Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
nasi goreng


__ADS_3

Akhirnya Amar dan Ajeng resmi jadian. walaupun Amar harus menunggu lama tapi hasil nya sesuai dengan apa yang Amar inginkan.


"Alhamdulillah akhirnya Ajeng bersedia menjadi kekasih ku, aku janji tidak akan membuat mu kecewa dan terluka." tekad Amar untuk membahagiakan Ajeng


"Ini adalah hari pertama ku dan Ajeng resmi menjadi sepasang kekasih, aku harus memberikan nya hadiah. bagaimana jika aku membuatkan nya sarapan pagi, aku akan buktikan kalau aku sangat mencintai nya."


Amar pun langsung saja menuju ke dapur dan membuatkan sarapan untuk Ajeng dan Iki.


"Nah sudah jadi, baunya sih harum tapi aku tidak tau soal rasanya?? mungkin rasanya enak seperti baunya." ucap Amar percaya diri


"Baiklah lebih baik aku siap-siap dulu lalu membangunkan istri ku Ajeng dan jagoan ku." ucap Amar tertawa geli membayangkan jika dia sudah menikah nanti


sepuluh menit kemudian Ajeng dan Iki turun untuk membuat sarapan, tapi saat Ajeng hendak ke dapur Ajeng melihat ada nasi goreng dan telur mata sapi di atas meja makan.


"Loh kok sudah ada sarapan ya di atas meja, siapa yang memasak nya?? apa bi Inah?." ucap Ajeng bertanya-tanya


"Mama sedang apa?." tanya Iki kepada Ajeng


"Ini sayang mama bingung siapa yang membuat sarapan sepagi ini?." ucap Ajeng kepada Iki


"Mungkin bi Inah mah?." Iki berpikir jika yang membuat sarapan itu bi Inah


"Mungkin sayang. ya sudah coba kamu panggil papa, lihat papa mu sudah bangun apa belum?." titah Ajeng kepada Iki


"Ok mah."


Iki pun langsung saja menuju kamar Amar untuk membangunkan nya dan mengajak sarapan, tapi saat Iki tiba Amar sudah lebih dulu keluar dari kamar.


"Loh papa sudah bangun?." tanya Iki kepada Amar


"Sudah dong, ayo kita sarapan dulu?." ajak Amar dan langsung menggendong Iki di pundak nya


"Papa aku bisa jalan sendiri." ucap Iki tak enak hati


"Tapi papa mau menggendong mu. nah kita sudah sampai." ucap Amar sambil menurunkan Iki dari pundak nya


"Ayo kita sarapan, kenapa hanya diam saja?." tanya Amar kepada Ajeng


"Aku bingung .. saat tadi aku turun dan ingin membuat sarapan, tapi di atas meja sudah tersaji nasi goreng dan telur mata sapi. dan aku tanya bi Inah katanya dia belum membuat nya aku jadi bingung." ucap Ajeng sambil memijat pelipisnya


"Sudah tidak usah bingung, lebih baik kita sarapan dulu saja." ajak Amar sambil mencentong nasi goreng untuk Iki dan Ajeng


"Nah ini untuk jagoan papa, dan ini untuk istri tercinta papa." seketika Ajeng tersenyum malu dan pipinya merah seperti kepiting rebus


"Amar." ucap Ajeng salah tingkah


"Ayo di coba?." titah Amar


"Mm rasanya enak mah." ucap Iki sambil mengunyah makanan

__ADS_1


"Benar sayang. tapi siapa yang membuat nya?." tanya Ajeng penasaran


"Itu aku yang membuat nya." ucap Amar santai


"APA." pekik Iki dan Ajeng kaget dengan apa yang Amar katakan


"Aku serius. nasi goreng ini aku yang buat." ucap Amar membela diri


"Wah papa memang terbaik." puji Iki kepada Amar


"Terima kasih sayang." ucap Amar tulus


setelah selesai sarapan Ajeng dan Amar bersiap untuk pergi bekerja.


"Iki sayang mama berangkat bekerja dulu ya, Iki di rumah nya jangan nakal yah?." ucap Ajeng memperingati Iki


"Iya mamah tenang saja, mama hati-hati ya." ucap Iki sambil memeluk leher sang mama


"Sayang papa juga mau berangkat dulu nanti jam 10:30. papa jemput Iki dan kita cari sekolah untuk Iki nanti ya." seketika Iki melompat kegirangan


"Hore ,, hore makasih pah." ucap Iki sambil mencium pipi kiri dan kanan Amar


"Sama-sama sayang. baiklah kalau begitu papa dan mama berangkat dulu ya, ingat Iki jangan nakal kasian bi Inah nya ya?." ucap Amar juga memperingatkan Iki


"Siap pah."


"Kenapa?? apa kau malu punya kekasih setampan aku?." tanya Amar menggoda Ajeng


"Kamu pede sekali ya." ucap Ajeng dengan pipi yang memerah


"Baiklah ayo naiklah tuan putri?." ucap Amar sambil membukakan pintu mobil untuk Ajeng


"Tapi Amar, aku takut nanti kena bahan gibah di kantor." ucap Ajeng menunduk


"Sudah tenang saja, lagi pula semua orang di kantor sudah mengetahui status kita kan?? jadi untuk apa malu." ucap amar santai


"Tapi bagaimana dengan Ica?." tanya Ajeng kepada Amar


"Ica sudah berangkat dari pagi, kau dan Ica kan sudah beda bidang saat ini?." seketika Ajeng murung dengan apa yang Amar katakan


"Eh!! kenapa jadi murung seperti itu?." tanya Amar


"Tidak apa-apa. hanya saja aku rindu bekerja dan berangkat bersama dengan Ica." ucap Ajeng lirih


"Apa kau tidak bahagia bisa berangkat bersama dengan ku?." tanya amar


"Aku bahagia. cuman aku juga rindu dengan Ica."


setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh lima menit akhirnya Ajeng dan Amar sampai di kantor.

__ADS_1


"Amar." pekik Ajeng


"Iya ada apa?." tanya Amar


"Terima kasih, untuk tumpangan nya. aku masuk duluan ya?." ucap Ajeng tulus


"Baiklah." ucap Amar singkat


"Aku harus menaikan jabatan Ica agar Ajeng tidak sedih lagi. tapi untuk itu aku akan menguji coba Ica terlebih dahulu." gumam Amar dan langsung masuk menuju ruangan nya


"Ari!!." pekik Amar


"Iya pak?." ucap Ari


"Tolong panggilkan ob atas nama Ica, dan suru menghadap ke ruangan ku." titah Amar kepada Ari


setelah sepuluh menit akhirnya Ica datang menemui Amar di ruangan nya.


"Duh ada masalah apa ya. kok aku di suruh ke ruangan pak ceo?." gumam Ica dalam hati


tok tok tok


"Masuk." ucap Amar mempersilahkan Ica masuk


"Permisi pak ada yang bisa saya bantu?." tanya Ica penasaran


"Duduk dulu Ica." titah Amar


"Duh pasti ini masalah serius, apa jangan-jangan aku mau di pecat ya." gumam Ica dalam hati


"Kenapa bengong ayo duduk." titah Amar untuk kedua kalinya


"I ,, iya pak." ucap Ica gugup


"Begini Ica kamu pasti bertanya-tanya, apa maksud ku memanggil mu untuk datang kemari kan?." tanya Amar


"I ,, iya pak ada apa ya?." tanya Ica ragu


"Begini rencana nya aku ingin menaikkan jabatan mu agar sama seperti Ajeng tapi, aku harus menguji coba kamu terlebih dahulu. agar kriteria dan potensi mu dalam bidang ini cocok ataw tidak apa kamu bersedia?." tanya Amar membuat Ica tak bis berkata-kata


"Bagaimana Ica?." tanya Amar kembali


"Eh ,, iya aku bersedia pak." ucap Ica bersemangat


" Baiklah sekarang kamu isi data-datanya dan berikan kepada saya jika sudah selesai." ucap Amar kembali ke laptop nya


"Iya pak, kalau begitu saya permisi dulu ya." pamit Ica Kepada Amar


"Silahkan. tapi Ica jangan beritahu Ajeng dulu, aku ingin memberikan kejutan untuk nya nanti." ucap Amar memberitahu Ica

__ADS_1


__ADS_2