
Dimas terus saja meminta Ajeng untuk kembali pada nya tak jarang Dimas rela melukai dirinya sendiri agar Ajeng mau berbalikan dengan nya..
"Ajeng jika kamu tidak mau kembali dengan ku,aku akan melukai tangan ku ini?"ancam Dimas
"Itu bukan lagi urusan ku mas, walaupun kau mengancam ingin bunuh diri pun aku tidak akan perduli"
saat Ajeng hendak pergi tiba-tiba Dimas memotong pergelangan tangan nya dan diapun terjatuh pingsan
Brug.
"Astaga mas Dimas,bangun mas?
tolong,tolong"Ajeng terus menjerit meminta tolong kepada warga
"Ada apa bu"ucap dua orang warga
"Pak tolong dia pak,tangan nya berdarah dan dia pingsan"
"Ayo kita bawa kerumah sakit"ucap warga tersebut
setelah 20 menit menempuh perjalanan akhirnya Dimas sampai juga di rumah sakit dan langsung mendapatkan pertolongan pertama
"Aku harus memberi tahu ibu Dimas,tentang Dimas yang masuk rumah sakit"
Tut Tut Tut
Tut Tut Tut
"Halo assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam bu"
"Ada apa Ajeng, seperti kamu sedang gelisah"
"Itu bu mas Dimas masuk rumah sakit,dan sekarang dia belum sadar Bu?"
"Apa yang terjadi Ajeng"
"Sudah bu nanti aku jelaskan sebaik nya ibu cepat kerumah sakit xx"
"Baik ibu akan segera kesana dengan bapak mu?"
"Ya sudah bu"
walaupun Ajeng sudah tidak mempunyai perasaan apapun,bukan berarti Ajeng tidak mempunyai hati untuk menolong Dimas
"Apa aku harus memberi tahu amar ya soal kejadian ini?"
"Tapi ini tidak ada urusannya dengan amar"
__ADS_1
setelah 30 menit akhirnya orang tua Dimas datang dengan tergesa-gesa dan langsung menanyakan keadaan Dimas.
"Ajeng"
"Ibu, bapak"
"Ajeng bagaimana keadaan Dimas nak?"ucap sang ibu
"Dia masih pingsan bu,tapi keadaan nya baik-baik saja kata dokter tidak ada yang perlu di khawatir kan"
"Syukurlah ibu lega mendengar nya"
"Tapi bagaimana ini bisa terjadi ajeng,kenapa Dimas tiba-tiba nekad melukai dirinya sendiri?"tanya bapak Dimas yang penasaran
"Tadi saat aku sedang membeli sayuran mas Dimas datang kepada ku,dan dia memintaku untuk kembali lagi pada nya,dan aku pun menolak nya,lalu dia mengancam ku kalau aku tidak mau kembali maka dia akan memotong pergelangan tangan nya pak buk"ucap Ajeng lirih
"Astaga dimas,kenapa kamu berbuat nekad begitu nak"tangis sang ibu
"Sudah Bu sudah,Ajeng apa kamu sudah tidak mencintai Dimas lagi nak?"tanya ayah Dimas
"Iya pak aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun terhadap mas Dimas dan aku juga sudah melupakan jika aku dulu pernah sangat mencintai nya"
"Ajeng apa kau tidak ada niatan untuk kembali dengan Dimas?"Tanya ibu Dimas
"Tidak bu setelah apa yang mas Dimas lakukan dulu kepada ku dan Iki,disaat itu aku memutuskan tidak akan pernah kembali lagi dengan nya bu"
"Maafkan aku bu,tapi rasa sakit hati ku karena perbuatan mas Dimas tidak akan pernah sembuh sampai aku mati sekalipun bu"
"Ingat Ajeng kau dan Dimas mempunyai Iki,dan Iki masih kecil masih membutuhkan sosok seorang ayah nak?"
"Aku tau itu Bu dan aku akan mencarikan dia ayah baru tapi bukan Dimas Bu,maaf bu jika sudah tidak ada lagi yang ingin ibu katakan aku pamit dulu,kasihan Iki di rumah sendirian"
"Tapi Ajeng"
"Sudah Bu yang Ajeng katakan itu benar perbuatan Dimas sungguh sangat menyakiti Ajeng dan Iki"
"Tapi pak,kasihan Dimas pak,ibu takut Dimas akan seperti dulu lagi"
"Ibu tenang saja itu semua tidak akan pernah terjadi lagi bu"
dilain sisi Iki terus saja menangis karna Ajeng belum kembali juga dari tadi pagi
"Hiks hiks hiks,pah mama kemana kok belum pulang juga?"tanya Iki sambil menangis
"Mama pasti sedang di jalan sayang,sudah Iki berhenti menangis ya mama pasti akan segera pulang"ucap amar menenangkan di saat yang bersamaan Ajeng pun tiba
"Iki sayang mama pulang,loh kok iki menangis kenapa sayang?"
"Mama dari mana,kenapa mama lama sekali?"
__ADS_1
"Tadi di jalan ada orang yang terluka jadi mama harus menolong nya dan membawanya kerumah sakit sayang"
"Lalu apa orang itu baik-baik saja mah?"
"Iya dia baik-baik saja dan keluarga nya pun sudah datang jadi mama bisa pulang?"
"Ajeng apa Dimas mengganggu mu lagi?"tanya amar
"Mmm ya begitulah"
"Apa yang kamu maksud itu Dimas?"
"Iya yang tadi terluka itu Dimas,aku juga tidak mengerti kenapa dia bisa berbuat nekad seperti itu?"
"Mmm apa kau merasa kasihan pada nya?"tanya amar penasaran
"Tidak,rasa sakit ku mengalahkan segalanya terhadap Dimas"
"Tapi dia itu kan ayah dari anak mu?"
"Walaupun begitu aku tetap tidak akan merasa iba terhadap nya"
# rumah sakit
"Ajeng,Ajeng kamu dimana Ajeng"ucap Dimas sambil mencari keberadaan Ajeng
"Dimas sayang kamu sudah sadar nak"tanya sang ibu
"Bu Ajeng mana bu,,kenapa dia tidak ada disini bu"
"Ajeng sudah pulang nak dari tadi"
" Kenapa ibu membiarkan Ajeng pulang Bu,aku mau Ajeng bu,aku mau Ajeng kembali pada ku"
"Sudah dimas,untuk apa kamu menginginkan Ajeng kembali,bukan nya kamu sediri dulu yang membuang nya dan memilih perempuan murahan itu"hardik ayah Dimas
"Sudah pak sudah Dimas baru saja sadar pak jangan memarahi nya dulu"bela sang ibu
"Bapak benar bu,ini semua kesalahanku"
"Baru sekarang kamu sadar,kemana saja saat kau meninggalkan anak dan istri mu dulu,saat ini kau menyesal pun tidak ada guna nya"
"Maaf kan aku pak,aku hilap aku terlalu bodoh karna lebih memilih Maya di Bandingkan Ajeng dan iki,orang yang mau berjuang bersama ku saat ini sudah pergi dan aku menginginkan nya kembali pak"
"Kau berusaha lah sendiri,kami tidak bisa membantu mu untuk hal ini?"ucap bapak Dimas menyerah
"Tapi kenapa pak bu"
"Karna kami sudah membujuk nya tapi dia tetap saja tidak mau nak"ucap ibu Dimas lirih
__ADS_1