
Setelah semua harta Dimas di ambil Maya,,saat ini Dimas sudah tidak memilih apapun dan Dimas bukan lagi pria kantoran yang gagah,tampan dan kaya..saat ini pekerjaan Dimas hanyalah menjaga anak saja di rumah sedang kan maya,,asik pergi keluar dengan teman-teman nya tak jarang Maya pulang larut malam dalam ke adaan mabuk..
"Astaga maya kenapa kamu jadi seperti ini sih?"
"Diam kamu mas,saat ini hidup mu ada pada ku jika kau berani melawan ataw membantah ku,aku tidak segan-segan mengusir mu dari rumah ku"
"Tapi Maya,semua harta yang kau punya itu juga punya ku,aku yang memberikan nya jadi apa alasan mu menyuruh ku untuk mengurus anya?"
"Hahaha,apa kamu bilang mas hartamu hahah itu dulu mas,saat kau memberikan nya pada ku itu semua sudah menjadi milik ku,
dan sekarang kau tidak punya apa-apa lagi sekarang,jadi turuti saja perintah ku jaga Anya di rumah"
"Maya apa kamu sadar dengan apa yang sedang kamu katakan,ingat Maya surga mu ada pada ku dan kau harus ingat kamu tidak akan punya apapun tanpa harta dari ku"
"Terserah kamu mas,pokonya jika kamu masih ingin tetap tinggal di rumah ku ya kamu harus mau mengurus anya,jika kau menolak nya silahkan kamu pergi dari rumah ku dan untuk surat perceraian kita nanti aku yang akan mengurus nya dan akan mengirimkan nya ke tempat mu"
"Tapi maya,aku ini seorang suami kepala rumah tangga apa pantas aku tinggal di rumah dan mengurus anak sedangkan kau pergi keluar dan bersenang-senang dengan teman mu"
"Sudah ya mas aku cape berdebat terus dengan kamu"
"Nyesel aku Maya karna sudah menuruti apa mau mu,kau memang wanita ular benar kata Ajeng jika kau menikah dengan ku hanya ingin harta ku saja dan saat ini terbukti sipat kamu yang sebenarnya"
"Hahah kau ini bodoh mas aku dan Ajeng sama-sama wanita dan tentu saja Ajeng mengetahui siasat ku karna dia juga sama wanita mengerti"
"Tapi kenapa dulu kau terlihat sangat tulus mencintai ku dan aku pikir ucapan Ajeng hanya sekedar untuk menakut-nakuti ku saja,hhhhh bodoh sekali aku bisa tertipu dengan wanita murahan seperti mu"
"Tutup mulut mu mas,kau ini memang bodoh dari dulu kau tetap saja bodoh jika dekat dengan ku padahal istri dan orang tua mu sudah memperingatkan mu agar menjauh dari ku tapi kau tidak mendengar nya malah kau memusuhinya"ucap maya sambil melangkah pergi dengan mobil yang dulu sering Dimas pakai untuk bekerja
"Hhh sialan kamu Maya,awas kamu akan aku balas semua perbuatan mu"
Dimas seharian ini terus menjaga anya, sampai waktu menunjukan pukul 11 malam tapi Maya belum pulang juga
"Kemana si Maya itu,dari pagi sampai malam begini belum pulang juga"
"Aku telpon juga tidak bisa ya tuhan aku menyesal karna telah meninggalkan Ajeng dan anak ku Iki ternyata yang Ajeng katakan benar kalau Maya mau menikah dengan ku hanya ingin hartaku saja"
"Saat ini aku sudah tidak mempunyai apapun lagi dan itu semua karna kebodohan ku sampai-sampai rumah yang Ajeng tempati saja aku jual aku yakin Ajeng pasti sangat membenciku dan waktu di taman dulu aku sempat membuat anak ku sendiri terjatuh dan terluka jika Ajeng dan Iki tau pasti mereka langsung mengutuk ku
tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur menyesal pun percuma"
Saat Dimas sedang meratapi nasib nya terdengar suara decitan rem mobil
citttt
citttt
__ADS_1
"Itu pasti maya,tapi kenapa ada dua decitan mobil ya"
saat Dimas melihat arah keluar di kendala sketika dimas marah,karna Maya sudah berani bermain api di belakang nya
"Kurang ajar siapa laki-laki itu kenapa dia memeluk dan mencium istri ku,aku harus hajar orang itu"
"Sayang aku pulang dulu ya,besok kita bertemu lagi di tempat biasa ya?"ucap si lelaki itu
"Iya sayang hati-hati ya muahh"
"Mayaaaaa"teriak Dimas marah
"Ya sudah sayang kamu pergi dulu babay
ada apa hahh?"
"Kamu mabuk Maya?"
"Jika aku mabuk kenapa,apa ada masalah nya dengan mu hahh"
"Maya siapa laki-laki itu,kenapa dia berani mencium dan memeluk mu?"
"Dia itu kekasih ku dan dia sangat kaya"ucap maya setengah sadar
"Kekasih mu,Maya apa kau gila kau itu sudah menikah dan mempunyai anak,kenapa kamu berani berpacaran lagi di belakang ku"
"Maya aku minta sama kamu tinggalkan pria itu,dan kau sudah memiliki suami untuk apa kau berselingkuh dengan suami orang lagi"
"Karna aku suka uang tanpa uang aku gila dan ya yang mengajari ku tentang masalah perselingkuhan itu kamu masj adi tidak usah menceramahi ku"
"Maya kenapa kamu menjadi seperti ini sadar Maya sadar"
"Hahhaha kau ini sudah menjadi miskin bagaimana bisa aku terus hidup dengan mu,aku menikah dengan mu hanya ingin harta mu saja hahah"
di lain sisi semenjak kehadiran Ajeng di rumah nya amar sangat bahagia karna,setiap pagi dan malam hari mereka akan makan bersama dan bercanda bersama dan rasanya sangat nyaman jika Ajeng ada di samping nya
"Amar apa kau mau aku buatkan kopi ataw teh?"
"Kopi saja"
"Baiklah tunggu sebentar"
Ajeng kembali dengan membawa kan amat segelas kopi hitam yang sangat harum
"Ini kopi mu"
__ADS_1
"Terimakasih"
"Amar tidak baik sudah larut begini kau masih tetap bekerja,nanti bisa mempengaruhi kinerja pembuluh darah di tubuh mu"
"Mm karna hanya bekerja lah sahabat ku di saat aku sedang kesepian?"
"Kan sekarang sudah ada aku disini mau bisa bercerita kepada ku atau hanya sekedar bertanya saja"
"Mm aku tidak ingin merepotkan mu Ajeng"
"Tidak merepotkan sama sekali amar,kita harus saling mendukung dan saling menyemangati hidup kita ini ya sudah kau istirahat dulu jangan di paksakan nanti kamu bisa jatuh sakit"
"Mm baiklah"
"Ya sudah aku pergi dulu aku mengantuk"
"Ya sudah"
"Ajeng"
"Ya ada apa?"
"Tidak apa-apa"
"Ajeng"
"Iya ada apa?"ucap Ajeng sedikit kesal
"Terimakasih"
"Untuk?"
"Karna telah hadir dan mengisi kekosongan hati dan hidup ku"
"Mmm sama-sama ya sudah kau istirahat dan aku juga mau istirahat"
"Mimpi indah"
saat Ajeng pergi amar mulai tersenyum sendiri baru kali ini,ada yang perhatian dengan nya dan baru kali ini juga hati amar sedikit berbunga-bunga
"Ada apa dengan hati dan jantung ku,kenapa mereka terasa sangat bahagia ya seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan disana
apa ini yang di sebut cinta hahahah ada-ada saja masa ia aku mencintai Ajeng
sedangkan Ajeng mencintai Dimas
__ADS_1
tapi tidak apa walaupun Ajeng tidak mencintai ku, asal Ajeng ada disisi ku saja aku sudah bahagia"
"Aku janji tidak akan membuat mu menangis dan terluka seperti apa yang mantan suami mu lakukan pada mu dan iki,aku akan berusaha sebisa ku agar kalian tetap bahagia meskipun kalian tidak ada hubungan nya dengan ku"