Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
setengah hari


__ADS_3

"Rasanya senang sekali karena hari ini kita di beri kebebasan setengah hari" ucap Ica


"Tapi aku merasa bosan jika harus tiduran saja" jawab Ajeng


"Iya sih tapi kita harus apa?"


"Bagaimana jika kau ikut saja dengan ku ke rumah,disana kita bisa mengobrol,memasak dan kau bisa bermain dengan Iki" tawar Ajeng


"Ide bagus tuh,tapi apa pak amar tidak akan marah jika aku bertamu kerumah nya"


"Tentu saja tidak,malah dia sering bilang kepada ku jika aku mau membawa teman,ataw siapapun kerumah nya dia tidak masalah"


"Benarkah wah ternyata pak amar itu baik juga ya orang nya,aku kira dia itu orang yang sangat pelit seperti bos yang lain nya" ucap Ica


"Memang nya dulu sebelum kau bekerja di kantor amar,apa kau pernah bekerja di tempat lain?"


"Tentu saja,dan setiap aku bekerja di semua tempat itu tidak akan bertahan lama"


"Kenapa?"


"Ya terkadang bos nya yang pelit ataw rekan kerja nya yang rese,dan itu semua membuat ku tidak betah bekerja"


"Ya udah ayo kamu mau ikut tidak ke rumah amar"


"Ikut dong,tapi sepeda ku kan rusak lalu kita naik apa?" tanya Ica


"Kita kan bisa pesan taksi ataw naik angkutan umum juga bisa"


"Lebih baik pesen taksi aja deh,aku masih trauma jika harus naik angkutan umum"


"Kenapa,apa pernah terjadi sesuatu padamu"tanya Ajeng penasaran


"Iya dulu aku sering naik angkutan umum tapi suatu hari karna keadaan angkut sepi aku di todong preman dan sampai sekarang aku masih takut"ucap Ica


"Baiklah ayo kita naik taksi saja"


Akhirnya Ajeng dan Ica pergi menggunakan taksi,selain karena Ica trauma naik taksi juga lebih cepat di banding naik angkutan umum setelah 30 menit akhirnya Ajeng dan Ica tiba di kediaman amar

__ADS_1


"Nah kita sudah sampai"ucap Ajeng


"Ini serius rumah pak amar"tanya Ica


"Iya ayo masuk"ajak Ajeng kepada Ica


"Wah Ajeng sumpah demi apapun,ini rumah apa istana baru kali ini aku masuk ke rumah segede dan sebagus ini"ucap Ica yang terpesona dengan rumah amar


"Ayo masuk,mau sampai kapan kamu berdiri di situ?"


"Hehehe maaf habis rumah nya bagus banget sampai-sampai aku terkesima"


"Kau ini lucu sekali sih,aku juga sama pas pertama datang kesini tidak jauh beda dengan mu"ucap Ajeng terkekeh


"Berarti kita sama-sama wong deso heheh"


tok tok tok


"Nyonya,mari masuk"


"Makasih bi,Iki dimana bi"


"Baiklah,bi tolong buatkan minum untuk teman ku ini"


"Iya nyonya"


"Bahagianya ya kalo jadi orang kaya,mau apa aja tinggal bilang dan semua langsung ada di depan mata"ucap Ica


"Kau duduk dulu,aku mau panggil iki dulu ya"


"Ya sudah sana aku tidak sabar bertemu pangeran kecil yang tampan"


"Iki sayang"


"Iya,wah mamah sudah pulang"


"Iya sayang ayo turun di bawah ada teman mama yang ingin bertemu dengan Iki"

__ADS_1


"Siapa mah,apa orang nya cantik"ucap Iki jahil


"Tentu saja sayang,kau ini masih kecil sudah mengerti orang cantik dan tidak ya"ucap Ajeng tak percaya dengan pikiran anak nya


"Nah itu temen mama beri salam sayang"


"Halo Tante"ucap Iki sambil mencium tangan Ica


"Mm anak mu manis sekali,tapi sayang jangan panggil aku tante ya,karna aku masih muda dan juga masih cantik"ucap Ica dengan pede nya


"Lalu aku harus panggil apa"


"Panggil aku dengan Kaka cantik bagaimana bagus kan"


"Boleh deh Kaka cantik"


"Kalian ini,Ica apa kau tau tadi di atas saat aku memberi tahu ada teman ku yang ingin bertemu dengan nya lalu dia bilang apa coba"tanya Ajeng


"Mama?"panggil Iki sambil tersipu malu


"Apa yang dia katakan Ajeng"tanya Ica penasaran


"Dia bilang apa teman ku itu cantik ataw tidak"ucap Ajeng sambil terkekeh dan Iki malah tertunduk malu


"Benarkah,dasar kau ini kecil-kecil sudah tau bilang begitu"ucap Ica sambil mencubit hidung mungil Iki


"Sudah kalian teruskan saja ya,aku mau masak dulu"


"Apa kau bisa memasak Ajeng"tanya Ica


"Tentu masakan mamah ku paling enak dan tidak ada dua nya"jawab Iki antusias


"Wah benarkah Kaka cantik jadi ingin mencoba nya"


"Yang Iki katakan itu tidak benar,masakan ku hanya biasa saja dan rasanya pun biasa saja"


"Baiklah ayo aku bantu kau memasak"tawar Ica

__ADS_1


"Iki juga mau bantu mah"


"Ayo kita ke dapur jika kalian ingin membatu"


__ADS_2