankan rasa kesal tadi. Akhirnya kami sangat bergairah malam itu, dia memulai duluan aksi saling menampar bibir, bahkan tidak jarang saling isap dan menggigit dengan lembut. Membuat aku merasakan ada sesuatu yang hidup di bagian bawahku.
Akhirnya aku melepas pakaian, sehingga tidak ada lagi sehelai benang pun yang menempel di tubuhku yang kekar ini, begitu juga dengan dia yang memang hanya menggunakan kain tipis yang transparan. Aku langsung menindih tubuhnya. Suasana kamar itu menjadi sangat panas, keringat kami juga saling menyatu.
Setelah merasa puas di bagian bibir. Aku berpindah ke bagian gunung kembar miliknya, yang membuat dia seperti kegelian saat aku menghisap benjolan kecil yang berwana merah muda itu, tidak jarang juga aku menggigitnya dengan lembut.
“Aku tidak kuat lagi, aku akan memasukannya sekarang," bisiku lembut di telinga dia.
“Pelan – pelan, ini pertama kalinnya untukku," jawabnya dengan lembut juga.
__ADS_1
Aku akhirnya memutuskan untuk langsung melakukan ritual itu, dia juga merenggangkan pertahanannya. Aku mencoba mendorong terong yang dari tadi memang sudah berdiri.
Tetapi ternyata tidak bisa di masukan. Aku menaik turunkan pinggangku seperti di film – film yang aku lihat belakangan ini, tetapi tidak bisa masuk juga. Mungkin karena lobangnya sangat sempit.
“Jangan di paksa, Saki ... t, basahi dulu,” rengeknya sambil menahan rasa sakit.
Akhirnya aku putuskan untuk memasukan wajahku di hempitan paha mulus itu. Menjilati bagian yang lembut dan kenyal itu sampai basah, tetapi Ratu malah menggeliat seperti cacing kepanasan. Bahkan dia menjambak – jambak rambutku.
Setelah merasa sudah cukup basah dan becek, akhirnya aku mencobanya lagi. Ternyata memang sangat efektif, terong itu bisa masuk secara perlahan, tetapi ada sedikit hambatan yang harus aku terobos.
“Kreekek, kerekek,” bunyi hambatan itu, mungkin ada yang koyak di dalam sana, tetapi terongku hanya bisa masuk setengah, akhirnya aku mencoba untuk menghentaknya dengan paksa, dan . . .
“Kreeeeek” gak tau bunyi apa itu. Mungkin selaput darah yang koyak. Tetapi aku berhasil memasukan hampir semuanya. Namun dia malah menjerit dan melepaskannya,
“Aaaaaaagh .. !!!” Suara jeritanya yang menggelegar. Mungkin ke empat pengawal yang berjaga di pintu juga mendengar jeritan dia.
Terlihat olehku darah kental yang sangat banyak keluar dari dalam sana dan sebagian lengket di terongku. Aku langsung melompat dari ranjang karena ketakutan.
Tidak lama kemudian seperti ada gelombang yang mengalir di dalam pembuluh darahku, oh ya ampun, ternyata kekuatan dia mulai mengalir ke tubuhku seperti di copy - paste.
Aku langsung duduk di lantai dan melakukan meditasi, ternyata sangat mudah jika ingin kuat seperti mereka, cukup masukan dalam – dalam, bunyi kreeeek!, kemudian dia menjerit, lalu keluar darah dan selesai.
Lima menit berlalu, aku tidak mendengar lagi suara tangisan dia. Ternyata dia juga sudah duduk bermeditasi di atas ranjang. Mataku mulai bisa melihat aura di seluruh tubuhnya, mungkin itu kekuatan yang dia miliki.
Telingaku juga mulai bisa mendengar suara dari kejauhan, sepertinya kekuatan ini memang luar biasa. Malam itu akhirnya kami menghabiskan waktu dengan saling bermeditasi, aku di lantai dan dia di ranjang.
Keesokan paginya, saat aku merasa sudah cukup dengan meditasiku, aku mencoba membuka mata. Ternyata Ratu itu sudah berdiri di depanku dengan ekspresi yang sangat kaget, tetapi sudah lengkap dengan busanannya.
Awalnya aku pikir dia kaget karena melihat aku masih polos tanpa busana, ternyata . . .
__ADS_1
“Aku tidak percaya! ini sungguh luar biasa! sekarang kamu memiliki kekuatan tanpa batas, dan aku baru pertama kalinya melihat yang seperti ini,” ujarnya sambil memelukku.
“Woi zombi, tunggu dulu, aku pakai baju dulu, kalau aku pengen anu lagi bagaimana? mau rupanya kau tanggung jawab?”
“Hahaha ... aku sudah tidak perduli dengan hal itu, aku akan bertanggung jawab berapa kali pun kamu inginkan. Maukah kamu sekarang menjadi raja ku?” ujarnya.
“Tidak! Aku sudah memiliki istri dan istanaku sendiri, aku tidak akan menghianati Putri!” tegasku sambil melepaskan pelukan dia.
“Kamu laki – laki yang tidak bertanggung jawab! Kamu sudah menodai kesucianku! Sekarang kamu mencampakan aku begitu saja!” ucapnya dengan galak.
Ohhh, ya ampuuun! Aku jadi bingung sama wanita ini, dia malah jadi mempersalahkan aku. Akhirnya pertengkaran di antara kami pun tidak terhindari.
“Aku melakukan hal itu demi melinudungi rakyatmu! Kenapa kau jadi menyalahkan aku? Di hatiku sudah ada Putri, dia tetap menjadi yang nomor satu di hidupku!” jawabku dengan kesal.
“Oooh ... kalau begitu, bagaimana seandainya jika aku menceritakan tentang kejadian tadi malam kepada Putri itu?” ujarnya sambil memasang wajah licik.
“Bukankah kau sudah berjanji untuk merahasiakan tentang hal ini? mengapa sekarang kau ingkari janji itu! apa maumu?”
Lalu dia memasang wajah lugu dan ekspresi pikun,
“Benarkah aku sudah berjanji akan hal tersebut? Kenapa aku lupa kalau aku pernah mengucapkannya? Saat ini aku hanya ingin jadi istri ke-2, tetapi di utamakan. Bagaimana?”
Kutukupreeet! Dia benar – benar licik, minta jadi yang ke-2 tetapi di utamakan.
“Aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepada Putri, dia juga tau kalau aku bukan lelaki seperti itu.” jawabku.
“Tenanglah, kamu tidak perlu memikirkan hal tersebut, masalah istrimu biar aku saja yang mengatur semuanya. Aku akan membuatnya menerima hubungan kita, tanpa melukai perasaan dia. Dan malam ini, kamu harus tidur lagi bersamaku, atau aku akan cerita ke istrimu,” ujarnya dengan sangat tenang sambil mengancamku.
Aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan, hanya bisa mencoba untuk percaya saja dengan kata – katanya. Aku sebenarnya bisa merasakan perbedaan kekuatan kami sangat jauh. Sepertinya dia sangat tertarik dengan kekuatan yang aku miliki. Aku bisa saja membunuh dia saat ini, tetapi aku juga mulai menyukainya. Hahaha ....
__ADS_1