
hari ini Ajeng kembali bekerja seperti biasa dia dan Ica akan berangkat bersama saat di perjalanan hendak ke kantor dari arah yang berlawanan ada sepedah motor melaju dengan kencang dan sengaja menyenggol sepeda yang sedang Ajeng dan Ica tumpangi karna itu sepedah mereka oleng dan terjatuh ke trotoar
"Ica awas"
Brug
"Aww"pekik ica
"Ica apa kau tidak apa-apa?"tanya Ajeng khawatir
"Tidak hanya saja lutut ku sedikit sakit,,dan apa kau terluka Ajeng?"
"Tidak aku tidak terluka,ayo aku bantu"
"Awww pelan-pelan Ajeng"
"coba aku lihat dulu luka mu? ya ampun Ica lutut mu berdarah,kita harus segera mengobati nya jika di biarkan takut terjadi infeksi"
"Tidak apa-apa Ajeng,aku baik-baik saja,ayo kita harus ke kantor awww"
"Ica apa sebaik nya kau hari ini izin saja biar aku yang akan menggantikan tugas mu nanti?"tawar Ajeng merasa kasihan terhadap Ica
"Tidak usah aku baik-baik saja hanya luka sedikit nanti juga akan sembuh?"
"Tapi Ajeng apa kau merasa curiga terhadap pengendara motor tadi?"tanya Ica
"Maksud mu bagaimana?"
"Apa kau melihat jika dia dengan sengaja menyenggol kita sampai sepedah yang kita tumpangi ini oleng dan jatuh ke trotoar?"
"Aku juga merasa seperti itu tapi aku tidak melihat jelas bagaimana itu terjadi semua nya terlalu cepat bagiku"
"Hmm tapi untuk apa ya dia melakukan hal itu secara kita ini kan tidak membawa barang berharga atau pun uang"Ica curiga
"Mm ya sudah lebih baik kita obati dulu luka mu agar cepat sembuh ok"
"Mmm baiklah"
__ADS_1
"Oia Ajeng bagaimana keadaan anak nya Maya,apa kau sendiri yang merawat nya?"
"Tidak karna Iki tidak menyukai nya,lagi pula kan aku harus bekerja mana bisa aku menjaga anya"
"Lalu kau bawa kemana anak itu?"
"Aku berikan kepada kakek dan nenek nya mau bagimana pun juga Anya itu kan cucu nya darah daging nya sendiri"
"Mm kau benar Ajeng,,tapi aku heran deh sama si Maya kok dia tega ya sama anak nya sendiri sampai-sampai anak nya sendiri dia buat lebam begitu dasar wanita tak punya hati" hardik Ica
"Hus ga boleh ngomong kaya gitu mungkin maya melakukan itu semua ada sebab nya,dan kita tidak mengetahui nya saja"
dilain tempat Maya senang dan puas dengan pekerjaan orang suruhan nya itu
"Bagaimana apa kau berhasil?"tanya Maya
"Iya bos mereka berdua terjatuh dan mengalami luka-luka?"jawab si orang suruhan Maya
"Bagus,ini upah kalian dan lain kali jika aku suruh kalian untuk membuat mereka celaka lagi lakukan dengan sangat kejam buat mereka masuk rumah sakit"
"Baik bos,,kapan pun bos suru kami untuk melakukan tugas kami akan siap sedia"
"kalo begitu kami pergi dulu bos"
"Rasakan itu Ajeng itu balasan karna kamu berani melawan ku,dan untuk teman mu anggap saja itu juga balasan atas tamparan dia kemarin"
"Aku tidak akan tinggal diam Ajeng,aku akan buat kamu hidup menderita dan untuk mas Dimas kita lihat saja nanti aku juga tidak akan membuat mu hidup damai"
# rumah ibu Dimas
"Pak apa kita beritahu Dimas jika anya anak nya ada di sini?"tanya sang istri
"Bapak rasa juga begitu Bu tapi ada di mana anak itu telpon nya pun tidak pernah aktip"
"Ibu jadi khawatir pak dengan dimas,ibu takut Dimas berbuat nekad pak?"
"Bapak juga sama bu,tapi mau bagaimana lagi Dimas sekarang sudah dewasa bu,apapun keputusan yang diambil itu mungkin yang terbaik untuk dia sendiri bu?"
__ADS_1
"Tapi kenapa ya pak Maya tega dengan anak kandung nya sendiri, lihat apa yang dia lakukan kepada cucu kita ini?sungguh kejam sekali dia pak,jika nanti dia datang kemari untuk membawa Anya lagi ibu tidak akan memberikan nya ibu takut dia akan menyiksa cucu kita lagi pak?" ucap ibu dimas khawatir
"Iya Bu bapak setuju"
ibu dan bapak Dimas merawat Anya dengan penuh kasih sayang, sedang kan Dimas dan Maya tidak perduli dengan anak mereka
Maya ingin hidup bebas tanpa di ganggu Anya,sedangkan Dimas tidak tau saat ini pergi kemana
di sisi lain amar yang melihat Ajeng terluka seketika panik dan ingin segera membawa Ajeng ke rumah sakit
"Ajeng ada apa dengan siku juga lutut mu, kenapa jalan mu seperti orang yang sakit?" tanya amar
"Oh tidak apa-apa kok tadi hanya terjatuh dari sepeda?"ucap Ajeng santai tapi Ica yang tidak sengaja mendengar nya langsung berteriak kesal
"Jadi kamu juga terluka Ajeng,,kenapa kamu berbohong tadi kamu bilang tidak terluka dan malah lebih menghawatirkan dan mengobati luka ku, sedangkan kamu sendiri malah tidak di obati?"ucap ica yang kesal karna Ajeng berbohong dan lebih menghawatirkan Ica di banding diri nya sendiri
"Mm Ica jangan marah,aku hanya tidak ingin kau merasa khawatir saja dan jujur saja aku tidak tau jika lutut dan di siku ku juga terluka maaf kan aku"ucap Ajeng lirih
"Sudah lebih baik kita ke rumah sakit kita periksa luka mu?"tawar amar
"Hh tidak perlu pak ini hanya luka kecil nanti aku olesi salep juga sembuh kok"
"Tapi itu berdarah mana bisa di sebut luka kecil?"hardik amar
"Iya Ajeng lebih baik kau periksakan dulu saja,biar ini aku yang kerjakan?"ucap Ica
"Tidak kau juga sedang terluka Ica jadi biar aku saja?dan untuk pak amar terimakasih atas tawaran nya tapi aku tidak mau,nanti aku akan mengobati nya sendiri dan di bantu Ica jadi maaf karena menolak kebaikan anda pak"
"Baiklah aku tida bisa memaksa nya,dan untuk kau Ica kau bantu dia,setelah itu kalian boleh istirahat dulu hari ini kalian boleh kerja setengah hari"
"Yang benar pak?"tanya Ica tak percaya
"Iya"
"Hore awww"pekik Ica
"Ica hati-hati"
__ADS_1
"Heheh maaf,, terimakasih pak,bapak baik sekali"