
akhirnya Dimas kembali masuk kedalam siasat yang Maya buat. sehingga dia dengan mudahnya melupakan Dian yang sudah beberapa hari ini menghilang.
"Mas, ayo kita makan dulu!! kebetulan makanannya sudah aku panaskan." Maya terus bergelayut manja di dada bidang Dimas, yang sedang tertidur.
"Iya Maya, malam ini kamu memasak apa?" tanya Dimas kembali mencium pipi Maya.
"Malam ini aku memasak, menu kesukaan mu mas. udang saus Padang, dan aneka seafood lain nya." jelas Maya sambil menarik tangan Dimas, agar segera bangkit.
"Mmm sepertinya lezat, ayo kita makan. aku sudah tidak sabar, mencoba masakan mu." akhirnya Dimas dengan Maya turun kebawah untuk makan malam bersama. sementara di lain sisi Dian sangat ketakutan karena Romi semakin gencar menciuminya.
"Jangan lakukan ini padaku, aku mohon." Pinta Dian sambil terisak.
"tidak bisa, sayang. Aku sungguh tidak tahan melihatmu seperti ini, aku janji malam ini aku akan membuatmu merasakan hal yang sebelumnya belum pernah kau rasakan." Pekik Romi kembali menghujani Dian dengan ciuman yang penuh nafsu dan gairah.
Romi mulai mencium setiap inci tubuh Dian dengan sangat rakus dan buas. Dian yang awalnya menolak akan sentuhan dari Romi, saat ini tengah asik menikmati rasa yang luar biasa ini.
__ADS_1
"Mmm ,, ahh." Sebuah erangan kecil berhasil lolos dari mulut Dian, saat jari-jemari Romi masuk kedalam miliknya.
"Kau bisa saja menolak ku, tapi sayangnya tubuhmu sangat mendambakan akan sentuhan dari diriku." Pekik Romi tersenyum menyeringai, dengan jari-jemarinya keluar masuk pada milik Dian.
"Ahh,, jangan seperti ahh,, ini." Dian terus meminta Romi agar menghentikan aksinya, tapi, berbeda dengan tubuhnya yang sangat ingin meminta lebih dan mendambakan agar, Romi semakin dalam masuk kedalam dirinya.
"Aku sudah tidak, sabar sayang." Romi mulai mengarahkan miliknya kedalam sana. Setelah cukup lama berjuang untuk masuk, akhirnya Romi berhasil menerobos benteng pertahanan Dian yang masih, sangat sempit dan rapat.
"Ahhhhhhhhhhh." Dian memekik kesakitan saat milik Romi berhasil masuk dan bergerak perlahan di dalam sana.
Setelah satu jam lebih akhirnya tubuh Romi ambruk di atas tubuh Dian, yang dalam keadaan masih terikat.
"Aku mandi dulu ok sayang, nanti jika kau sudah bangun. Aku akan memberikanmu hadiah yang sangat istimewa, anggap saja itu sebagai upah dari kerjasama kita tadi." Pekik Romi tersenyum nakal saat melihat rekaman video di ponselnya.
Sementara Dian masih pingsan, karena tidak tahan dengan rasa lelah yang Romi berikan pada tubuhnya.
__ADS_1
********
"Mas Dimas, apa rencana mu untuk pernikahan yang akan di lakukan pada hari Minggu mendatang?" Tanya Maya sambil menyendok nasi kedalam piring Dimas.
"Aku tidak tau, yang jelas aku sudah tidak menginginkan wanita itu lagi." Jawab Dimas sambil meneguk air di gelas.
"Lalu bagaimana dengan orang tuamu?" Maya terus saja mencari tahu apa yang akan Dimas lakukan pada acara pernikahannya nanti.
"Apa kau mau menggantikan Dian, menikah denganku?" Tanya Dimas kepada Maya seraya menggenggam tangannya.
"Aku bersedia mas, aku mau." Jawab Maya dengan cepat.
"Terima kasih Maya." Dimas mulai mencium bibir Maya dan mereka mulai memilin lidah mereka dan bertukar Saliva.
bersambung.....
__ADS_1
sambil nunggu up dari si janda. yuk kepoin novel aku di hot buku. cocok buat yang suka sama cerita dewasa, dan disana sangat minim konflik. jangan lupa tap ❤️ dan rating (bintang) ya, di tunggu juga komen sama hadiahnya. bagi yang komen dan kasih rating lima di hari ini akan mendapatkan gift away dari aku berupa pulsa 5000-10.000yuk buruan gercep ya. jangan lupa tambahkan ke rak buku favorit kalian.selamat membaca