Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
rayuan maut


__ADS_3

Dimas kelimpungan saat orang tau Dian, menanyakan sebab apa yang membuat Dian pergi.. Dimas sendiri tidak tau jelas apa yang menyebabkan Dian, pergi begitu saja tanpa memberitahu nya.


"Dimas juga tidak tau Bu!!" ucap Dimas lirih.


"Apa kamu sudah mencarinya?" tanya Ibu Dian kepada Dimas.


"Aku sudah mencari nya kemanapun Bu, tapi aku belum juga bisa menemukan nya!! pekik Dimas.


"Lebih baik kamu cari Dian lagi, Ibu tidak mau tau pokonya kamu harus menemukan Dian, dalam keadaan sehat dan baik-baik saja!! jika tidak Ibu tidak akan memaafkan mu, dan Ibu akan melaporkan mu ke polisi." pekik Ibu Dian emosi, dan langsung menutup telepon nya.


"Tapi Bu~~" saat Dimas ingin mengucapkan sesuatu, tapi Ibu Dian keburu menutup panggilan nya.


Tut tut Tut


"Aiss,, sial!! umpat Dimas sambil mengacak-acak rambutnya.


"Sebenarnya kamu pergi kemana Dian!! bahkan orang tua mu pun, tidak kamu beri tahu kemana kamu pergi." ucap Dimas kesal.


"Apa kamu sengaja pergi, karena kamu ingin lari dari pernikahan kita, yang akan di langsungkan tiga hari lagi!! ucap Dimas berpikir kemana-mana.


"Jika kamu tidak bersedia menikah dengan ku, kenapa dulu kamu menerima lamaran dari ku!! jika sudah seperti ini, mau di taruh di mana muka ku, dan juga keluarga ku." pekik Dimas prustasi.


"Pokonya aku harus mencari nya lagi, aku harus minta penjelasan dari nya, sebenarnya apa yang dia inginkan dan apa maksud ini semua." saat Dimas ingin pergi mencari Dian kembali, tiba-tiba Maya datang, sambil membawakan Dimas makan siang.


"Halo mas sayang!!" ucap Maya, menyapa Dimas yang hendak membuka pintu mobil nya.


"Maya!! pekik Dimas.. Untuk apa kamu kemari, aku tidak mau bertemu dengan mu, cepat sana pergi!!" bentak Dimas mengusir Maya.


"Aku datang ke sini sengaja, untuk membawakan mu makan siang kesukaan mu, karena aku tau kamu pasti belum makan siang kan." ucap Maya, tersenyum manis.


"Tapi aku tak butuh itu semua dari mu!! pekik Dimas kembali.. Lebih baik kamu pergi." usir Dimas kembali.


"Jangan seperti itu mas, aku datang ke sini dengan niat baik loh, masa kamu tega mengusir ku?" tanya Maya, sedikit memelas.


"Niat baik apa!! pasti kamu datang kemari mempunyai rencana buruk kan?" tanya Dimas curiga dengan kedatangan Maya kemari.


"Kamu ini, pikiran mu selalu saja buruk tentang ku!! aku ini sudah berubah mas, aku sudah menyadari kesalahan ku dulu, dan aku mencoba untuk memperbaiki nya." ucap Maya, dengan mata berkaca-kaca.


Dimas yang melihat itu semua, perasaannya sedikit membaik, dan hati kecil nya merasa iba, melihat orang yang pernah dia sayang, merasa sedih.


"Hhh,, baiklah kali ini aku percya padamu, tapi jika kamu mengulangi nya lagi aku tidak akan memaafkan mu." ancam Dimas kepada Maya.


"Terima kasih mas." pekik Maya, berhambur ke dalam pelukan Dimas.

__ADS_1


Dimas yang mendapat perlakuan itu, tidak menolak bahkan Dimas, kembali memeluk nya.


"Iya sama-sama." gumam Dimas.


"Kalau begitu, mas makan dulu ya, aku udah capek-capek loh masak kesukaan mas." ucap Maya merayu.


"baik. Lagipula aku juga belum makan dari tadi pagi." ucap Dimas menerima, ajakan maya.


akhirnya Dimas, termakan rayuan dari Maya, hingga Dimas melupakan tujuan pertamanya untuk mencari keberadaan Dian.


"Gampang sekali merayu kamu mas, aku tidak akan membiarkan kamu mencari Dian." gumam Maya dalam hati, sambil terus memandangi Dimas yang sedang makan.


"Jangan melihat ku seperti itu Maya." pekik Dimas salah tingkah.


"Aku rindu mas, jadi mumpung mas masih sendiri dan belum resmi menjadi suami Dian. aku akan puas-puaskan memandang wajah mas." ucap Maya santai, namun mengandung arti bagi Dimas.


"Sebenarnya, Dian pergi menghilang, dan aku tidak tau kemana dia pergi." gumam Dimas lirih.


"Pergi!! maksud mas, si Dian itu pergi ninggalin mas sendiri?" tanya Maya, berpura-pura bodoh.


"Iya, dan mas bingung, tiga hari lagi acara akan berlangsung, tapi Dian tak kunjung datang." ucap Dimas sendu.


"Yang sabar mas!! pekik Maya, menepuk-nepuk bahu Dimas.


"Apa mas dan Dian bertengkar?" tanya Maya kembali.


"Tidak Maya, mas dan Dian tidak bertengkar sama sekali, dan hubungan kami pun saat itu baik-baik saja." jawab Dimas lirih.


"Lalu kenapa Dian pergi mas!! atau jangan-jangan Dian sengaja ingin membuat mas, dan keluarga mas malu?" ucap Maya, memperkeruh suasana.


"Mas juga tidak tau pasti Maya, tapi mas juga sempat berpikir seperti itu." jawab Dimas sependapat dengan Maya.


"Lalu apa orang tua mas, tau tentang hal ini?" tanya Maya, memanasi Dimas.


"Balum, Ibu dan bapak belum tahu tentang hal ini!! mas takut Ibu akan pingsan saat mendengar kenyataan ini?" ucap Dimas khawatir.


"Tapi mas, cepat atau lambat orang tua mas, pasti akan mengetahui nya." ucap Maya sambil memegang tangan Dimas.


"Mas ga tau Maya, mas tersiksa dengan masalah ini semua. Untung ada kamu, mas ngga tau kalau tidak ada kamu." ucap Dimas, memeluk Maya.


"Mas tenang aja ya, aku pasti ada saat mas butuh." ucap Maya menenangkan Dimas.


"Hhh ternyata aku pintar juga ya bersandiwara!!" gumam Maya dalam hati.

__ADS_1


"Ya udah mas, aku mau pulang dulu, nanti malam aku datang lagi, dan membawakan mas makan malam." ucap Maya berpamitan, dan mengecup bibir Dimas, sekilas.


"Tidak usah repot-repot may,, mas bisa makan di luar nanti?" ucap Dimas merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa mas, lagi pula aku kasihan jika melihat mu seperti itu mas." ucap Maya lirih.


saat Maya hendak pergi, Dimas tiba-tiba menarik tangan nya.


"Maya!!" pekik Dimas, sambil menarik tangan Maya.


"Iya mas, ada apa?" tanya Maya.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku,, aku." ucap Dimas berdiam diri, tanpa meneruskan perkataan nya.


"Aku apa mas?" tanya Maya penasaran.


"Tidak jadi, nanti malam aku tunggu ya." ucap Dimas salah tingkah.


"Ia mas."


"Hhh dasar laki-laki, baru di goda dan di rayu sedikit saja sudah luluh, Dian ,, Dian kasihan sekali nasib mu." gumam Maya dalam mobil.


"Lebih baik aku telepon saja si Romi itu!! bagaimana tugas nya di sana?" Maya langsung saja menekan nomor Romi yang tertera di handphone nya.


Tut Tut Tut.


"Halo!!" pekik Romi di sebrang sana.


"Halo, Romi bagaimana keadaan gadis itu?" tanya Maya kepada Romi.


"Dia baik-baik saja, hanya saja jika aku terus menjaga nya sendiri bisa-bisa!!" ucap Romi menggantung.


"Bisa-bisa apa!!" pekik Maya penasaran.


"Bisa-bisa aku tidak bisa mengontrol nafsuku, aku juga seorang pria normal, tinggal berdua saja dengan wanita, membaut hasrat ku timbul dan aku tidak bisa terus-terusan menahan nya." jawab Romi, seketika membuat Maya tersenyum licik.


bersambung..


tunggu up berikutnya ya. Jangan lupa like, comen sama vote nya. boleh juga kasih aku kembang sekebon😂❤️❤️


sambil nunggu mampir yuk ke karya teman aku


, di jamin seru loh.

__ADS_1



__ADS_2