Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
maya dan ajeng


__ADS_3

Maya merasa kesal karna Dimas sudah dua hari ini tidak pulang,karna itu juga Maya tidak bisa pergi keluar dengan teman nya karena Anya tidak ada yang menjaga nya


"Kemana sih mas Dimas ini,sudah dua hari dia tidak pulang dan semua rencana ku untuk pergi dengan teman ku terganggu karna anya tidak ada yang menjaga nya"


"Aku telpon juga ga pernah aktip nomer nya,,apa jangan-jangan dia sudah kembali lagi dengan si ajeng itu,,jika ia aku tidak akan tinggal diam saat ini aku masih membutuhkan mas Dimas untuk menjaga anya dan aku tidak akan membiarkan hidup Ajeng itu tenang akan aku buat dia dan anak nya hidup sengsara"


saat itu anya menangis dan haus ingin minum susu tapi Maya hanya diam saja tidak menggubris tangisan anak nya..


"Hiss berisik banget sih,kenapa kamu nangis hahh dasar anak pembawa beban saja gara-gara aku harus jagain kamu,aku tidak bisa pergi keluar dengan teman ku"ucap maya kesal sambil memukul anya yang sedang menangis


"Aku tidak mau jika aku harus mengurus mu lagi,,jika benar ayah mu kembali lagi dengan Ajeng maka kamu juga harus ikut dengan nya karna aku tidak mau menanggung beban karna harus mengurus dan membiayai mu"


sementara itu anya yang sedang menangis menjadi takut kepada sang ibu yang terus saja marah dan tak jarang memukul nya


"Pokonya aku harus ketemu sama ajeng,,ya benar aku harus ketemu Ajeng dan memberikan anak ini padanya"


"Ayo kamu harus ikut mama pergi ke tempat Ajeng,,mas Dimas bilang Ajeng tinggal di daerah xx"


disisi lain Ajeng dan Ica hendak pergi bekerja tiba-tiba Maya datang dengan membawa anak nya yang sedang menangis dan penuh luka lebam di wajah dan tangan nya


"Ajeng tunggu"panggil Maya


"Sepertinya ada yang memanggil nama mu"ucap Ica


"Aku rasa juga begitu"saat Ajeng dan Ica sedang bertanya kepada satu sama lain tiba-tiba Maya datang dan memberikan anak nya


"Ajeng"


"Maya,,mau apa lagi kamu kesini?"tanya ajeng


"Mau apa katamu,,mana mas Dimas?"


"Aku tidak tau"


"Jangan bohong kamu Ajeng,cepat katakan di mana mas Dimas?"

__ADS_1


"Sudah aku katakan Maya aku tidak tau dimana suami mu itu..?"jawab Ajeng jujur


"Eh nenek sihir,kan udah Ajeng katakan kalo dia tidak tau dimana suami mu itu?"ucap Ica ketus


"Kurang ajar kamu, berani-berani nya memanggil ku seperti itu"


"Kenapa?memang cocok kan dengan mu yang galak itu"


"Sudah kamu jangan ikut campur,aku tidak punya urusan dengan mu urusan ku dengan Ajeng yang merebut suami ku"


"Apa kau tidak punya kaca ya di rumah,,kau yang merebut suami ajeng bukan ajeng yang merebut suami mu"kesal Ica


"Kau dan ajeng sama saja sama-sama wanita murahan"


plak Ica seketika marah dan menampar Maya


"Jaga bicara mu jangan pernah sebut aku dan ajeng sperti itu lagi"


"Aww,,awas kamu urusan kita belum selesai dan ya ini urus dan jaga di baik-baik karna aku tidak Sudi mengurus nya lagi"ucap maya yang memberikan Anya kepada Ajeng lalu pergi


"Mayaaa"teriak Ajeng memanggil Maya yang pergi


"Ya ampun itu manusia ataw iblis sih,,sama anak sendiri kok tega,astaga ajeng lihat anak ini wajah dan tangan nya banyak luka lebam ini pasti perbuatan Nene sihir itu"


"Ya ampun kasihan sekali kamu nak?"ucap Ajeng


"Apa yang akan kamu lakukan dengan anak ini Ajeng?apa kau akan mengurus nya ataw memberikan nya kepada Maya lagi?"


"Aku juga tidak tau Ica,,tapi untuk memberikan kepada Maya lagi aku tidak bisa karna kau lihat saja bagaimana cara mengurus anak ini"


"Ajeng sepertinya dia lapar,lihat dia memakan tangan nya sendiri?"


"Kau benar ica,kita harus memberikan nya susu kasihan dia,Oia Ica jika kamu mau bekerja kau pergi saja tapi tolong buatkan aku surat izin ya"


"Tapi apa kamu bisa mengurusnya sendiri?"

__ADS_1


"Insyaallah Ica,aku harus mengobati luka nya dulu habis itu aku akan bawa dia ke rumah ibu nya dimas"


"Baiklah kau jaga dia baik-baik ya ajeng kasihan dia,aku tidak tega melihat nya"


"Iya kau tenang saja"


setelah Ica pergi Ajeng kembali kerumah amar dan mulai mengobati luka di tubuh Anya


tok tok tok


"Sebentar "ucap pengasuh Iki


"Nyonya,kok balik lagi"


"Mmm bi tolong ambilkan aku sebaskom air hangat dan juga alat kompres ya"


"Iya nyonya"


saat Ajeng mula mengobati luka di tubuh Anya Iki datang dengan wajah yang cemberut


"Mama"


"Iya sayang ada apa?"


"Kenapa mamah membawa dia kemari?"


"Sayang kamu tidak boleh begitu ya,kasihan dia terluka,lihat wajah dan tangan nya semuanya banyak bekas luka kasihan dia kan"


"Tapi aku tidak suka padanya mah,aku ngga mau dia merebut kasih sayang mama dari ku"


"Tidak akan ada yang bisa merebut nya dari mu sayang,mama hanya mengobatinya saja nanti jika dia sudah di obati mama akan membawa nya ke kakek dan nenek nya"


"Benarkah"ucap Iki berbinar


"Heeh jadi iki tidak boleh cemberut lagi,karna mama tidak mau melihat anak kesayangan mama seperti itu"

__ADS_1


__ADS_2