Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
menyatakan cinta


__ADS_3

Maya yang marah kerena melihat keluarga Dimas menyetujui hubungan mereka,langsung pergi tanpa menemui Anya


"Sial gadis itu ternyata tidak bisa di anggap remeh,hari ini aku kalah satu langkah dari nya,tapi kita lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu,karena telah berani melawan ku."ucap Maya kesal sambil membawa mobil dengan kecepatan tinggi


"Akan aku buat kalian semua menderita,awas kalian.?" ucap maya sambil meneteskan air mata


di lain sisi Ajeng,Iki,dan amar sedang sibuk menghias ruang tamu, walaupun mereka tidak mengadakan pesta besar tapi bukan berarti mereka tidak mengadakan makan malam keluarga secara romantis


"Nah sudah beres."ucap ajeng


"Mah,apa Tante cantik itu akan datang juga.?"tanya Iki kepada sang mama


"Siapa?."tanya Ajeng berpura-pura padahal Ajeng tau siapa yang di maksud Iki


"Mamah."ucap Iki merengek


"Kalian sedang membicarakan apa sih.?"tanya amar kepada Ajeng dan Iki


"Bukan apa-apa itu,rahasia kami berdua." ucap Ajeng meledek


"Baiklah jika kalian tidak ingin memberitahu ku ya sudah." ucap amar berpura-pura sedih

__ADS_1


"Mama,papa tahun ini aku ingin kado yang spesial dari kalian berdua.?" ucap iki seketika membuat Ajeng dan amar berpikir keras


"Apa itu.?"tanya amar dan Ajeng bersamaan


"Aku ingin mempunyai adik."jawab Iki tanpa dosa dengan polos nya


"APA.?" ucap Ajeng kaget sedangkan amar tersenyum penuh makna


"Iya mah,Iki kan sudah besar Iki mau punya dd bayi.?" ucap Iki


"Tapi sayang,kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu kemarin saat ada Anya kamu bilang tidak ingin mempunyai adik.?" tanya Ajeng syok dan bingung dengan permintaan iki


"Iki mau nya adik Iki yang keluar dari perut mama,sedangkan Ade yang kemarin bukan keluar dari perut mama."ucap Iki membuat amar sedikit gemas


"Benar ya pah,aku mau adik nya dua, satu cewe satu lagi cowo biar aku bisa jagain mereka nanti."ucap Iki polos


"Siap jagoan papah."


"Amar kamu ini apa-apaan sih,buat apa coba kamu ngomong kaya gitu sama Iki.?" ucap Ajeng kesal dan sedikit malu


"Ajeng.?" panggil amar sambil meraih tangan Ajeng

__ADS_1


"Ajeng jika boleh jujur,aku,aku,aku suka sama kamu,sejak kita pertama berjumpa.?"


"Dan aku mau jika kamu mau menjadi kekasih ku dan menjadi ibu dari anak-anakku nanti.?" seketika Ajeng terdiam membeku karna pernyataan amar yang secara tiba-tiba


"A,,amar kau tidak sedang bercanda kan.?" tanya Ajeng memastikan


"Tidak Ajeng aku sungguh-sungguh jatuh hati pada mu,dan aku tidak sanggup jika harus kehilangan mu dan juga Iki.?" ucap amar jujur


"Tapi amar aku ini wanita yang sudah pernah bersuami dan,aku juga wanita yang pernah gagal dalam rumah tangga."ucap Ajeng menyadarkan amar


"Aku tidak perduli Ajeng,yang jelas aku jatuh hati pada mu dan takut jika kehilangan mu."ucap amar sungguh-sungguh


"Tapi aku,,"


"Kamu bisa jawab nanti,aku akan sabar menunggu jawaban mu,kalau begitu aku ke depan dulu ya menyusul Iki.?"ucap amar yang menahan gugup setengah mati


"Astaga, akhirnya aku bisa mengungkapkan isi hati ku kepada Ajeng,setelah sekian lama aku pendam akhirnya aku bisa mengatakan nya."ucap amar yang sangat lega dan bahagia


"Dan semoga Ajeng segera memberikan jawbannya kepada ku secepat mungkin,aku sudah tak sabar."ucap amar tak sabar menunggu jawaban dari Ajeng


dilain sisi Ajeng masih merasa ini mimpi,karena amar juga merasakan hal yang sama terhadap nya selama ini

__ADS_1


"Jadi amar juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku,ah ya ampun ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan."ucap Ajeng sambil jingkrak-jingkrak


"Ya ampun rasanya aku tidak percaya dengan semua ini."ucap Ajeng yang tersenyum sambil berguling-guling di kasur


__ADS_2